<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>humor Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/humor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/humor/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Feb 2020 00:54:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>humor Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/humor/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kalau Srimulat Masih Tayang Hari Ini</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/kalau-srimulat-masih-tayang-hari-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Feb 2020 00:37:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[komedi]]></category>
		<category><![CDATA[lawak]]></category>
		<category><![CDATA[legenda]]></category>
		<category><![CDATA[lucu]]></category>
		<category><![CDATA[pelawak]]></category>
		<category><![CDATA[srimulat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3557</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis tidak tahu apakah dirinya termasuk penggemar Srimulat atau bukan. Yang jelas, waktu kecil Penulis suka menonton acara Aneka Ria Srimulat di Indosiar. Penulis juga menonton Ketoprak Humor yang banyak diisi oleh orang-orang Srimulat. Penulis sering menirukan gimmick yang menjadi ciri khas mereka, seperti telunjuk yang tak sengaja masuk ke mata atau pura-pura kehilangan kaki ketika duduk. Hanya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kalau-srimulat-masih-tayang-hari-ini/">Kalau Srimulat Masih Tayang Hari Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis tidak tahu apakah dirinya termasuk penggemar Srimulat atau bukan. Yang jelas, waktu kecil Penulis suka menonton acara <strong><em>Aneka Ria Srimulat</em></strong> di Indosiar. Penulis juga menonton <strong><em>Ketoprak Humor</em></strong> yang banyak diisi oleh orang-orang Srimulat.</p>
<p>Penulis sering menirukan <em>gimmick </em>yang menjadi ciri khas mereka, seperti telunjuk yang tak sengaja masuk ke mata atau pura-pura kehilangan kaki ketika duduk.</p>
<p>Hanya saja, Penulis tidak bisa ingat apa yang membuat Srimulat menjadi begitu lucu selain itu. Oleh karena itu, Penulis mencoba untuk menonton beberapa tayangannya di YouTube.</p>
<p>Setelah menonton, Penulis jadi berpikir seandainya Srimulat masih tayang hari ini, pasti akan sering sekali mendapatkan teguran dari KPAI.</p>
<h3>Asal Mula Srimulat</h3>
<p>Srimulat memiliki sejarah yang cukup panjang. Penulis mengetahui sedikit faktanya <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/srimulat-bukan-sekedar-grup-lawak/">setelah membaca buku </a><em><strong><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/srimulat-bukan-sekedar-grup-lawak/">Srimulatism</a></strong> </em>yang ditulis oleh Thrio Haryanto.</p>
<p>Secara singkat, Srimulat berawal dari kelompok musik yang dibuat oleh <strong>Teguh Slamet Rahardjo</strong>. Nama Srimulat sendiri diambil dari nama istri Teguh.</p>
<p>Di dalam perjalanannya, Srimulat sering menyisipkan lawakan ketika sedang pentas. Komposisinya berubah menjadi setengah musik setengah lawak, hingga pada akhinya menjadi acara lawak yang diselingi musik.</p>
<p>Karena berasal dari Jawa, maka lawakan Srimulat pun sering menggunakan bahasa Jawa ketika sedang di atas panggung. Meskipun pada akhirnya masuk ke Jakarta, dialog-dialog dengan Bahasa Jawa masih sering dipertahankan.</p>
<p>Srimulat sendiri sebenarnya bubar pada tahun 1989 setelah popularitasnya memudar karena adanya televisi. Inisiatif para personilnya untuk melakukan reuni membuat mereka mendapatkan acara televisi mereka sendiri dan tayang dalam waktu yang cukup lama.</p>
<h3>Gaya Bercanda Srimulat</h3>
<p>Apa yang paling menempel dari lawakan Srimulat adalah ciri khas yang dimiliki oleh para anggotanya. Misalnya, gaya banci Tessy, gaya melipat tangannya almarhum Gogon, <em>hil yang mustahal</em>-nya almarhum Asmuni, dan masih banyak lainnya.</p>
<p>Selain itu, Srimulat juga terkenal karena selalu menggunakan pembantu yang menjadi sumber kelucuan. Mereka dianggap sebagai representasi masyarakat kalangan bawah.</p>
<p>Hanya saja, ada banyak gaya lawakan Srimulat yang dulu dianggap lucu, kini akan mendapatkan banyak kritikan dari penontonnya.</p>
<p>Srimulat sering menggunakan formula <em>slapstick </em>yang juga sering kita jumpai di acara yang lebih modern seperti <em>Opera Van Java</em>-nya Sule. Aktivitas mendorong ataupun menampar lawan main akan mengundang tawa.</p>
<p>Ucapan-ucapan mereka pun sesekali terdengar kasar dan mengandung konten dewasa. Biasanya, kata-kata tersebut diucapkan dalam Bahasa Jawa yang spontan.</p>
<p>Di antara semua jenis lawakan, yang akan mendapatkan sorotan lebih adalah bagaimana para pemain Srimulat berusaha mencari kesempatan kepada pemeran atau bintang tamu wanitanya.</p>
<p>Perlu diketahui di dalam Srimulat, bintang tamu wanita sering kali hanya dijadikan sebagai pemanis dan tidak boleh ikut melawak. Bahkan, personil wanitanya sendiri tidak boleh terlalu banyak melucu.</p>
<p>Nah, karena pentas lebih sering dibawa oleh pelawak laki-lakinya, ada saja saja tingkah &#8220;nakal&#8221; yang mereka lakukan kepada pemeran wanita, terutama bintang tamu.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Srimulat mungkin lucu di masa lampau, tapi kurang relevan jika ditampilkan hari ini. Para SJW akan memberikan kritikan tajam terhadap gaya bercanda mereka.</p>
<p>Bagi Penulis sendiri, biarlah mereka menjadi legenda bahkan menjadi isme sendiri. Apalagi, para personil aslinya telah banyak yang wafat. Yang masih hidup bisa dihitung dengan menggunakan jari.</p>
<p>Terlepas dari itu semua, kita patut berterima kasih kepada Srimulat karena telah menghadirkan tawa dalam jangka waktu yang panjang dan menjadi inspirasi bagi banyak komedian di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 29 Februari 2020, terinspirasi setelah menonton Srimulat di YouTube</p>
<p>Foto: <a href="https://www.dzargon.com/2019/07/selain-nunung-4-anggota-srimulat-lain.html">Dzargon</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kalau-srimulat-masih-tayang-hari-ini/">Kalau Srimulat Masih Tayang Hari Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mr. Bean: Adegan yang Kita Ingat (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/mr-bean-adegan-yang-kita-ingat-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/mr-bean-adegan-yang-kita-ingat-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2018 12:43:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[episode]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[komedi]]></category>
		<category><![CDATA[Mr. Bean]]></category>
		<category><![CDATA[Rowan Atkinson]]></category>
		<category><![CDATA[serial TV]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=483</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam tulisan penulis sebelumnya sudah pernah disampaikan perihal kesukaan penulis terhadap serial komedi Mr. Bean yang diperankan oleh Rowan Atkinson, yang berimbas dengan munculnya mimpi penulis untuk pergi ke UK. Tulisan kali ini penulis khususkan untuk membahas Mr. Bean yang tak lekang oleh waktu tersebut. Banyak sebenarnya adegan-adegan di Mr. Bean yang penulis yakin diingat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/mr-bean-adegan-yang-kita-ingat-bagian-1/">Mr. Bean: Adegan yang Kita Ingat (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam tulisan penulis sebelumnya sudah pernah disampaikan perihal kesukaan penulis terhadap serial komedi Mr. Bean yang diperankan oleh Rowan Atkinson, yang berimbas dengan munculnya mimpi penulis untuk pergi ke UK. Tulisan kali ini penulis khususkan untuk membahas Mr. Bean yang tak lekang oleh waktu tersebut.</p>
<p>Banyak sebenarnya adegan-adegan di Mr. Bean yang penulis yakin diingat oleh penontonnya. Dari 14 episode yang ada, selalu ada momen yang paling mengena di hati kita sebagai penonton.</p>
<p><b><i>Episode 1</i></b></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-485" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.1-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.1.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Pada episode pertama ini, ada tiga <em>scene </em>yang berbeda. Yang pertama menampilkan tentang Mr. Bean yang sedang mengikuti ujian (mungkin matematika, karena soalnya membahas trigonometri dan kalkulus). Episode ini tidak boleh ditiru oleh pelajar, karena banyak sekali aksi-aksi konyol Mr. Bean dalam berusaha melihat jawaban teman sebangkunya, hingga ia tertidur.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-494" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.2-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.2-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.2-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.2-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.2-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.2.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Adegan favorit penulis pada <em>scene </em>ini adalah ketika Mr. Bean menggeser posisi duduknya dengan posisi tubuh atas seolah-olah tidak bergerak. Beberapa kali penulis mencoba trik ini ketika duduk di bangku yang cukup panjang.</p>
<p><em>Scene </em>kedua berlokasi di pantai yang gersang, sangat berbeda dengan pantai-pantai yang ada di Indonesia. Jelas adegan yang paling <em>memorable </em>di sini adalah ketika Mr. Bean berusaha mengganti celana dalamnya tanpa melepas celananya. Penulis sudah sering melakukan hal ini ketika kondisi darurat, dan terbukti berhasil.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-493" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.3-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.3-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.3-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.3-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.3-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/1.3.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p><em>Scene </em>terakhir yang berlokasi di gereja adalah bagian yang tidak disukai penulis, karena penulis meyakini tempat ibadah agama apapun tidak seharusnya menjadi tempat tertawaan.</p>
<p><strong><em>Episode 2: Good Night Mr. Bean</em></strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-491" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.1-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.1.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Sama seperti episode perdananya, episode ini terdiri dari tiga <em>scene</em>, dimana <em>scene </em>pertama menjadi favorit penulis. Adegan Mr. Bean ketika naik eskalator sering penulis tiru, bahkan hingga sekarang. Penulis ingat ada film Doyok dan Kadir yang banyak meniru adegan-adegan di <em>scene </em>pertama ini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-490" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.2-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.2-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.2-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.2-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.2-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.2.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Adegan selanjutnya, termasuk yang paling saya suka, adalah ketika Mr. Bean berada di restoran dan memesan semacam stik daging. Adegan ini cukup membuat saya penasaran karena ingin tahu bagaimana rasa dari daging tersebut dan ingin mencoba makan di restoran semacam itu.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-489" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.3-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.3-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.3-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.3-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.3-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/2.3.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Sebagai penutup, Mr. Bean akan bertemu ratu Inggris. Yang menjadi pertanyaan, siapakah Mr. Bean hingga memiliki kesempatan bersalaman dengan ratu Inggris? Ini masih menjadi misteri, setidaknya bagi saya.</p>
<p><em><strong>Episode 3: The Curse of Mr. Bean</strong></em></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-488" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.1-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.1.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Episode pertama Mr. Bean di mana Rowan Atkinson harus telanjang karena celana dalamnya hanyut. Siapapun pasti mengingat bagaimana takutnya Mr. Bean ketika hendak melompat dari papan yang cukup tinggi. Karena gengsi, ia pun akhirnya terjun, secara perlahan. Makanya, kalau hidup jangan kebanyakan gengsi!</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-487" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.2-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.2-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.2-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.2-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.2-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.2.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p><em>Scene </em>selanjutnya juga tak kalah lucu, dan kasihan, karena setelah bersusah payah membuat <em>sandwich, </em>Mr. Bean harus bersin hingga semuanya semburat. Untunglah, orang yang duduk di sebelahnya (yang pada <em>scene </em>pertama menjadi penjaga kolam renang) mau berbaik hati berbagi <em>sandwich-</em>nya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-486" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.3-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.3-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.3-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.3-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.3-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/3.3.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Sebagai penutup, Mr. Bean menonton bersama pacarnya (?). Mr. Bean menunjukkan kepada kita beberapa trik ketika merasa takut dalam menonton film horor. Ini juga pertama kalinya Matilda Zielger muncul pada serial Mr. Bean.</p>
<p><strong>Bersambung&#8230;</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 9 Maret 2018, setelah mengurus proyek dari Sofri</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/mr-bean-adegan-yang-kita-ingat-bagian-1/">Mr. Bean: Adegan yang Kita Ingat (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/mr-bean-adegan-yang-kita-ingat-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
