<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tak Berkategori Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/category/tak-berkategori/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/category/tak-berkategori/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Sep 2024 16:19:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>Tak Berkategori Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/category/tak-berkategori/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gara-Gara Black Myth: Wukong, Saya Jadi Rewatch Kera Sakti</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/gara-gara-black-myth-wukong-saya-jadi-rewatch-kera-sakti/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/gara-gara-black-myth-wukong-saya-jadi-rewatch-kera-sakti/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 16:19:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Black Myth: Wukong]]></category>
		<category><![CDATA[Buddha]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Kera Sakti]]></category>
		<category><![CDATA[serial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7840</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam beberapa minggu terakhir, bisa dibilang Black Myth: Wukong adalah salah satu judul game yang sedang banyak dibicarakan. Banyak pujian yang disematkan kepada game tersebut, baik karena gameplay, jalan cerita, maupun visualnya. Penulis sendiri tidak ikut membelinya, meskipun sebenarnya cukup tertarik. Namun, Penulis bukan tipe gamer yang suka genre hack &#8216;n slash seperti itu. Apalagi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/gara-gara-black-myth-wukong-saya-jadi-rewatch-kera-sakti/">Gara-Gara Black Myth: Wukong, Saya Jadi Rewatch Kera Sakti</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam beberapa minggu terakhir, bisa dibilang <em>Black Myth: Wukong</em> adalah salah satu judul <em>game </em>yang sedang banyak dibicarakan. Banyak pujian yang disematkan kepada <em>game </em>tersebut, baik karena <em>gameplay</em>, jalan cerita, maupun visualnya.</p>



<p>Penulis sendiri tidak ikut membelinya, meskipun sebenarnya cukup tertarik. Namun, Penulis bukan tipe <em>gamer </em>yang suka genre <em>hack &#8216;n slash </em>seperti itu. Apalagi, Penulis sedang menyiapkan dana untuk membeli <em>game Dragon Ball: Sparking! ZERO </em>yang rilis bulan depan.</p>



<p>Walaupun begitu, <em>Black Myth: Wukong</em> berhasil menimbulkan perasaan nostalgia karena mengingatkan dirinya akan satu serial legendaris yang juga mengangkat tema pergi ke barat untuk mengambil kitab suci: <em>Kera Sakti</em>. Penulis pun memutuskan untuk <em>rewatch</em>. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/j-waye-covington-681023-unsplash-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/j-waye-covington-681023-unsplash-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/j-waye-covington-681023-unsplash-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/j-waye-covington-681023-unsplash-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/j-waye-covington-681023-unsplash-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/j-waye-covington-681023-unsplash.jpg 1280w " alt="Enaknya Diremehkan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/enaknya-diremehkan/">Enaknya Diremehkan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Kera Sakti Sangat Membekas Bagi Penulis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kera-sakti-1-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-7842" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kera-sakti-1-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kera-sakti-1-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kera-sakti-1-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kera-sakti-1.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Rombongan Biksu Tong (<a href="https://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/198090-mnctv-tayangkan-kembali-serial-kera-sakti-siap-saingi-mega-film-asia-indosiar">Tabloid Bintang</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis tidak ingat pasti mengapa dulu dirinya menonton<em> Kera Sakti</em>, mungkin karena jam tayangnya saja yang pas dengan waktu nonton televisi. Apalagi, serial ini menghadirkan <strong>pertarungan yang seru</strong> untuk anak kecil.</p>



<p>Untuk yang asing dengan serial ini, <em>Kera Sakti</em> bercerita tentang perjalanan sekelompok orang ke barat untuk mengambil kitab suci Buddha. Kelompok ini terdiri dari biksu <strong>Tong Sam Cong</strong>, <strong>Sun Go Kong</strong>, <strong>Cut Pat Kai</strong>, dan <strong>Wu Cing</strong>. Maaf kalo penulisannya salah, karena Penulis menulisnya berdasarkan ingatannya.</p>



<p>Rombongan ini jelas unik karena Wu Kong berwujud kera, Pat Kai berwujud babi, dan Wu Cing, yah masih terlihat seperti manusia biasa. Kalau tidak salah, dalam perjalanan tersebut mereka harus melewati 33 rintangan dan 99 kesulitan.</p>



<p>Dalam perjalanannya, mereka bertemu dengan banyak sekali jenis siluman yang memberi kesulitan dan halangan. Memang Go Kong yang paling sering menjadi ujung tombak ketika menghadapi mereka, tapi peran karakter lain tak kalah penting.</p>



<p>Ada banyak alasan mengapa serial ini begitu membekas untuk Penulis. Selain pertarungannya yang seru, ada banyak <strong>petuah-petuah kehidupan </strong>yang sering diucapkan oleh Tong Sam Cong seperti &#8220;Kosong adalah Isi, Isi adalah Kosong.&#8221;</p>



<p>Bicara soal petuah, tentu jangan lupakan <em>quote </em>legendaris dari Patkai: &#8220;Begitulah <a href="https://whathefan.com/rasa/apa-itu-cinta/">cinta</a>, deritanya tiada akhir.&#8221; Hingga saat ini, <em>quote </em>tersebut rasanya masih relevan bagi banyak orang.</p>



<p>Waktu kecil, Penulis menganggap animasi atau efek-efek pertarungan serial ini juga cukup oke. Namun, waktu <em>rewatch</em>, ternyata tidak bagus-bagus amat. Bahkan, beberapa animasinya terlihat kartun banget, beda dengan ingatan Penulis waktu kecil.</p>



<p>Selain itu, gara-gara <em>rewatch</em>, Penulis jadi bisa merangkai alur cerita serial ini dengan lebih baik, karena yang tersisa di ingatan hanya potongan-potongan. Bagi Penulis, alur cerita serial ini memang bagus, walau memang ada beberapa yang sejujurnya sudah tidak sesuai dengan standar saat ini.  </p>



<p>Serial ini juga terkenal karena lagu <em>opening</em>-nya yang legendaris. Hampir semua orang pasti merasa familiar dengan lagu tersebut. Selain itu, musik-musik di <em>background</em>-nya juga sangat membekas bagi Penulis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Arc Favorit di Kera Sakti</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-12-231134-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7843" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-12-231134-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-12-231134-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-12-231134-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-12-231134.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kera Lok Yi dalam Wujud Raksasa (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=u4lYzmQRNRk">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Dari sekian banyak pertarungan atau <em>arc </em>yang ada, ada dua yang menjadi favorit Penulis hingga saat ini dan rasanya menjadi favorit banyak penontonnya juga: &#8220;<strong>Arc Kera Lok Yi</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Arc Kera Tum Pei</strong>.&#8221;</p>



<p>Pada &#8220;Arc Kera Lok Yi,&#8221; Penulis menyukai bagian akhirnya di mana Sun Go Kong harus berhadapan dengan Kera Lok Yi yang berubah menjadi raksasa gara-gara ulah trio Siluman Elang, Singa, dan Gajah.</p>



<p>Kera Lok Yi dalam wujud raksasanya sebenarnya memiliki wujud yang cukup menyeramkan, bahkan sekarang pun tetap terlihat menyeramkan. Namun, pertarungannya dengan Go Kong seru karena kekuatan mereka setara.</p>



<p>Pertarungan sendiri berakhir ketika Wu Cing (dengan bantuan Pat Kai) berhasil memotong ekor Kera Lok Yi dan membuatnya kembali ke wujud semula. Bisa jadi, ini adalah inspirasi adegan Yajirobe memotong ekor <a href="https://whathefan.com/animekomik/vegeta-adalah-karakter-dragon-ball-dengan-pengembangan-terbaik/">Vegeta dalam wujud Great Ape di <em>Dragon Ball</em></a>.</p>



<p>Lalu pada &#8220;Arc Kera Tum Pei,&#8221; lagi-lagi menghadirkan pertempuran yang seru karena Go Kong menghadapi lawan yang setara. Apalagi, Go Kong sempat kehilangan semua kemampuannya demi melindungi gurunya.</p>



<p>Kera Tum Pei juga memiliki kemampuan untuk menyerap makhluk hidup dan mendapatkan kekuatannya seperti Buu. Ia menyerap Siluman Kerbau, Putri Kipas, Siluman Gagak, hingga Gajah Ting Ting. Yang terakhir bahkan ia simpan terus hingga pertarungan terakhirnya.</p>



<p>Selain itu, tentu masih banyak <em>arc </em>lain yang tak kalah menarik. Ketika melawan <strong>Siluman Lupan</strong>, ada <strong>Sze Sze </strong>yang merupakan Siluman Laba-Laba. Menurut Penulis, ia menjadi salah satu karakter paling cantik di sepanjang seri <em>Kera Sakti</em>.</p>



<p>Lalu di awal serial, pertikaian Go Kong dengan <strong>Ang Hai Ji </strong>yang merupakan anak dari Siluman Kerbau dan Putri Kipas juga menarik. Ia yang sangat nakal bekerja sama dengan Siluman Mimpi, tetapi akhirnya bertobat dan diangkat menjadi murid Dewi Kwan Im.</p>



<p>Saat rombongan biksu Tong membantu <strong>Dewa Erlang</strong> untuk menyelamatkan ibunya juga membekas. Dewa Erlang, yang dari awal cerita terlihat menjadi musuh utama Go Kong, nantinya justru akan menjadi sekutu yang berharga di <em>arc </em>terakhir.</p>



<p><em>Arc </em>terakhir pun menegangkan, di mana <strong>Siluman Ular b</strong>erhasil membuat Go Kong dimusuhi oleh banyak pihak. Namun, pada akhirnya <em>Kera Sakti </em>memiliki happy ending karena berhasil mendapatkan kitab suci dan menjadi buddha.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Saat menulis artikel ini, Penulis baru saja menyelesaikan &#8220;Arc Kera Lok Yi&#8221; dan akan berlanjut ke &#8220;Arc Siluman Gingseng.&#8221; Sejujurnya, Penulis sudah tidak sabar ingin segera masuk ke &#8220;Arc Kera Tum Pei,&#8221; tapi Penulis bertekad untuk menonton semua episodenya sampai tamat.</p>



<p><em>Kera Sakti </em>jelas telah mewarnai masa kecil Penulis dan membekas hingga Penulis berkepala tiga. Mungkin ini bukan terakhir kalinya Penulis <em>rewatch</em>, bisa jadi di masa depan Penulis akan kembali melakukannya jika kangen dengan serial ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 12 September 2024, teinspirasi setelah menonton ulang <em>Kera Sakti</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/gara-gara-black-myth-wukong-saya-jadi-rewatch-kera-sakti/">Gara-Gara Black Myth: Wukong, Saya Jadi Rewatch Kera Sakti</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/gara-gara-black-myth-wukong-saya-jadi-rewatch-kera-sakti/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
