<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hybrid Theory Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/hybrid-theory/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/hybrid-theory/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 12:41:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Hybrid Theory Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/hybrid-theory/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Linkin Park dan Minutes to Midnight</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2020 16:32:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[Hybrid Theory]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[Minutes to Midnight]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3657</guid>

					<description><![CDATA[<p>Empat tahun semenjak rilisnya album&#160;Meteora, barulah Linkin Park merilis album ketiga mereka,&#160;Minutes to Midnight. Untuk sebuah band, jangka waktu tersebut cukup lah panjang. Dalam periode tersebut Linkin Park memiliki beberapa proyek lain seperti album kolaborasi dengan Jay Z berjudul&#160;Collision Course yang rilis pada tahun 2006.&#160;Mike Shinoda juga memiliki band sampingan bernama&#160;Fort Minor. Walaupun begitu, fans [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Linkin Park dan Minutes to Midnight</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Empat tahun semenjak rilisnya album&nbsp;<em>Meteora</em>, barulah Linkin Park merilis album ketiga mereka,&nbsp;<strong><em>Minutes to Midnight</em></strong>. Untuk sebuah band, jangka waktu tersebut cukup lah panjang.</p>



<p>Dalam periode tersebut Linkin Park memiliki beberapa proyek lain seperti album kolaborasi dengan Jay Z berjudul&nbsp;<em>Collision Course </em>yang rilis pada tahun 2006<em>.&nbsp;</em>Mike Shinoda juga memiliki band sampingan bernama&nbsp;Fort Minor.</p>



<p>Walaupun begitu, fans menginginkan sebuah album baru dari band ini dan Linkin Park menjawabnya dengan album ini.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Awal Mula Perubahan</h1>



<p>Seperti yang sudah Penulis singgung pada tulisan sebelumnya, album memiliki perbedaan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan dua album sebelumnya.</p>



<p>Sudah tidak ada lagi lagu-lagu sejenis <em>Papercut&nbsp;</em>ataupun&nbsp;<em>Somewhere I Belong</em>. Sebagai gantinya, album ini mengusung genre&nbsp;<em>alternative rock&nbsp;</em>dan <em>alternative metal</em>.</p>



<p>Hal ini terlihat dari tidak adanya lagu &#8220;paket lengkap&#8221; seperti di album-album sebelumnya. Mike hanya melakukan&nbsp;<em>rap&nbsp;</em>di dua lagu, yakni&nbsp;<em>Bleed It Out&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>Hands Held High</em>.</p>



<p>Selain itu, permainan DJ dari Mr. Han juga jauh berkurang. Tidak terdengar lagi gesekan&nbsp;<em>turntable&nbsp;</em>yang sangat Penulis sukai dari lagu-lagu Linkin Park yang lama (ada sedikit di lagu <em>What I&#8217;ve Done</em>).</p>



<p>Oleh karena itu, sebenarnya album ini merupakan album yang kurang Penulis sukai.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Lagu-Lagu&nbsp;<em>Minutes to Midnight</em></h1>



<p>Meskipun kurang suka, Penulis tetap mendengarkan lagu-lagu yang ada di dalamnya. Lagu pertama yang ada di dalam album ini adalah&nbsp;<em><strong>Wake</strong>&nbsp;</em>yang berperan sebagai intro.</p>



<p>Berbeda dengan lagu <em>Foreword </em>yang tidak terdengar seperti lagu, lagu ini memiliki instrumen rock yang lumayan&nbsp;<em>catchy&nbsp;</em>di telinga. Album langsung disambung dengan lagu&nbsp;<strong><em>Given Up</em></strong>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before { padding-top: 0; } wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Given Up [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/0xyxtzD54rM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Bisa dibilang, lagu ini terdengar sangat keras. Apalagi, Chester melakukan&nbsp;<em>screaming&nbsp;</em>yang cukup panjang sebelum <em>reff</em> terakhir. Tidak ada lagu semacam ini di album-album sebelumnya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before { padding-top: 0; } wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Leave Out All The Rest [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="555" src="https://www.youtube.com/embed/yZIummTz9mM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Selanjutnya ada lagu&nbsp;<em><strong>Leave Out All the Rest</strong>&nbsp;</em>yang video klipnya cukup keren, di mana para personelnya digambarkan sedang melakukan perjalanan ke matahari. Liriknya juga begitu kuat dan penuh makna.</p>



<p>Berbeda dengan lagu sebelumnya, lagu ini terdengar lebih lembut. Vokal Chester yang biasanya berteriak sama sekali tidak muncul. Di lagu-lagu selanjutnya, Chester akan lebih banyak bernyanyi seperti ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before { padding-top: 0; } wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Bleed It Out [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/OnuuYcqhzCE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Lagu&nbsp;<em><strong>Bleed It Out</strong>&nbsp;</em>merupakan satu-satunya lagu dari album ini yang masih bertahan di&nbsp;<em>top playlist&nbsp;</em>Penulis. Selain karena ada&nbsp;<em>rap&nbsp;</em>dari Mike, Chester juga melakukan&nbsp;<em>screaming&nbsp;</em>lagi. Lagunya juga tergolong pendek, di bawah tiga menit.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before { padding-top: 0; } wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Shadow Of The Day [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/n1PCW0C1aiM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Album berlanjut dengan lagu&nbsp;<em><strong>Shadow of the Day</strong>&nbsp;</em>yang sarat akan makna perdamaian. Sama seperti lagu&nbsp;<em>From the Inside&nbsp;</em>dari album&nbsp;<em>Meteora</em>, lagu ini juga memiliki video klip dengan tema pertikaian antara sipil dan militer/kepolisian.</p>



<p>Penulis pernah membaca, lagu ini memiliki makna bahwa peperangan yang terjadi di segala penjuru dunia membuat kita bisa tidak melihat lagi hari esok. Ancaman bom nuklir yang bisa meledak pada tengah malam benar-benar nyata.</p>



<p>Pemilihan nama untuk album ini kalau tidak salah juga memiliki alasan yang sama.&nbsp;Lagu ini menjadi salah satu favorit Penulis dari album ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="What I&#039;ve Done [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/8sgycukafqQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Di antara semua&nbsp;<em>track&nbsp;</em>yang ada di dalam album ini, yang paling terkenal tentu saja&nbsp;<strong><em>What I&#8217;ve Done</em></strong>. Bagaimana tidak, lagu ini menjadi&nbsp;<em>soundtrack&nbsp;</em>film&nbsp;<em>Transformers.</em></p>



<p>Video klip ini menampilkan cuplikan-cuplikan permasalahan global yang, anehnya, masih terjadi hingga hari ini. Bahkan, bisa lebih buruk dibandingkan ketika lagu ini rilis.</p>



<p>Meskipun termasuk lagu Linkin Park pertama yang didengarkan, Penulis tidak terlalu menyukai lagu ini. Kurang cocok dengan selera musik Penulis.</p>



<p>Perdamaian juga menjadi tema utama dari lagu&nbsp;<em><strong>Hands Held High</strong>. </em>Melalui lagu ini, Linkin Park mengkritik invasi Amerika Serikat ke negara lain. Hal ini bisa dilihat dari liriknya.</p>



<p>Lagu&nbsp;<em><strong>No More Sorrow</strong>&nbsp;</em>merupakan lagu keras lainnya di album ini selain&nbsp;<em>Given Up&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>Bleed It Out.&nbsp;</em>Lagu ini juga termasuk lagu yang sering dimainkan ketika band ini melakukan konser.</p>



<p>Selanjutnya ada lagu&nbsp;<strong><em>Valentine&#8217;s Day</em></strong> yang terdengar cukup pop. Lalu ada&nbsp;<em><strong>In Between</strong>&nbsp;</em>yang menjadi debut pertama Mike menjadi vokalis utama untuk band ini (bukan sebagai <em>rapper</em>).</p>



<p>Banyak fans yang kurang menyukai lagu ini, walaupun Penulis lumayan menyukainya. Mungkin karena itu, Mike tidak pernah menjadi vokalis utama lagi hingga album&nbsp;<em>One More Light&nbsp;</em>rilis.</p>



<p>Dua lagu terakhir di album ini adalah&nbsp;<strong><em>In Pieces</em></strong> dan <em><strong>The Little Things Give You Away</strong>&nbsp;</em>yang menjadi salah satu lagu terpanjang Linkin Park dengan durasi lebih dari enam menit.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Penutup</h1>



<p><em>FYI</em>, album&nbsp;<em>Minutes to Midnight</em>&nbsp;menjadi album pertama Linkin Park yang menggunakan kata-kata kotor. Album ini juga menjadi satu-satunya album yang menggunakan foto personel sebagai <em>cover&nbsp;</em>album.</p>



<p>Banyak eksperimen musik yang dilakukan oleh Linkin Park pada album ini. Oleh karena itu, banyak elemen baru yang dapat ditemukan pada album ini.</p>



<p>Album ini merupakan hasil evolusi Linkin Park yang tidak ingin terjebak di zona nyaman. Banyak sekali ciri khas mereka di dua album sebelumnya yang hilang, sehingga fans pun ada yang mengajukan protes.</p>



<p>Evolusi ini terus dilakukan hingga kita bisa melihat perbedaan dari album ke album. Apalagi, evolusi dari album ini ke album selanjutnya bisa dibilang mengalami perubahan yang cukup drastis.</p>



<p>Album Selanjutnya,&nbsp;<em><strong>A Thousand Suns</strong>. Stay tuned!</em></p>



<p>Kebayoran Lama, 14 Maret 2020, terinspirasi karena ingin menulis serial artikel tentang Linkin Park</p>



<p>Foto: <a href="https://www.amazon.com/Minutes-Midnight-Linkin-Park/dp/B000OCXMAE">Amazon</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Linkin Park dan Minutes to Midnight</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Linkin Park dan Hybrid Theory</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2020 04:03:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[Hybrid Theory]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3576</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam beberapa kesempatan, Penulis sering menyebutkan bahwa band favoritnya adalah Linkin Park dan tidak akan tergantikan. Meskipun kini lebih sering mendengarkan One Ok Rock, Linkin Park akan selalu memiliki tempat di hati. Oleh karena itu mulai dari tulisan ini, Penulis akan memberikan semacam ulasan dan pendapat mengenai album-album yang dikeluarkan oleh Linkin Park, mulai dari&#160;Hybrid [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Linkin Park dan Hybrid Theory</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam beberapa kesempatan, Penulis sering menyebutkan bahwa band favoritnya adalah Linkin Park dan tidak akan tergantikan. Meskipun kini lebih sering mendengarkan One Ok Rock, Linkin Park akan selalu memiliki tempat di hati.</p>



<p>Oleh karena itu mulai dari tulisan ini, Penulis akan memberikan semacam ulasan dan pendapat mengenai album-album yang dikeluarkan oleh Linkin Park, mulai dari&nbsp;<em>Hybrid Theory&nbsp;</em>hingga <em>One More Light</em>.</p>



<p>Sebagai tulisan pembuka, maka kali ini Penulis akan membahas mengenai album pertama mereka,&nbsp;<strong><em>Hybrid Theory</em></strong>.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Awal Pertemuan</h1>



<p>Meskipun berstatus sebagai album pertama, lagu-lagu yang ada di album&nbsp;<em>Hybrid Theory&nbsp;</em>bukanlah lagu Linkin Park pertama yang Penulis dengarkan.</p>



<p>Kalau tidak salah, empat lagu pertama yang Penulis dengarkan adalah&nbsp;<em>Somewhere I Belong, Faint</em> (dua-duanya dari album <em>Meteora</em><em>), What I&#8217;ve Done (Minutes to Midnight),&nbsp;</em>dan <em>Numb-Encore</em> yang merupakan hasil kolaborasi dengan&nbsp;<em>rapper&nbsp;</em>Jay-Z.</p>



<p>Penulis juga ingat sewaktu SMP meminjam CD dari teman yang menunjukkan konser Linkin Park bertajuk&nbsp;<em>Live in Texas</em>. Saat menontonnya waktu itu, masih banyak lagu Linkin Park yang tidak Penulis ketahui.</p>



<p>Penulis semakin mengenali lagu-lagu Linkin Park setelah mendapatkan lagu-lagunya yang lain dari kakak sepupu yang juga merupakan penggemar Linkin Park. Nah, dari sinilah Penulis mulai mendengarkan lagu-lagu dari album ini.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Lagu-Lagu&nbsp;<em>Hybrid Theory</em></h1>



<p>Dirilis pada tahun 2000, album ini memiliki 12 lagu di dalamnya. Beberapa lagu akan terdengar <em>nyambung </em>jika dimainkan secara berurutan. Sampai album&nbsp;<em>A Hunting Party&nbsp;</em>yang rilis tahun 2014, ciri khas ini dipertahankan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Papercut [Official HD Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/vjVkXlxsO8Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Lagu pembuka dari album ini adalah&nbsp;<strong><em>Papercut</em></strong> yang juga menjadi lagu favorit Penulis dari album ini. Di sini, kemampuan&nbsp;<em>rap&nbsp;</em>Mike lebih menonjol ketimbang vokal Chester.</p>



<p>Penulis sangat suka lirik di bagian terakhir, yang bagi Penulis sangat puitis: <em>The sun goes down; I feel the light betray me.</em></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="One Step Closer [Official HD Music Video] - Linkin Park" width="740" height="555" src="https://www.youtube.com/embed/4qlCC1GOwFw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><em><strong>One Step Closer</strong>&nbsp;</em>mungkin lebih terkenal dari lagu sebelumnya, di mana video klipnya juga terlihat lebih metal dibandingkan dengan&nbsp;<em>single&nbsp;</em>lain di album ini. Unsur&nbsp;<em>screaming&nbsp;</em>juga ada di lagu ini, sehingga cocok untuk dinyanyikan ketika sedang ada masalah.</p>



<p>Lagu&nbsp;<em><strong>With You</strong>&nbsp;</em>menjadi menarik karena banyak sekali gesekan&nbsp;<em>turntable&nbsp;</em>dari Mr. Han. Penulis menyukai musik-musik yang memiliki unsur DJ ala 2000-an seperti ini. Ketika konser di Texas, Penulis bisa melihat aksi Mr. Han ketika mereka memainkan lagu ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Crawling [Official HD Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Gd9OhYroLN0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Kalau lagu&nbsp;<strong><em>Crawling</em></strong>, pasti banyak yang pernah mendengar. Di sini, kekuatan vokal Chester benar-benar terdengar. Kabarnya, lagu ini terinspirasi dari pengalaman Chester yang kecanduan obat-obatan dan alkohol.</p>



<p>Selanjutnya ada lagu&nbsp;<em><strong>Points of Authority</strong>, <strong>Runaway</strong>,&nbsp;</em>dan&nbsp;<em><strong>By Myself</strong>&nbsp;</em>yang termasuk ke dalam kategori biasa saja bagi Penulis. Tetap didengarkan, namun tidak ada kesan istimewa.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="In The End [Official HD Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/eVTXPUF4Oz4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Di antara semua lagu yang ada di album ini, mungkin yang paling terkenal adalah&nbsp;<strong><em>In the End</em></strong>. Ketika mendengarkan lagu ini, orang-orang akan segera sadar kalau lagu inilah yang membuat Linkin Park dikenal sebagai Linkin Park.</p>



<p>Diawali dengan dentingan suara <em>piano riff&nbsp;</em>yang khas, kita akan melihat rap Mike lumayan mendominasi walaupun tidak sebanyak di lagu&nbsp;<em>Papercut</em>. Vokal Chester akan kita dengarkan di bagian&nbsp;<em>reff.</em></p>



<p>Lalu ada lagu&nbsp;<em><strong>A Place for My Head</strong>&nbsp;</em>yang bagi Penulis menjadi lagu paling keras di antara lagu-lagu lain di album ini. Chester berteriak cukup panjang di lagu ini.</p>



<p>Pada awalnya, Penulis tidak menyukai lagi&nbsp;<em><strong>Forgotten</strong>&nbsp;</em>sama sekali. Setelah didengarkan secara saksama, ternyata lagu ini cukup enak dan unik. Lagu ini dilanjutkan <em><strong>Cure for the Itch</strong>&nbsp;</em>yang memamerkan kemampuan Mr. Han sebagai seorang DJ.</p>



<p>Album ini ditutup dengan lagu&nbsp;<em><strong>Pushing Me Away</strong>&nbsp;</em>yang enak didengar. Ketika konser di Texas, Linkin Park memainkan lagu ini dengan versi album&nbsp;<em>Reanimation,&nbsp;</em>namun itu cerita untuk lain kali.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Penutup</h3>



<p>Satu fakta menarik, nama&nbsp;<em>Hybrid Theory&nbsp;</em>sendiri sebenarnya hampir menjadi nama band sebelum akhirnya menjadi Linkin Park. Pada akhirnya nama tersebut menjadi nama album pertama dari Linkin Park.</p>



<p>Sebagai album pertama,&nbsp;<em>Hybrid Theory&nbsp;</em>kerap menjadi patokan bagaimana musikalitas Linkin Park sebagai band. Ada yang menganggap album ini bergenre <em>nu metal</em>, <em>rap metal</em>, <em>alternative metal</em>, <em>rap rock</em>, hingga <em>alternative rock</em>.</p>



<p>Oleh karena itu, banyak fans yang mempertanyakan jati diri Linkin Park semenjak album&nbsp;<em>A Thousand Suns&nbsp;</em>rilis di tahun 2010. Padahal, mereka hanya ingin berevolusi. Penulis akan membahas ini lebih dalam di tulisan selanjutnya.</p>



<p>Yang jelas, album ini di tahun 2000-an menjadi semacam penanda kemunculan band Linkin Park yang dengan cepat mendapatkan popularitasnya dan loyalitas penggemar, termasuk dari Penulis.</p>



<p>Minggu depan, Penulis akan membahas album <em>Meteora </em>yang rilis pada tahun 2003<em>.&nbsp;Stay tuned!</em></p>



<p>Kebayoran Lama, 1 Maret 2020, terinspirasi karena ingin menulis serial artikel tentang Linkin Park</p>



<p>Foto: Amazon</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Linkin Park dan Hybrid Theory</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
