<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bantuan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/bantuan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/bantuan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Oct 2023 23:48:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>bantuan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/bantuan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>People &#8220;Come&#8221;, People &#8220;Go&#8221;</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/people-come-people-go/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/people-come-people-go/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Oct 2023 23:48:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[membantu]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pergi]]></category>
		<category><![CDATA[tolong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6936</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pembaca pasti merasa familiar dengan frase bahasa Inggris people come and go. Secara sederhana, frase ini bermakna kalau orang-orang dalam kehidupan kita akan datang dan pergi secara bergiliran. Tidak ada yang akan benar-benar stay. Maka dari itu, menahan orang-orang yang ingin pergi dari kehidupan kita akan terasa percuma, karena pada dasarnya mereka berada di luar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/people-come-people-go/">People &#8220;Come&#8221;, People &#8220;Go&#8221;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pembaca pasti merasa familiar dengan frase bahasa Inggris <em>people come and go</em>. Secara sederhana, frase ini bermakna kalau orang-orang dalam kehidupan kita akan datang dan pergi secara bergiliran. <a href="https://whathefan.com/rasa/kalau-mau-stay-ya-stay-kalau-mau-leave-ya-leave-bebas/">Tidak ada yang akan benar-benar <em>stay</em></a>.</p>



<p>Maka dari itu, menahan orang-orang yang ingin pergi dari kehidupan kita akan terasa percuma, karena pada dasarnya mereka berada di luar kendali kita. Yang bisa kita kendalikan adalah respons kita terhadap kepergian mereka.</p>



<p>Namun, pada suatu saat, Penulis menangkap ada makna lain dari frase <em>people come and go</em>. Untuk membedakan, Penulis akan menuliskannya dengan <em>people come, people go</em>. <strong>Datang ketika butuh kita, tetapi pergi ketika kita yang butuh</strong>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Datang Ketika Butuh Kita</h2>



<p>Di media sosial akhir-akhir ini sedang viral tentang &#8220;pinjam dulu seratus&#8221; yang biasanya dibalut dalam bentuk pantun. Ini adalah sebuah kalimat horor ketika ada orang datang ke kita untuk meminjam uang, yang biasanya sulit untuk kembali.</p>



<p>Seringkali, orang-orang yang seperti ini adalah orang yang hanya datang ke kita ketika mereka merasa butuh. Tidak melulu tentang pinjan uang, tapi bisa juga butuh bantuan untuk hal lain. Ketika sedang tidak butuh, mereka seolah-olah tidak kenal dengan kita. </p>



<p>Dalam hidup, rasanya hampir semua manusia pernah bertemu dengan tipe orang yang seperti ini. Lantas, bagaimana menghadapi mereka? Kembali lagi ke diri kita masing-masing, apakah mau dimanfaatkan orang lain begitu saja atau memberi batasan yang jelas.</p>



<p>Jika niat hati ingin menolong dan bermanfaat tanpa peduli pikiran orang lain, bagus. Tidak semua orang punya ketulusan hati seperti ini. Toh seperti <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/pada-akhirnya-kebaikan-yang-kita-lakukan-akan-kembali-ke-diri-sendiri/">kata Tanjiro Kamado</a> dari anime <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/berempati-ke-villain-ala-demon-slayer/">Demon Slayer</a></em>, kebaikan yang kita lakukan pada akhirnya akan kembali ke diri sendiri.</p>



<p>Namun, jika belum bisa mencapai level tersebut, menolak untuk dimanfaatkan juga tidak salah. Apalagi, jika tenaga, waktu, bahkan uang kita benar-benar terkuras untuk mereka. Mengetahui batasan diri juga dibutuhkan untuk kebaikan diri kita.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pergi Ketika Kita yang Butuh</h2>



<p>Datang ketika butuh saja sudah cukup problematik, apalagi jika mereka justru pergi ketika kita yang membutuhkan bantuan. Dengan beribu alasan, mereka akan menolak untuk mengulurkan tangan mereka.</p>



<p>Manusia sebagai makhluk sosial jelas harus saling membantu. Mau semandiri apapun, kita pasti tetap membutuhkan bantuan orang lain. Oleh karena itu, sejak kecil kita diajari untuk saling tolong-menolong karena memang seterikat itu kita dengan manusia lain.</p>



<p>Masalahnya, tidak semua orang memiliki kesadaran untuk membantu orang lain. Ada oknum-oknum yang berpikir kalau dirinya adalah pusat semesta, sehingga merasa acuh ketika melihat ada orang yang sedang membutuhkan bantuan dirinya.</p>



<p></p>



<p>Ketika menghadapi tipe orang yang seperti ini, rasanya lebih bijak jika kita menjaga jarak dengan mereka. Berbuat baik sih berbuat baik, tapi kalau hanya kita yang dimanfaatkan ya buat apa? Toh, masih banyak orang lain yang bisa kita tolong daripada parasit seperti mereka.</p>



<p><strong>Datang ketika kita butuh, tetapi pergi ketika kita yang butuh</strong>. Semoga saja kita selalu dihindarkan untuk bertemu dengan orang-orang yang seperti ini. Semoga kita selalu dikelilingi oleh orang-orang baik yang mau saling tolong-menolong.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 25 Oktober 2023, terinspirasi setelah menyadari kalau frase <em>people come and go </em>bisa dimaknai lain</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/photo/time-lapse-photography-of-people-walking-on-pedestrian-lane-842339/">Mike Chai</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/people-come-people-go/">People &#8220;Come&#8221;, People &#8220;Go&#8221;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/people-come-people-go/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kadang Dokter Pun Butuh Bantuan Dokter Lainnya</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lainnya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lainnya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2021 13:13:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Itachi Uchiha]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minta tolong]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[tolong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5451</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bicara soal kemandirian, Penulis merasa dirinya selama ini masih kurang. Terlalu dependent ke orang lain, entah itu ke keluarga maupun teman. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab Penulis pernah merantau jauh ke Jakarta, untuk menempa mentalnya. Penyebab kurangnya kemandirian ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, tetapi Penulis tidak ingin membahas hal tersebut di tulisan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lainnya/">Kadang Dokter Pun Butuh Bantuan Dokter Lainnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bicara soal kemandirian, Penulis merasa dirinya selama ini masih kurang. Terlalu <em><a href="https://whathefan.com/pengalaman/rasa-takut-akan-sendirian-emotional-dependency-disorder/">dependent</a> </em>ke orang lain, entah itu ke keluarga maupun teman. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab Penulis pernah merantau jauh ke <a href="https://whathefan.com/sajak/jakarta/">Jakarta</a>, untuk menempa mentalnya.</p>



<p>Penyebab kurangnya kemandirian ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, tetapi Penulis tidak ingin membahas hal tersebut di tulisan ini. Yang ingin Penulis bagikan adalah keinginan untuk bisa belajar lebih mandiri lagi.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Apakah Mandiri Berarti Tidak Perlu Minta Tolong ke Orang Lain?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5455" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Mandiri Tidak Butuh Orang Lain? (<a href="https://unsplash.com/@heftiba">Toa Heftiba</a>)</figcaption></figure>



<p>Memang, selama ini Penulis lebih dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Penulis termasuk orang yang jarang bercerita dan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-pendengar-yang-baik/">lebih banyak mendengarkan</a>. Mungkin teman-teman Penulis akan menyetujui hal ini.</p>



<p>Beberapa tahun terakhir, Penulis mencoba belajar untuk lebih membuka diri, terutama kepada orang-orang terdekatnya. Hasilnya, kadang Penulis merasa kebablasan dalam membuka diri. Mungkin, karena sebelumnya belum pernah dilakukan dan terasa menyenangkan.</p>



<p>Hal ini memicu Penulis untuk melakukan <em>reset</em> seperti dulu lagi, menjadi orang yang tertutup. Selain itu, perasaan terlalu bergantung kepada orang lain menjadi semakin besar semenjak berusaha untuk membuka diri kepada orang lain.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis sedang belajar untuk menangani semua masalahnya sendirian. Kalau tidak benar-benar kepepet, rasanya Penulis akan enggan untuk minta tolong ke orang lain. Belum lagi perasaan takut merepotkan mereka.</p>



<p>Masalah tersebut termasuk dalam memperbaiki kekurangan diri dan mendorong diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Penulis merasa harus bisa melakukannya sendiri, walau sisi negatifnya akan membuat Penulis lebih mudah merasa stres.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Analogi Seorang Dokter</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5453" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dokter Juga Butuh Dokter Lainnya (<a href="https://www.viki.com/tv/31066c-doctors">Viki</a>)</figcaption></figure>



<p>Saat mendiskusikan hal ini kepada kawan dekat Penulis, ia memberikan satu analogi yang ia gunakan untuk meng<em>-counter </em>keinginan Penulis di atas:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Kamu dokter, kalo sakit apa harus selalu kamu sendiri yang ngobati, apa pasti kamu bisa ngobati diri sendiri?&#8221;</p></blockquote>



<p>Masalah mandiri dan minta tolong ke orang lain memang bisa menggunakan analogi dokter ini. Kita memang harus belajar mandiri, seperti berusaha minum obat atau mencari cara sendiri untuk bisa sembuh karena kita punya ilmunya.</p>



<p>Akan tetapi, ada titik di mana kita tidak bisa mengobati penyakit tersebut sendirian. Bahkan seorang dokter pun, yang terbiasa mengobati pasien, belum tentu bisa mengobati dirinya sendiri. Ia terkadang harus minta tolong bantuan dokter lainnya yang mungkin lebih ahli.</p>



<p>Minta tolong menjadi salah jika kita menjadi manja dan ketergantungan kepada orang lain. Hanya bersin sekali saja, langsung ingin seharian rebahan dan minta orang lain untuk menyiapkan makanan dan minuman hangat seolah menderita penyakit berat. Ini jelas salah.</p>



<p>Artinya, mandiri tidak sama dengan melakukan semuanya sendirian. Mandiri tidak sama dengan menolak bantuan orang lain karena merasa lemah jika melakukannya. Mandiri adalah mengetahui kapan harus menyelesaikan masalah sendirian, kapan harus minta tolong ke orang lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jangan Menanggung Semuanya Sendirian</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5454" width="739" height="492" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 739px) 100vw, 739px" /><figcaption>Itachi Uchiha (<a href="https://twitter.com/uchihassasusaku/status/1286689589487435780">Twitter</a>)</figcaption></figure>



<p>Begitu membaca &#8220;teguran&#8221; dari kawan tersebut, Penulis pun langsung teringat nasihat Itachi Uchiha kepada <a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">Naruto Uzumaki</a>. Ia berkata yang terjemahannya kurang lebih seperti ini:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Tak peduli akan menjadi seberapa kuat kamu, jangan pernah mencoba untuk menanggung semuanya sendirian. Aku pernah mencoba menanggung semuanya sendirian dan aku gagal.&#8221;</p></blockquote>



<p>Penulis pun tersenyum setelah menyadari ini semua. Menjadi mandiri bukan berarti kita tidak boleh meminta tolong ke orang lain. Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang lemah, sehingga sifat ketergantungan itu sebenarnya melekat pada kita.</p>



<p>Hanya kita yang mampu mengukur sendiri sampai mana batas kemampuan kita. Jangan terlalu dimanja, tapi juga jangan terlalu dipaksakan. Jika kita sudah merasa kewalahan, tidak ada salahnya meminta bantuan ke orang lain.</p>



<p>Minta tolong ke orang lain bukan berarti kita lemah dan merasa orang yang dimintai orang lain lebih kuat. Dengan minta tolong, artinya kita menerima kekurangan diri sendiri dan menyadari kalau kita hanyalah makhluk biasa.</p>



<p>Itachi, setelah menyadari dirinya gagal karena menanggung semuanya sendirian, akhirnya memutuskan untuk meminta tolong ke Naruto untuk menghentikan perang dunia ninja sekaligus menyelamatkan Sasuke. </p>



<p>Itachi juga mengingatkan kepada Naruto jangan sampai ia melupakan teman-temannya. Jika sampai Naruto melupakan teman-temannya, ia akan menjadi orang yang arogan dan egois, sehingga ia tidak ada bedanya dengan Madara yang menjadi <em>main villain </em>di serial tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Penulis merasa dirinya terlalu bergantung kepada orang lain, iya. Penulis ingin belajar hidup lebih mandiri lagi, iya. Penulis ingin berhenti terlalu banyak minta tolong ke orang lain, iya, setidaknya sampai Penulis merasa mentok dan tidak bisa menyelesaikan suatu permasalahan.</p>



<p>Nasihat dari teman Penulis menyadarkan kalau upaya Penulis melakukan semuanya sendirian jelas akan banyak gagalnya. Hampir tidak ada manusia yang bisa menanggung semua beban sendirian. Manusia membutuhkan manusia lainnya, karena kita makhluk sosial.</p>



<p>Oleh karena itu, tulisan ini Penulis buat untuk mengingatkan dirinya untuk terus berusaha menjadi orang yang lebih mandiri lagi, tapi tanpa perlu menekan dirinya terlalu keras hingga menolak bantuan dari orang lain.</p>



<p>Manusia itu hakikatnya makhluk yang lemah dan penuh kekurangan, kita tidak akan mampu menanggung semuanya sendirian. Kita harus mengakui kalau kita membutuhkan manusia lainnya, tanpa perlu jadi ketergantungan terhadap mereka.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 22 November 2021, terinspirasi setelah berdiskusi dengan seorang kawan dekat</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@nci">National Cancer Institute</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lainnya/">Kadang Dokter Pun Butuh Bantuan Dokter Lainnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lainnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
