<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>duel Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/duel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/duel/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jul 2024 16:15:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>duel Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/duel/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Yu-Gi-Oh!: Komik, Duel Kartu, dan Nostalgianya</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/yu-gi-oh-komik-duel-kartu-dan-nostalgianya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/yu-gi-oh-komik-duel-kartu-dan-nostalgianya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jul 2024 16:15:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[duel]]></category>
		<category><![CDATA[kartu]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[TCG]]></category>
		<category><![CDATA[Yu-Gi-Oh!]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7656</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa hari terakhir, Penulis kerap menonton konten-konten Yu-Gi-Oh! di YouTube. Entah apa alasannya, mungkin karena ingin nostalgia saja karena sewaktu kecil gemar membaca (bahkan mengoleksi) komiknya. Penulis pun jadi membaca ulang komiknya, walau tidak semua. Kebetulan, ada beberapa koleksinya yang masih terselamatkan, walau kebanyakan sudah raib entah ke mana. Untuk volume yang hilang, Penulis membacanya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/yu-gi-oh-komik-duel-kartu-dan-nostalgianya/">Yu-Gi-Oh!: Komik, Duel Kartu, dan Nostalgianya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa hari terakhir, Penulis kerap menonton konten-konten Yu-Gi-Oh! di YouTube. Entah apa alasannya, mungkin karena ingin nostalgia saja karena sewaktu kecil gemar membaca <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/">(bahkan mengoleksi) komiknya</a>. </p>



<p>Penulis pun jadi membaca ulang komiknya, walau tidak semua. Kebetulan, ada beberapa koleksinya yang masih terselamatkan, walau kebanyakan sudah raib entah ke mana. Untuk volume yang hilang, Penulis membacanya di internet.</p>



<p>Gara-gara hal tersebut, Penulis jadi ingin menulis sesuatu tentang Yu-Gi-Oh!. Awalnya Penulis tidak tahu ingin menulis tentang apa, tapi seperti biasa, Penulis lepaskan saja jari-jarinya di <em>keyboard </em>dan membiarkan mereka ingin menulis apa.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Penulis dan Komik Yu-Gi-Oh!</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-0-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7665" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-0-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-0-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-0-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-0.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Komik Yu-Gi-Oh! (<a href="https://shopee.co.id/Komik-Yu-Gi-Oh-Bekas-i.14433722.2786489266">Shopee</a>)</figcaption></figure>



<p>Seingat Penulis, <a href="https://whathefan.com/animekomik/impian-adanya-wayang-versi-anime/">komik</a> Yu-Gi-Oh! yang pertama kali Penulis baca adalah komik <strong>volume 15 </strong>milik sepupunya, yang waktu itu menceritakan pertandingan final antara Yugi melawan Pegasus sebagai bos terakhir. </p>



<p>Waktu itu, peraturan duel kartunya masih <em>sakarepe </em>mangakanya (RIP Kazuki Takahashi). Bayangkan saja, kartu sekuat Dark Magician bisa dipanggil tanpa perlu pengorbanan. Hanya saja, waktu masih kecil tentu Penulis tak terlalu memedulikan hal tersebut.</p>



<p>Komik Yu-Gi-Oh! pertama yang Penulis beli sendiri adalah <strong>volume 19</strong>. Di volume tersebut, ceritanya Yugi sedang mengikuti turnamen duel di Kota Domino dan melawan seseorang yang ternyata juga pemilik kartu Dark Magician.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7660" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Yugi vs Arcana di Komik Volume 19 (<a href="http://Yugi vs Arcana di Komik Volume 19 (Fandom)">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Dari komik tersebut, Penulis jadi terus melanjutkan membeli komik Yu-Gi-Oh!. Setiap mampir ke toko buku, setiap ada volume baru, pasti akan Penulis beli. Oleh karena itu, koleksi komik Yu-Gi-Oh! Penulis hampir lengkap dari volume 19 hingga 38, yang merupakan volume terakhir.</p>



<p>Penulis tidak tertarik membeli volume-volume awal karena belum ada duel-duel kartu. Di <em>arc </em>Pegasus pun peraturannya masih mentah dan kurang menarik. Apalagi di <em>arc </em>turnamen ini, ada banyak pertarungan antar-<em>duelist </em>yang menarik, meskipun jujur saja kadang sangat tak masuk akal.</p>



<p>Tidak hanya dari efek kartu yang disesuaikan dengan plot cerita, terkadang ada saja bumbu drama seperti &#8220;<em>shadow game</em>&#8221; yang menumbalkan nyawa. Bayangkan, kita bisa kehilangan nyawa karena bermain kartu!</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7661" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pertempuran Roh di Ingatan Pharaoh (<a href="https://super-lovely-collection.tumblr.com/post/182541304483/yugioh-thief-king-bakura-vs-pharaoh-atem-and-the">Tumblr</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika disuruh memilih duel favoritnya, di antara sekian banyak, mungkin Penulis akan memilih pertarungan antara <strong>Yugi Mutou melawan Yami Bakura</strong> di dalam ingatan Yugi Pharaoh (di komik volume 37). Duel tersebut membuktikan kalau Yugi yang selama ini seolah menjadi bayangan Yugi Pharaoh juga bisa bertarung.</p>



<p>Berbicara tentang Pharaoh, <em>arc </em>terakhir dari seri ini berfokus pada masa lalu Yugi. Ceritanya cukup menarik dan seru bagi Penulis, di mana Yugi berhadapan dengan musuh-musuh tangguh, mulai dari <strong>Bakura dengan Diabound-nya </strong>hingga <strong>Zorc Necrophades</strong>.</p>



<p><em>Arc </em>ini juga bisa menjadi konklusi yang pas untuk serialnya. Setelah mendapatkan ingatan masa lalunya yang berdarah, Yugi Pharaoh (yang bernama Atem) dan Yugi Mutou berduel untuk menentukan nasib mereka. Atem kalah dan pergi meninggalkan Yugi dan kawan-kawan lainnya.</p>



<p>Kalau animenya, Penulis sesekali menonton di televisi pada hari Minggu pagi. Namun, jujur Penulis tidak terlalu ingat karena tidak terlalu <em>memorable</em>. Mungkin yang paling Penulis ingat adalah episode <em>filler </em>di mana Yugi dan Kaiba bersatu melawan The Big 5 yang memiliki kartu Five-Headed Dragon dengan ATK 5000.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penulis dan Permainan Kartu Yu-Gi-Oh!</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="690" height="545" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-3.jpg" alt="" class="wp-image-7662" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-3.jpg 690w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-3-300x237.jpg 300w" sizes="(max-width: 690px) 100vw, 690px" /><figcaption class="wp-element-caption">Peraturannya Makin Ruwet (<a href="https://www.yugioh-card.com/my/howto/master_rule_4.php?lang=en">Yu-Gi-Oh!</a>)</figcaption></figure>



<p>Banyak <em>meme </em>yang bertebaran di internet tentang bagaimana bingungnya pemain Yu-Gi-Oh! yang sudah lama pensiun, lantas melawan pemain yang masih aktif hari ini. Yu-Gi-Oh! hari ini seolah tentang bagaimana menghabisi lawan secepat mungkin, kalau bisa sejak putaran pertama.</p>



<p>Padahal, dulu waktu masih main, Penulis merasa ada banyak &#8220;seni&#8221; dari peraturan aslinya, di mana untuk memanggil monster berbintang besar harus mengorbankan monster berbintang kecil. Ada cara unik lain, seperti <strong>Fusion </strong>ataupun <strong>Ritual</strong>.</p>



<p>Kita bisa mempelajari banyak peraturan Yu-Gi-Oh! dari manganya, meskipun terkadang efeknya dibuat <em>nyeleneh </em>demi kebutuhan plot cerita. Namun, dari sana dasar bermain Yu-Gi-Oh! Penulis dapatkan dan menjadi ingin mencoba bermain <em>game</em>-nya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-4-1024x576.webp" alt="" class="wp-image-7663" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-4-1024x576.webp 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-4-300x169.webp 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-4-768x432.webp 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-4.webp 1366w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gameplay Yu-Gi-Oh! Tag Force (<a href="https://gbatemp.net/threads/ppsspp-settings-how-to-have-the-best-yu-gi-oh-tag-force-performance-while-emulating-it-on-pc.580762/">GBA Temp</a>)</figcaption></figure>



<p>Ada beberapa <em>game </em>Yu-Gi-Oh! yang pernah Penulis mainkan, seperti <em><strong>Yu-Gi-Oh! Forbidden Memories</strong></em> (PlayStation 1) dan <em><strong>Yu-Gi-Oh! The Duelists of the Roses</strong></em> (PlayStation 2). Namun, baru di <em>game </em><strong><em>Yu-Gi-Oh! Tag Force</em> </strong>(PlayStation 2) Penulis benar-benar paham cara bermain Yu-Gi-Oh!.</p>



<p>Di seri tersebut, masih belum ada peraturan <em>summon </em>monster yang aneh-aneh, masih mengikuti peraturan dasar yang Penulis pahami. Dalam bermain, Penulis sering mengandalkan <em>archetype</em><strong><em> </em>Cyber Dragon</strong>, yang di <em>game-</em>nya menjadi andalan Zane Trusdale.</p>



<p>Selain Cyber Dragon, salah satu <em>archetype </em>favorit Penulis adalah <strong>Blue-Eyes White Dragon</strong>, sedangkan adik Penulis sangat menyukai <strong>Elemental Hero</strong>, sampai-sampai tidak mau mencoba <em>archetype </em>yang lain. Bahkan, ia sampai mencetak sendiri kartu-kartu Elemental Hero dan ditempel ke kartu Yu-Gi-Oh! asli.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7664" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Blue-Eyes White Dragon (<a href="https://www.deviantart.com/nhociory/art/Blue-Eyes-White-Dragon-Rush-Duel-Wallpaper-984310369">Devianart</a>)</figcaption></figure>



<p>Selain itu, Penulis juga pernah mencoba platform Yu-Gi-Oh! yang tersedia secara <em>online</em>, walau seringnya cuma melawan adiknya, karena kemampuan Penulis tidak cukup hebat untuk bertanding dengan orang lain. Melalui platform ini, Penulis jadi belajar tentang metode <em>summon </em>yang baru-baru.</p>



<p>Pertama ada <strong>Synchro Summon,</strong> yang intinya membutuhkan monster Tuner untuk memanggilnya. Lalu tak lama ada juga<strong> XYZ Summon</strong>, yang intinya membutuhkan beberapa monster dengan level yang sama untuk digabungkan. Sampai sini masih bisa dipahami.</p>



<p>Nah, begitu masuk<strong> Pendulum Summon</strong>, Penulis memutuskan untuk mengangkat bendera putih. Penulis sudah tak mampu mengikutinya lagi. Apalagi sekarang ada <strong>Link Summon</strong> yang makin membuat Penulis malas untuk mengikuti permainan kartu Yu-Gi-Oh!.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Yu-Gi-Oh! jelas telah mewarnai masa kecil dan remaja Penulis, baik lewat komik maupun permainan kartunya. Oleh karena itu, hingga sekarang pun Penulis sesekali masih menonton konten Yu-Gi-Oh! di internet sebagai obat kangen.</p>



<p>Apalagi, gara-gara Yu-Gi-Oh!-lah Penulis jadi menyukai permainan TCG (<em>Trading Card Game</em>). Ada banyak judul lain yang pernah Penulis mainkan, mulai dari Duel Monster, Magic: The Gathering, Hearthstone, Pokemon TCG, hingga Marvel Snap. Tentu, semuanya tidak ada yang benar-benar Penulis kuasai!</p>



<p>Oleh karena itu, Yu-Gi-Oh! selalu punya tempat spesial dalam hidup Penulis, meskipun sudah tidak pernah bermain atau mengikuti permainannya lagi. Mungkin suatu hari Penulis akan mencetak kartu Yu-Gi-Oh! sendiri untuk melawan <em>deck </em>Elemental Hero milik adiknya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 11 Juli 2024, terinspirasi setelah banyak menonton konten Yu-Gi-Oh!</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.yugioh-card.com/eu/news/">Yu-Gi-Oh!</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/yu-gi-oh-komik-duel-kartu-dan-nostalgianya/">Yu-Gi-Oh!: Komik, Duel Kartu, dan Nostalgianya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/yu-gi-oh-komik-duel-kartu-dan-nostalgianya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
