<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The Puppeter Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/the-puppeter/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/the-puppeter/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:18:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>The Puppeter Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/the-puppeter/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mencari Makna Keluarga Pada The Puppeter</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/mencari-makna-keluarga-pada-the-puppeter/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/mencari-makna-keluarga-pada-the-puppeter/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2018 10:15:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Jostein Gaarder]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[The Puppeter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1185</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sering merasa bahwa hidup ini sepi? Sering merasa bahwa hidup kalian tidak dikeliling orang-orang yang mendukung kita? Jika iya, coba baca buku The Puppeter karya Jostein Gaarder ini. Seperti buku-buku Gaarder yang lain (Baca juga: Dongeng Jostein Gaarder), novel ini ditulis dengan gaya dongeng yang mempesona. Penulis membeli buku ini ketika akan merantau ke Jakarta dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/mencari-makna-keluarga-pada-the-puppeter/">Mencari Makna Keluarga Pada The Puppeter</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sering merasa bahwa hidup ini sepi? Sering merasa bahwa hidup kalian tidak dikeliling orang-orang yang mendukung kita? Jika iya, coba baca buku <strong>The Puppeter</strong> karya Jostein Gaarder ini.</p>
<p>Seperti buku-buku Gaarder yang lain (Baca juga: <a href="http://whathefan.com/2018/06/08/dongeng-jostein-gaarder/">Dongeng Jostein Gaarder</a>), novel ini ditulis dengan gaya dongeng yang mempesona. Penulis membeli buku ini ketika akan merantau ke Jakarta dan jauh dari keluarga.</p>
<p>Buku ini dibuka dengan surat-surat yang dituliskan oleh tokoh utama bernama Jacob kepada Agnes, kawannya. Isi dari surat-surat tersebut adalah berbagai cerita ketika Jacob menghadiri berbagai pemakaman.</p>
<p>Jacob selalu memiliki cerita tentang bagaimana hubungannya dengan para almarhum, hingga pada suatu hari Agnes memergoki bahwa cerita Jacob selama ini hanya bohong semata.</p>
<p>Apa yang membuat Jacob merasa seperti itu? Ternyata, Jacob merasakan kehangatan keluarga dengan menghadiri pemakaman-pemakaman tersebut. Agar tidak mencurigakan, ia harus membuat karangan bagaimana ia kenal dengan almarhum.</p>
<p>Kehidupan keluarga Jacob sendiri kurang menyenangkan. Ia memiliki ayah yang buruk, dan ia harus bercerai dengan istrinya. Perceraian ini terjadi karena (satu-satunya) teman yang Jacob miliki bernama Pelle Skrindo.</p>
<p>Di sinilah terjadi <em>plot twist</em>, karena ternyata Pelle hanya sebuah boneka tangan. Bisa dianggap, Jacob sering berbicara sendiri dengan boneka tersebut. Mungkin hal ini terjadi berkat kesepian yang melanda perasaan Jacob.</p>
<p>Sebenarnya bahasa pada novel ini tergolong ringan. yang membuat berat adalah banyak dialog yang membahas akar bahasa, karena Jacob sendiri merupakan seorang intelektual sekaligus dosen. Berkali-kali dibahas bahwa berbagai bahasa di dunia memiliki akar bahasa yang sama.</p>
<p>Novel ini cocok bagi pembaca yang ingin berfilosofi mengenai pentingnya keluarga dan pembaca yang memiliki ketertarikan terhadap perkembangan bahasa di dunia.</p>
<p>Nilainya <strong>3.8/5</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Grand Metropilitan Mal, Bekasi, 21 Agustus 2018, terinspirasi setelah menamatkan novel The Puppeter karya Jostein Gaarder</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/mencari-makna-keluarga-pada-the-puppeter/">Mencari Makna Keluarga Pada The Puppeter</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/mencari-makna-keluarga-pada-the-puppeter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
