Hebat dengan Cara Kita Sendiri

Pernahkah kita membandingkan diri kita dengan orang lain? Pasti pernah, terutama jika ada orang yang lebih dari kita. Yang dibandingkan pun bermacam-macam, dan di sini penulis membaginya menjadi dua, harta dan sifat.

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain tentu akan menimbulkan sifat iri hati, yang tentunya bisa merusak hati. Selain iri, kita juga bisa menjadi rendah diri alias minder, tidak percaya dengan diri sendiri.

Yang paling berbahaya tentu iri dengan harta orang lain. Kita iri dengan orang yang punya iPhone X, membawa Lamborghini hingga menggunakan jam tangan Rolex asli.

Iri terhadap barang benda yang sejatinya tidak dibawa mati ini tentu akan membuat kita terus merasa tidak puas. Kita tidak mensyukuri apa yang kita miliki dan justru berfokus dengan apa yang kita tidak miliki.

 

فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman [55] )

 

Sedangkan untuk perbandingan yang kedua, yakni membandingkan sifat, masih bisa kita cari positifnya, asalkan tidak iri dengan sifat jelek orang lain. Seandainya kita melihat orang lain memiliki banyak sifat-sifat positif dan iri karenanya, kenapa kita tidak berusaha menjadi seperti mereka?

Karena saya ingin menjadi diri saya sendiri.

Lo bukan begitu pola pikirnya. Tidak ada yang menyuruh untuk menjadi orang lain. Kita harus menjadi diri kita sendiri yang terus berubah menjadi lebih baik setiap harinya. Mengubah sifat buruk menjadi sifat baik tidak akan menghilangkan jati diri kita.

Selain itu, terkadang kita merasa kagum dengan kehebatan orang lain dan membatin, kenapa aku tidak bisa sehebat dia. Kata siapa? Kita hebat dengan cara kita sendiri, yang belum tentu orang lain memilikinya. Hanya saja, terkadang manusia melupakan kehebatan dirinya sendiri, dan justru iri dengan kehebatan orang lain.

Saya memang tidak pernah berbuat sesuatu yang menurut saya hebat.

Baiklah, seandainya memang seperti itu, maka buatlah sesuatu yang hebat sekarang! Tidak ada gunanya meratapi masa lalu sambil memeluk lutut di sudut ruang. Jika kamu merasa seperti itu, bertindaklah, buat dirimu hebat!

Bagaimana caranya? Hanya kita yang tahu bagaimana caranya. Orang lain mungkin hanya bisa memberikan masukan-masukan, tapi kita lah yang menentukan jalan kita.

Kita dilahirkan ke dunia dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Maksimalkan kelebihan kita sembari mereduksi kekurangan kita secara perlahan-lahan.

Percayalah, kita hebat dengan cara kita sendiri.

 

 

Jelambar, 25 Mei 2018, terinspirasi setelah berdiskusi dengan salah satu anggota Karang Taruna

Sumber Foto: https://www.cubimo.com/howto/magazine-detail/The-habits-of-successful-people/116

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.