<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>healing Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/healing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/healing/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Nov 2021 11:35:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>healing Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/healing/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Healing dengan Menjadi Produktif</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/healing-dengan-menjadi-produktif/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/healing-dengan-menjadi-produktif/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Nov 2021 15:42:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[healing]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[self-care]]></category>
		<category><![CDATA[self-improvement]]></category>
		<category><![CDATA[self-love]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5457</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di Twitter, sedang viral mengenai sebuah tempat di Jakarta Utara yang menyediakan jasa healing dengan cara yang unik: Menghancurkan barang. Kita bisa membayar nominal tertentu untuk merusak beberapa barang hingga puas, tentu kita mengenakan pakaian yang safety. Hal ini memicu beragam komentar yang lucu, walau kebanyakan bernada nyinyir. Banyak yang menawarkan alternatif healing yang lebih [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/healing-dengan-menjadi-produktif/">Healing dengan Menjadi Produktif</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Di Twitter, sedang viral mengenai sebuah tempat di Jakarta Utara yang menyediakan jasa <em>healing </em>dengan cara yang unik: <strong>Menghancurkan barang</strong>. Kita bisa membayar nominal tertentu untuk merusak beberapa barang hingga puas, tentu kita mengenakan pakaian yang <em>safety</em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-twitter wp-block-embed-twitter"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true"><p lang="in" dir="ltr">Buat yang butuh healing nih, ada yang udah nyobain Breakroom di Jakarta Utara ini? Mulai dari Rp100.000 per orang per 20 menit. <br><br>Ruangannya ber-AC dan katanya private. Ada CCTV gak ya di dalamnya? 😶<br><br>Cr: tiktok <a href="https://t.co/viMoYlVvem">https://t.co/viMoYlVvem</a> <a href="https://t.co/FTIWpTyTGn">pic.twitter.com/FTIWpTyTGn</a></p>&mdash; pancasyah  (@pancasyah) <a href="https://twitter.com/pancasyah/status/1462716719743455236?ref_src=twsrc%5Etfw">November 22, 2021</a></blockquote><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>
</div></figure>



<p>Hal ini memicu beragam komentar yang lucu, walau kebanyakan bernada <em>nyinyir</em>. Banyak yang menawarkan alternatif <em>healing </em>yang lebih rasional, mulai beli makan, jalan-jalan, beribadah, menulis jurnal, pergi ke psikolog, dan lain sebagainya.</p>



<p>Beberapa netizen menyebutkan betapa berbahayanya <em>healing </em>dengan melampiaskan kemarahan seperti itu. Lucunya, ada yang bilang kalau marah harus pergi ke sebuah tempat, pilih barang yang ingin dihancurkan, terus pakai pakaian tertentu, marahnya keburu hilang.</p>



<p>Penulis sendiri merasa tidak perlu memberikan justifikasi apakah <em>healing </em>dengan melampiaskan kemarahan pada barang menjadi cara yang benar. Toh, masing-masing orang memiliki cara <em>healing </em>masing-masing.</p>



<p>Pada tulisan ini, Penulis hanya ingin sekadar menawarkan alternatif pilihan yang murah, tapi butuh <em>effort </em>yang tidak sedikit: <strong>Menjadi produktif</strong>.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Melampiaskan Emosi Menjadi Produktif</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/healing-dengan-menjadi-produktif-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5459" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/healing-dengan-menjadi-produktif-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/healing-dengan-menjadi-produktif-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/healing-dengan-menjadi-produktif-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/healing-dengan-menjadi-produktif-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Semua Butuh Healing (<a href="https://unsplash.com/@arash_payam">arash payam</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai makhluk yang punya perasaan, wajar jika manusia kerap mengalami berbagai bentuk emosi yang tidak menyenangkan. Sedih, marah, kecewa, seolah sudah menjadi makanan sehari-hari, terutama jika sedang diterpa masalah.</p>



<p>Seringnya, termasuk pada Penulis, bentuk emosi negatif akan memengaruhi keseharian kita. Rasanya jadi malas untuk melakukan sesuatu, susah untuk fokus, mudah melamun, hingga <em>mood </em>yang naik turun secara drastis.</p>



<p>Nah, salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan melakukan <em>self-healing</em>. Mengobati diri sendiri dengan beragam cara. Bagi Penulis, salah satu cara <em>healing </em>yang paling efektif dan bermanfaat adalah dengan menjadi produktif.</p>



<p>Ibaratnya, kita menyalurkan dan memfokuskan energi kita untuk melakukan sesuatu yang positif. Segala perasaan negatif yang sedang kita rasakan, kita salurkan dengan berbagai aktivitas yang membawa manfaat untuk diri kita sendiri.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/healing-dengan-menjadi-produktif-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5461" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/healing-dengan-menjadi-produktif-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/healing-dengan-menjadi-produktif-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/healing-dengan-menjadi-produktif-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/healing-dengan-menjadi-produktif-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Menulis To-do List (<a href="https://unsplash.com/@glenncarstenspeters">Glenn Carstens-Peters</a>)</figcaption></figure>



<p>Kalau Penulis biasanya akan &#8220;memaksa&#8221; dirinya untuk menjadi produktif dengan membuat <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/"><em>to-do list </em>harian</a>. Ketika menuliskannya, seperti ada dorongan dari dalam untuk menyelesaikan apa yang sudah ditulis.</p>



<p>Hal produktif lain yang bisa dilakukan adalah melakukan rutinitas. Di pagi hari misalnya, kita bisa berolahraga, membaca buku, membersihkan rumah, mandi pagi, mempersiapkan sarapan, dan lain sebagainya. Di malam hari kita bisa menulis jurnal ataupun meditasi.</p>



<p>Kalau Penulis, di samping rutinitas kerjanya, biasanya akan mengisi waktu dengan menulis blog. Intinya, kita harus menyibukkan diri dengan beraktivitas (secara positif) agar perasaan-perasaan negatif tersebut menjadi terabaikan.</p>



<p>Selain itu, menjadi produktif juga menciptakan perasaan bahagia bagi diri. Rasanya hidup jadi lebih menyenangkan begitu mengetahui kalau hari ini kita sudah banyak melakukan hal yang berguna dan tidak menyia-nyiakan waktu yang ada.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/healing-dengan-menjadi-produktif-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5460" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/healing-dengan-menjadi-produktif-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/healing-dengan-menjadi-produktif-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/healing-dengan-menjadi-produktif-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/healing-dengan-menjadi-produktif-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Boleh Kok Sesekali Nonton Film (<a href="https://unsplash.com/@freestocks">freestocks</a>)</figcaption></figure>



<p>Tentu kita boleh melakukan aktivitas santai seperti menonton film, menonton YouTube, <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/alasan-kenapa-mindless-scrolling-adalah-pelarian-yang-buruk/"><em>scrolling </em>media sosial</a>, bermain <em>game</em>, dan lain sebagainya. Anggap saja sebagai selingan agar kita tidak merasa jenuh</p>



<p>Hanya saja, aktivitas konsumtif tersebut justru bisa membuat kita memiliki perasaan bersalah jika dilakukan secara berlebihan. Menurut Penulis, sebaiknya aktivitas konsumtif seperti itu tidak dijadikan sebagai cara <em>healing</em> utama.</p>



<p>Mungkin memang cara ini (menjadi produktif) tidak cocok untuk semua orang. Hanya saja, Penulis merasa beraktivitas secara produktif dapat meningkatkan <em>mood </em>dan mengusir perasaan-perasaan negatif di pikiran, terutama untuk <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/hari-hari-kaum-overthinker/">kaum <em>overthinker</em></a><em> </em>seperti Penulis.</p>



<p>Lawan utama dari cara <em>healing </em>yang satu ini adalah <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/saya-ini-pemalas/">rasa malas</a>. Kalau kita memang benar-benar ingin <em>healing</em>, maka kita harus memiliki tekad yang kuat untuk mengusir rasa malas tersebut.</p>



<p>Jadi, cara <em>healing </em>mana yang paling sesuai dengan Pembaca? Coba tuliskan di kolom komentar!</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 23 November 2021, terinspirasi dari viralnya postingan di Twitter tentang tempat <em>healing </em>berbayar</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@frozen_warmth">William Farlow</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/healing-dengan-menjadi-produktif/">Healing dengan Menjadi Produktif</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/healing-dengan-menjadi-produktif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
