<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>demo Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/demo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/demo/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Sep 2025 16:07:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>demo Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/demo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat&#8230;</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/kepada-tuan-dan-puan-yang-terhormat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/kepada-tuan-dan-puan-yang-terhormat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 16:47:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[demo]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8315</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rasanya beberapa minggu terakhir ini, Indonesia menjadi sedikit tidak nyaman sebagai rumah kita tinggal. Pasalnya, muncul sekali banyak berita yang membuat kita merasa resah, kecewa, marah, sedih, campur aduk pokoknya. Puncaknya mungkin ketika meninggalnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online (ojol) yang tewas terlindas mobil Brimob pada tanggal 28 Agustus 2025. Sejak itu, situasi mengalami [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/kepada-tuan-dan-puan-yang-terhormat/">Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Rasanya beberapa minggu terakhir ini, Indonesia menjadi sedikit tidak nyaman sebagai rumah kita tinggal. Pasalnya, muncul sekali banyak berita yang membuat kita merasa resah, kecewa, marah, sedih, campur aduk pokoknya.</p>



<p>Puncaknya mungkin ketika meninggalnya Affan Kurniawan, seorang <em>driver </em>ojek <em>online </em>(ojol) yang tewas terlindas mobil Brimob pada tanggal 28 Agustus 2025. Sejak itu, situasi mengalami eskalasi yang begitu cepat hingga terjadi kerusuhan di mana-mana.</p>



<p>Namun, menurut Penulis, rasanya apa yang terjadi beberapa minggu ini merupakan akumulasi dari kekecewaan demi kekecewaan yang kita alami selama beberapa bulan terakhir, atau bahkan sudah bertahun-tahun menggumpal di dalam diri kita.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/setelah-membaca-stoik-apadan-bagaimana-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/setelah-membaca-stoik-apadan-bagaimana-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/setelah-membaca-stoik-apadan-bagaimana-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/setelah-membaca-stoik-apadan-bagaimana-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/setelah-membaca-stoik-apadan-bagaimana-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Membaca Stoik: Apa dan Bagaimana" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/setelah-membaca-stoik-apa-dan-bagaimana/">Setelah Membaca Stoik: Apa dan Bagaimana</a></div></div></div><p></p>


<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Kepada-Tuan-dan-Puan-yang-Terhormat-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8318" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Kepada-Tuan-dan-Puan-yang-Terhormat-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Kepada-Tuan-dan-Puan-yang-Terhormat-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Kepada-Tuan-dan-Puan-yang-Terhormat-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Kepada-Tuan-dan-Puan-yang-Terhormat.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Penulis tidak akan membahas secara detail apa yang sebenarnya telah terjadi belakangan ini, rasanya sudah cukup banyak yang membahas hal tersebut (dan juga sudah cukup basi karena situasi yang sudah mulai kondusif). </p>



<p>Di sini, Penulis ingin berandai-andai seandainya saja bisa menuliskan surat terbuka untuk para tuan dan puan terhormat yang mengurus bangsa ini. Walau tidak menyelesaikan masalah (tentu saja), setidaknya Penulis bisa mengeluarkan unek-uneknya yang mungkin juga akan mewakili para Pembaca sekalian.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Kami sebagai rakyat hanya ingin keadilan<br>Bagaimana bisa kalian menari-nari ketika kami sedang kesulitan<br>Sedangkan seharusnya kamu menjadi tanggung jawab kalian<br>Rakyat mana yang sebenarnya kalian wakili?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Mengapa belakangan banyak perkataan kontroversial keluar dari mulut tuan dan puan<br>Perkataan yang seolah tak memiliki hati dan kepekaan sosial<br>Seolah kalian hidup di dalam gelembung kalian sendiri<br>Hingga rasanya begitu <em>tone deaf </em>dan tak peduli dengan rakyat yang kalian wakili?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Mengapa peraturan yang pro rakyat justru selalu dipersulit dan tak pernah kelar<br>Tapi peraturan yang menguntungkan kelompok tertentu bisa selesai secara kilat<br>Apakah betul kalau tuan dan puan memang pilih kasih<br>Hanya akan membantu siapa yang memberi untung?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Kita ini sama-sama manusia yang hidup di negara indah ini<br>Tapi mengapa tuan dan puan menganggap kami ini berbeda derajat<br>Padahal tuan dan puan selalu mengemis suara di masa pemilu<br>Tapi mengapa di saat seperti ini justru tutup telinga?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Kami sebagai rakyat terus tercekik dengan pajak yang bermacam-macam itu<br>Hampir semua aspek kehidupan kami ini dipajaki<br>Bagaimana bisa negara yang katanya kaya raya ini<br>Justru pemasukan terbesarnya dari keringat rakyat?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Hutang adalah menjadi momok yang mengerikan bagi kami<br>Bukan semata-mata takut dikejar penagih hutang, takut dengan neraka juga<br>Tapi kenapa hutang negara bisa begitu tingginya<br>Sampai terasa mustahil untuk bisa melunasi semuanya?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Banyak efisiensi terjadi di mana-mana, yang merupakan bahasa halus pemecatan<br>Hampir semua sektor mengeluh dan terpaksa melakukan efisiensi<br>Kami bukan pemalas, kami juga mampu bekerja dengan baik<br>Kami justru heran, mana 19 juta lapangan pekerjaan yang dijanjikan itu?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Di tengah sulitnya kami mencari pekerjaan yang layak<br>Mengapa ada banyak orang-orang yang bisa rangkap jabatan di pemerintahan<br>Apakah Indonesia kekurangan orang kompeten<br>Sehingga satu orang bisa mengisi dua-tiga posisi sekaligus?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Kenapa banyak sekali orang-orang mendapatkan gelar kehormatan<br>Di tengah kondisi rakyat yang masih bingung besok bisa makan atau tidak<br>Mengapa kita selalu disibukkan dengan seremoni-seremoni<br>Sehingga melupakan hal yang substansial?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Penjarahan yang rakyat lakukan memang tidak bisa dibenarkan<br>Tapi jangan lupa, selama ini tuan dan puan juga melakukan penjarahan besar-besaran<br>Hutan digundul, laut dikeruk, peradaban diusir<br>Bukankah itu semua demi kepentingan pemilik usaha yang ingin menguras Indonesia?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Kami sudah hidup dengan banyak kesulitan masing-masing<br>Kenapa tuan dan puan seolah ingin menambah kesulitan kami<br>Dengan merilis kebijakan-kebijakan yang merugikan kami<br>Padahal kami hanya ingin hidup dengan tenang?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Kami hanya ingin bersuara dan mengeluarkan semua aspirasi<br>Walau tak tentu didengar, tapi setidaknya kami berusaha<br>Tapi kenapa kamu justru dilibas sana-sini<br>Bahkan hingga dilindas sampai mati?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Kenapa tuan dan puan terkadang terasa paranoid dengan rakyatnya sendiri<br>Padahal tuan dan puan dibayar untuk mengurus kami<br>Hingga membuat sabotase di berbagai lini komunikasi<br>Seolah ingin memonopoli informasi yang sampai ke publik?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Kami ingin transparansi senyata mungkin dari tuan dan puan<br>Karena uang kami yang dipakai untuk menggaji tuan dan puan<br>Apakah tuan dan puan takut ada hal-hal tabu terungkap<br>Yang membuat kami sebagai pemberi gaji menjadi murka?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>UMR kami sangat rendah jika dibandingkan gaji serta tunjangan tuan dan puan<br>Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun harus hemat setengah mati<br>Tapi tuan dan puan banyak yang aslinya sudah kaya raya<br>Lantas mengapa masih mendambakan gaji serta tunjangan tinggi?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Di saat banyak sekali harga barang pokok meroket<br>Banyak sekali keistimewaan yang didapatkan oleh tuan dan puan sekalian<br>Kami rakyat harus banting tulang untuk bisa membelinya<br>Sedangkan tuan dan puan bisa mendapatkannya begitu saja?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Kami berusaha hidup dengan jujur dan baik<br>Tapi mengapa tuan dan puan banyak yang tersandung korupsi<br>Padahal kehidupan sudah lebih dari layak dibanding mayoritas masyarakat<br>Mengapa justru memilih untuk menjadi serakah dan tak pernah puas?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Sungguh, kami tak masalah tuan dan puan diberi gaji dan tunjangan tinggi<br>Karena mengurus suatu negara sebesar Indonesia bukanlah hal yang mudah<br>Namun, jika kinerjanya kami anggap kurang<br>Masih pantaskan kalian menerima gaji dan tunjangan sebesar itu?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Kami ini rakyatmu, kita ini sama-sama orang Indonesia<br>Kami ini bukan musuhmu, kami ingin sama-sama membuat Indonesia menjadi besar<br>Tapi mengapa terkadang kesenjangan sosial antara kita begitu lebar<br>Seolah penjajah tak pernah benar-benar hengkang dari negeri ini?</p>



<p><em>Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat,</em></p>



<p>Rasanya surat terbuka untuk tuan dan puan ini tak akan sampai<br>Siapalah hamba hingga didengar oleh tuan dan puan yang terhormat<br>Tapi setidaknya melalui tulisan ini, hamba bisa bersuara<br>Sambil berharap yang terbaik untuk negeri ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 8 September 2025, terinspirasi dengan &#8220;ricuhnya&#8221; Indonesia beberapa minggu terakhir</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://nasional.kompas.com/read/2024/10/04/10381901/icw-60-persen-anggota-dpr-ri-terafiliasi-bisnis">Kompas</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/kepada-tuan-dan-puan-yang-terhormat/">Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/kepada-tuan-dan-puan-yang-terhormat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Undang-undang yang Membuat Rakyat Meradang</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Sep 2019 16:04:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[aspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[demo]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[undang-undang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2741</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wahai bapak-ibu penyusun undang-undang Tingkah lakumu membuat rakyat meradang Walau aparat keamanan menghadang Suara aspirasi akan selalu berkumandang *** Penulis, yang beberapa minggu terakhir sedang istirahat dari media sosial, memutuskan untuk mengecek linimasa Twitter selama beberapa jam. Alasannya jelas, negara kita sedang bergejolak akibat berbagai keputusan yang dibuat oleh DPR dan pemerintah belakangan ini. Masyarakat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang/">Undang-undang yang Membuat Rakyat Meradang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Wahai bapak-ibu penyusun undang-undang</em></p>
<p><em>Tingkah lakumu membuat rakyat meradang</em></p>
<p><em>Walau aparat keamanan menghadang</em></p>
<p><em>Suara aspirasi akan selalu berkumandang</em></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Penulis, yang beberapa minggu terakhir sedang i<a href="https://whathefan.com/pengalaman/istirahat-dari-media-sosial/">stirahat dari media sosial</a>, memutuskan untuk mengecek linimasa Twitter selama beberapa jam.</p>
<p>Alasannya jelas, negara kita sedang bergejolak akibat berbagai keputusan yang dibuat oleh DPR dan pemerintah belakangan ini. Masyarakat menilai banyak poin-poin yang merugikan mereka.</p>
<p>Penulis sendiri kurang mendalami undang-undang mana saja yang dipermasalahkan. Penulis tahu, namun hanya kulit luarnya saja. Jika membaca dari berbagai media, memang banyak yang <em>ngaco</em>.</p>
<p>Yang membuat gemas adalah banyaknya hal yang sebenarnya tidak terlalu mendesak. Justru, undang-undang yang lebih <em>urgent </em>dan telah dituntut oleh rakyat agar segera disahkan malah belum selesai-selesai.</p>
<p>Seingat dan sepahaman penulis, yang paling membuat geram adalah revisi UU KPK. Banyak yang menilai ini adalah upaya melemahkan KPK dalam memberantas korupsi.</p>
<p>Selain itu, ada pula revisi Rancangan Undang-Undang Kitab Hukum Pidana yang memuat hal-hal yang dianggap konyol sehingga ditertawakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi pemicu mereka untuk bersuara lantang.</p>
<p>Hal ini diperparah dengan waktu pembahasannya yang baru dilakukan ketika masa jabatan mereka hendak berakhir, seolah mereka hanya sedang dikejar sesuatu yang tak tampak. Takut usulan tersebut tidak akan digolkan pada periode mendatang? Bisa jadi.</p>
<h3>Ketika Mahasiswa Turun ke Jalan</h3>
<p><div id="attachment_2744" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2744" class="size-large wp-image-2744" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2744" class="wp-caption-text">Aksi Mahasiswa (<a href="https://breakingnews.co.id/read/mahasiswa-demo-di-dpr-lalu-lintas-ibu-kota-carut-marut">Breaking News</a>)</p></div></p>
<p>Saat penulis masih menjadi mahasiswa, tidak pernah sekalipun penulis ikut aksi demo. Yang pernah justru meliput mahasiswa demo, mengingat ketika kuliah penulis sempat bergabung dengan pers kampus.</p>
<p>Dulu, penulis menganggap kegiatan demo adalah hal yang percuma karena aspirasi kita tidak akan didengar oleh wakil rakyat. Apalagi, jika jumlahnya hanya segelintir orang.</p>
<p>Ketika berbagai masalah perundang-undangan ini menyeruak ke publik, penulis pun memahami bahwa aksi demo ini benar-benar bisa membawa perubahan dengan melihat para adik mahasiswa yang sedang berjuang demi kepentingan rakyat.</p>
<p>Mahasiswa dari seluruh Indonesia bersatu dan menuntut hal yang serupa. Dari yang penulis temukan di media sosial, setidaknya ada 7 hal yang dituntut.</p>
<ol>
<li>Menolah RKUHP, RUU Pertambangan Minerba, RUU Pertanahan, RUU Permasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan; Mendesak Pembatalan UU KPK dan UU SDA; Mendesak Disahkannya RUU PKS dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.</li>
<li>Batalkan Pimpinan KPK Bermasalah Pilihan DPR.</li>
<li>Tolak TNI dan Polri Menempati Jabatan Sipil.</li>
<li>Stop Militerisme di Papu dan Daerah Lain; Bebaskan Tahanan Politik Papua Segera.</li>
<li>Hentikan Kriminalisasi Aktivis.</li>
<li>Hentikan Pembakaran Hutan di Kalimantan dan Sumatera yagn Dilakukan oleh Korporasi, dan Pidanakan Korporasi Pembakar Hutan, Serta Cabut Izinnya.</li>
<li>Tuntaskan Pelanggaran HAM dan Adili Penjahat HAM; Termasuk yang Duduk di Lingkaran Kekuasaan; Pulihkan Hak-Hak Korban Segera.</li>
</ol>
<p>Bagi penulis sendiri, tujuh poin di atas merupakan permasalahan yang sedang mengepung Indonesia saat ini. Kegaduhan yang terjadi selama ini kebanyakan disebabkan oleh poin-poin tersebut.</p>
<p>Beberapa tahun terakhir ini, mahasiswa sering dianggap tertidur ketika ada isu-isu nasional mencuat. Mungkin keresahan yang sudah pada puncaknya ini membuat mereka terbangun.</p>
<p>Penulis salut dengan para <em>agent of change </em>ini, dan rasanya penulis tidak sendirian. Mayoritas masyarakat Indonesia mendukung aksi mereka dan memberikan bantuan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.</p>
<p>Sayangnya, terjadi kejadian yang sangat tidak mengenakan ketika aksi mahasiswa digelar pada dua hari kemarin.</p>
<h3>Bentrok Massa dan Aparat Keamanan</h3>
<p><div id="attachment_2746" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2746" class="size-large wp-image-2746" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2746" class="wp-caption-text">Bentrokan Antara Massa dan Aparat (<a href="https://www.berita24.com/2019/09/2-mahasiswa-uki-diciduk-polisi-dalam.html">Berita24</a>)</p></div></p>
<p>Setahu penulis, batas waktu untuk melakukan demonstrasi adalah pukul 18:00. Jika sampai waktu tersebut massa belum membubarkan diri, aparat keamanan bisa membubarkan paksa.</p>
<p>Hanya saja, banyak yang bertahan di tempat karena mungkin merasa aspirasinya belum didengar. Menurut penulis, inilah pemicu kerusuhan yang terjadi di beberapa lokasi di Jakarta. Belum lagi kehadiran provokator non-mahasiswa.</p>
<p>Apalagi, aparat keamanan bertindak cukup beringas seperti yang terlihat pada video-video yang viral di dunia maya. Sama sekali tidak terlihat peran mereka sebagai pengayom masyarakat.</p>
<p>Para mahasiswa ini tidak bersenjata, tapi mereka dihantam sedemikian rupa seolah mereka adalah binatang. Perlakuan mereka benar-benar keji sehingga siapapun yang masih memiliki hati nurani akan merasa terluka.</p>
<p>Hal ini diperparah dengan anak-anak STM yang <em>katanya </em>ikut menyuarakan aspirasi mereka kemarin. Dari yang penulis amati, mereka hanya berbuat kerusuhan tanpa terlalu tahu apa yang sedang mereka perjuangkan. Sayang sekali.</p>
<h3>Ditunggangi?</h3>
<p><div id="attachment_2747" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2747" class="size-large wp-image-2747" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang-3-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang-3-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang-3-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang-3-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2747" class="wp-caption-text">Yasonna Laoly (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=MhRCxljOhw0">YouTube</a>)</p></div></p>
<p>Hal lain yang membuat penulis merasa geram adalah ucapan-ucapan elit mengenai ada pihak yang menunggangi mahasiswa dalam aksi kemarin. Penulis heran, kenapa setiap ada aksi yang melibatkan banyak massa selalu dianggap ditunggangi.</p>
<p>Mereka memang ditunggangi, tapi ditunggangi kepentingan rakyat yang merasa haknya sebagai warga negara terancam. Para mahasiswa ini sadar bahwa merekalah garda terdepan untuk bersuara, sama seperti pada era reformasi 1998.</p>
<p>Bahwa ada yang memanfaatkan mereka untuk kepentingan pribadi atau kelompok, memang benar adanya. Akan tetapi, kebanyakan dari mereka benar-benar sedang berupaya memperjuangkan keadilan untuk semua rakyat Indonesia.</p>
<p>Hasil akhir dari rangkaian peristiwa ini sendiri belum jelas. Kabarnya, DPR dan pemerintah sepakat untuk menunda pengesahan undang-undang yang dituntut oleh masyarakat. Yang diinginkan oleh para mahasiswa (dan kita) adalah penolakan, bukan sekadar ditunda.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Mendiskusikan permasalahan tanpa membicarakan solusinya adalah hal yang percuma. Tapi jujur, penulis tidak punya kapabilitas untuk menyediakan solusi untuk semua permasalahan ini.</p>
<p>Yang bisa penulis katakan adalah setidaknya buat hal ini menjadi pelajaran bagi kita agar lebih bijak dalam menggunakan hak suara. Pilih wakil-wakil yang benar-benar bisa mewakili suara kita.</p>
<p>(<em>Penulis tahu ini sangat utopis, sesuatu yang nampaknya tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun. Walaupun begitu, tidak ada salahnya berharap dan berdoa)</em></p>
<p>Selain itu, kita pun jadi lebih <em>melek </em>hukum dengan peristiwa-peristiwa ini. Penulis, yang kurang tertarik dengan bidang hukum, jadi menaruh sedikit minat agar kelak bisa mengetahui pasal-pasal mana saja yang bermasalah.</p>
<p>Kita juga harus lebih bijak dalam menyampaikan aspirasi kita sesuai dengan kemampuan. Yang bisa turun ke jalan ya bagus, kalau hanya bisa mendukung dari media sosial juga <em>monggo</em>. Penulis sendiri mungkin hanya bisa melalui blognya ini.</p>
<p>Yang jelas, penulis berharap bahwa kita semua bisa mendapatkan pelajaran yang dipetik demi memberikan yang terbaik untuk bangsa ini, bangsa Indonesia kita tercinta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 25 September 2019, terinspirasi setelah mengamati isu-isu yang tengah memanas akhir-akhir ini.</p>
<p>Foto: <a href="https://beritagar.id/artikel/berita/paripurna-akan-sahkan-6-ruu-rkuhp-tidak-termasuk">Beritagar</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/undang-undang-yang-membuat-rakyat-meradang/">Undang-undang yang Membuat Rakyat Meradang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
