<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ibu Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/ibu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/ibu/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:07:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Ibu Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/ibu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peran Ibu Pada It&#8217;s Okay, You&#8217;re Just Different</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/peran-ibu-pada-its-okay-youre-just-different/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/peran-ibu-pada-its-okay-youre-just-different/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2018 03:33:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[kasih sayang]]></category>
		<category><![CDATA[peran]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1810</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis mengetahui buku ini pertama kali sewaktu datang ke sebuah acara seminar karena undangan seorang teman. Sebelum acara mulai, dia menunjukkan sebuah buku yang akan digunakan sebagai hadiah di tengah-tengah acara. Sembari menunggu acara dimulai, penulis membaca bagian awal yang bercerita tengan Thomas Alva Edison dan ibunya Nancy. Karena sudah mengetahui sedikit biografinya, maka penulis sangat menikmati [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/peran-ibu-pada-its-okay-youre-just-different/">Peran Ibu Pada It&#8217;s Okay, You&#8217;re Just Different</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis mengetahui buku ini pertama kali sewaktu datang ke sebuah acara seminar karena undangan seorang teman. Sebelum acara mulai, dia menunjukkan sebuah buku yang akan digunakan sebagai hadiah di tengah-tengah acara.</p>
<p>Sembari menunggu acara dimulai, penulis membaca bagian awal yang bercerita tengan <strong><a href="http://whathefan.com/tokohsejarah/kekepoan-yang-hakiki-ala-thomas-alva-edison/">Thomas Alva Edison</a> </strong>dan ibunya Nancy. Karena sudah mengetahui sedikit biografinya, maka penulis sangat menikmati isi dari buku tersebut.</p>
<p>Setelah tamat satu bab, penulis mengembalikan buku tersebut ke teman penulis dan memutuskan untuk membelinya sendiri. Untunglah waktu berkunjung ke Paperclip Gandaria, penulis menemukan buku yang berjudul <strong>It&#8217;s Okay, You&#8217;re Just Different </strong>ini.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Penulis suka dengan tipe buku &#8220;kumpulan biografi&#8221; seperti ini. Dengan satu buku, penulis bisa mengenal banyak tokoh dan apa yang telah diperbuatnya sehingga ia dicatat dalam sejarah.</p>
<p>Pemilihan judulnya sendiri, penulis rasa karena sang penulis buku ini ingin mengambil satu kalimat yang sering diucapkan oleh para ibu yang ada di buku ini. Bisa dilihat, tokoh-tokoh yang ada di dalam buku ini cukup &#8220;berbeda&#8221; dari anak kebanyakan.</p>
<blockquote><p>Justru, karena perbedaan itulah mereka bisa menjadi tokoh yang hebat.</p></blockquote>
<p>Di dalam buku ini, terdapat <strong>25 tokoh</strong> yang dibagi menjadi lima bab sesuai dengan temanya masing-masing. Sebanyak 20 tokoh sudah penulis ketahui sebelumnya, dan 5 tokoh belum pernah penulis dengar sebelumnya.</p>
<p>Untuk pembaca yang penasaran dengan siapa saja tokoh yang diceritakan pada buku ini, penulis akan memberikan daftarnya di bawah ini (yang ditebali adalah tokoh yang baru penulis ketahui ketika membaca buku ini):</p>
<ul>
<li>Thomas Alva Edison, <strong>Johann Heinrich Pestalozzi</strong>, Hans Christian Andersen, Picasso, Hellen Keller</li>
<li>Albert Einstein, Albert Schweitzer, Nelson Mandela, Martin Luther King, Bill Gates</li>
<li>Jawaharlal Nehru, Zhou Enlai, <strong>Arnold Joseph Toynbee</strong>, Victor Hugo, Douglas MacArthur</li>
<li>Mahatma Gandhi, Marie Curie, <strong>Lu Xun</strong>, Bunda Teresa, Florence Nightigale</li>
<li>Ludwig van Beethoven, <strong>Kim Gu</strong>, <strong>Stendhal</strong>, Alfred Bernhard Nobel, Friedrich Nietzsche</li>
</ul>
<div id="attachment_1813" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1813" class="size-large wp-image-1813" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/photo-1531983412531-1f49a365ffed-1024x683.jpg" alt="" width="1024" height="683" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/photo-1531983412531-1f49a365ffed-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/photo-1531983412531-1f49a365ffed-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/photo-1531983412531-1f49a365ffed-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/photo-1531983412531-1f49a365ffed-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/photo-1531983412531-1f49a365ffed.jpg 1950w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1813" class="wp-caption-text">Photo by Xavier Mouton Photographie</p></div>
<p>Buku ini sebenarnya ingin menonjolkan peran seorang ibu kepada tokoh-tokoh tersebut. Hanya saja, menurut penulis justru lebih dominan menceritakan tentang tokoh-tokoh yang disebutkan.</p>
<p>Pola buku ini biasanya menceritakan tentang kehebatan tokoh, lantas menunjukkan bahwa kehebatan mereka dapat terjadi karena peran ibu mereka yang sabar, penuh kasih sayang, selalu memberi semangat, dan lain sebagainya.</p>
<p>Atau bisa juga sebaliknya, menceritakan tentang masa kecil sang tokoh di bawah pengasuhan ibu. Berkat didikan hebat dari ibu, sang anak bisa menjadi seorang tokoh yang bisa memberikan pengaruh untuk lingkungannya.</p>
<p>Di akhir setiap bagian, selalu ada kata mutiara yang indah tentang ibu ataupun keluarga.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Meskipun terkesan monoton, buku ini tetap layak untuk dijadikan bahan bacaan di kala senggang. Apalagi, tiap tokoh tidak diceritakan terlalu panjang, sehingga cocok untuk dijadikan sebagai teman seperjalanan.</p>
<p>Ada bagian cerita yang berbeda versi dari yang sudah penulis baca sebelumnya. Contohnya, tentang kematian Beethoven. Di sini, <strong>Kim Doo Eung </strong>selaku penulis buku ini menuliskan kematian Beethoven disebabkan karena bunuh diri. Padahal, sepengetahuan penulis, Beethoven meninggal karena komplikasi penyakit.</p>
<p>Terlepas dari perbedaan sejarah yang dituliskan, buku ini tetap memberikan ilmu baru kepada pembacanya. Buku ini akan membuat kita sadar bahwa peran ibu di dalam kehidupan kita sangatlah banyak.</p>
<p>Para ibu yang ada di dalam buku ini telah memberikan bukti nyata bahwa seorang ibu memiliki andil penting dalam kehidupan kita. Semua ibu yang ada di buku ini mencurahkan perhatiannya kepada perkembangan sang anak.</p>
<p>Dengan membaca buku ini, kita akan dibawa untuk mengenang kembali, apa saja jasa yang telah dilakukan oleh ibu kita selama kita hidup.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nilainya: <strong>3.9/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 9 Desember 2018, terinspirasi setelah menamatkan buku <strong>It&#8217;s Okay, You&#8217;re Just Different</strong> karya Kim Doo Eung</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/peran-ibu-pada-its-okay-youre-just-different/">Peran Ibu Pada It&#8217;s Okay, You&#8217;re Just Different</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/peran-ibu-pada-its-okay-youre-just-different/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Perlakuan ke Pacarmu Lebih Spesial Daripada ke Ibumu?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/mengapa-perlakuan-ke-pacarmu-lebih-spesial-daripada-ke-ibumu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/mengapa-perlakuan-ke-pacarmu-lebih-spesial-daripada-ke-ibumu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Feb 2018 16:41:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[kejutan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pacar]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=400</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai seorang laki-laki, jika pacarmu berulang tahun, apa saja yang akan kamu berikan kepadanya? Bisa kue, boneka, bunga hingga dinner mewah berdua ditemani lilin. Tidak jarang kamu membuat kejutan yang melibatkan banyak orang dengan bantuan teman-temanmu. Pokoknya apa saja akan kamu lakukan untuk menyenangkan hati pasanganmu yang umurnya baru saja bertambah. Pertanyaannya, apakah hal yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/mengapa-perlakuan-ke-pacarmu-lebih-spesial-daripada-ke-ibumu/">Mengapa Perlakuan ke Pacarmu Lebih Spesial Daripada ke Ibumu?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai seorang laki-laki, jika pacarmu berulang tahun, apa saja yang akan kamu berikan kepadanya? Bisa kue, boneka, bunga hingga <em>dinner </em>mewah berdua ditemani lilin. Tidak jarang kamu membuat kejutan yang melibatkan banyak orang dengan bantuan teman-temanmu. Pokoknya apa saja akan kamu lakukan untuk menyenangkan hati pasanganmu yang umurnya baru saja bertambah.</p>
<p>Pertanyaannya, <em>apakah hal yang sama pernah kamu melakukan hal yang sama terhadap ibumu</em>?</p>
<p>Padahal sesungguhnya, wanita paling spesial dalam hidup kita adalah ibu, bukan pacar yang baru kenal selama beberapa bulan atau paling banter beberapa tahun. Namun mengapa perlakukan spesial yang kita berikan justru tidak ditujukan kepada ibu?</p>
<p>Tidak salah menyenangkan hati pasangan. Yang salah adalah melupakan jasa seorang ibu dengan perlakukan yang tidak adil tersebut. Padahal jika kamu mau membandingkan jasa-jasa yang telah diberikan antara seorang pacar dengan ibu, sudah jelaslah siapa yang menang.</p>
<p>Tidak percaya? Coba pikirkan baik-baik. Sudah berapa nasi yang telah dimasak olehnya? Sudah berapa lauk yang dibuat olehnya? Sudah berapa banyak lembar pakaian yang telah dicuci dan disetrika olehnya? Selama ini kita tinggal terima jadi saja, hingga menyepelekan jasa-jasa seorang ibu.</p>
<p>“<em>Tapi di rumah semua dikerjakan oleh pembantu, bukan ibu.</em>”</p>
<p>Bahkan jika hal-hal tersebut dikerjakan oleh orang lain, masih bertumpuk jasa lain yang telah dilakukannya kepada kita. Bayangkan saja ketika ibu kita membawa kita kemana-mana selama sembilan bulan, dengan menahan berat dan sakit. Belum lagi nyawanya yang berada di antara hidup dan mati ketika melahirkanmu. Jika diteruskan, bisa-bisa tulisan ini tidak akan habis dibaca dalam waktu sehari.</p>
<div id="attachment_402" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-402" class="size-full wp-image-402" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Sudahkah-Kamu-Melakukan-Hal-Seperti-Ini-Ke-Ibumu-via-www.youtube.com_.jpg" alt="" width="900" height="506" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Sudahkah-Kamu-Melakukan-Hal-Seperti-Ini-Ke-Ibumu-via-www.youtube.com_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Sudahkah-Kamu-Melakukan-Hal-Seperti-Ini-Ke-Ibumu-via-www.youtube.com_-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Sudahkah-Kamu-Melakukan-Hal-Seperti-Ini-Ke-Ibumu-via-www.youtube.com_-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/Sudahkah-Kamu-Melakukan-Hal-Seperti-Ini-Ke-Ibumu-via-www.youtube.com_-356x200.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-402" class="wp-caption-text">Sudahkah Kamu Melakukan Hal Seperti Ini Ke Ibumu (www.youtube.com)</p></div>
<p>Sekarang coba kamu bandingkan dengan apa yang sudah diberikan oleh pacarmu, adakah yang bisa menyamai jasa-jasa dari seorang ibu? Tidak ada 0,0000000000001 % nya sama sekali. Lantas pantaskah perlakuan istimewamu diberikan kepadanya, bukan kepada seorang ibu?</p>
<p>Karena itu, jika ingin memberikan suatu kejutan untuk pacar, tidak usahlah terlalu berlebihan. Toh namanya juga masih pacar, belum istri. Masih bisa putus, <em>mong </em>yang sudah nikah saja masih bisa cerai. Daripada nanti menyesal karena sudah habis <em>duit </em>banyak, eh ujung-ujungnya pisah.</p>
<p>Jika kamu masih <em>ngengkel </em>ingin selalu memberikan sesuatu yang luar biasa ke pacarmu, maka lakukanlah suatu hal yang lebih kepada ibumu. Percayalah, seorang pacar atau bahkan istri pun bisa menjadi mantan, namun tidak ada seorang ibu pun yang akan menjadi mantan bahkan ketika anaknya durhaka sekalipun. Karena itu, perlakukanlah ibumu dengan spesial.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 19 Februari 2018, setelah posting tulisan <a href="http://whathefan.com/2018/02/19/mainan-dari-anime/">Mainan dalam Anime</a></p>
<p>Sumber Foto: thedailybasics.com</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/mengapa-perlakuan-ke-pacarmu-lebih-spesial-daripada-ke-ibumu/">Mengapa Perlakuan ke Pacarmu Lebih Spesial Daripada ke Ibumu?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/mengapa-perlakuan-ke-pacarmu-lebih-spesial-daripada-ke-ibumu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
