<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bias Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/bias/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/bias/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Nov 2019 05:30:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>bias Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/bias/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wanita 2D vs Wanita 3D</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Nov 2019 05:25:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[bias]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[waifu]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3105</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bekerja di tempat yang sekarang membuat penulis banyak berkecimpung di dunia yang berbau anime dan Korea. Tak jarang muncul diskusi antar rekan kantor untuk mendiskusikan hal-hal seputar dua bidang tersebut. Untungnya penulis memiliki &#8220;pengalaman&#8221; di kedua hal tersebut, sehingga tidak menemukan kesulitan yang berarti saat mengerjakan artikel. Oleh karena itu, sekarang penulis tertarik untuk menulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/">Wanita 2D vs Wanita 3D</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bekerja di tempat yang sekarang membuat penulis banyak berkecimpung di dunia yang berbau anime dan Korea. Tak jarang muncul diskusi antar rekan kantor untuk mendiskusikan hal-hal seputar dua bidang tersebut.</p>
<p>Untungnya penulis memiliki &#8220;pengalaman&#8221; di kedua hal tersebut, sehingga tidak menemukan kesulitan yang berarti saat mengerjakan artikel.</p>
<p>Oleh karena itu, sekarang penulis tertarik untuk menulis tentang wanita 2D versus wanita 3D atau lebih tepatnya, <em><strong>waifu vs bias</strong></em>.</p>
<h3><em>Waifu </em>vs<em> Bias</em></h3>
<div id="attachment_3108" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3108" class="size-large wp-image-3108" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3108" class="wp-caption-text">Lisa dan Hinata</p></div>
<p>Istilah <strong><em>waifu</em></strong> merujuk kepada karakter anime perempuan (kalau laki-laki disebut <em>husbando</em>) yang dijadikan sebagai pasangan fantasinya. Misalnya ada yang menjadikan Hinata Hyuuga dari Naruto sebagai <em>waifu</em>-nya.</p>
<p>Di sisi lain, <strong><em>bias</em></strong> menurut sepengetahuan penulis merupakan pilihan idola dari banyaknya member sebuah <em>girlband </em>ataupun <em>boyband</em> yang kebanyakan berasal dari Korea Selatan.</p>
<p>Perannya pun macam-macam. Ada yang menjadikannya sebagai <em>oppa </em>atau <em>unnie </em>tersayang, ada juga yang menjadikannya sebagai pacar imajinasi, dan lain sebagainya.</p>
<p>Berdasarkan hasil pengamatan penulis, kedua kubu antara penyuka anime dan K-Pop saling tidak menyukai, bahkan cenderung saling meremehkan. Padahal, penulis menemukan beberapa persamaan antara <em>waifu</em> dan <em>bias</em> ini.</p>
<h3>Persamaan <em>Waifu dan Bias</em></h3>
<p>Pertama, <strong>mereka sama-sama tidak mungkin dimiliki oleh kita</strong>. Yang <em>waifu </em>berada di dunia dua dimensi, yang satu ada di negeri seberang. Walaupun mereka datang ke Indonesia, tetap saja mereka tak akan menyadari eksistensi kita.</p>
<p>Kedua, <strong>mereka sama-sama berbentuk nyaris sempurna seolah tanpa celah</strong>. Baik <em>waifu </em>ataupun <em>bias</em>, pasti akan memiliki kecantikan di atas rata-rata atau sifat yang terlihat sempurna.</p>
<p>Ketiga, <strong>penggemarnya bisa ngamuk kalau sampai <em>waifu/bias</em>-nya dilecehkan</strong>. Mereka merasa memiliki tanggung jawab untuk membela harga diri dari <em>waifu/bias</em>-nya.</p>
<p><em>Tapi kan bias manusia asli, beda sama waifu yang cuma kartun gambaran tangan!</em></p>
<p>Menurut penulis, sebenarnya itu hanya masalah selera saja. Ada yang lebih suka dengan manusia sungguhan, ada yang lebih terobsesi dengan karakter anime. Seharusnya, tidak boleh langsung dijustifikasi seperti itu.</p>
<h3>Kenapa Punya <em>Waifu/Bias</em>?</h3>
<div id="attachment_3110" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3110" class="size-large wp-image-3110" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3110" class="wp-caption-text">Terobsesi Secara Berlebihan (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.pinterest.com/pin/111534528251061815/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi3ofaMy__lAhXGdCsKHSXSASUQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Pinterest</span></a>)</p></div>
<p>Baik memilih untuk memiliki <em>waifu </em>ataupun <em>bias</em> sebenarnya tidak masalah. Penulis memandangnya seperti kita mengidolakan seseorang. Hanya saja jika sampai taraf yang menakutkan, tentu tidak baik untuk kehidupan kita.</p>
<p>Dari beberapa sumber yang penulis baca dan tonton, alasan yang paling kuat kenapa orang terobsesi secara berlebihan dengan <em>waifu/bias</em>-nya adalah karena memiliki permasalahan di kehidupan nyata.</p>
<p>Penulis pernah membuat artikel di tempat kerja mengenai apa yang membuat para <em>wibu </em>lebih memilih karakter dua dimensi. Ketika riset, penulis menemukan fakta bahwa mereka menganggap wanita asli sebagai makhluk yang mengerikan.</p>
<p>Mereka juga membandingkan kondisi fisik karakter anime yang dianggap sempurna jika dibandingkan dengan manusia sungguhan. Penemuan ini cukup mencengangkan bagi penulis.</p>
<p>Di sisi lain, orang-orang yang terobsesi dengan <em>bias-</em>nya secara berlebihan menganggap <em>oppa-</em>nya tidak akan pernah menyakiti perasaan mereka.</p>
<p>Mungkin mereka pernah disakiti oleh pasangannya di dunia nyata, sehingga merasa trauma dan melarikan diri ke idolanya. <em>Oppa-oppa </em>tersebut memang tidak akan menyakiti kita, <em>mong</em> tahu kita hidup di dunia ini aja enggak.</p>
<p>Orang yang terobsesi dengan karakter anime sering dianggap tidak normal. Menurut penulis, yang tidak normal adalah <strong>terobsesi berlebihan kepada apapun hingga memengaruhi perilakunya sehari-hari</strong>.</p>
<p>Terkadang ada yang bisa menikmati keduanya seperti penulis, tapi rasanya jumlahnya tidak terlalu banyak. Lebih banyak yang memilih salah satu. Lebih banyak lagi yang tidak memilih keduanya.</p>
<h3>Siapa <em>Waifu/Bias</em> Penulis?</h3>
<div id="attachment_3109" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3109" class="size-large wp-image-3109" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3109" class="wp-caption-text">Dari Kiri: Kosaki Onodera, Mio Akiyama, Jessica Jung</p></div>
<p>Jika disuruh memilih, penulis akan memilih wanita sungguhan yang bisa hadir menemani hari-hari kita. Pasti akan ada momen saling menyakiti, namun itu pasti terjadi di dalam sebuah hubungan antar manusia.</p>
<p>Tapi jika disuruh menyebutkan siapa <em>waifu</em> atau <em>bias</em>-nya, penulis juga sudah menyiapkan jawabannya.</p>
<p>Untuk <em>waifu</em>, penulis suka dengan sifat yang kalem, dewasa, baik hati, ceria, sedikit pemalu, dan penuh dengan energi positif.  Sifat-sifat tersebut dimiliki oleh <strong>Kosaki Onodera</strong> dari anime Nisekoi dan <strong>Mio Akiyama</strong> dari anime K-On!</p>
<p>Bagaimana dengan <strong>Rikka Takanashi </strong>yang sering disebut di blog ini? Penulis suka dengan sifatnya yang polos, ceria, penuh energi dan fantasi, tapi merasa kurang <em>srek</em> dengan sifat kekanakan yang ia miliki.</p>
<p>Bagaimana dengan <em>bias</em>? Seperti pada tulisan sebelumnya, penulis akan memilih <strong><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/jessica-oh-jessica/">Jessica Jung</a> </strong>mantan personil Girls&#8217; Generation yang tinggal menunggu waktu unuk bubar seutuhnya.</p>
<p>Memang sedikit kontradiktif, mengingat sifat-sifat Jessica (setidaknya yang terlihat dari berbagai videonya) cukup berbeda dengan kritera <em>waifu </em>penulis. Entah mengapa bisa seperti itu.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Penulis tekankan sekali lagi, <strong>tidak ada yang salah jika ingin punya <em>waifu </em>ataupun <em>bias</em></strong>. Yang salah itu jika terlalu terobsesi dengan mereka secara berlebihan hingga mengganggu interaksi sosial kita di dunia nyata.</p>
<p>Kita punya hak untuk menyukai apapun, namun perlu diingat kalau kita tidak hidup sendirian di dunia ini dan tidak akan pernah bisa hidup sendirian.</p>
<p>Jangan sampai kita tenggelam ke dalam obsesi berlebihan terhadap <em>waifu/bias </em>yang ujung-ujungnya malah merugikan diri kita sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 23 November 2019, terinspirasi dari perdebatan mana yang lebih baik antara wanita 2D dan 3D</p>
<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwi4vuqQvPzlAhVLKo8KHZkKDw8QjB16BAgBEAM&amp;url=http%3A%2F%2Fru.fanpop.com%2Fclubs%2Fmio-akiyama%2Fimages%2F16562095%2Ftitle%2Fmio-akiyama-screencap&amp;psig=AOvVaw1s4KWD8bCbUHyvPotHZwwL&amp;ust=1574465752521775">Fanpop</a> &amp; <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwiTjozSvPzlAhWCeisKHe6LA0UQjB16BAgBEAM&amp;url=http%3A%2F%2Fadmdub.ru%2F24846-snsd-jessica-jung-wallpaper.html&amp;psig=AOvVaw1d4Uf8HtspsBcdNSxlUn9i&amp;ust=1574465889774878">Wallpapers and backgrounds</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/">Wanita 2D vs Wanita 3D</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
