<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Google Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/google/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/google/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Sep 2024 22:33:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Google Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/google/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apakah Mesin Pencari akan Tergantikan oleh Media Sosial?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/apakah-mesin-pencari-akan-tergantikan-oleh-media-sosial/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/apakah-mesin-pencari-akan-tergantikan-oleh-media-sosial/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[mesin pencari]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[tiktok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7831</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada hal menarik ketika Penulis berinteraksi dengan para Gen Z di sekitar Penulis. Kebetulan, sewaktu mengisi webinar yang diadakan minggu kemarin, pertanyaan yang menjadi judul artikel ini juga sempat ditanyakan ke Penulis. Penulis sebagai generasi Milenial terbiasa menggunakan Google dalam mencari informasi apapun, bahkan hingga muncul istilah Mbah Google dan term googling. Alasannya jelas, Google [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/apakah-mesin-pencari-akan-tergantikan-oleh-media-sosial/">Apakah Mesin Pencari akan Tergantikan oleh Media Sosial?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ada hal menarik ketika Penulis berinteraksi dengan para Gen Z di sekitar Penulis. Kebetulan, sewaktu mengisi webinar yang diadakan minggu kemarin, pertanyaan yang menjadi judul artikel ini juga sempat ditanyakan ke Penulis.</p>



<p>Penulis sebagai generasi Milenial terbiasa menggunakan Google dalam mencari informasi apapun, bahkan hingga muncul istilah Mbah Google dan <em>term googling</em>. Alasannya jelas, Google menyediakan hampir semua informasi yang kita butuhkan.</p>



<p>Namun, bagi Gen Z, ternyata pamor Google sebagai mesin pencari mulai pudar dan dikalahkan oleh <a href="https://whathefan.com/rasa/ketika-mencari-pasangan-menggunakan-standar-tiktok/">media sosial seperti TikTok</a>. Fenomena ini pun menimbulkan satu pertanyaan: <strong>apakah mesin pencari akan tergantikan oleh media sosial?</strong> </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Beda Mencari di Mesin Pencari dan Media Sosial</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045561-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7836" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045561-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045561-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045561-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045561.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">TikTok Sebagai Mesin Pencari (<a href="https://www.flick.social/learn/blog/post/how-to-search-on-tiktok">Flick</a>)</figcaption></figure>



<p>Disrupsi adalah hal yang biasa di dunia ini. Hampir tidak ada benda yang benar-bentar tak tergantikan. Selalu ada terobosan dan inovasi baru yang lebih efektif dan efisien, sehingga orang pun jadi beralih dan meninggalkan yang lama dan kuno.</p>



<p>Jauh sebelum Google muncul, mungkin orang mengandalkan buku, <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/benarkah-era-toko-buku-akan-segera-berakhir/">toko buku</a>, atau perpustakaan untuk mencari informasi. Nah, kini Google (dan mesin pencari lainnya seperti Bing) pun menghadapi ancaman yang sama.</p>



<p>Misal Penulis dan <em>circle</em>-nya ingin mencari rekomendasi kafe di Malang. Kalau Penulis akan mencari artikelnya di Google. Namun, teman Penulis yang Gen Z lebih memilih TikTok karena ditampilkan dalam bentuk audiovisual yang lebih menarik.</p>



<p>Tentu artikel dan konten video memiliki plus minusnya masing-masing. Google misalnya, bisa menjelaskan secara detail rekomendasi kafe yang diberikan lengkap beserta <em>map-</em>nya. Apalagi, ada banyak artikel yang akan disajikan oleh Google, sehingga kita akan mendapat banyak variasi.</p>



<p>Media sosial pun bisa memberikan informasi secara langsung yang dilengkapi dengan ulasan dari kreator kontennya. Dalam waktu sekian detik, kita sudah mendapatkan gambaran seperti apa rekomendasi tempat yang diberikan kepada kita.</p>



<p>Penulis sendiri sejujurnya tidak nyaman menggunakan media sosial sebagai pengganti Google, terutama TikTok. Alasannya, kadang informasi yang diberikan <em>ngaco</em> sehingga menimbulkan <em>trust issue</em>.</p>



<p>Contoh, Penulis pernah dikirimi sebuah video TikTok yang memberi info kalau di Surabaya sedang ada pameran buku. Di video tersebut, promo dan buku yang ada terlihat banyak dan menarik. Namun, setelah ke sana, ternyata <em>zonk </em>dan mengecewakan.  </p>



<h2 class="wp-block-heading">Lantas, Apakah Mesin Pencari Memang akan Tergantikan oleh Media Sosial?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045563-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7837" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045563-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045563-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045563-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045563.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Mesin Pencari Tetap Punya Kelebihannya Sendiri (<a href="https://www.webalive.com.au/an-introduction-to-search-engines/">WebAlive</a>)</figcaption></figure>



<p>Tren memang bergeser di mana media sosial pun kerap digunakan sebagai sumber informasi. Namun, selama mesin pencari dan media sosial menyediakan hasil dengan format dan akurasi yang berbeda, rasanya media sosial terutama Google tidak akan tergeser semudah itu.</p>



<p>Sebagai orang yang bekerja di bidang Search Engine Optimization (SEO), Penulis melihat masih ada banyak hal yang hanya bisa dilakukan di mesin pencari (atau lebih tepatnya artikel <em>website</em>) yang belum bisa dilakukan oleh media sosial.</p>



<p>Contohnya, artikel bisa <strong>memberikan info yang lebih lengkap dan detail</strong>. Artikel juga <strong>memberikan kendali kepada pembacanya</strong> untuk memilih poin-poin mana saja yang ingin dibaca, berbeda dengan konten video yang kendalinya ada di konten kreatornya.</p>



<p>Lalu, sumber di artikel <strong>lebih bisa dipercaya</strong> dibandingkan media sosial. Seperti yang kita tahu, di media sosial kerap menjadi ladang hoaks yang tak terkontrol. Memang artikel tak sepenuhnya bebas dari hoaks, tapi jelas kredibilitasnya lebih terjamin dari media sosial.</p>



<p>Selain itu, <strong>jumlah pencarian (atau <em>search volume</em>) di Google juga masih cukup tinggi</strong>. Hal ini bisa dilihat dari Google Trends. Contoh ketika <em>Genshin Impact</em> merilis <em>update</em> terbaru, maka banyak hal-hal seputar <em>update </em>tersebut akan muncul di Trending.</p>



<p>Hal tersebut membuktikan kalau masih banyak orang yang mengandalkan mesin pencari untuk mendapatkan informasi. Memang di media sosial banyak <em>guide </em>atau <em>build </em>karakter tertentu, tapi rasanya artikel yang mampu memberikan panduan paling detail.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/dear-gen-z-saingan-kerja-kalian-nanti-bukan-manusia-tapi-ai/">Keberadaan AI juga menjadi penting</a> karena <strong>mampu merangkumkan informasi yang dibutuhkan dalam waktu cepat</strong>. Misal kita ingin tahu berapa tinggi Erling Haaland, maka Google akan langsung memberi jawabannya sehingga kita tak perlu membuka artikel tertentu.</p>



<p>Selain itu, AI Google akan tetap menyarankan artikel-artikel tertentu jika pengguna membutuhkan info yang lebih lengkap. Jadi, meskipun ada AI yang telah merangkumkan jawaban, artikel di <em>website</em> tetap akan diberdayakan oleh Google.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Karena beberapa poin tersebut, Penulis menyimpulkan kalau media sosial belum akan menggantikan peran mesin pencari, setidaknya dalam waktu dekat. Sebagai alternatif mungkin iya, karena media sosial pun memiliki kelebihannya sendiri, tapi bukan sebagai pengganti.</p>



<p>Tentu opini di atas murni pendapat Penulis pribadi, yang artinya bisa benar, bisa salah, bisa juga di tengah-tengahnya. Mari kita lihat saja bagaimana perkembangan mesin pencari di media sosial.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 11 September 2024, terinspirasi setelah menyadari kalau media sosial mulai menggantikan peran mesin pencari</p>



<p>Sumber Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/photo/men-typing-in-the-google-search-engine-from-realme-6-pro-google-is-the-number-one-search-web-16629436/">Sanket Mishra</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/apakah-mesin-pencari-akan-tergantikan-oleh-media-sosial/">Apakah Mesin Pencari akan Tergantikan oleh Media Sosial?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/apakah-mesin-pencari-akan-tergantikan-oleh-media-sosial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Mana Ada Peristiwa, Di Situ Ada Hoax</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/di-mana-ada-peristiwa-di-situ-ada-hoax/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/di-mana-ada-peristiwa-di-situ-ada-hoax/?noamp=mobile#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 May 2018 06:59:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bom]]></category>
		<category><![CDATA[broadcast]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[hoax]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[teror]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[whatsapp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=762</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita yang menjadi isu nasional memang sangat menggoda bagi para pembuat berita palsu (hoax). Bersamaan dengan adanya banjir informasi mengenai kejadian yang sama, mereka bisa menyelipkan hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Media yang paling rawan untuk penyebaran hoax tentu melalui grup-grup chatting seperti Whatsapp maupun Line. Cukup beberapa kali mengirim, tersebarlah informasi yang telah mereka karang. Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/di-mana-ada-peristiwa-di-situ-ada-hoax/">Di Mana Ada Peristiwa, Di Situ Ada Hoax</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berita yang menjadi isu nasional memang sangat menggoda bagi para pembuat berita palsu (hoax). Bersamaan dengan adanya banjir informasi mengenai kejadian yang sama, mereka bisa menyelipkan hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Media yang paling rawan untuk penyebaran hoax tentu melalui grup-grup <em>chatting </em>seperti Whatsapp maupun Line. Cukup beberapa kali mengirim, tersebarlah informasi yang telah mereka karang.</p>
<p>Penulis yakin semua masyarakat yang berpikiran matang menyadari bahwa penyebaran hoax berbahaya dan harus dihentikan. Ringkus siapapun yang menyebarkan hoax, sudah ada payung hukumnya.</p>
<p>Akan tetapi, kita pun bisa melakukan pencegahan masuknya informasi yang masuk begitu saja. Caranya, tentu mengecek validitas berita tersebut. Manfaatkan Google semaksimal mungkin.</p>
<p><div id="attachment_764" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-764" class="size-large wp-image-764" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq-1024x411.jpg" alt="" width="1024" height="411" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq-1024x411.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq-300x120.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq-768x308.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq-356x143.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq.jpg 1088w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-764" class="wp-caption-text">Mencari Informasi (http://elearning.britishgasenergytrust.org.uk/business-work/receptionist-admin-pa-secretarial/easytype-typing-tutor)</p></div></p>
<p>Sebagai contoh, peristiwa teror bom di Surabaya kemarin. Dalam waktu beberapa jam, sudah tersebar beberapa <em>broadcast </em>di Whatsapp, seperti satu orang telah ditangkap di Malang karena kedapatan membawa bom.</p>
<p>Karena beritanya sedang panas-panasnya, tentu banyak orang yang memercayai begitu saja. Apalagi, Malang dekat dengan Surabaya sehingga potensi untuk itu sangat mungkin terjadi.</p>
<p>Seberapapun terlihat meyakinkan, kita tetap harus mengecek kebenaran informasi tersebut. Caranya ketik <em>keyword </em>di Google. Contoh: pelaku teror tertangkap di Malang. Kita lihat hasil yang ditampilkan oleh Google, ada atau tidak berita seperti yang disebarkan melalui <em>broadcast </em>Whatsapp. Jika tidak ada, berarti hoax.</p>
<p>Cara lain adalah, bagi yang memiliki kenalan di kepolisian, adalah menanyakan langsung informasi tersebut, seperti yang dilakukan oleh salah satu netizen ini:</p>
<p><div id="attachment_763" style="width: 585px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-763" class="size-large wp-image-763" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdDovAyVMAANvgX-1-575x1024.jpg" alt="" width="575" height="1024" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdDovAyVMAANvgX-1.jpg 575w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdDovAyVMAANvgX-1-168x300.jpg 168w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdDovAyVMAANvgX-1-143x255.jpg 143w" sizes="(max-width: 575px) 100vw, 575px" /><p id="caption-attachment-763" class="wp-caption-text">Contoh Klarifikasi (www.twitter.com)</p></div></p>
<p>Selain itu, tegurlah teman-teman atau keluarga yang turut menyebarkan informasi-informasi tersebut. Beritahu langkah-langkah mengantisipasi hoax dan apa akibat dari penyebaran hoax. Jika kita bersikap kritis terhadap informasi yang masuk, hoax tidak akan menyebar seperti wabah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 16 Mei 2018, setelah betebaran hoax terkait teror bom di Surabaya</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.jagoanhosting.com/blog/bersiap-sambut-aplikasi-whatsapp-untuk-bisnis-online/">https://www.jagoanhosting.com/blog/bersiap-sambut-aplikasi-whatsapp-untuk-bisnis-online/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/di-mana-ada-peristiwa-di-situ-ada-hoax/">Di Mana Ada Peristiwa, Di Situ Ada Hoax</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/di-mana-ada-peristiwa-di-situ-ada-hoax/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
