<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>conan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/conan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/conan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Aug 2021 04:10:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>conan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/conan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Menonton Detective Conan: The Scarlet Bullet</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/setelah-menonton-detective-conan-the-scarlet-bullet/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/setelah-menonton-detective-conan-the-scarlet-bullet/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 May 2021 04:31:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[conan]]></category>
		<category><![CDATA[Detective Conan]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Shuichi Akai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4952</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis mengikuti komik Detective Conan sejak kecil. Hanya saja, akhir-akhir ini kurang mengikuti karena merasa ceritanya makin lama makin mirip sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Ada saja karakter baru yang muncul untuk menambah kompleksitas cerita. Walaupun begitu, Penulis sesekali masih melihat perkembangan ceritanya. Satu-satunya alasan adalah rasa penasaran siapa musuh utama di balik Organisasi Hitam. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/setelah-menonton-detective-conan-the-scarlet-bullet/">Setelah Menonton Detective Conan: The Scarlet Bullet</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis mengikuti komik<strong> <a href="https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/">Detective Conan</a></strong> sejak kecil. Hanya saja, akhir-akhir ini kurang mengikuti karena merasa ceritanya makin lama makin mirip sinetron <em>Tukang Bubur Naik Haji</em>. Ada saja karakter baru yang muncul untuk menambah kompleksitas cerita.</p>



<p>Walaupun begitu, Penulis sesekali masih melihat perkembangan ceritanya. Satu-satunya alasan adalah rasa penasaran siapa musuh utama di balik Organisasi Hitam. Meski sudah ada nama <strong>Renya Karasuma</strong>, sosoknya belum pernah terlihat dengan jelas.</p>



<p>Terlepas dari itu semua, tentu Penulis punya karakter favorit di serial ini. Penulis paling menyukai karakter Shuichi Akai, anggota FBI yang pernah menyusup ke dalam Organisasi Hitam. Bahkan, Penulis memiliki <em>action figure</em>-nya.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis yang jarang menonton <em>Detective Conan the Movie </em>memutuskan untuk menonton film terbarunya yang berjudul <em><strong>The Scarlet Bullet</strong> </em>karena ada sosok Shuichi dan keluarganya.</p>



<p><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Sebelum ke Jalan Cerita</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="DETECTIVE CONAN: THE SCARLET ALIBI Official Indonesia Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/LzKNwCGcqik?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Selain karena kemunculan tokoh Shuichi, alasan lain Penulis tertarik menonton film ini adalah adanya kata <em>Scarlet </em>pada judul. Semua penggemar Sherlock Holmes pasti tahu, judul pertama kisah detektif tersebut berjudul <em>A Study in Scarlet</em>.</p>



<p>Nah, film ini rencananya akan tayang pada 16 April 2021 setelah kurang lebih satu tahun diundur karena adanya <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">pandemi Covid-19</a>. Oleh karena itu, Penulis kaget ketika diberi tahu film <em><strong>Detective Conan: The Scarlet Alibi </strong></em>tayang di bioskop pada awal April.</p>



<p>Penulis pun menonton film tersebut. Eh, ternyata film tersebut berbeda dengan film yang ingin Penulis tonton. <em>The Scarlet Alibi </em>hanya berfungsi sebagai <em>bridging </em>dari film yang sesungguhnya.</p>



<p>Film ini menceritakan semua keluarga Shuichi. Selain dirinya, ada kedua adiknya: <strong>Shukichi Haneda</strong> dan <strong>Masumi Sera</strong>. Ada pula ibu mereka, <strong>Mary</strong>, yang mengecilkan tubuhnya sendiri dengan obat APTX 4869.</p>



<p>Karena sudah membaca komiknya, Penulis sudah mengetahui semua potongan adegan yang ada di dalam film ini. Tidak apa-apa, hitung-hitung sebagai penyegar ingatan tentang cerita tentang mereka semua.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita<em> Detective Conan: The Scarlet Bullet</em></h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="DETECTIVE CONAN: THE SCARLET BULLET (Official Trailer)- Exclusively at GSCinemas 22 April 2021" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/HSow7Ep6l_4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Kurang lebih tiga minggu setelah menonton <em>The Scarlet Alibi</em>, akhirnya Penulis menonton film yang benar. Ekpetasi Penulis cukup tinggi terhadap film ini, setidaknya ada satu fakta baru tentang keluarga Shuichi yang akan terungkap.</p>



<p>Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi.</p>



<p>Film ini bercerita tentang persiapan Jepang yang akan menjadi tuan rumah <strong>World Sports Games (WSG)</strong>, ajang olahraga terbesar di dunia. Acara akan dilangsungkan di kota Tokyo.</p>



<p>Bertepatan dengan upacara pembukaan WSG, Jepang juga akan meresmikan kereta peluru yang bernama <em><strong>The Hyperlinear</strong></em>. Kereta tersebut dapat melaju hingga kecepatan 1.000 km/jam dengan rute Stasiun Shin-Nagoya ke Stasiun Shibahama Tokyo.</p>



<p>Menjelang acara, beberapa pemimpin industri diculik secara berurutan. Orang pertama yang diculik adalah ayah Sonoko, pemimpin perusahaan keuangan Suzuki yang menjadi sponsor acara WSG.</p>



<p>Setelah berhasil ditemukan oleh grup Detektif Cilik, orang selanjutnya yang hilang adalah seorang pengusaha mobil yang juga menjadi sponsor. Bahkan, ia telah meminta bantuan Kogoro Mouri. </p>



<p>Peristiwa ini mirip dengan penculikan yang terjadi pada WSG 15 tahun lalu di Boston, Amerika Serikat. Waktu itu, kasus ditangani oleh FBI sehingga Conan banyak berhubungan dengan mereka dalam menangani kasus ini.</p>



<p>Conan pun menyadari bahwa ketua WSG sekaligus mantan kepala FBI, <strong>Alan McKenzie</strong>, akan menjadi korban selanjutnya. Conan bersama Shuichi (dan keluarganya) pun berusaha menyelidiki masalah ini, sebelum krisis yang lebih besar menimpa mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton <em>Detective Conan: The Scarlet Bullet</em></h2>



<p>Gimana, ya. Mungkin salah Penulis sendiri yang berekspetasi terlalu tinggi terhadap film ini. Memang <em>screentime </em>Shuichi cukup banyak, tapi rasanya tetap kurang. Apalagi, Shuichi seolah tidak sadar kalau ia sempat bertemu dan bertarung dengan Sera!</p>



<p>Selain itu, peran keluarga Shuichi di sini juga terasa hanya sebagai pelengkap. Peranan mereka hanya membantu Conan untuk menangkap pelaku yang ingin melakukan balas dendam terhadap orang-orang FBI, terutama McKenzie.</p>



<p>Penulis tidak akan menyebut siapa pelaku sebenarnya. Hanya saja, bisa dibilang <em>plot twist</em>-nya tidak terlalu mengejutkan. Dari awal Penulis sudah memiliki dugaan kalau orang-orang ini lah yang menjadi dalangnya. Klise khas Detective Conan, lah.</p>



<p>Hal lain yang membuat <em>gregetan </em>adalah begitu banyaknya &#8220;kebetulan&#8221; yang membuat niat pelaku bisa mirip dengan peristiwa 15 tahun lalu. &#8220;Kebetulan&#8221; lain yang bikin gemas adalah pertemuan Shuichi dengan keluarga-keluarganya. Klise lainnya dari Detective Conan.</p>



<p>Ketika menonton film ini, beberapa kali mata Penulis melirik ke arah jam tangan. Film ini berdurasi cukup panjang, tapi kurang meninggalkan kesan yang baik. Jika disuruh menceritakan dari awal, Penulis sudah banyak lupa dan akan merasa kesulitan.</p>



<p>Apesnya lagi, ternyata film ini memiliki dua adegan <em>after credit</em> yang Penulis lewatkan. Bisa saja ketidakpuasan Penulis terhadap film ini terobati dengan dua adegan tambahan tersebut!</p>



<p>Nilainya: <strong>5.5/10.0</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 8 Mei 2021, terinspirasi setelah menonton <em>Detective Conan: The Scarlet Bullet</em></p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://popculture.id/rilis-film-detective-conan-2020-ditunda/">Popculture.id</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/setelah-menonton-detective-conan-the-scarlet-bullet/">Setelah Menonton Detective Conan: The Scarlet Bullet</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/setelah-menonton-detective-conan-the-scarlet-bullet/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Conan dan Kutukan yang Menimpanya</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 May 2018 06:38:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[conan]]></category>
		<category><![CDATA[Detective Conan]]></category>
		<category><![CDATA[detektif]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[ran]]></category>
		<category><![CDATA[shinichi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=802</guid>

					<description><![CDATA[<p>Detective Conan bisa dibilang sebagai serial komik detektif terlaris yang pernah ada. Tetapi, penulis tidak akan membahas itu di tulisan ini, melainkan sisi lain dari Conan Edogawa a.k.a Shinichi Kudo yang mengecil karena APTX 4869. Coba sekarang bayangkan kita menjadi Conan. Ke mana pun ia pergi, mau ke hutan, ke gunung, ke pantai, ke Kyoto, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/">Conan dan Kutukan yang Menimpanya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Detective Conan bisa dibilang sebagai serial komik detektif terlaris yang pernah ada. Tetapi, penulis tidak akan membahas itu di tulisan ini, melainkan sisi lain dari Conan Edogawa a.k.a Shinichi Kudo yang mengecil karena APTX 4869.</p>
<p>Coba sekarang bayangkan kita menjadi Conan. Ke mana pun ia pergi, mau ke hutan, ke gunung, ke pantai, ke Kyoto, ke Osaka, bahkan hanya ke kafe Poirot pun ia selalu menemukan kasus, mulai pembunuhan, penculikan, hingga hilangnya barang.</p>
<p>Mau pergi dengan siapapun juga pasti bertemu kasus, mulai dengan Kogoro Mouri, Sonoko, Profesor Agassa, Heiji Hatori hingga kelompok detektif kecil. Seharusnya, orang-orang jadi takut jika harus berpergian dengan Conan bukan?</p>
<p>Kasihan Conan, padahal tubuhnya sudah mengecil karena obat APTX 4869, masih harus menanggung kutukan <em>siapa yang ada di dekatku pasti kena kasus</em>. Tak terhitung berapa kali ia berniat untuk liburan, selalu ada saja kasus yang terjadi di sekitarnya dengan trik-trik sulit.</p>
<p>Nah, mengapa kasus yang terjadi di sekitar Conan selalu menggunakan trik yang anti <em>mainstream</em>? Mungkin karena kreativitas yang disalahgunakan, walaupun motifnya pasti karena tidak ingin ketahuan.</p>
<p>Selain itu, entah sudah berapa tahun serial Conan berjalan, ia tidak juga naik-naik kelas. Tetap saja kelas satu. Kasihan.</p>
<p><strong>Shinichi dan Ran</strong></p>
<p>Setidaknya Conan atawa Shinichi tidak perlu dikasihani karena satu hal: cinta. Ia menyukai teman sejak kecilnya, Ran Mouri. Kisah asmara mereka berdua merupakan salah satu bagian favorit penulis dari dulu karena banyak hal. Salah satunya adalah kecanggungan antara mereka berdua, yang penulis yakin membuat pembacanya merasa <em>geregetan</em>.</p>
<p>Kesetiaan Ran bisa diacungi jempol. Ketika Shinichi &#8220;menghilang&#8221; untuk menyelesaikan kasus yang sulit, ia sama sekali tidak berpaling ke lelaki lain. Ia tetap menanti Shinichi pulang, walaupun sebenarnya ia satu rumah bersamanya dalam wujud Conan Edogawa.</p>
<p>Pembaca yang sudah menunggu kapan mereka berdua jadian tentu sudah bisa bernafas lega. Shinichi telah mengutarakan perasaannya ke Ran di depan Big Ben, London. Tempat yang spesial bukan untuk menyatakan cinta?</p>
<p>Ran menjawabnya dengan sebuah ciuman di pipi ketika ada darmawisata sekolah ke Kyoto. Sebuah adegan yang cukup membuat penulis <em>baper</em>, mungkin juga para penggemar yang telah lama menantikan adegan ini.</p>
<p><div id="attachment_803" style="width: 778px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-803" class="size-full wp-image-803" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-04-25_152817.jpg" alt="" width="768" height="501" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-04-25_152817.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-04-25_152817-300x196.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-04-25_152817-356x232.jpg 356w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><p id="caption-attachment-803" class="wp-caption-text">Bikin Baper</p></div></p>
<p><strong>Tukang Bubur Naik Haji</strong></p>
<p>Satu hal yang tidak penulis suka dari Detective Conan adalah ceritanya yang makin ke sini makin melebar. Selalu ada saja tambahan karakter baru yang semakin menyamarkan akhir cerita. Mirip dengan serial Tukang Bubur Naik Haji yang semakin tambah episodenya semakin tambah pula tokoh-tokohnya.</p>
<p>Penulis kira masuknya Sera, Amuro dan Subaru (Akai yang menyamar) sudah cukup. Eh ternyata masih ada lagi, yang kepala polisi bermata satu, penjual sushi bermata satu sampai wali kelas baru. Semua bermata satu, agar pembaca menerka-nerka siapa anggota organisasi hitam yang memiliki <em>code name </em>RUM.</p>
<p><div id="attachment_804" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-804" class="size-large wp-image-804" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/maxresdefault-2-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/maxresdefault-2-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/maxresdefault-2-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/maxresdefault-2-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/maxresdefault-2-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/maxresdefault-2.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-804" class="wp-caption-text">Sera Masumi (youtube.com)</p></div></p>
<p>Belum lagi karakter-karakter pendukung lainnya yang hanya muncul sesekali. Perlu daya ingat yang kuat untuk mengingat semua karakter tersebut.</p>
<p>Mungkin semua karakter tersebut dibutuhkan untuk memperbesar rasa penasaran pembaca terhadap akhir serial Detective Conan. Selain itu, masih banyak tokoh-tokoh misterius yang belum dibuka identitasnya. Aoyama Gosho selaku pembuat komik dikenal gemar menyebar petunjuk palsu untuk membuat bingung pembacanya. Dan menurut penulis, ia berhasil melakukannya dengan baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 24 Mei 2018, terinsprasi setelah membaca komik Detective Conan vol. 90-91</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://dinocojv.deviantart.com/art/Detective-Conan-476694136">https://dinocojv.deviantart.com/art/Detective-Conan-476694136</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/">Conan dan Kutukan yang Menimpanya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
