<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fanatik Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/fanatik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/fanatik/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Feb 2020 13:14:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>fanatik Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/fanatik/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Idolaku Adalah Milikku, Bukan Milikmu</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2020 16:24:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[fanatik]]></category>
		<category><![CDATA[fans]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[kencan]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[public figure]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3420</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kemarin pagi ada reply dari story Instagram Penulis yang memasang foto pernikahan Isyana dan suaminya. Ia bertanya, apa yang dirasakan oleh seorang fans jika melihat idolanya menikah dengan orang lain. Karena Penulis bukan fans fanatik yang bakal galau tujuh hari tujuh malam ketika melihat idolanya berada di pelaminan, Penulis tidak tahu pasti mengenai jawabannya. Hanya saja, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu/">Idolaku Adalah Milikku, Bukan Milikmu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin pagi ada <em>reply </em>dari <em>story </em>Instagram Penulis yang memasang foto pernikahan Isyana dan suaminya. Ia bertanya, apa yang dirasakan oleh seorang fans jika melihat idolanya menikah dengan orang lain.</p>
<p>Karena Penulis bukan fans fanatik yang bakal galau tujuh hari tujuh malam ketika melihat idolanya berada di pelaminan, Penulis tidak tahu pasti mengenai jawabannya.</p>
<p>Hanya saja, Penulis memiliki beberapa asumsi dari pengamatan pribadi mengenai fenomena di mana fans marah, hancur, pedih ketika melihat idolanya harus merajut asmara dengan orang lain.</p>
<h3>Ketika Cinta Tak Direstui</h3>
<p>Pada topik kali ini, Penulis akan mengambil contoh dari idola-idola Korea Selatan khususnya dari dunia K-Pop. Alasannya sederhana, banyak sekali contoh nyata mengenai ketidakrestuan fans ketika idolanya berkencan atau menikah dengan pasangannya.</p>
<div id="attachment_3424" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3424" class="size-large wp-image-3424" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3424" class="wp-caption-text">Sungmin dan Kim Sa-eun (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.youtube.com/watch?v=r0j1ICr_TUA" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjBpIXVoLjnAhV1ILcAHU35AXoQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">YouTube</span></a>)</p></div>
<p>Mungkin yang paling Penulis ingat adalah kasus <strong>Sungmin Super Junior</strong>. Ia kini vakum dari <em>boyband </em>yang membesarkan namanya tersebut karena boikot dari para fans.</p>
<p>Apa sebabnya? Karena ia memutuskan untuk menikah dengan wanita yang ia cintai, <strong>Kim Sa Eung</strong>, pada tahun 2014. Banyak fans yang tidak siap mental dengan keadaan ini. Mereka seolah tak bisa menerima kenyataan tersebut.</p>
<div id="attachment_3430" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3430" class="size-large wp-image-3430" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3430" class="wp-caption-text">Taeyeon dan Baekhyun (<a class="o5rIVb a-no-hover-decoration irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=images&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwi-5IWOqLjnAhUO6XMBHU_gDNEQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Finikpop.com%2F15-pasangan-idols-yang-mungkin-tak-kamu-ketahui-pernah-pacaran-sebelumnya-part-2%2F&amp;psig=AOvVaw2ASv2wdtzgOAwFfPuqlPBc&amp;ust=1580919993471105" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi-5IWOqLjnAhUO6XMBHU_gDNEQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">iniKpop</span></a>)</p></div>
<p>Kasus lainnya dialami oleh <strong>Taeyeon SNSD </strong>dan <strong>Baekhyun EXO</strong>. Pada saat mereka berkencan (sekitar tahun 2014), SNSD sudah berada di puncak popularitas dan EXO sedang merintis karir mereka.</p>
<p>Banyak fans EXO menganggap Baekyhyun telah mengkhianati mereka. Penulis sendiri tidak tahu mengapa mereka merasa seperti itu, mungkin karena Baekhyun pernah berjanji untuk tidak kencan dengan siapapun terlebih dahulu.</p>
<p>Tidak tanggung-tanggung, muncul petisi dari fans yang menginginkan Baekyun keluar dari <em>boyband </em>tersebut, meskipun hingga sekarang yang bersangkutan masih menjadi anggota EXO.</p>
<p><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pembunuh-bernama-netizen/">Almarhumah </a><strong><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pembunuh-bernama-netizen/">Sulli f(x)</a> </strong>juga pernah mendapatkan hujatan ketika berpacaran dengan seorang laki-laki yang jauh lebih tua darinya. Sebagai salah satu member paling populer, ia dianggap tidak memedulikan perasaan fans.</p>
<h3>Ketika Cinta Direstui</h3>
<p>Walaupun begitu, ternyata ada juga pasangan idola Korea yang mendapatkan restu dari fans. Contohnya adalah <strong>Yoona SNSD</strong> dan <strong>Lee Seung-gi </strong>yang dianggap cocok satu sama lain oleh para fans, meskipun pada akhirnya mereka berdua harus berpisah jalan.</p>
<div id="attachment_3425" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3425" class="size-large wp-image-3425" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3425" class="wp-caption-text">Yoona dan Lee Seung-gi (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.wattpad.com/456795037-shall-we-marry-lee-seung-gi-yoona-lima" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjT7t3bpbjnAhWMcn0KHZzqDXsQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Wattpad</span></a>)</p></div>
<p>Ada juga <strong>Kai EXO</strong> yang dikabarkan pernah berpacaran dengan <strong>Krystal f(x) </strong>ataupun dengan <strong>Jennie Blackpink </strong>dalam waktu yang berbeda.</p>
<p>Sebelum Kai dan Krystal resmi berkencan, banyak fans yang menjodoh-jodohkan mereka berdua. Akan tetapi, Penulis menemukan sumber yang mengatakan ada kasus bunuh diri yang diakibatkan oleh hubungan tersebut.</p>
<p>Di sisi lain saat bersama Jennie (yang fotonya bocor pada tahun 2019 lalu), fans juga banyak yang mendukung mereka walau ada juga yang menentangnya.</p>
<div id="attachment_3427" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3427" class="size-large wp-image-3427" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3427" class="wp-caption-text">Song-Song Couple (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.kapanlagi.com/korea/song-song-couple-bercerai-pengacara-ungkap-berkas-perceraian-telah-masuk-pengadilan-9989da.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiU1rbkpbjnAhVJXn0KHV0KAdcQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">KapanLagi.com</span></a>)</p></div>
<p>Bahkan, pernikahan antara <strong>Song Jong-ki</strong> dan <strong>Song Hye-kyo</strong> dianggap terjadi karena dorongan fans yang berharap mereka menjadi pasangan sungguhan di dunia nyata. Sayangnya, umur pernikahan tersebut tidak bertahan lama.</p>
<h3>Kenapa Bisa Seperti Itu?</h3>
<p>Sebenarnya tidak semua pasangan idol akan dibenci ataupun didukung sepenuhnya oleh para fansnya. Pasti lebih banyak kasus di mana orang-orang terbelah menjadi dua kubu, yang pro dan yang kontra.</p>
<div id="attachment_3428" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3428" class="size-large wp-image-3428" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3428" class="wp-caption-text">Suzy dan Minho ()</p></div>
<p>Ketika aktris cantik <strong>Bae Suzy </strong>berkencan dengan <strong>Lee Min Ho</strong>, banyak yang merestui hubungan tersebut karena keduanya terlihat serasi. Walaupun begitu, tidak sedikit fans dari kedua belah pihak yang tidak bisa menerimanya.</p>
<p>Ada juga <strong>Heechul Super Junior</strong> dan <strong>Momo Twice</strong> yang jarak usianya dianggap terlalu jauh, walau tak sedikit yang mendukung mereka berdua. Bahkan kisah Kai dan Jennie dikabarkan tidak disetujui oleh beberapa pihak.</p>
<p>Menjadi seorang <em>public figure </em>memang memiliki konsekuensi kehidupan kita akan di utak-atik oleh khalayak ramai. Apapun yang kita lakukan seolah dipantau oleh CCTV yang tak kasat mata.</p>
<p>Walaupun begitu, mereka tetaplah manusia biasa yang berhak untuk mencintai dan dicintai. Bagi mereka, aktivitas normal tersebut bisa menjadi sangat berisiko jika sudah dihadapkan dengan para fans.</p>
<p>Bagi beberapa fans garis keras (sering disebut sebagai <em><b>sasaeng</b></em>), seorang idola merupakan obsesi bahkan sumber kehidupan mereka. Imajinasi sering mereka ciptakan di dalam kepala untuk membuat mereka merasa hidup.</p>
<p>Kencan dan pernikahan sang idola akan merusak kenyamanan tersebut. Mereka khawatir sang idola akan fokus kepada pasangannya dan melupakan para fans yang sudah menemaninya selama ini.</p>
<p>Beruntung jika pasangan mereka bisa diterima dengan baik. Jika tidak? Alamat karir bisa anjlok karena tidak ada yang tertarik dengannya lagi.</p>
<p>Apalagi, banyak fans yang melakukan justifikasi apakah seseorang layak atau tidak menjadi kekasih idolanya. Hal ini aneh, mengingat kebanyakan fans sebenarnya tidak benar-benar kenal dengan idola ataupun pasangannya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Bagi sebagian orang, seorang idola haruslah menjadi milik bersama, bukan menjadi milik seseorang saja. Idola bisa menjadi idola berkat kehadiran fans, sehingga mereka merasa berhak untuk melakukan hal tersebut.</p>
<p>Sebenarnya mengidolakan orang lain sama sekali tidak masalah. Hanya saja, jika sampai berlebihan sampai muncul rasa memiliki yang posesif juga kurang baik.</p>
<p>Para <em>public figure </em>juga berhak memiliki kehidupan pribadi mereka, walaupun risiko untuk diuntit akan selalu ada. Menurut Penulis, fans sejati seharusnya akan mendahulukan kebahagiaan sang idola dibandingkan ego mereka sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Note: Mohon maaf jika ada kesalahan data ataupun fakta di atas</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 4 Februari 2020, terinspirasi dari sebuah pertanyaan teman di Instagram</p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://www.koreaboo.com/stories/kpop-idol-dating-scandals-acceptance-real-reasons/">Koreaboo</a>, <a href="https://www.jazminemedia.com/2019/09/kpop-idols-who-paid-a-heavy-price-for-falling-in-love/">Jazzmine Media</a>, <a href="https://www.quora.com/Why-are-K-pop-fans-against-their-idols-marrying-dating">Quora</a>, <a href="https://www.allkpop.com/forum/threads/if-idols-were-open-about-their-dating-life-will-fans-stop-being-delucional.72150/">Allkpop</a>, <a href="https://www.kpopmap.com/why-dating-is-so-complicated-in-kpop/">Kpop Map</a>,</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu/">Idolaku Adalah Milikku, Bukan Milikmu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fenomena Bucin</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-bucin/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-bucin/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2019 00:43:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bucin]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[fanatik]]></category>
		<category><![CDATA[fans]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[hujat]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2042</guid>

					<description><![CDATA[<p>Istilah bucin bisa dibilang sedang booming saat ini. Merupakan kepanjangan dari budak cinta, kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlalu berkorban demi menyenangkan pasangannya. Kita tentu sering melihat orang-orang yang rela mengurangi waktu kebersamaan bersama teman maupun keluarga demi sang kekasih. Lebih dari itu, mereka seolah rela melakukan apa saja yang diminta dan patuh terhadap segala perintah yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-bucin/">Fenomena Bucin</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Istilah <strong>bucin </strong>bisa dibilang sedang <em>booming </em>saat ini. Merupakan kepanjangan dari <em>budak cinta</em>, kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang <a href="http://whathefan.com/renungan/cinta-tak-perlu-merasa-berkorban/">terlalu berkorban</a> demi menyenangkan pasangannya.</p>
<p>Kita tentu sering melihat orang-orang yang rela mengurangi waktu kebersamaan bersama teman maupun keluarga demi sang kekasih. Lebih dari itu, mereka seolah rela melakukan apa saja yang diminta dan patuh terhadap segala perintah yang dititahkan.</p>
<p>Nah, kata bucin tersebut bagi penulis telah mengalami perluasan makna. Bukan hanya kepada pacar (karena tidak semua orang memilikinya), tetapi bisa juga mem<em>bucin</em>kan diri ke idola. Fenomena inilah yang akan penulis bahas kali ini.</p>
<h3>Definisi Bucin</h3>
<p>Penulis tidak menyalahkan orang-orang yang mengidolakan individu ataupun grup tertentu. Penulis sendiri juga memiliki idola. Namun, yang menjadi permasalahan adalah ketika tingkat mengidolakan seseorang ini mencapai tahap yang <a href="http://whathefan.com/sosialpolitik/akar-fanatisme-membabi-buta/">terlalu fanatik</a>.</p>
<p>Dari hasil wawancara kepada seseorang yang mengaku bucin kepada salah satu <em>boyband </em><a href="http://whathefan.com/musikfilm/%EB%A6%AC%EC%8C%8D-%ED%9E%99%ED%95%A9-%EB%93%80%EC%98%A4-%EC%BD%94%EB%A6%AC%EC%95%84/">Korea</a>, penulis mencari tahu apa penyebab para bucin mem<em>bucin</em>kan diri kepada idolanya dan apa saja yang membuat seseorang menjadi bucin.</p>
<div id="attachment_2045" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2045" class="size-large wp-image-2045" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Super-Junior-1024x576.jpg" alt="" width="800" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Super-Junior-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Super-Junior-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Super-Junior-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Super-Junior.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2045" class="wp-caption-text">Idol Korea (Pusat Informasi Anti Hoax)</p></div>
<p>Yang pertama, jelas karena suka dengan mereka, baik karena faktor wajah, suara yang memikat, dan lain sebagainya. Untuk contoh yang lebih ekstrem, para bucin merasa telah &#8220;diselamatkan&#8221; oleh lagu-lagu yang dibawakan oleh idola mereka.</p>
<p>Ada juga alasan karena menghargai perjuangan yang telah ditempuh idola mereka demi meraih puncak popularitas. Penulis mengiyakan pendapat ini karena tahu, meskipun secara tidak langsung, bagaimana para <em>public figure </em>terutama di Korea harus menjalani <em>training </em>selama bertahun-tahun.</p>
<p>Para bucin ini memiliki ciri-ciri tertentu. Salah satu yang paling kentara adalah terlalu sering mengunggah foto idola mereka di <a href="http://whathefan.com/karakter/media-sosial-sebagai-tempat-pelampiasan-emosi/">media sosial</a> yang dimiliki. Hal ini (mungkin) membuat teman-temannya yang bukan bucin merasa risih.</p>
<p>Sering juga ketika idola mereka berulangtahun, mereka akan mengucapkan selamat ulang tahun dengan begitu antusias seolah pesan mereka benar-benar akan dibaca. Tentu hal tersebut menjadi miris jika hal yang sama tidak dilakukan kepada orang-orang terdekat, terutama keluarga.</p>
<h3>Sensitivitas Bucin</h3>
<p>Salah satu hal yang mengerikan dari bucin adalah betapa galaknya mereka jika idola mereka dihujat. Mereka akan berdiri di garda terdepan jika ada yang berani berkata buruk terhadap idola yang dipujinya.</p>
<p>Mereka akan mengeluarkan berbagai pembelaan demi melindungi harga diri idola mereka. Contohnya, betapa orang-orang yang menghujat tersebut tidak memahami perjuangan idolanya demi bisa meraih kesuksesan.</p>
<p>Dan itu tidak salah.</p>
<div id="attachment_2047" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2047" class="size-large wp-image-2047" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/12302034_f520-1024x701.jpg" alt="" width="800" height="548" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/12302034_f520-1024x701.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/12302034_f520-300x205.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/12302034_f520-768x526.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/12302034_f520-130x90.jpg 130w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/12302034_f520.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2047" class="wp-caption-text">Berkata Buruk (Rebel Circus)</p></div>
<p>Menghujat, dalam bentuk apapun, adalah salah. Mengatakan semua orang Korea melakukan operasi plastik tentu kejam, karena pada kenyataannya tidak seperti itu. Memang banyak yang melakukan oplas, tapi banyak juga idola Korea yang sudah tampan maupun cantik sejak lahir.</p>
<p>Mungkin kita sering tak habis pikir bagaimana para bucin bisa begitu mencintai idolanya. Akan tetapi, berkata buruk juga tidak akan membantu kita untuk memahami mereka.</p>
<p>Yang bisa kita lakukan adalah berusaha menghargai mereka. Andai kata tindakan mereka dirasa telah melampaui batas, kita ingatkan secara perlahan tanpa adanya unsur menyebar kebencian.</p>
<p>Untuk para bucinnya sendiri, juga jangan terlalu galak. Jika ada yang menghujat idola kalian, terangkan secara baik-baik bahwa apa yang mereka katakan itu tidak bermanfaat dan merugikan diri mereka sendiri.</p>
<p>Seandainya kedua belah pihak bisa menahan diri dengan baik, tentu perdebatan kusir yang kerap kali terjadi di media sosial bisa berkurang.</p>
<h3>Tingkat Bucin yang Berbahaya</h3>
<p>Bicara soal melampaui batas, ada yang membuat penulis mengelus dada ketika memperhatikan para bucin ini. Beberapa bucin terkadang melakukan suatu hal ekstrem yang meresahkan orang lain, termasuk pujaannya sendiri.</p>
<p>Salah satu hal yang mengejutkan penulis adalah ketika mengetahui ada penggemar wanita yang melemparkan <em>Breast Holder</em> alias <strong>BH </strong>kepada idolanya ketika menggelar konser.</p>
<div id="attachment_2044" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2044" class="size-large wp-image-2044" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/635760317085038089-1671254765_nyc-live-28-1024x576.jpg" alt="" width="800" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/635760317085038089-1671254765_nyc-live-28-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/635760317085038089-1671254765_nyc-live-28-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/635760317085038089-1671254765_nyc-live-28-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/635760317085038089-1671254765_nyc-live-28.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2044" class="wp-caption-text">Konser Idola (Odyssey)</p></div>
<p>INI APA MAKSUDNYA COBA?</p>
<p>Penulis benar-benar tidak memahami tujuan dari tindakan tersebut. Yang jelas, bagi penulis orang-orang yang berbuat demikian telah menjatuhkan harga diri mereka sedemikian rendahnya.</p>
<p>Selain itu, seperti yang sudah disebutkan pada tulisan <a href="http://whathefan.com/karakter/racun-literasi-pada-platform-digital/">Racun Literasi Pada Platform Digital</a>, banyak fans usia sekolah yang membuat cerita fantasi seks dengan membuat idolanya menjadi subyek. Mereka menulis dan menyebarkannya di ruang publik secara gratis.</p>
<p>Mirisnya, <em>fans fiction</em> tersebut laris manis dan dibaca ratusan ribu hingga jutaan kali. Penulis akan membantah dengan keras jika ada yang bilang hal tersebut merupakan bentuk kreativitas. Yang ada, itu merupakan bentuk pelampiasan nafsu kepada sang idola.</p>
<p>Bagi penulis, bucin seperti inilah yang <em>toxic</em>. Mereka bisa meracuni orang lain dengan aktivitas negatif yang mereka lakukan. Bucin seperti inilah yang butuh pencerahan entah dari siapa yang bisa menyadarkan mereka.</p>
<h3>Pencurahan Cinta yang Kurang Tepat</h3>
<p>Poin-poin yang telah disebutkan di atas membuat penulis membuat hipotesis dangkal. Para bucin mencurahkan cinta mereka ke idola (secara berlebihan) karena di sekeliling mereka merasa <strong>tidak ada orang yang layak dicintai dengan baik</strong>, entah karena memang tidak ada atau tidak sadar.</p>
<div id="attachment_2046" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2046" class="size-large wp-image-2046" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1529180979161-06b8b6d6f2be-1024x683.jpg" alt="" width="800" height="534" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1529180979161-06b8b6d6f2be-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1529180979161-06b8b6d6f2be-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1529180979161-06b8b6d6f2be-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1529180979161-06b8b6d6f2be.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2046" class="wp-caption-text">Lebih Layak Dicintai (Mike Scheid)</p></div>
<p>Tentu tidak semua seperti itu, ada juga yang mem<em>bucin</em>kan diri sebagai pelampiasan keadaan semata, ada juga yang sekadar suka tanpa perlu alasan lebih lanjut. Akan tetapi, penulis yakin ada orang-orang yang merasa seperti itu.</p>
<p>Seandainya hipotesis tersebut benar, tentu penulis akan merasa prihatin. Jika kita sadar, sebenarnya kita dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi kita sehingga lebih layak untuk kita cintai. Tidak perlu pacar, tengoklah keluarga dan teman-teman kita.</p>
<p><em>&#8220;Tapi aku memang enggak punya orang yang layak dicintai. Aku sering bertengkar sama orangtua, di sekolah juga enggak punya teman yang ngertiin aku!&#8221;</em></p>
<p>Jika demikian, coba <a href="http://whathefan.com/renungan/hikayat-kontemplasi/">tengok ke dalam diri</a> terlebih dahulu. Mungkin ada yang salah dengan diri kita sehingga orang-orang berlaku demikian. Jika merasa tidak ada yang salah, setidaknya kamu masih punya <a href="http://whathefan.com/renungan/bagaimana-tuhan-diciptakan/">Tuhan</a>. Berdoalah, karena Tuhan tentu lebih mendengar daripada idolamu.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Bolehkan mem<em>bucin</em>kan diri? Tidak ada yang salah dengan mengidolakan orang lain, selama tidak berlebihan hingga melanggar norma-norma tertentu.</p>
<p>Kita yang merasa bukan bucin, harus berusaha menghargai mereka yang merasa bucin. Yang merasa bucin, harus menerima secara lapang dada apabila diingatkan oleh yang merasa bukan bucin.</p>
<p>Seandainya sikap saling menghargai tersebut dipelihara oleh masing-masing dari kita, tentu hidup rukun bukan lagi menjadi hal yang susah untuk digapai.</p>
<p>Terakhir, sebelum mencintai orang yang bahkan tidak tahu kita ada, alangkah baiknya kita memperhatikan orang-orang yang berada di dekat kita. Mereka lebih layak mendapatkan cinta kita daripada orang yang berada jauh di sana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 16 Januari 2019, terinspirasi dari fenomena bucin yang tengah terjadi pada generasi pemuda Indonesia</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.koreaboo.com/lists/list-things-never-kpop-concert-remember/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiKmufT_vDfAhVJqI8KHa-TAO0QjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Koreaboo</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-bucin/">Fenomena Bucin</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-bucin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memilih Pemimpin dengan Kedewasaan Berpolitik</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Aug 2018 08:53:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[fanatik]]></category>
		<category><![CDATA[kedewasaan]]></category>
		<category><![CDATA[memilh]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[pendukung]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[ricuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1124</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Terlepas dari siapapun para calon, ditunggu perang program dan gagasan-gagasannya. Perang hal-hal konkrit. Udah capek sama hal-hal yang superficial dan berbau identitas.” Itu merupakan tweet dari teman penulis yang sedang melanjutkan studi S2nya di Belanda, mengomentari tentang suasana politik Indonesia yang semakin memanas ini. Penulis menyepakati idenya tersebut, dan berkembang menjadi tulisan ini. Entah apa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/">Memilih Pemimpin dengan Kedewasaan Berpolitik</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>“Terlepas dari siapapun para calon, ditunggu perang program dan gagasan-gagasannya. Perang hal-hal konkrit. Udah capek sama hal-hal yang superficial dan berbau identitas.</em>”</p>
<p>Itu merupakan <em>tweet </em>dari teman penulis yang sedang melanjutkan studi S2nya di Belanda, mengomentari tentang suasana politik Indonesia yang semakin memanas ini. Penulis menyepakati idenya tersebut, dan berkembang menjadi tulisan ini.</p>
<p>Entah apa penyebabnya, tapi beberapa tahun terakhir, suasana politik di Indonesia rasa-rasanya semakin keruh. Demokrasi sehat yang diharapkan oleh para pejuang reformasi seolah tak terjadi.</p>
<p>Keberadaan media sosial (penulis merasa menjadi terlalu sering menyalahkan keberadaan media sosial) bisa jadi menjadi salah satu penyebabnya. Penyebaran informasi yang bisa terjadi begitu cepat tanpa adanya proses validasi menyebabkan <em>black campaign </em>tumbuh dengan subur.</p>
<p>Masyarakat kini cenderung memilih berdasarkan siapanya, bukan berdasarkan apanya (Baca juga: <a href="http://whathefan.com/2018/01/19/ketika-demokrasi-menjadi-subyektif/">Ketika Demokrasi Menjadi Subyektif</a>). Kita menjadi pendukung yang fanatik, seolah menutup mata dari kekurangan orang yang kita dukung (Baca juga: <a href="http://whathefan.com/2018/05/25/akar-fanatisme-membabi-buta/">Akar Fanantisme Membabi Buta</a>).</p>
<div id="attachment_1134" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1134" class="size-large wp-image-1134" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash-1024x684.jpg" alt="" width="1024" height="684" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash-1024x684.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash-768x513.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash-356x238.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash.jpg 1504w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1134" class="wp-caption-text">Jangan Menutup Mata (Photo by maxime caron on Unsplash)</p></div>
<p>Sebaliknya, kita juga menutup mata terhadap kebaikan orang yang menjadi lawan politik orang yang kita dukung. Ketika mereka melakukan keburukan sejelek apapun itu, hujatan muncul dari bibir kita.</p>
<p>Jelas bukan demokrasi seperti ini yang kita harapkan dengan penggulingan mantan presiden Soeharto. Kita mengharapkan demokrasi yang obyektif dan menghargai pilihan orang lain.</p>
<p>Mungkin ada beberapa pemilih yang mempercayai aturan yang tertulis di agamanya (termasuk penulis), namun ada juga yang mempercayai tafsir lain. Penulis tidak mempersalahkan hal tersebut selama mereka juga menghargai pilihan penulis.</p>
<p>Setelah pengumuman calon presiden dan wakilnya, penulis menyimak berbagai <em>timeline </em>di media sosial, mulai Twitter, Instagram hingga Line Today. Penulis membaca media yang pro petahana, pro penantang, dan netral (kalau masih ada). Ini penulis lakukan agar dapat melakukan penilaian yang tidak berat sebelah, meskipun suara penulis hanya bernilai satu, sama dengan suara yang dimiliki pemilih lainnya.</p>
<p>Jujur, sekarang penulis belum bisa menentukan pilihan, walaupun ada kecondongan terhadap salah satu pasangan capres-cawapres. Penulis masih menantikan manuver-manuver politik yang akan mereka lakukan. Selain itu, debat-debat antara calon juga menjadi salah satu hal yang penulis nantikan.</p>
<p><strong>Ributnya Para Pendukung</strong></p>
<p>Menyaksikan dinamika politik itu sebenarnya menarik. Banyak hal yang bisa berubah dengan sedemikian cepat, kadang terdapat <em>plot twist </em>yang tak disangka-sangka. <em>Sense</em>-nya sama dengan membaca novel detektif.</p>
<p>Banyak juga hal yang membuat kita gemas, lantas tertawa kecil. Apalagi jika bukan keributan yang dilakukan oleh antar pendukung di media sosial (lagi-lagi media sosial disalahkan).</p>
<p>Sebagai contoh, pendukung kubu penantang menagih janji-janji kubu petahana yang belum terealisasi. Pendukung kubu petahana bertanya balik, emang calon kalian udah ngapain aja? Calon gue udah kerja nyata.</p>
<p>Contoh lain, pendukung kubu petahana protes, ngurus provinsi aja belum becus, mau naik jadi cawapres. Pendukung kubu penantang menyerang balik, lah bukannya pilihan lu juga gitu dulu?</p>
<p>Isu agama pun juga menjadi menarik, karena dari yang penulis amati, pendukung kubu petahana seringkali menyuarakan “ulama jangan ikut berpolitik”. Sekarang, dengan pilihan cawapres petahana, pendukung kubu penantang menggunakannya sebagai senjata.</p>
<div id="attachment_1133" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1133" class="size-large wp-image-1133" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash-1024x683.jpg" alt="" width="1024" height="683" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash.jpg 1368w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1133" class="wp-caption-text">Ricuh di Dunia Maya (Photo by Hermes Rivera on Unsplash)</p></div>
<p>Keributan antar pendukung ini juga memiliki andil dalam memperkeruh suasana politik di Indonesia. Mereka pada akhirnya menyerang secara personal, bukan memberi kritik program-program yang ditawarkan oleh masing-masing calon.</p>
<p>Kedewasaan dalam berpolitik memang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bernegara yang menganut sistem demokrasi. Banyak yang menganggap, sebenarnya Indonesia belum siap melaksanakan demokrasi karena mentalnya yang belum siap kalah.</p>
<p>Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mengawal pesta demokrasi (siapa yang sejatinya berpesta?) ini dengan baik. Pilihlah calon yang menurut kita paling bisa membawa Indonesia menuju arah yang lebih baik.</p>
<p>Dan ingatlah kata-kata Aa Gym pada acara Indonesia Lawyer pada Selasa (7/8) kemarin, bahwa semuanya sudah ditakdirkan oleh Tuhan, semuanya sudah tertulis. Jadi yakinlah bahwa apapun hasilnya, merupakan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kayuringin, Bekasi, 11 Agustus 2018, terinspirasi dari <em>tweet </em>Aya, teman penulis yang sedang melanjutkan studi di Belanda.</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/IBWJsMObnnU?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Arnaud Jaegers</a> on <a href="https://unsplash.com/?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/">Memilih Pemimpin dengan Kedewasaan Berpolitik</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
