<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>galau Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/galau/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/galau/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Oct 2023 23:08:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>galau Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/galau/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Membaca Menikmati Kepergianmu</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/setelah-membaca-menikmati-kepergianmu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/setelah-membaca-menikmati-kepergianmu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Oct 2023 23:08:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Alfialghazi]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[galau]]></category>
		<category><![CDATA[melepaskan]]></category>
		<category><![CDATA[romansa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6931</guid>

					<description><![CDATA[<p>Melepaskan seseorang dari kehidupan kita bisa menjadi hal yang berat, entah karena kematian, pertengkaran, jarak, dan alasan lainnya. Keterikatan, banyaknya momen yang tercipta, adanya kebutuhan, menjadi beberapa alasan mengapa melepaskan menjadi berat Penulis pun merasakannya, sehingga secara iseng mencoba membeli buku karya Alfiaghazi berjudul Menikmati Kepergianmu yang satu ini. Padahal, biasanya tipe-tipe buku seperti ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/setelah-membaca-menikmati-kepergianmu/">Setelah Membaca Menikmati Kepergianmu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Melepaskan seseorang dari kehidupan kita bisa menjadi hal yang berat, entah karena kematian, pertengkaran, jarak, dan alasan lainnya. Keterikatan, banyaknya momen yang tercipta, adanya kebutuhan, menjadi beberapa alasan mengapa melepaskan menjadi berat</p>



<p>Penulis pun merasakannya, sehingga secara iseng mencoba membeli buku karya <strong>Alfiaghazi </strong>berjudul <strong><em>Menikmati Kepergianmu</em></strong> yang satu ini. Padahal, biasanya tipe-tipe buku seperti ini adalah yang paling jarang dibeli.</p>



<p>Namun, dengan tujuan &#8220;riset&#8221; dan merasa topik yang dibahas selaras dengan stoik (kepergian orang lain berada <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/hasil-itu-ada-di-luar-kendali-kita/">di luar kendali kita</a>), maka Penulis mencoba untuk membacanya dengan harapan lebih bisa mengendalikan dirinya ketika ada yang meninggalkan dirinya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku Menikmati Kepergianmu</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: <em>Menikmati Kepergianmu</em></li>



<li>Penulis: Alfiaghazi</li>



<li>Penerbit: Penerbit Sahima</li>



<li>Cetakan: Ketiga</li>



<li>Tanggal Terbit: 2022</li>



<li>Tebal: 194 halaman</li>



<li>ISBN: 978-602-6744-57-9</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Sinopsis Menikmati Kepergianmu</h2>



<p><em>Aku pernah takut menghadapi kepergian sebab cintaku sudah menancap terlalu dalam.</em></p>



<p><em>Namun sebanyak apa pun aku berkorban, sekuat apa pun aku mencoba bertahan, kepergian tetap tak pernah bisa terhindarkan.</em></p>



<p><em>Maka, bila sudah begitu, apalagi yang bisa aku lakukan selain menikmatinya? Sederas-derasnya hujan, kelak pasti akan reda juga.</em></p>



<p><em>Kepergianmu memang menyisakan luka, tapi yang membawaku kepada kebahagiaan yang sesungguhnya.</em></p>



<p><em>Sebab bagi orang yang terlalu mencintai sepertiku, patah hati adalah anugerah. </em></p>



<p><em>Darinya, aku mengerti ternyata sesakit itu berharap kepada sesuatu yang semu; manusia.</em></p>



<p><em>Yang terbaik, pilihan Allah.</em></p>



<h2 class="wp-block-heading">Isi Buku Menikmati Kepergianmu</h2>



<p><em>Menikmati Kepergianmu </em>berisikan tentang tulisan-tulisan pendek yang menurut Penulis tidak terlalu memiliki kesinambungan antara satu dengan yang lainnya. Artinya, Pembaca bisa membuka halaman secara acak tanpa perlu membaca halaman-halaman sebelumnya.</p>



<p>Topik yang dihadirkan pun seputar permasalahan percintaan, terutama tentang kegalauan penulis buku ini tentang melepaskan seseorang yang sangat dicintai. Kita akan dibuat merasakan betapa beratnya melakukan hal tersebut.</p>



<p>Tak jarang isi buku ini juga terasa seperti curahan hati sang penulis buku dengan menyelipkan kisah-kisah yang terasa benar-benar terjadi di kehidupannya. Yang jelas, Penulis merasa kalau buku ini lebih banyak menimbulkan perasaan pedih daripada motivasi untuk bangkit.</p>



<p>Di antara tulisan-tulisan pendek, ada banyak <em>quote </em>yang bisa jadi akan <em>related </em>dengan apa yang sedang dialami oleh pembacanya. Ada satu <em>quote </em>yang paling Penulis sukai dari buku ini, yakni:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Tidak ada cara pergi yang baik, semua selalu menyakitkan.&#8221;</p>
</blockquote>



<p>Mengingat jumlah halamannya yang sedikit dan terkadang tulisannya ada yang tidak sampai satu halaman, maka buku ini bisa diselesaikan dengan cepat. Apalagi, bahasa yang digunakan bukan bahasa puitis yang ambigu dan susah untuk dipahami.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Menikmati Kepergianmu</h2>



<p>Meskipun akan terasa <em>related</em> bagi sebagian pembacanya, Penulis justru merasakan kalau esensi yang ditawarkan pada bagian sinopsis tidak terlalu ditonjolkan, yakni tentang bagaimana kita seharusnya hanya berharap kepada Tuhan.</p>



<p>Penulis juga berharap kalau buku ini akan bisa membuat Penulis bisa menikmati kepergian orang-orang penting dalam hidupnya. Seperti yang sudah disinggung di atas, Penulis tidak bisa mengendalikan <a href="https://whathefan.com/rasa/kalau-mau-stay-ya-stay-kalau-mau-leave-ya-leave-bebas/">siapa-siapa yang mau <em>stay </em>di kehidupan Penulis</a>.</p>



<p>Alih-alih, buku ini lebih terasa kepada curhatan penulis buku yang ingin &#8220;mengomersialkan&#8221; kisahnya. Meskipun di belakang buku tertulis genre buku ini &#8220;Motivasi&#8221;, kenyataannya tidak banyak motivasi yang Penulis dapatkan.</p>



<p>Jika menengok kebiasaan manusia yang justru akan mendengarkan musik galau ketika sedang galau, maka buku galau ini pun bisa menjadi teman yang pas untuk bergalau ria. Namun, jika niat membaca ingin <em>uplifting</em>, jangan berharap terlalu banyak dari buku ini.</p>



<p>Jadi, jika Pembaca sedang galau dan memang sedang mencari bacaan galau, mungkin buku ini akan menjadi pilihan yang menarik. Apalagi, ada banyak <em>quote </em>yang bisa dijadikan sebagai <em>aesthetic story</em>.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 5/10</mark></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 24 Oktober 2023, terinspirasi setelah membaca <em>Menikmati Kepergianmu </em>karya Alfiaghazi</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/setelah-membaca-menikmati-kepergianmu/">Setelah Membaca Menikmati Kepergianmu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/setelah-membaca-menikmati-kepergianmu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
