<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>berhenti Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/berhenti/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/berhenti/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Jul 2020 03:20:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>berhenti Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/berhenti/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Berhenti Sejenak</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/berhenti-sejenak/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/berhenti-sejenak/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2020 03:09:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[berhenti]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[overthinking]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3993</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis kerap menyinggung tentang kebiasaan buruknya yang kerap overthinking secara berlebihan. Bayangkan, sudah over, masih diimbuhi kata berlebihan pula. Masalah sepele bisa menyabang ke mana-mana seolah Penulis tidak bisa mengendalikan pikirannya sendiri. Masalah A bisa menjadi A1, A2, A2.1, dan seterusnya. Salah satu trik untuk melawan ini adalah dengan merapalkan mantra ya udah sih yang pernah Penulis singgung di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/berhenti-sejenak/">Berhenti Sejenak</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis kerap menyinggung tentang kebiasaan buruknya yang kerap <em>overthinking</em> secara berlebihan. Bayangkan, sudah <em>over</em>, masih diimbuhi kata berlebihan pula.</p>
<p>Masalah sepele bisa menyabang ke mana-mana seolah Penulis tidak bisa mengendalikan pikirannya sendiri. Masalah A bisa menjadi A1, A2, A2.1, dan seterusnya.</p>
<p>Salah satu trik untuk melawan ini adalah dengan merapalkan mantra <em><a href="https://whathefan.com/karakter/ya-udah-sih/">ya udah sih</a> </em>yang pernah Penulis singgung di tulisan sebelumnya. Selain itu, masih ada satu cara lagi yang bisa dilakukan.</p>
<h3>Berhenti Sejenak</h3>
<p>Langkah mudah yang bisa kita lakukan ketika pikiran mulai tak karuan adalah <strong>berhenti sejenak</strong>. Bukan hanya berhenti melakukan aktivitas, melainkan menghentikan apa yang sedang kita pikirkan.</p>
<p>Apakah sulit? Tentu saja. Akan tetapi, kita memiliki kekuatan untuk melakukannya. Kalau Penulis, seringnya mengucapkan perintah untuk berhenti secara lirih seperti sedang melakukan <em>self-suggestion</em>.</p>
<p>Selain itu, Penulis juga berusaha menenangkan diri dengan menjauhkan segala perangkat elektronik, mencari posisi duduk yang paling nyaman, sembari berusaha mengatur keluar masuknya napas.</p>
<p>Ketika pikiran-pikiran liar tadi sudah mulai bisa dihentikan, kita akan merasa (sedikit) lebih tenang. Tidak perlu melakukan apa-apa ataupun memikirkan sesuatu, cukup berhenti sejenak dari riuhnya pikiran dan kehidupan.</p>
<h3>Menemukan Masalah</h3>
<p>Setelah mampu mengasingkan diri dari pikiran-pikiran yang berlebihan, kita akan mampu lebih memahami apa yang sebenarnya tengah terjadi.</p>
<p>Dalam kondisi yang lebih tenang, biasanya kita akan <strong>menemukan apa masalah sebenarnya</strong>. Bisa jadi, masalahnya tidak sebesar apa yang kita bayangkan sebelumnya.</p>
<p>Mungkin tidak semua bisa menerapkan trik ini. Ada yang masalahnya benar-benar berat seperti terlilit hutang hingga milyaran rupiah atau baru mendapatkan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/yang-salah-itu-pelaku-bukan-korban/">pelecehan seksual</a>. Trik ini cocok untuk kita yang kerap <em>overthinking</em>.</p>
<p>Kalau boleh jujur, Penulis merasa terkadang dirinya membesar-besarkan masalah. Setelah Penulis berhenti sejenak, Penulis sadar kalau masalah yang sedang dihadapi sebenarnya tidak terlalu berat.</p>
<h3>Berdebat dengan Diri Sendiri</h3>
<p>Kalau sudah menemukan masalah, bukan tidak mungkin ada &#8220;sisi lain diri kita&#8221; yang menentang pemikiran kita dengan memberikan argumentasi berlawanan.</p>
<p>Misal kita sudah sadar kalau permasalahan yang sedang kita hadapi sepele, diri kita yang satu lagi ini akan berusaha berkelit kalau masalahnya tidak sepele.</p>
<p>Jika ada yang pernah seperti ini juga, kita harus berani <strong>berdebat dengan diri sendiri </strong>sampai dia kehabisan argumentasi. Istilahnya, jangan kasih kendor.</p>
<p>Penulis kerap berdebat dengan dirinya sendiri, sangat sering malah. Tidak selalu menang, tapi setidaknya Penulis tidak mau menyerah begitu saja melawan pikirannya sendiri.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Setelah berhenti sejenak dan menemukan permasalahan pokoknya, Penulis akan merapalkan mantra <em>ya udah sih </em>untuk mengakhiri perenungannya.</p>
<p>Dengan cara-cara seperti itu, secara perlahan Penulis akan meninggalkan sifat <em>overthinking-</em>nya. Apakah artinya Penulis sekarang sudah tidak seperti itu?</p>
<p>Tentu tidak, bahkan tadi pagi Penulis kembali <em>overthinking </em>sampai kembali insomnia. Justru kawan Penulis yang sering mengingatkan Penulis untuk berhenti sejenak. Padahal, ia tahu konsep tersebut juga dari Penulis, hahaha.</p>
<p>Setidaknya, Penulis akan terus menerus teringat untuk berhenti sejenak ketika pikirannya sedang suntuk, gelisah, emosi, dan lain sebagainya yang memicu <em>overthinking </em>secara berlebihan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 12 Juli 2020, terinspirasi dari dirinya sendiri yang kerap terlupa menerapkan ini ke dirinya sendiri</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@mylestan">Myles Tan</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/berhenti-sejenak/">Berhenti Sejenak</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/berhenti-sejenak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
