<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>challenge Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/challenge/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/challenge/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Jul 2019 16:39:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>challenge Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/challenge/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menengok ke Belakang karena 10-Year Challenge</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/menengok-ke-belakang-karena-10-year-challenge/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/menengok-ke-belakang-karena-10-year-challenge/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2019 16:05:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[10yearchallenge]]></category>
		<category><![CDATA[challenge]]></category>
		<category><![CDATA[interopeksi]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[masa lalu]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2078</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu, media sosial riuh dengan sebuah tantangan baru berjudul #10yearchallenge. Inti dari tantangan tersebut adalah kita harus mengunggah foto kita 10 tahun yang lalu dan membandingkannya dengan foto kita di masa kini. Penulis tidak ikut mengunggah foto demi tantangan tersebut. Bukan karena ingin dibilang tidak latah, hanya saja penulis terlalu malas untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/menengok-ke-belakang-karena-10-year-challenge/">Menengok ke Belakang karena 10-Year Challenge</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu, media sosial riuh dengan sebuah tantangan baru berjudul <strong>#10yearchallenge</strong>. Inti dari tantangan tersebut adalah kita harus mengunggah foto kita 10 tahun yang lalu dan membandingkannya dengan foto kita di masa kini.</p>
<p>Penulis tidak ikut mengunggah foto demi tantangan tersebut. Bukan karena ingin dibilang tidak latah, hanya saja penulis terlalu malas untuk mencari foto-foto lawas. Apalagi, penulis bukan tipe orang yang suka difoto.</p>
<h3>Manfaat 10-Year Challenge</h3>
<p>Walaupun tidak ikut berpartisipasi, penulis tetap mengamati hal ini. Penulis pernah menulis panjang lebar tentang kurang bermanfaatnya <em>challenge-challenge </em>tersebut pada tulisan <a href="http://whathefan.com/karakter/untuk-apa-viral/">Untuk Apa Viral</a>.</p>
<div id="attachment_2081" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2081" class="size-large wp-image-2081" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Zuck-vs-Zuck-1024x700.jpg" alt="" width="800" height="547" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Zuck-vs-Zuck-1024x700.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Zuck-vs-Zuck-300x205.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Zuck-vs-Zuck-768x525.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Zuck-vs-Zuck-130x90.jpg 130w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Zuck-vs-Zuck.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2081" class="wp-caption-text">#10yearchallenge (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.wired.com/story/facebook-10-year-meme-challenge/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiWzO3Mnf_fAhWKrI8KHTcFBDsQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Wired</span></a>)</p></div>
<p>Akan tetapi, penulis bisa melihat sisi positif dari tantangan yang satu ini, tidak seperti tantangan jatuh dari mobil yang hingga kini tidak bisa penulis temukan manfaatnya, selain pamer mobil mewah yang dimiliki oleh peserta tantangan.</p>
<p>Dengan melihat foto lama kita dan menyebarkannya di media sosial, mau tidak mau kita akan menjadi teringat masa-masa lalu itu. Nostalgia sejenak mungkin akan membantu kita melepaskan ketegangan dari penatnya rutinitas.</p>
<p>Akan tetapi, manfaat terbesar dari tantangan ini, jika kita sadar, adalah membuat kita merenungi apa saja yang telah kita lakukan selama sepuluh tahun terakhir ini. Lebih banyak hal bermanfaatnya atau malah lebih banyak <em>mudharat-</em>nya<em>.</em></p>
<h3>Penulis, 10 Tahun yang Lalu</h3>
<p>10 tahun yang lalu, penulis masih duduk di bangku SMP yang akan masuk ke SMA. Selain menjalani kegiatan sekolah seperti siswa pada umumnya, penulis juga ikut beberapa organisasi seperti OSIS <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/alasan-dan-prioritas/">meskipun tidak terlalu aktif</a>.</p>
<p>Setelah lulus SMA, penulis melanjutkan kuliah jurusan Informatika di Universitas Brawijaya. Sama seperti ketika sekolah, penulis juga mengikuti beberapa organisasi mulai dari Pers Kampus hingga Kelompok Riset Mahasiswa.</p>
<p>Lantas, penulis menjalani kehidupan yang sebenarnya, seperti yang sudah penulis ceritakan pada tulisan <a href="http://whathefan.com/pengalaman/dulu-kerja-di-mana/">Dulu Kerja Di Mana</a>. Dan pada akhirnya, di sinilah penulis berdiri sekarang.</p>
<h3>Hasil Menengok ke Belakang</h3>
<p>Satu hal yang paling penulis sesali dari 10 tahun tersebut adalah ketika teringat betapa banyak waktu yang terbuang sia-sia. Penulis kerap menonton acara <em>Runningman </em>ataupun bermain game PES 2013 selama berjam-jam.</p>
<p>Hal tersebut sangatlah tidak produktif. Penulis kerap berandai-andai, seandainya saja waktu itu penulis bisa memanfaatkan waktu lebih baik, mungkin saja kehidupan penulis sekarang bisa lebih baik. Bisa jadi penulis sudah berada di Reading untuk melanjutkan studi.</p>
<div id="attachment_2080" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2080" class="size-large wp-image-2080" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1435575709442-063fe08e935f-1024x501.jpg" alt="" width="800" height="391" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1435575709442-063fe08e935f-1024x501.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1435575709442-063fe08e935f-300x147.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1435575709442-063fe08e935f-768x375.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1435575709442-063fe08e935f.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2080" class="wp-caption-text">Penyesalan (<a href="https://unsplash.com/@verneho">Verne Ho</a>)</p></div>
<p>Akan tetapi, penulis juga sadar, tidak ada gunanya merutuk masa lalu. Yang bisa kita ubah adalah masa depan, dan masa depan ditentukan oleh apa yang kita lakukan di masa kini.</p>
<p>Memang terkadang masa lalu bisa ikut campur bahkan merusak apa yang tengah kita lakukan. Akan tetapi penulis selalu meyakini bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha yang sudah kita keluarkan.</p>
<p>Kalaupun <em>output </em>yang kita harapkan tidak terjadi, percayalah bahwa itu pertanda akan ada keberhasilan dalam bentuk lain yang seringkali tidak kita sangka. Yang lebih tahu mengenai apa yang terbaik untuk kita adalah Tuhan, maka berbaiksangkalah kepada-Nya.</p>
<p>Penulis menyadari kesalahan membuang-buang waktu di masa lalu, maka penulis harus bisa memanfaatkan waktu yang dimiliki sekarang sebaik mungkin. Mengulang kesalahan yang sama akan membuat penulis termasuk orang yang merugi.</p>
<p>Dengan menengok ke belakang, kita bisa melakukan interopeksi diri. Kita bisa belajar dari pengalaman di masa lalu agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. <em>Every cloud has a silver lining</em>. Semua selalu ada hikmahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 21 Januari 2019, terinspirasi dari #10yearchallenge</p>
<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/photos/P6tBU2aqdW8?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Hannah Busing</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/menengok-ke-belakang-karena-10-year-challenge/">Menengok ke Belakang karena 10-Year Challenge</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/menengok-ke-belakang-karena-10-year-challenge/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Untuk Apa Viral?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-viral/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-viral/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Aug 2018 14:47:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[challenge]]></category>
		<category><![CDATA[kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[konyol]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[unfaedah]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1108</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ya biar terkenal mas. Ya biar ikut apa yang lagi tren mas. Ya ikut-ikutan aja mas. Ya biar enggak dibilang ketinggalan jaman mas. Ya biar keren mas. Ya biar gaul mas. Ya biar nyambung kalau diajak ngobrol sama temen mas. Mari tarik nafas sejenak, membuang segala keruwetan yang ada di dalam benak kita. Isu ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-viral/">Untuk Apa Viral?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ya biar terkenal mas. Ya biar ikut apa yang lagi tren mas. Ya ikut-ikutan aja mas. Ya biar enggak dibilang ketinggalan jaman mas. Ya biar keren mas. Ya biar gaul mas. Ya biar nyambung kalau diajak ngobrol sama temen mas.</p>
<p>Mari tarik nafas sejenak, membuang segala keruwetan yang ada di dalam benak kita. Isu ini seringkali diangkat oleh beberapa orang yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan karakter terutama terhadap generasi muda.</p>
<p>Menjadi viral tidaklah salah sama sekali. Yang menjadi masalah adalah bagaimana kita menjadi viral. Yang salah bukan <strong>tujuan</strong> untuk menjadi viralnya, melainkan <strong>bagaimana</strong> kita menjadi viral. Prosesnya, bukan hasilnya.</p>
<p><strong>Challenge Unfaedah</strong></p>
<p>Coba kita perhatikan di sekitar kita dan media sosial. Salah satu yang sering menjadi viral adalah dengan mengikuti tantangan atau <em>challenge</em> yang sedang viral. Dengan kata lain, kita (berusaha) menjadi viral dengan mengikuti apa yang menjadi viral.</p>
<p>Apa salahnya dengan mengikuti berbagai <em>challenge </em>yang tengah populer? Menurut penulis, bukan salah, melainkan kurang bermanfaat alias unfaedah. Ada yang menyiram diri dengan air es/air panas, ada yang menari-nari, dan lain sebagainya. Tak jarang aksi viral ini memakan korban, termasuk nyawa.</p>
<div id="attachment_1111" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1111" class="size-large wp-image-1111" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hot-water-challenge-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hot-water-challenge-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hot-water-challenge-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hot-water-challenge-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hot-water-challenge-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hot-water-challenge.jpg 1832w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1111" class="wp-caption-text">Korban Viral (https://www.health.com/condition/skin-conditions/hot-water-challenge)</p></div>
<p>Andai saja gerakan seperti #satuminggusatubukuchallenge bisa seviral itu, tentu lebih banyak membawa kebaikan terlebih kepada yang menjalankan. Bayangkan #bersedekahchallenge bisa menjadi tren, tentu banyak orang yang merasakan manfaatnya.</p>
<p>Seandainya saja hal-hal yang memiliki manfaat bisa seviral hal-hal yang unfaedah, tentu menjadi viral akan banyak memberikan kebaikan bagi kita semua</p>
<p><strong>Bertindak Konyol</strong></p>
<p>Apakah ada anak yang berprestasi menjadi viral? Ada, tapi <em>hype</em>-nya cuma sebentar. Mereka kalah dengan anak-anak yang melakukan hal-hal konyol dan lucu bagi beberapa orang.</p>
<p>Deddy Corbuzier, ketika diundang Boy William ke channel YouTubenya, mengatakan bahwa acara Hitam Putih miliknya tidak akan mengundang anak-anak seperti itu. Deddy sadar bahwa mereka tidak pantas untuk diviralkan.</p>
<p>Sebagai bukti anak berprestasi kalah dengan anak yang bertindak konyol, coba adakan survei kecil-kecilan, siapa yang diketahui orang, terutama generasi muda, lebih banyak, Joey Alexander atau Nurrani. Pembaca mungkin sudah bisa menduga jawabannya.</p>
<div id="attachment_1109" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1109" class="size-large wp-image-1109" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/ef5ead6c24bf79ac3417b3c7a10b4c08594e2bcc_2880x1620-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/ef5ead6c24bf79ac3417b3c7a10b4c08594e2bcc_2880x1620-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/ef5ead6c24bf79ac3417b3c7a10b4c08594e2bcc_2880x1620-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/ef5ead6c24bf79ac3417b3c7a10b4c08594e2bcc_2880x1620-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/ef5ead6c24bf79ac3417b3c7a10b4c08594e2bcc_2880x1620-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/ef5ead6c24bf79ac3417b3c7a10b4c08594e2bcc_2880x1620.jpg 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1109" class="wp-caption-text">Anak Berpresentasi (https://www.ted.com/talks/joey_alexander_an_11_year_old_prodigy_performs_old_school_jazz?language=id)</p></div>
<p>Mungkin sudah sifat alamiah manusia tidak terlalu menggemari <em>good news</em>. Bahkan di kalangan jurnalistik sudah terkenal istilah <em>bad news is a good news,</em> walaupun beberapa kalangan menganggap idiom tersebut sudah tidak berlaku lagi.</p>
<p>Apakah benar? Yang bisa menjawab hanyalah kita yang menentukan kabar atau berita mana yang menjadi viral, karena media pun harus mengikuti pasar.</p>
<p><strong>Apa yang Bisa Kita Lakukan</strong></p>
<p>Sekali lagi, tidak ada yang salah jika kita ingin viral. Yang salah adalah bagaimana kita menjadi viral. Semisal pembaca ingin viral berkat prestasinya, tentu hal tersebut akan penulis dukung 100%.</p>
<p>Jika kita tidak ingin menjadi viral namun prihatin dengan kondisi yang ada sekarang, terdapat beberapa hal kecil yang dapat kita lakukan, dimulai dari lingkungan kita.</p>
<p>Pertama, tidak ikut-ikutan <em>challenge </em>yang unfaedah. Biarlah mereka yang ingin terkenal dengan cepat melakukannya. Toh, selama ini yang viral-viral juga cepat hilang. Apa yang mudah didapatkan bisanya mudah terlepas.</p>
<p>Kedua, saling mengingatkan. Jika ada teman yang berlebihan demi menjadi viral, ingatkanlah bahwa banyak hal yang lebih berguna daripada menjadi terkenal dengan melakukan hal-hal konyol. Jika ia tidak menghiraukan teguran kita, ya sudah, yang penting kita sudah berusaha.</p>
<p>Ketiga, berusaha menyebarkan kebaikan sekecil apapun bentuknya. Penulis dengan blog ini berusaha melakukan itu. Meskipun <em>view</em>-nya hanya sekitar 100 per hari, penulis tetap bersemangat untuk menyebarkan kebaikan dengan pikiran-pikiran penulis.</p>
<div id="attachment_1112" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1112" class="size-large wp-image-1112" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/photo-1528588641076-3fe42e01df36-edit-1024x700.jpg" alt="" width="1024" height="700" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/photo-1528588641076-3fe42e01df36-edit-1024x700.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/photo-1528588641076-3fe42e01df36-edit-300x205.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/photo-1528588641076-3fe42e01df36-edit-768x525.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/photo-1528588641076-3fe42e01df36-edit-356x243.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/photo-1528588641076-3fe42e01df36-edit.jpg 1031w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1112" class="wp-caption-text">Sebar Kebaikan (https://unsplash.com/photos/JYiADe-xsDw)</p></div>
<p>Salah satu anggota Karang Taruna Gen X SWI bernama Ekky memiliki ide seperti ini:</p>
<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Bagaimana jika kita bikin konten-konten yang positif, terus kita sebarkan kebaikan tersebut lewat media sosial? Tidak perlu lewat media sosialnya Karang Taruna, tapi melalu masing-masing media sosial milik anggota.&#8221;</em></p>
<p>Semangat menggunakan media sosial sebagai wadah untuk menyebarkan kebaikan patut diapresiasi dan didukung. Semoga saja makin banyak generasi muda yang memiliki pola pikir seperti ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 5 Agustus 2018, terinspirasi dari kiriman Nia dan ajakan Ekky di grup Kelompok Bermain</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://unsplash.com/photos/Eb40vRVVifQ">https://unsplash.com/photos/Eb40vRVVifQ</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-viral/">Untuk Apa Viral?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-viral/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
