<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zen Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/zen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/zen/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Sep 2024 15:11:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Zen Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/zen/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Buku Seni Menyederhanakan Hidup</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-buku-seni-menyederhanakan-hidup/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-buku-seni-menyederhanakan-hidup/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Sep 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[hidup tenang]]></category>
		<category><![CDATA[self-improvement]]></category>
		<category><![CDATA[Zen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7857</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai orang yang mudah overthinking, wajar jika Penulis gemar membaca buku-buku yang bisa membantu dirinya mengatasi hal tersebut. Salah satu pola pikir adalah bagaimana dirinya bisa menyederhanakan pikirannya sendiri agar tidak menjadi terlalu rumit. Dengan alasan tersebut, ketika Penulis menemukan buku berjudul Seni Menyederhanakan Hidup karya Shunmyo Masuno, Penulis langsung tertarik membelinya. Padahal, waktu itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-buku-seni-menyederhanakan-hidup/">[REVIEW] Setelah Membaca Buku Seni Menyederhanakan Hidup</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebagai orang yang mudah <em>overthinking</em>, wajar jika Penulis gemar membaca buku-buku yang bisa membantu dirinya mengatasi hal tersebut. Salah satu pola pikir adalah bagaimana dirinya bisa menyederhanakan pikirannya sendiri agar tidak menjadi terlalu rumit.</p>



<p>Dengan alasan tersebut, ketika Penulis menemukan buku berjudul <em><strong>Seni Menyederhanakan Hidup</strong></em> karya <strong>Shunmyo Masuno</strong>, Penulis langsung tertarik membelinya. Padahal, waktu itu di toko buku tidak ada <em>sample</em> buku yang terbuka untuk mengetahui seperti apa isinya.</p>



<p>Walau begitu, Penulis pada akhirnya tetap memutuskan untuk membeli buku tersebut walau kesannya seperti membeli kucing dalam karung. Alasannya, buku ini cukup tipis dan murah sehingga rasanya <em>nothing to lose </em>saja. Sayang, ternyata Penulis salah.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku Seni Menyederhanakan Hidup</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul:&nbsp;<em>Seni Menyederhanakan Hidup</em></li>



<li>Penulis: Shunmyo Masuno</li>



<li>Penerbit: Gramedia Pustaka Utama</li>



<li>Cetakan: Cetakan Keempat</li>



<li>Tanggal Terbit: Maret 2024</li>



<li>Tebal: 224 halaman</li>



<li>ISBN: 9786020631950</li>



<li>Harga: Rp69.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Sinopsi Buku Seni Menyederhanakan Hidup</h2>



<p><em>DENGAN PELAJARAN YANG JELAS, PRAKTIS, DAN MUDAH DITERAPKAN, SHUNMYO MASUNO MEMANFAATKAN KEBIJAKAN YANG TELAH BERUSIA BERABAD-ABAD UNTUK MENGAJARI KITA MENYEDERHANAKAN HIDUP DAN MENEMUKAN KEBAHAGIAAN DI TENGAH PUSARAN DUNIA MODERN. </em></p>



<p><em>Cari Tahu mengapa…. </em></p>



<p><em>Bangun lima belas menit lebih awal di pagi hari dapat membuat kita merasa tidak terlalu sibuk </em></p>



<p><em>Menjejerkan sepatu dengan rapi setelah melepasnya dapat menjadikan pikiran kita teratur </em></p>



<p><em>Mengatupkan kedua tangan dapat meredakan rasa tersakiti dan konflik </em></p>



<p><em>Meletakkan sendok garpu setelah menelan makanan dapat membantu kita merasa lebih bersyukur atas apa yang kita miliki </em></p>



<p><em>Menanam bunga dan menyaksikannya tumbuh dapat mengajari kita untuk menerima perubahan </em></p>



<p><em>Menyaksikan matahari terbenam bisa membuat setiap hari terasa seperti perayaan </em></p>



<p><em>Dengan melakukannya setiap hari, kita akan belajar menemukan kebahagiaan bukan dengan mencari pengalaman luar biasa, tetapi dengan membuat perubahan kecil dalam hidup serta membuka diri pada perasaan damai dan ketenangan batin yang baru</em></p>



<h2 class="wp-block-heading">Isi Buku Seni Menyederhanakan Hidup</h2>



<p>Setelah membuka buku ini, Penulis baru menyadari bahwa penulis buku ini, Shunmyo Masuno, adalah seorang pendeta Buddhis Zen, sehingga poin-poin kebiasaan yang disampaikan pun berkaitan dengan kepercayaan yang ia anut.</p>



<p>Secara total, buku ini memiliki 100 kebiasaan yang disarankan untuk kita terapkan dalam keseharian. 100 kebiasaan tersebut dibagi ke dalam empat bab utama, yakni:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Bagian Satu: 30 Cara untuk Membugarkan &#8220;Diri-Saat-Ini&#8221;</li>



<li>Bagian Dua: 30 Cara untuk Mengilhami Kepercayaan-Diri dan Keberanian untuk Hidup</li>



<li>Bagian Tiga: 20 Cara untuk Meredakan Kebingungan dan Kecemasan</li>



<li>Bagian Empat: 20 Cara untuk Menjadikan Setiap Hari adalah Hari yang Baik</li>
</ol>



<p>Di setiap poin kebiasaan, ada satu ilustrasi minimalis dan penjabaran poin yang sebenarnya sudah cukup jelas di bagian judul. Satu poin biasanya hanya berisi satu halaman paragraf, sehingga terlihat ada banyak bagian yang kosong.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Buku Seni Menyederhanakan Hidup</h2>



<p>Ada sedikit kekecewaan ketika membaca buku ini. Pasalnya, tips-tips yang diberikan bisa dibilang tidak istimewa dan kerap kita temukan di media sosial. Apalagi, elaborasi setiap poinnya juga terasa kurang mendalam.</p>



<p>Penulis tidak mempermasalahkan ajaran Buddhis Zen yang ia gunakan, mengingat banyak ajaran-ajarannya yang sebenarnya juga diajarkan dalam Islam. Namun, isinya memang terlalu umum sehingga kurang membekas bagi Penulis</p>



<p>Tentu semua petuah-petuah yang dituangkan dalam buku ini bijaksana dan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang kerap bermasalah dengan diri dan pikirannya sendiri. Bahasanya pun ringan dan mudah dipahami.</p>



<p>Namun, rasanya buku ini terasa kurang padat dan akan mudah terlupakan begitu saja. Apalagi, ilustrasinya cukup memakan ruang pada halaman buku. Jika disuruh menyebutkan kembali isi poin buku tersebut, Penulis hanya akan mengingat poin-poin yang ada di bagian sinopsis saja.</p>



<p>Waktu membeli buku ini, ekspektasi Penulis adalah tips-tips mengenai aktivitas sederhana apa saja yang harus kita lakukan dalam keseharian. Pada bagian sinopsis, kita bisa melihat contohnya seperti bangun lebih awal dan menanam bunga.</p>



<p>Sayangnya, dalam buku ini mayoritas rekomendasi kebiasaan yang diberikan justru tentang pikiran atau hati kita. Bukan bermaksud mengecilkan, tapi yang seperti itu sudah sering Penulis baca di buku-buku self-improvement lainnya.</p>



<p>Mungkin ini bisa menjadi pelajaran untuk Penulis agar tidak membeli buku jika tidak mengetahui seperti apa isinya. Kalau seperti ini, memang jadinya seperti membeli kucing di dalam karung. Rasa kecewa pun muncul karena isinya tidak sesuai dengan ekspektasi.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 5/10</mark></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 14 September 2024, terinspirasi setelah membaca buku <em>Seni Menyederhanakan Hidup</em> karya Shunmyo Masuno</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-buku-seni-menyederhanakan-hidup/">[REVIEW] Setelah Membaca Buku Seni Menyederhanakan Hidup</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-buku-seni-menyederhanakan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
