Peran Ibu Pada It’s Okay, You’re Just Different

Penulis mengetahui buku ini pertama kali sewaktu datang ke sebuah acara seminar karena undangan seorang teman. Sebelum acara mulai, dia menunjukkan sebuah buku yang akan digunakan sebagai hadiah di tengah-tengah acara.

Sembari menunggu acara dimulai, penulis membaca bagian awal yang bercerita tengan Thomas Alva Edison dan ibunya Nancy. Karena sudah mengetahui sedikit biografinya, maka penulis sangat menikmati isi dari buku tersebut.

Setelah tamat satu bab, penulis mengembalikan buku tersebut ke teman penulis dan memutuskan untuk membelinya sendiri. Untunglah waktu berkunjung ke Paperclip Gandaria, penulis menemukan buku yang berjudul It’s Okay, You’re Just Different ini.

Apa Isi Buku Ini?

Penulis suka dengan tipe buku “kumpulan biografi” seperti ini. Dengan satu buku, penulis bisa mengenal banyak tokoh dan apa yang telah diperbuatnya sehingga ia dicatat dalam sejarah.

Pemilihan judulnya sendiri, penulis rasa karena sang penulis buku ini ingin mengambil satu kalimat yang sering diucapkan oleh para ibu yang ada di buku ini. Bisa dilihat, tokoh-tokoh yang ada di dalam buku ini cukup “berbeda” dari anak kebanyakan.

Justru, karena perbedaan itulah mereka bisa menjadi tokoh yang hebat.

Di dalam buku ini, terdapat 25 tokoh yang dibagi menjadi lima bab sesuai dengan temanya masing-masing. Sebanyak 20 tokoh sudah penulis ketahui sebelumnya, dan 5 tokoh belum pernah penulis dengar sebelumnya.

Untuk pembaca yang penasaran dengan siapa saja tokoh yang diceritakan pada buku ini, penulis akan memberikan daftarnya di bawah ini (yang ditebali adalah tokoh yang baru penulis ketahui ketika membaca buku ini):

  • Thomas Alva Edison, Johann Heinrich Pestalozzi, Hans Christian Andersen, Picasso, Hellen Keller
  • Albert Einstein, Albert Schweitzer, Nelson Mandela, Martin Luther King, Bill Gates
  • Jawaharlal Nehru, Zhou Enlai, Arnold Joseph Toynbee, Victor Hugo, Douglas MacArthur
  • Mahatma Gandhi, Marie Curie, Lu Xun, Bunda Teresa, Florence Nightigale
  • Ludwig van Beethoven, Kim Gu, Stendhal, Alfred Bernhard Nobel, Friedrich Nietzsche
Photo by Xavier Mouton Photographie

Buku ini sebenarnya ingin menonjolkan peran seorang ibu kepada tokoh-tokoh tersebut. Hanya saja, menurut penulis justru lebih dominan menceritakan tentang tokoh-tokoh yang disebutkan.

Pola buku ini biasanya menceritakan tentang kehebatan tokoh, lantas menunjukkan bahwa kehebatan mereka dapat terjadi karena peran ibu mereka yang sabar, penuh kasih sayang, selalu memberi semangat, dan lain sebagainya.

Atau bisa juga sebaliknya, menceritakan tentang masa kecil sang tokoh di bawah pengasuhan ibu. Berkat didikan hebat dari ibu, sang anak bisa menjadi seorang tokoh yang bisa memberikan pengaruh untuk lingkungannya.

Di akhir setiap bagian, selalu ada kata mutiara yang indah tentang ibu ataupun keluarga.

Kesimpulan

Meskipun terkesan monoton, buku ini tetap layak untuk dijadikan bahan bacaan di kala senggang. Apalagi, tiap tokoh tidak diceritakan terlalu panjang, sehingga cocok untuk dijadikan sebagai teman seperjalanan.

Ada bagian cerita yang berbeda versi dari yang sudah penulis baca sebelumnya. Contohnya, tentang kematian Beethoven. Di sini, Kim Doo Eung selaku penulis buku ini menuliskan kematian Beethoven disebabkan karena bunuh diri. Padahal, sepengetahuan penulis, Beethoven meninggal karena komplikasi penyakit.

Terlepas dari perbedaan sejarah yang dituliskan, buku ini tetap memberikan ilmu baru kepada pembacanya. Buku ini akan membuat kita sadar bahwa peran ibu di dalam kehidupan kita sangatlah banyak.

Para ibu yang ada di dalam buku ini telah memberikan bukti nyata bahwa seorang ibu memiliki andil penting dalam kehidupan kita. Semua ibu yang ada di buku ini mencurahkan perhatiannya kepada perkembangan sang anak.

Dengan membaca buku ini, kita akan dibawa untuk mengenang kembali, apa saja jasa yang telah dilakukan oleh ibu kita selama kita hidup.

 

Nilainya: 3.9/5.0

 

 

Kebayoran Lama, 9 Desember 2018, terinspirasi setelah menamatkan buku It’s Okay, You’re Just Different karya Kim Doo Eung

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.