<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ejekan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/ejekan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/ejekan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Oct 2019 11:19:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>ejekan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/ejekan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mereka Bilang Saya Banci</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/mereka-bilang-saya-banci/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Oct 2019 11:02:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[banci]]></category>
		<category><![CDATA[berdamai]]></category>
		<category><![CDATA[bully]]></category>
		<category><![CDATA[ejekan]]></category>
		<category><![CDATA[masa lalu]]></category>
		<category><![CDATA[masa SD]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2941</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gara-gara sebuah mimpi, penulis jadi teringat masa-masa SD-nya. Sayang, yang teringat justru hal-hal buruk seperti ejekan yang tersemat pada penulis. Selama ini, penulis menganggapnya sebagai aib dan berusaha menguburnya dalam-dalam. Akan tetapi, penulis sadar bahwa sampai kapan pun kita tidak akan bisa melupakannya. Banci, Bencong, dan Perawan Waktu SD dulu, penulis merupakan tipe murid yang kuper dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mereka-bilang-saya-banci/">Mereka Bilang Saya Banci</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Gara-gara sebuah mimpi, penulis jadi teringat masa-masa SD-nya. Sayang, yang teringat justru hal-hal buruk seperti ejekan yang tersemat pada penulis.</p>
<p>Selama ini, penulis menganggapnya sebagai aib dan berusaha menguburnya dalam-dalam. Akan tetapi, penulis sadar bahwa sampai kapan pun kita tidak akan bisa melupakannya.</p>
<h3>Banci, Bencong, dan Perawan</h3>
<p>Waktu SD dulu, penulis merupakan tipe murid yang <em>kuper </em>dan susah bergaul. Bisa dibilang, penulis tidak memiliki teman dekat ketika SD. Penulis juga tipe murid yang dengan mudah namanya akan dilupakan oleh guru-guru.</p>
<p>Oleh beberapa teman SD, penulis sering dipanggil dengan sebutan <em><strong>banci</strong>, <strong>bencong</strong>, <strong>perawan</strong></em>, dan lain sebagainya. Penulis benar-benar membenci sebutan tersebut, karena mana ada anak laki-laki yang senang dipanggil demikian?</p>
<p>Selain panggilan tersebut, penulis juga kerap dipanggil <strong><em>becak </em></strong>atau versi bahasa Inggrisnya, <strong><em>pedicap</em></strong>. Untuk yang dua ini, penulis tidak terlalu memasukkannya ke dalam hati dan menganggapnya sebagai bahan canda.</p>
<p>Penulis sendiri sampai sekarang tidak memahami dari mana ejekan-ejekan tersebut muncul. Mungkin, karena penulis termasuk anak yang lelet dan <em>klemak-klemek</em>. Apakah penulis dulu kemayu? Rasanya tidak, tapi entah jika yang lain melihatnya seperti itu.</p>
<p>Alasan lain yang mungkin adalah karena dulu penulis sangat penakut dan pengecut. Apalagi, penulis juga termasuk lemah dan super payah di bidang olahraga.</p>
<p>Mungkin juga karena penulis termasuk murid yang pelit dalam memberikan contekan. Penulis sangat idealis waktu itu, hingga lulus pun tak pernah melakukannya karena menganggap hal tersebut adalah tindakan yang buruk.</p>
<p>Hingga sekarang, jika penulis tanpa sengaja bertemu dengan teman-teman SD yang dulu kerap memanggil dengan ejekan-ejekan tersebut, penulis akan langsung menundukkan kepala dan pura-pura tidak melihat.</p>
<p>Entah kenapa, rasa trauma dan takut itu susah dihilangkan, bahkan ketika sudah dewasa. Pengalaman tersebut bisa menjadi alasan mengapa penulis kesusahan membina hubungan dengan orang baru.</p>
<h3>Berdamai dengan Masa Lalu</h3>
<p>Karena sudah berusia 25 tahun, penulis sering melontarkan pertanyaan-pertanyaan kepada dirinya sendiri. Penulis terus mencari alasan-alasan apa yang membuat penulis berada di titik yang sekarang.</p>
<p>Jika pembaca memperhatikan, tulisan di <em>Whathefan </em>akhir-akhir ini banyak berhubungan dengan diri penulis. Hal itu terjadi karena penulis sering melakukan kontemplasi untuk menemukan jawaban dari berbagai pertanyaan yang muncul.</p>
<p>Terkadang, penulis ingin mencaci maki dirinya sendiri di masa lalu yang berbuat bodoh dan sudah membuang waktu-waktunya. Jika dibuat menjadi buku, mungkin ada lebih dari 100 lembar penyesalan yang akan tertulis di sana.</p>
<p>Terkadang, penulis juga menyalahkan keadaan yang sudah ataupun yang sedang dihadapi. Padahal, semua yang terjadi dalam hidup ini sejatinya sudah ditakdirkan dan pasti memiliki alasan mengapa harus terjadi.</p>
<p>Terkadang, penulis juga menyalahkan keterbatasan yang penulis miliki. Padahal, banyak orang dengan keterbatasan yang lebih banyak bisa lebih baik dari penulis. Kita saja yang ingin mencari kambing hitam.</p>
<p>Sekarang penulis sadar bahwa kita selalu memiliki pilihan. <strong>Mau terus terjerat masa lalu atau perlahan melangkahkan kaki ke depan?</strong></p>
<p>Penulis belum bisa <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/mencintai-diri-sendiri/">mencintai dirinya sendiri</a>. Akan tetapi, penulis ingin melakukannya. Bertahap. Hal pertama yang bisa penulis lakukan adalah menerima dirinya sendiri. Salah satu caranya adalah berdamai dengan masa lalu.</p>
<p>Salah satu luka masa lalu yang paling dalam adalah ejekan-ejekan yang sudah penulis sebutkan di atas. Penulis sangat malu dengan ejekan tersebut sehingga menjadi pribadi yang cenderung <a href="https://whathefan.com/karakter/bukan-sombong-tapi-minder/">penutup dan minder</a>.</p>
<p>Oleh karena itu, penulis berusaha untuk menerimanya sebagai kenyataan bahwa kejadian-kejadian di atas memang pernah terjadi dan pasti membawa sebuah hikmah untuk penulis.</p>
<p>Dengan demikian, penulis bisa selangkah demi selangkah melangkahkan kaki ke masa depan tanpa terbebani masa lalu.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Ada sebuah istilah psikologi <em>hyper sensitive person </em>HSP. Secara sederhana, istilah tersebut menggambarkan kondisi seseorang yang lebih sensitif, baik indra maupun perasaannya.</p>
<p>Ketika mencoba tes di situs resminya, dikatakan bahwa orang yang HSP akan mendapatkan nilai minimal 14. Mau tahu berapa nilai penulis? <strong>24</strong>! Tentu harus dibuktikan dengan pergi ke psikiater, tapi ini bisa menjadi patokan kalau penulis termasuk orang yang sensitif.</p>
<p>Mungkin bagi sebagian anak, bentuk <em>bully </em>secara verbal akan mudah dilupakan dan dijadikan bahan bercanda ketika sudah dewasa. Mental penulis tidak setangguh itu. Penulis sangat terpengaruh dengan kata-kata itu.</p>
<p>Untungnya, apa yang diucapkan teman-teman waktu SD tidak terjadi ketika penulis beranjak dewasa. Penulis tidak menjadi banci ataupun bencong, walaupun memang masih perawan (baca: perjaka).</p>
<p>Biarlah luka tersebut menjadi kenangan dan bagian dari perjalanan kehidupan penulis. Penulis sudah menerimanya sebagai kenyataan, bukan lagi aib yang harus ditutup-tutupi.</p>
<p>Semoga artikel ini bisa menginspirasi pembaca yang memiliki pengalaman serupa 🙂</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 27 Oktober 2019, terinspirasi setelah bermimpi teman-teman sekolah semasa SD</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@kj2018">Kat J</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mereka-bilang-saya-banci/">Mereka Bilang Saya Banci</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
