<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>batman Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/batman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/batman/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Oct 2022 03:25:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>batman Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/batman/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Menonton The Batman</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-the-batman/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-the-batman/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2022 15:44:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[batman]]></category>
		<category><![CDATA[DC Comics]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[sinema]]></category>
		<category><![CDATA[superhero]]></category>
		<category><![CDATA[The Batman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5651</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun lebih sering menonton film-film Marvel, sebenarnya Batman dari DC Comics adalah superhero favorit Penulis sejak kecil. Bahkan, film The Dark Knight yang dibintangi oleh Christian Bale dan Heath Ledger adalah film favorit Penulis sepanjang masa. Oleh karena itu, Penulis langsung merasa tertarik ketika film The Batman rilis di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2022 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-the-batman/">Setelah Menonton The Batman</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Meskipun lebih sering menonton film-film Marvel, sebenarnya Batman dari DC Comics adalah <em>superhero </em>favorit Penulis sejak kecil. Bahkan, film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/film-favorit-saya-the-dark-knight/">The Dark Knight</a> </em>yang dibintangi oleh Christian Bale dan Heath Ledger adalah film favorit Penulis sepanjang masa.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis langsung merasa tertarik ketika film <em><strong>The Batman </strong></em>rilis di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2022 kemarin. Sempat tertunda beberapa hari, akhirnya Penulis menonton film ini pada tanggal 19 Maret 2022.</p>



<p>Dengan durasi yang cukup panjang (2 jam 56 menit), Penulis menyaksikan petualangan Batman yang berbeda dari film-film sebelumnya, sehingga Penulis merasa tak sabar untuk menantikan sekuelnya!</p>



<p class="has-text-align-center"><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>



<p>(NB: Artikel ini baru selesai ditulis setelah 31 hari setelah Penulis menonton filmnya atau 49 hari setelah penayangan perdana film di Indonesia karena beberapa alasan)</p>





<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita The Batman</h2>



<p>Di film ini, kita tidak diperlihatkan bagaimana <strong>Bruce Wayne</strong> (Robert Pattinson) harus menjadi yatim piatu di usia muda. Alih-alih, kita langsung melihat sosok Batman yang telah beroperasi di kota Gotham selama 2 tahun dan kerap bermain hakim sendiri.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5663" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>James Gordon dan Batman (<a href="https://www.indiewire.com/2022/03/jeffrey-wright-the-batman-commissioner-gordon-eric-adams-1234704889/">IndieWire</a>)</figcaption></figure>



<p>Ia kerap berseberangan dengan pihak kepolisian dan hanya menjalin persahabatan dengan<strong> Lt. James Gordon </strong>(Jeffrey Wright), yang membawanya untuk kasus pembunuhan Walikota Gotham.</p>



<p>Sosok sang pembunuh adalah seorang pria yang menyebut dirinya sebagai <strong>Riddler </strong>(Paul Dano). Sesuai namanya, ia memberikan pesan teka-teki untuk dipecahkan Batman. </p>



<p>Pembunuhan berantai berlanjut, di mana korban selanjutnya adalah Komisaris Kepolisian Gotham dan lagi-lagi ada pesan misterius untuk dipecahkan oleh Batman.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5664" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>The Penguin (<a href="https://news.sky.com/story/colin-farrell-to-reprise-his-role-as-the-penguin-in-new-batman-spin-off-tv-series-12562181">Sky News</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah menelusuri petunjuk yang ada, Batman dan Gordon menyelidiki klub malam bernama Icebergo Lounge yang dimiliki oleh <strong>The Penguin</strong> (Collin Farrel), salah satu tangan kanan <strong>Carmine Falcone</strong> (John Turturro). </p>



<p>Batman pun bertemu dengan <strong>Selina Kyle/Catwoman</strong> (Zoë Kravitz) dan bekerja sama untuk memecahkan kasus yang sedang dihadapi karena rekan Selina menghilang. Kebetulan, orang yang dicari Batman adalah rekannya tersebut.</p>



<p>Lantas, ketika hari pemakaman walikota, tiba-tiba Riddler mengirim Jaksa Gotham menggunakan mobil. Lehernya dipasangi sebuah bom waktu dan Batman ditantang untuk menjawab teka-teki dari Riddler lagi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-3-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5666" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-3-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-3-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-3-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-3-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Catwoman dan Batman (<a href="https://www.glamour.com/story/the-batman-implied-bisexuality">Glamour</a>)</figcaption></figure>



<p>Batman dan Gordon semakin intens mencari jejak The Riddler, mulai dari menginterogasi The Penguin, pergi ke reruntuhan panti asuhan keluarga Wayne, hingga adanya kiriman bom yang hampir merenggut nyawa pelayan setianya, <strong>Alfred </strong>(Andy Serkis).</p>



<p>The Riddler mulai memainkan perang psikologisnya, dengan menunjukkan fakta bahwa ayah Bruce Wayne tidak sebaik yang disangka. Hal ini semakin diperkuat dengan pernyataan dari Falcone. Untungnya, Alfred berhasil meyakinkan kalau Thomas Wayne adalah orang yang baik.</p>



<p>Setelah itu, Batman dan Selena kembali menyerbu Iceberg untuk menangkap Falcone. Ketika digiring keluar, Riddler menembak Falcone. Singkat cerita The Riddler tertangkap dan identitasnya aslinya pun terbongkar.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5667" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>The Riddler (<a href="https://www.polygon.com/22874908/the-batman-riddler-costume-actor-paul-dano-2022">Polygon</a>)</figcaption></figure>



<p>Ternyata, The Riddler terinspirasi dari Batman dalam melancarkan aksinya. Ia membunuh orang-orang korup Gotham. Selain itu, terbongkar pula rencana Riddler yang ingin menenggelamkan kota Gotham.</p>



<p>Rencana The Riddler berhasil, kota Gotham tenggelam dan walikota yang baru terpilih hampir saja mati tertembak. Kejadian ini membuat Batman sadar dan berusaha untuk menjadi simbol harapan di Kota Gotham.</p>



<p>Di akhir film, kita bisa melihat adegan di mana The Riddler sedang berbincang dengan sesosok orang yang diperankan oleh Barry Keoghan, yang tampaknya akan berperan sebagai <strong>Joker</strong>!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton The Batman</h2>



<p>Jujur, Penulis kesulitan untuk menulis sinopsis di atas karena memang ceritanya cukup berat dan kompleks. Penulis kesulitan merangkai kalimat yang mudah dipahami, tetapi tetap menceritakan secara singkat film ini.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5668" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Batman Sebagai Detektif (<a href="https://www.complex.com/pop-culture/the-batman-2022-film-review">Complex</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika dibandingkan dengan film-film Batman sebelumnya, bisa dibilang <em>The Batman </em>terasa berbeda karena menonjolkan sisi detektifnya, bahkan terasa seperti film <em>noir</em>. Alurnya dibuat lambat, tapi tidak sampai membuat Penonton merasa mengantuk.</p>



<p>Sebagai penggemar kisah detektif, Penulis begitu menikmati segala <em>clue </em>yang disebar oleh The Riddler. Batman yang mampu menerka beberapa teka-teki yang dialamatkan kepadanya ternyata tetap kesusahan membongkar misteri-misteri tersebut hingga akhir.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-6-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5669" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-6-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-6-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-6-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-6.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Kota Gotham (<a href="https://screenrant.com/the-batman-movie-concept-art-gotham-city/">Screen Rant</a>)</figcaption></figure>



<p><em>The Batman </em>bisa dibilang sebagai salah satu film Batman yang paling suram. Selama hampir 3 jam, hampir sama sekali tidak ditemukan sesuatu yang dapat memicu tawa. Filmnya terasa kelam seperti film <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-joker/"><em>Joker </em>yang diperankan Joaquin Phoenix</a>.</p>



<p>Hal lain yang tak kalah suram adalah penggambaran Kota Gotham. Selain nuansa kotanya yang gelap dan selalu hujan, tingkat kebusukan para oknum di dalamnya juga sangat parah, seolah kota ini memang benar-benar sarang orang brengsek.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-7-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5670" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-7-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-7-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-7-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-7.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Robert Pattinson (<a href="https://www.hindustantimes.com/entertainment/hollywood/robert-pattinson-says-comment-about-not-working-out-for-the-batman-was-a-joke-that-came-back-to-haunt-me-101642681669417.html">Hindustan Times</a>)</figcaption></figure>



<p>Robert Pattinson yang sempat diragukan ternyata mampu membawa karakter ini dengan baik. Ia mampu menggambarkan sosok Bruce Wayne yang selama 2 tahun menjadi <em>vigilante </em>dan pada akhirnya mampu berubah menjadi sosok yang membawa harapan untuk warga Gotham.</p>



<p>Paul Dano yang menjadi The Riddler juga mampu tampil dengan mengesankan. Sayangnya, Penulis merasa peran Selena Kyle alias Catwoman di film ini terasa sedikit tanggung, berbeda dengan Catwoman versi Michelle Pfeiffe yang cukup mendominasi di film <em>Batman Return</em>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-8-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5671" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-8-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-8-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-8-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-8.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Joker Versi Barry Keoghan (<a href="https://www.hindustantimes.com/entertainment/hollywood/robert-pattinson-says-comment-about-not-working-out-for-the-batman-was-a-joke-that-came-back-to-haunt-me-101642681669417.html">The Daily Beast</a>)</figcaption></figure>



<p>Film ini tidak memiliki <em>plot twist </em>yang mengejutkan, hanya saja kita sebagai penonton seolah dibuat naik-turun dengan berbagai kenyataan yang terkuak. Contohnya adalah mengenai ayah dari Bruce, Thomas Wayne.</p>



<p>Jika ada yang kurang srek bagi Penulis, mungkin adegan terakhirnya ketika misi utama The Riddler yang ingin menenggelamkan Kota Gotham. Entah mengapa ini seolah menjadi kurang relevan dengan misinya yang ingin menghabisi para pejabat korup.</p>



<p>Kalau ditanya adegan favorit, mungkin Penulis akan memilih adegan ketika Batman sedang mengejar Penguin. Selain pengambilan gambarnya yang <em>epic</em>, suara latarnya pun terdengar sangat intens dan mengagumkan.</p>



<p>Kesimpulannya, Penulis menikmati film ini dan menantikan sekuelnya, yang kemungkinan akan menampilkan Joker versi Barry Keoghan lebih banyak lagi. Pendekatan yang diambil Matt Reeves selaku sutradara benar-benar berbeda dan menarik!</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 19 April 2022, terinspirasi setelah menonton film <em>The Batman</em></p>



<p>Foto Banner: <a href="https://www.polygon.com/comics/2020/8/20/21377562/the-batman-movie-posters-matt-reeves-jim-lee-art">Polygon</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-the-batman/">Setelah Menonton The Batman</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-the-batman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Joker</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-joker/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2019 11:04:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[batman]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Heath Ledger]]></category>
		<category><![CDATA[Joaquin Phoenix]]></category>
		<category><![CDATA[joker]]></category>
		<category><![CDATA[villain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2814</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karena tidak mendapatkan kepastian dari teman-teman kantor, penulis memutuskan untuk menonton film Joker sendirian di hari perdananya. Mumpung ada satu bangku kosong di pojokan B1. Alasan mengapa penulis begitu bersemangat untuk menonton film ini adalah karena penulis menyukai Joker sejak film The Dark Knight, ketika mendiang Heath Ledger mampu memerankan nemesis dari Batman tersebut secara luar biasa. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-joker/">Setelah Menonton Joker</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Karena tidak mendapatkan kepastian dari teman-teman kantor, penulis memutuskan untuk menonton film <em><strong>Joker</strong></em> sendirian di hari perdananya. Mumpung ada satu bangku kosong di pojokan B1.</p>
<p>Alasan mengapa penulis begitu bersemangat untuk menonton film ini adalah karena penulis menyukai Joker sejak film <em>The Dark Knight, </em>ketika mendiang Heath Ledger mampu memerankan nemesis dari Batman tersebut secara luar biasa.</p>
<p>Penulis penasaran, apakah Joaquin Phoenix mampu memerankan karakter ini Ledger. Harapan penulis, setidaknya lebih baik dari Jared Leto. <strong>SPOILER ALERT!</strong></p>
<h3>Jalan Cerita Joker</h3>
<p>Sebenarnya, jalan cerita film ini begitu sederhana. Kita akan melihat bagaimana seorang Arthur Fleck berangsur-angsur berubah menjadi sosok Joker karena pengaruh lingkungannya. Hampir tidak ada cerita lain selain itu.</p>
<p><div id="attachment_2817" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2817" class="size-large wp-image-2817" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2817" class="wp-caption-text">Badut (<a href="https://www.mtrnetwork.net/todd-phillips-arthur-fleck-is-not-the-joker/">MTR Network</a>)</p></div></p>
<p>Arthur bekerja sebagai seorang badut yang kerap mendapatkan perundungan. Ia juga sering dianggap aneh oleh teman-teman kerjanya, hingga ada konspirasi untuk menyingkirkannya.</p>
<p>Alasan dari keanehan Arthur adalah memiliki kelainan di otaknya yang membuatnya tiba-tiba bisa tertawa keras tanpa terpengaruh suasana hatinya. Hal ini sering menimbulkan kesalahpahaman untuk orang-orang di sekitarnya.</p>
<p>Arthur tinggal bersama ibunya dalam keadaan miskin. Ia terlihat sebagai tipikal anak yang sangat sayang terhadap ibunya dan mampu merawatnya sepenuh hati.</p>
<p>Semua berubah ketika ia membaca surat yang ditulis ibunya untuk Thomas Wayne, salah satu orang terkaya di Gotham sekaligus ayahnya Bruce Wayne yang kelak menjadi Batman. Di surat tersebut, ia menemukan fakta bahwa dirinya merupakan anak dari Thomas.</p>
<p>Ketika Arthur berusaha untuk bertemu dengan Thomas, ia mendapatkan fakta mengejutkan lainnya. Ia bukan anak kandung dari ibunya. Ia hanyalah anak adopsi. Ibunya, ternyata mengalami gangguan delusional.</p>
<p>Mengetahui kenyataan ini, ia pun membunuh orang yang selama ini ia panggil ibu. Ini pembunuhan kelima yang ia lakukan, setelah menghabisi tiga orang yang merundungnya di kereta bawah tanah dan <em>love interest-</em>nya.</p>
<p><div id="attachment_2819" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2819" class="size-large wp-image-2819" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-3-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-3-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-3-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-3-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2819" class="wp-caption-text">Happy Face (<a href="http://aftercredits.com/2019/10/joker-2019/">What&#8217;s After the Credits?</a>)</p></div></p>
<p>Di tengah kekacauan ini, ia malah mendapatkan panggilan untuk tampil di acara favoritnya, The Murray Franklin Show. Hal ini bisa terjadi karena beberapa waktu lalu, videonya yang sedang melakukan <em>stand-up comedy </em>diputar di acara tersebut<em>.</em></p>
<p>Arthur pun datang ke acara tersebut dan minta diperkenalkan sebagai Joker. Di sana ia membuat pengakuan bahwa dirinya lah pelaku pembunuhan tiga orang di kereta bawah tanah.</p>
<p>Setelah itu, ia pun mengucapkan kalimat pidato yang menyayat hati tentang <em>society</em>. Ia juga menganggap Murray jahat karena telah mengundang dirinya hanya untuk memperolok-olok dirinya. Pada akhirnya, Murray mati dengan peluru bersarang di kepalanya.</p>
<p>Arthur ditangkap polisi tapi segera diselamatkan oleh sekelompok orang yang menganggap dirinya sebagai simbol perlawanan terhadap elit dan kekuasaan Gotham.</p>
<p>Film berakhir dengan wawancara Arthur dengan seorang psikolog tempatnya berkonsultasi dulu. Bedanya, sekarang dilakukan di rumah sakit jiwa, tempatnya ia berada sekarang.</p>
<p>Ketika keluar dari keluar ruangan, kita bisa melihat jejak kaki Arthur berwarna merah. Kemungkinan besar, itu adalah darah dari sang psikolog.</p>
<h3>Kesan Setelah Menonton Joker</h3>
<p><div id="attachment_2818" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2818" class="size-large wp-image-2818" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2818" class="wp-caption-text">Joaquin Phoenix Sebagai Joker (<a href="https://www.indiatoday.in/movies/hollywood/story/joaquin-phoenix-s-joker-box-office-collection-day-4-1606605-2019-10-06">India Today</a>)</p></div></p>
<p>Karena jalan ceritanya yang seperti itu, menurut penulis wajar jika ada kritikus yang menganggap film ini <em>nothing</em>. Pendapat tersebut banyak dihujat oleh netizen, apalagi setelah skor di <em>Rotten Tomatoes</em> cukup rendah.</p>
<p>Bahkan, ada yang menuduh pihak Disney sebagai pemilik lisensi Marvel telah membayar sejumlah uang agar film Joker mendapatkan ulasan yang buruk.</p>
<p>Penulis sendiri tidak berpendapat bahwa film ini <em>nothing</em>. Jelas film ini <em>something</em>, walaupun bukan tipikal favorit penulis. Phillip Todd selaku sutradara jelas berusaha menyajikan sesuatu yang baru untuk film superhero. Mungkin, kelasnya kelas film Oscar.</p>
<p>Bisa dibilang, <em>trailer </em>dari film ini sendiri sudah memuat banyak sekali keseluruhan film sehingga penulis merasa tidak banyak hal baru yang bisa penulis temukan ketika menonton filmnya.</p>
<p>Ada <em>double</em>&#8211;<em>twist </em>di pertengahan film, tentang siapa ibu Arthur sebenarnya. Selain itu, bisa dibilang tidak ada kejutan pada film ini. Bahkan, ketika Arthur sedang latihan bunuh diri ketika menjadi bintang tamu Murray, penulis yakin pada akhirnya ia akan membunuh Murray.</p>
<p>Penulis juga menikmati alur ceritanya yang runut, seolah tidak adegan yang percuma. Semua memiliki alasan mengapa harus ada. Mungkin, ini yang membuat film ini terasa sedikit berjalan lambat.</p>
<p>Ada beberapa adegan <em>gore </em>ringan di setengah bagian akhir film yang sama sekali tidak penulis sukai. Ada juga beberapa <em>plot-hole </em>yang penulis temukan karena tidak ada film yang sempurna.</p>
<p>Yang ingin penulis tekankan di sini adalah efek dari menonton film Joker. Film ini benar-benar kelam dan bisa memicu depresi. Bagi yang kesehatan mentalnya sedang tidak bagus, benar-benar tidak disarankan untuk menonton film ini.</p>
<p>Ketika membaca beberapa <em>tweet </em>di Twitter, ada yang mengatakan dampaknya begitu besar terhadap mereka hingga menimbulkan <em>anxiety </em>dan kepanikan. Penulis tidak berlebihan jika berkata bahwa film ini benar-benar mengguncang jiwa.</p>
<p>Lantas, siapa di antara Joaquin Phoenix dan Heath Ledger yang menurut penulis mampu memerankan Joker lebih baik? Sebenarnya, perbandingan ini tidak <em>apple to apple</em>.</p>
<p>Phoenix memerankan karakter Joker <em>sebelum </em>menjadi Joker, sedang Ledger memerankan karakter Joker yang <em>sudah </em>menjadi Joker. Tapi kalau disuruh memilih, penulis tetap memilih Ledger sebagai pemeran Joker terbaik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 6 Oktober 2019, terinspirasi setelah menonton film <em>Joker</em>.</p>
<p>Foto: <a href="https://www.adventuresinpoortaste.com/2019/10/04/joker-review-phoenix-mesmerizes-in-this-dark-tale/">AiPT!</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-joker/">Setelah Menonton Joker</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film Favorit Saya? The Dark Knight</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/film-favorit-saya-the-dark-knight/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Apr 2019 11:01:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[batman]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[joker]]></category>
		<category><![CDATA[superhero]]></category>
		<category><![CDATA[The Dark Knight]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2269</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis bukan penggemar film. Jika ditanya beberapa judul film, kemungkinan besar penulis akan menjawab belum pernah menontonnya. Akan tetapi, penulis tetap punya film favorit, dan film tersebut adalah The Dark Knight. Awal Mula Tahu Film Ini Penulis hanya menyukai dua genre film, komedi dan superhero. Iya, penulis tahu superhero bukan termasuk genre, tapi biarlah penulis menganggapnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/film-favorit-saya-the-dark-knight/">Film Favorit Saya? The Dark Knight</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis bukan penggemar film. Jika ditanya beberapa judul film, kemungkinan besar penulis akan menjawab belum pernah menontonnya. Akan tetapi, penulis tetap punya film favorit, dan film tersebut adalah <strong>The Dark Knight</strong>.</p>
<h3>Awal Mula Tahu Film Ini</h3>
<p>Penulis hanya menyukai dua genre film, komedi dan superhero. Iya, penulis tahu superhero bukan termasuk genre, tapi biarlah penulis menganggapnya sebagai genre film.</p>
<p>Sebagai penggemar film superhero, tentu penulis menonton salah satu film paling fenomenal, The Dark Knight. FIlm ini mendapatkan nilai <strong>9.0</strong> di IMDB dan <strong>94%</strong> di Rotten Tomatoes.</p>
<p>Sekilas informasi, penulis mengetahui film ini gara-gara ada video parodi <em>mie ayam </em>berbahasa Jawa yang menggunakan film ini. Pembaca bisa melihatnya melalui video di bawah ini.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/acGocArM61U" width="384" height="216" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Untuk part 2-nya, bisa dilihat di bawah ini.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/ENvWKfRKb9Q" width="384" height="216" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>
<p>Awalnya, penulis mengira film ini adalah film lama karena ketika para penjahat sedang berkumpul dan berbicara dengan Lau, ia berbicara dari TV tabung yang kelihatannya jadul.</p>
<p>Penulis baru tahu kemudian bahwa film tersebut adalah film baru pada waktu itu. Penulis tidak ingat kapan pertama kali menonton film ini, tapi setidaknya film ini adalah film yang paling sering penulis tonton.</p>
<h3>Kenapa Suka Film Ini?</h3>
<p><div id="attachment_2271" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2271" class="size-large wp-image-2271" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/image-1024x511.jpg" alt="" width="800" height="399" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/image-1024x511.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/image-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/image-768x383.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/image.jpg 1280w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2271" class="wp-caption-text">Joker (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.businessinsider.com.au/heath-ledger-diary-kept-to-play-the-joker-in-the-dark-knight-2015-8" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjvzeej2b3hAhXOfSsKHe0YBPEQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Business Insider</span></a>)</p></div></p>
<p>Alasan pertama, tentu saja, karena <strong>Joker</strong> yang diperankan oleh almarhum <strong>Heath Ledger</strong>. Tidak ada yang menyangkal bahwa Joker di film ini adalah yang terbaik sepanjang masa, setidaknya sampai hari ini.</p>
<p>Memang, penulis tidak pernah membaca komiknya. Di versi kartunnya juga hanya pernah melihat sekilas. Tapi penulis merasa bahwa Ledger berhasil menampilkan salah satu versi Joker yang terbaik.</p>
<p>Banyak sekali kutipan-kutipan pada film ini yang sangat <em>memorable </em>di pikiran penontonnya. Yang paling terkenal tentu saja <em>why so serious. </em></p>
<p>Tidak hanya peran Joker, hampir semua karakter pada film ini diperankan oleh aktor-aktor yang cocok memerankannya. <strong>Christian Bale</strong> sebagai <strong>Bruce Wayne</strong>, <strong>Gary Oldman</strong> sebagai <strong>Komisaris Gordon</strong>, hingga <strong>Morgan Freeman</strong> sebagai <strong>Lucius Fox</strong>.</p>
<p>Selain itu, penulis sangat menyukai film yang peduli dengan detail-detail kecil. Pada film ini, banyak sekali hal-hal sepele yang ternyata berdampak pada keseluruhan film.</p>
<p>Banyak juga adegan yang <em>mind blowing </em>pada film ini, terutama ide-ide gila Joker yang ingin membuat kekacauan di Gotham City (karena alasan ini pula penulis menyukai film <em>The Shawshank Redemption</em>).</p>
<p>Mungkin film ini tidak membawa keseruan film aksi laga seperti <a href="https://whathefan.com/musikfilm/setelah-menonton-avengers-infinity-wars/"><em>Avengers: Infinity Wars</em></a>. Akan tetapi, para penonton disuguhi oleh film dengan sinematografi dan jalan cerita yang hampir sempurna.</p>
<p>Alur ceritanya juga sangat susah ditebak (bagi penulis). Kita benar-benar kesulitan memahami ke mana kita akan dibawa oleh <strong>Christoper Nolan</strong>, sang sutradara film ini.</p>
<h3>Adegan Favorit</h3>
<p>Di antara banyaknya adegan yang menjadi favorit penulis (dan mungkin juga penggemar yang lain), yang paling penulis suka adalah adegan interogasi yang dilakukan Batman terhadap Joker.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/_ChPTKPzB4I" width="384" height="216" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Dua orang yang saling berlawanan ini pada akhirnya bertemu dan berbicara empat mata setelah Harvey Dent hilang. Tentu saja, Joker tidak menjawab begitu saja. Keadaan menjadi semakin intens ketika Joker berkata:</p>
<blockquote><p>There are just minutes left so you&#8217;re gonna have to play my little game if you want to save&#8230;(with relish)&#8230;one of them.</p></blockquote>
<p>Yang hilang Harvey Dent, mengapa Joker menggunakan kata <em>them</em>? Ternyata, Joker juga menculik Rachel, sahabat karib Wayne yang juga kekasih Dent. Di sinilah keadaan mulai bertambah kacau.</p>
<p>Joker memberikan dua alamat, sehingga Batman harus memilih salah satu yang akan diselamatkan. Tentu saja Batman memilih untuk menyelamatkan Rachel, dan pihak kepolisian meluncur untuk menyelamatkan Dent.</p>
<p>Ternyata, Joker memberikan informasi yang palsu. Ia menukar alamat kedua korbannya sehingga Batman menyelamatkan Dent dan Rachel harus tewas. Dent yang terkenal sebagai <em>white knight </em>pun bertransformasi menjadi <em>Two-Face </em>yang jahat. <strong>BOOM!</strong></p>
<p>Itulah rencana terjahat Joker, menghancurkan kepercayaan publik bahwa masih ada orang baik di Gotham. Dent terkenal karena berhasil menghabisi para penjahat Gotham, dan melihatnya berubah menjadi penjahat akan merusak segalanya.</p>
<p><em>What a scene!</em></p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Tentu tidak ada film yang sempurna, begitu pula film ini. Masih ada beberapa hal yang mengganjal dan membuat bertanya-tanya seperti kenapa Gordon melepaskan borgol Joker ketika interogasi.</p>
<p>Akan tetapi, kekurangan tersebut berhasil ditutupi dengan berbagai kelebihan yang dimiliki, membuat film ini menjadi salah satu film terbaik sepanjang masa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 7 April 2019, terinspirasi setelah menonton kembali The Dark Knight Untuk yang kesekian kalinya</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://wallpapersafari.com/batman-dark-knight-wallpaper/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjCoriC6r3hAhWRdn0KHcuXAnkQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">WallpaperSafari</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/film-favorit-saya-the-dark-knight/">Film Favorit Saya? The Dark Knight</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
