<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tokopedia Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/tokopedia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/tokopedia/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Aug 2026 14:44:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>Tokopedia Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/tokopedia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Saya Habis Kena Tipu, Waspadai Modus Ini</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/saya-habis-kena-tipu-waspadai-modus-ini/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/saya-habis-kena-tipu-waspadai-modus-ini/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 08:27:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[JNE]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[scam]]></category>
		<category><![CDATA[Tokopedia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8755</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejujurnya, Penulis merasa malu ketika menuliskan tulisan ini. Bagi Penulis, ini adalah pengalaman yang memalukan dan seharusnya bisa Penulis hindari. Apalagi, selama ini Penulis dengan angkuhnya merasa tidak mungkin kena penipuan. Namun, setelah dipertimbangkan, ada baiknya Penulis membagikan hal ini agar yang lain tidak menjadi korban seperti Penulis (walau kerugiannya memang tidak seberapa). Ini juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-habis-kena-tipu-waspadai-modus-ini/">Saya Habis Kena Tipu, Waspadai Modus Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sejujurnya, Penulis merasa malu ketika menuliskan tulisan ini. Bagi Penulis, ini adalah <strong>pengalaman yang memalukan </strong>dan seharusnya bisa Penulis hindari. Apalagi, selama ini Penulis dengan angkuhnya merasa tidak mungkin kena penipuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, setelah dipertimbangkan, ada baiknya Penulis membagikan hal ini <strong>agar yang lain tidak menjadi korban</strong> seperti Penulis (walau kerugiannya memang tidak seberapa). Ini juga sebagai pengingat bagi Penulis bahwa <strong>jangan merasa kita pasti tidak akan kena kasus penipuan</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, Penulis akan bercerita tentang kronologi kejadiannya selengkap mungkin, sekaligus memberi tanda-tanda mulai mana penipuan bisa dideteksi. Semoga kisah yang memalukan ini bisa menjadi pelajaran bersama.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/gen-z-vs-ai-banner-300x169.jpeg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/gen-z-vs-ai-banner-300x169.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/gen-z-vs-ai-banner-1024x576.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/gen-z-vs-ai-banner-768x432.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/gen-z-vs-ai-banner.jpeg 1280w " alt="Dear Gen Z, Saingan Kerja Kalian Nanti Bukan Manusia, tapi AI" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/dear-gen-z-saingan-kerja-kalian-nanti-bukan-manusia-tapi-ai/">Dear Gen Z, Saingan Kerja Kalian Nanti Bukan Manusia, tapi AI</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Berawal dari Pembelian di Tokopedia</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kejadian penipuan yang Penulis alami terjadi pada hari Jumat, 12 Juni 2026, atau sekitar satu bulan yang lalu. Pada hari itu, sekitar siangnya, kebetulan Penulis membelikan <em>casing </em>untuk <em>smartwatch </em>Huawei milik ayah Penulis karena dimintai tolong melalui Tokopedia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, tiba-tiba malamnya sekitar jam 10, ketika Penulis masih bekerja, tiba-tiba ada pesan WhatsApp masuk. Pesan tersebut mengatasnamakan dari pihak ekspedisi. Kebetulan, waktu itu paket Penulis dikirim oleh JNE.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inti dari pesan tersebut adalah <strong>ada kesalahan pengiriman</strong>, sehingga paket Penulis <em>nyasar </em>ke orang lain. Oleh karena itu, sang penipu mengatakan akan mengganti rugi barang yang salah kirim tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis pun diberi semacam <em>link </em>yang jelas alamatnya tidak jelas. Mengingat nomornya tidak dikenal, harusnya Penulis sudah langsung curiga, bukan? Harusnya begitu, tapi entah mengapa Penulis lengah malam itu dan mengeklik <em>link</em> tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, penulis lengah karena waktu itu sudah malam dan fokus Penulis sudah menurun. Namun, ada satu hal lagi yang membuat Penulis sempat percaya: <strong>pesan WhatsApp tersebut mencantumkan nomor resi paket Penulis beserta nama Penulis secara lengkap</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembali ke <em>link</em>. Jadi, setelah mengeklik <em>link </em>yang diberikan, Penulis melihat semacam halaman yang sangat mirip dengan halaman Tokopedia. Sebenarnya, <strong>beberapa kali <em>link </em>tersebut <em>error </em></strong>dan<strong> memunculkan pesan Malware</strong>. Bodohnya, Penulis mengabaikan peringatan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis pun memasukkan nomor telepon dan PIN Tokopedia-nya di laman tersebut. Lalu, muncullah SMS masuk dari Tokopedia yang memberikan kode OTP (One-Time Password). Setelah sempat beberapa kali lamannya <em>error,</em> <strong>Penulis pun memasukkan kode OTP di laman tersebut</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#930b0f" class="has-inline-color">Di sinilah kebodohan terbesar Penulis, bahkan ketika menuliskan paragraf di atas, rasa malu tiba-tiba muncul begitu hebatnya hingga dada terasa sesak.</mark></em> </p>



<h2 class="wp-block-heading">Berlanjut ke Barcode BCA</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Singkat cerita, intinya laman tersebut berkali-kali <em>error</em>, sehingga pihak penipu mengatakan akan <strong>melanjutkan proses melalui transfer via bank</strong>, bahkan sampai menelepon Penulis. Nah, di sini kecurigaan Penulis mulai muncul kalau ini benar-benar penipu dan secara sadar ingin mengerjai balik. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sang penipu <strong>mengirimkan sebuah kode <em>barcode </em>yang katanya akan mengirimkan uang sejumlah nominal pembelian </strong>Penulis. Ketika ditanya Penulis menggunakan bank apa, Penulis menjawab BCA karena tahu kalau di rekening tersebut hampir tidak ada uangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Percobaan pertama, <em>barcode </em>tersebut <em>error</em>, sehingga dikirimlah kode yang baru. Bedanya, kode yang baru ini jelas-jelas<strong> memperlihatkan nominal sekitar Rp9 juta</strong>, yang tentunya kita yang melakukan <em>scan</em>-lah yang melakukan pembayaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, sang penipu mengatakan bahwa itu adalah <strong>jumlah saldo yang mereka miliki</strong>, dan Penulis diminta secara jujur untuk mentransfer hanya sejumlah pembelian Penulis. Tentu ironi, bagaimana <strong>seorang penipu berharap yang ditipu bisa jujur!</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Walau begitu, Penulis pura-pura terjebak dalam permainannya. Penulis pura-pura tidak tahu kalau kita tidak bisa menerima uang dengan melakukan <em>scan</em>. Penulis pun melakukan <em>scan</em> <em>barcode </em>tersebut hingga memasukkan <em>password </em>di dalam aplikasi mBCA.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, apa yang terjadi? Tentu saja muncul notifikasi <strong>SALDO ANDA TIDAK CUKUP! </strong>Notifikasi tersebut Penulis bacakan kepada sang penipu, lalu ia mulai berkelit ini-itu yang intinya mau kirim <em>barcode </em>baru karena yang itu <em>error</em>. Penulis yang merasa cukup pun langsung mematikan telepon tersebut dan memblokir nomor sang penipu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kerugian yang Penulis Alami</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah sampai di situ? Ternyata tidak. Ingat kode OTP yang Penulis masukkan ke <em>link </em>di atas? Penulis baru sadar ketika menelepon <em>bestie </em>Penulis tentang kejadian tersebut, bahwa <strong>akun dan PIN Penulis digunakan untuk <em>login </em>di HP-nya</strong> dan <strong>memasukkan kode OTP</strong> yang Penulis masukkan di <em>link </em>tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, secara garis besar, <em>link </em>yang mereka kirimkan digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai nomor telepon dan PIN ke dalam <em>database </em>mereka, lalu mereka <em>login </em>menggunakan perangkat mereka sendiri menggunakan kode OTP yang Penulis masukkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika Penulis mengecek emailnya (yang sebenarnya memang jarang dicek), ternyata memang ada notifikasi kalau ada<strong> perangkat Android yang mencoba masuk ke akun Tokopedia </strong>Penulis. Sayangnya, Penulis tidak memperhatikan waktu itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untungnya, Penulis tidak menautkan segala jenis Paylater dan lain-lain, hanya ada GoPay. Lumayan, waktu itu tiba-tiba ada pembelian pulsa 50 ribu untuk nomor Axis sebanyak tiga kali, sehingga total kerugian yang Penulis derita adalah sekitar <strong>Rp150 ribu</strong>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, karena Penulis membuat laporan resmi ke pihak Tokopedia, <strong>akun Penulis di Tokopedia pun dinonaktifkan</strong> demi keamanan. Penulis sudah mengganti semua PIN (bahkan termasuk PIN aplikasi mBCA dan <em>password</em> email), tapi ternyata pembekuan akun tetap dibutuhkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga kini, Penulis masih kehilangan akun Tokopedia-nya, karena proses pengembalian akun membutuhkan banyak dokumen penting. Mengingat Penulis baru saja ditipu, ada sedikit trauma sehingga memutuskan untuk membiarkan saja akun Tokopedia-nya tidak bisa digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fakta menarik tambahannya, setelah kejadian tersebut, ada <strong>tiga nomor lain dengan menggunakan modus serupa yang mengirimi pesan WhatsApp</strong> ke Penulis. Karena sudah merasa cukup dengan pengalaman yang sudah dialami, Penulis pun langsung memblokir semuanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Itulah kronologi kejadian bagaimana Penulis, yang selama ini merasa tidak bakal bisa kena tipu, ternyata bisa kena tipu. Dua hal yang meyakinkan Penulis, yakni <strong>nomor resi </strong>dan <strong>UI ala Tokopedia</strong>, ternyata bisa menurunkan kewaspadaan Penulis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis bahkan harusnya masih bisa bersyukur, karena kehilangan uang dalam nominal yang tidak terlalu besar plus akun Tokopedia-nya. Anggap saja akunnya hilang agar tidak impulsif belanja <em>online</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga tulisan di atas bisa menjadi pelajaran dan jangan sampai ada lagi yang tertipu seperti Penulis. Cukup Penulis saja yang mengalami penipuan dengan modus tersebut.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 12 Juli 2026, terinspirasi karena ingin membagikan pengalamannya kena tipu</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-habis-kena-tipu-waspadai-modus-ini/">Saya Habis Kena Tipu, Waspadai Modus Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/saya-habis-kena-tipu-waspadai-modus-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
