<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jadwal Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/jadwal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/jadwal/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Jun 2024 15:29:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>jadwal Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/jadwal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Saya Menggunakan Notion untuk Mencatat Progres Artikel Whathefan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jun 2024 15:27:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Notion]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[scheduling]]></category>
		<category><![CDATA[tracker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7319</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap awal tahun, Penulis pasti memiliki resolusi untuk bisa menulis artikel blog lebih rutin lagi. Selain karena diingatkan tagihan hosting dan domain tahunan yang jumlahnya lumayan, Penulis juga menyadari kalau setiap tahun produktivitasnya berkurang. Namun, pada akhirnya target tersebut sering meleset. Contohnya pada tahun ini, secara berurutan Penulis hanya menulis dua tulisan di Januari, tiga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/">Saya Menggunakan Notion untuk Mencatat Progres Artikel Whathefan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-tahun-2024/">Setiap awal tahun</a>, Penulis pasti memiliki resolusi untuk bisa menulis artikel blog lebih rutin lagi. Selain karena diingatkan tagihan <em>hosting </em>dan <em>domain </em>tahunan yang jumlahnya lumayan, Penulis juga menyadari kalau setiap tahun produktivitasnya berkurang.</p>



<p>Namun, pada akhirnya target tersebut sering meleset. Contohnya pada tahun ini, secara berurutan Penulis hanya menulis dua tulisan di Januari, tiga tulisan di Februari, 13 tulisan di Maret, delapan tulisan di April, dan tujuh tulisan di Mei. Total, 34 tulisan.</p>



<p>Penulis sendiri tidak tahu mengapa dirinya begitu kesulitan dalam mengalokasikan waktu untuk menulis artikel. Jika dibilang tidak ada waktu, rasanya itu hanya alasan saja karena <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rebahan-main-hp-kombo-maut/">Penulis menghabiskan waktu di depan layar ponsel/tablet sambil rebahan</a> cukup lama.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<p>Setelah melakukan evaluasi diri, Penulis merasa kalau dirinya membutuhkan alat bantu yang bisa berperan sebagai &#8220;asisten pribadi.&#8221; Setelah mencoba berbagai platform, akhirnya Penulis merasa kalau <strong>Notion </strong>adalah asisten terbaik sejauh ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Membutuhkan Bantuan &#8220;Otak&#8221; Kedua</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="523" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-220507-1024x523.png" alt="" class="wp-image-7330" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-220507-1024x523.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-220507-300x153.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-220507-768x392.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-220507-1536x784.png 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-220507.png 1876w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Google Keeps Kurang Efektif</figcaption></figure>



<p>Selama ini, Penulis menggunakan berbagai metode untuk mencatat ide dan progres untuk blognya ini. Namun, yang Penulis gunakan beberapa waktu ke belakang adalah<strong> Samsung Notes </strong>dan <strong>Google Keeps</strong>. </p>



<p>Untuk ide yang baru judul saja, Penulis sering mencatatnya di Keeps karena simpel dan bisa diakses di banyak perangkat. Kalau ingin melakukan <em>breakdown </em>ide dan menjabarkan apa yang ingin dibahas, baru Penulis mencatatnya di Samsung Notes agar bisa menulis dengan tangan. </p>



<p>Masalahnya, metode tersebut benar-benar tidak efektif. Di Keeps, seringnya ide-ide tersebut tertumpuk begitu saja tanpa pernah dieksekusi. Akibatnya, Penulis pun sampai lupa sebenarnya ingin membahas apa dari ide tersebut.</p>



<p>Samsung Notes pun begitu. Karena ingin memanfaatkan fitur S-Pen dari tablet yang dimiliki, Penulis berusaha membiasakan untuk mencatat ide yang lebih jauh di Samsung Notes. Ini sempat berjalan selama beberapa bulan, tapi akhirnya berhenti karena <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/bahaya-mager-dan-apatis/">mager</a>.</p>



<p>Saat lebaran tahun ini, Penulis mampir ke toko buku dan menemukan sebuah buku berjudul <em>Building a Second Brain </em>karya Tiago Forte. Dari sinopsisnya yang menjelaskan betapa seringnya informasi hilang dari otak kita, Penulis jadi tertarik untuk membacanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perjalanan Menemukan Platform Otak Kedua Terbaik</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/notion-whathefan-artikel-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7331" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/notion-whathefan-artikel-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/notion-whathefan-artikel-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/notion-whathefan-artikel-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/notion-whathefan-artikel.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Buku Building a Second Brain (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=K-ssUVyfn5g">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Meskipun belum selesai membaca buku tersebut, Penulis menangkap esensi utamanya yang memanfaatkan teknologi untuk menjadi otak kedua kita karena keterbatasan otak utama kita dalam menyimpan informasi. Penulis pun terdorong untuk mencari platform otak kedua ini.</p>



<p>Pertama, Penulis coba mengoptimalkan aplikasi yang sudah sering digunakan, yakni <strong>Google Keeps</strong>. Sayangnya, Keeps terlalu sederhana sehingga tidak bisa membuat folder sesuai kebutuhan, kita hanya bisa memanfaatkan fitur Tags.</p>



<p>Selanjutnya Penulis mencoba <strong>Microsoft OneNote</strong>, yang sayangnya sekali lagi memiliki keterbatasan dalam membuat folder-folder. <strong>Evernote </strong>sebenarnya memiliki fitur yang cukup lengkap, tapi sayangnya mayoritas fitur mengharuskan kita berlangganan.</p>



<p>Setelah itu, Penulis mencoba beberapa aplikasi lain seperti Joplin, tapi tetap saja kurang srek. Akhirnya Penulis menemukan <strong>Notion</strong>, sebuah platform yang sebenarnya lebih banyak digunakan untuk proyek-proyek IT karena banjir fitur.</p>



<p>Penulis sempat merasa kalau Notion akan terasa terlalu <em>overkill </em>untuk sekadar mencatat ide artikel blog. Namun, Penulis merasa perlu untuk mencoba platform ini. Hasilnya, Penulis berhasil menemukan platform terbaik yang bisa Penulis gunakan untuk dijadikan otak kedua. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Notion Jadi Platform Terbaik untuk Penulis?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="555" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-02-225325-1024x555.png" alt="" class="wp-image-7329" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-02-225325-1024x555.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-02-225325-300x163.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-02-225325-768x416.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-02-225325-1536x832.png 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-02-225325.png 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Semua Kebutuhan dalam Satu Layar</figcaption></figure>



<p>Ada banyak alasan mengapa Penulis akhirnya menjatuhkan pilihan pada Notion. Pertama, ada banyak <em>template </em>yang bisa Penulis manfaatkan. Tidak hanya untuk mencatat ide, Notion juga bisa Penulis manfaatkan sebagai <em>tracker </em>seperti yang terlihat pada gambar di atas.</p>



<p>Awalnya, Penulis memisahkan daftar ide beserta <em>breakdown</em>-nya dan progres artikel di catatan yang berbeda. Namun, setelah mencoba beberapa hari, Penulis merasa hal tersebut sama sekali tidak efektif, sehingga memutuskan untuk menjadikannya satu.</p>



<p>Progres dari setiap ide Penulis bagi menjadi enam bagian, yakni:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Ideas List:</strong> Berisi ide yang masih berupa judul saja</li>



<li><strong>Point List:</strong> Berisi ide yang sudah di-<em>breakdown </em>akan ada apa saja isinya</li>



<li><strong>Planned: </strong>Ide di Point List yang sudah dijadwalkan kapan akan tayang (sudah ditentukan <em>deadline</em>-nya)</li>



<li><strong>Drafted:</strong> Ide di Planned yang sudah dibuatkan <em>draft</em>-nya di WordPress</li>



<li><strong>Article Done:</strong> Ide di <em>draft </em>yang sudah ditayangkan</li>



<li><strong>Social Media Done: </strong>Artikel yang sudah tayang telah dibuatkan konten media sosialnya</li>
</ul>



<p>Karena antarmuka Notion juga menarik dan responsif, Penulis jadi merasa senang ketika menggunakannya. Bayangkan, untuk memindahkan ide dari satu bagian ke bagian lain, Penulis hanya perlu <em>drag and drop </em>saja tanpa ribet.</p>



<p>Notion juga bisa diakses di semua perangkat, yang membuatnya sangat fleksibel. Begitu Penulis menemukan inspirasi, maka Penulis tinggal mengeluarkan ponselnya dan mencatatnya di Notion dengan mudah.</p>



<p>Karena merasa sangat terbantu, Penulis pun mencoba mengeksplorasi fitur lain dari Notion. Beberapa yang sudah Penulis ketahui adalah bagaimana kita bisa melihat <em>tracker </em>di atas dalam bentuk <em>timeline </em>dan <em>table</em>. Contohnya bisa dilihat di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="547" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-221659-1024x547.png" alt="" class="wp-image-7332" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-221659-1024x547.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-221659-300x160.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-221659-768x411.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-221659-1536x821.png 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-221659.png 1919w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Dari <em>timeline </em>di atas, Penulis jadi bisa melihat seberapa konsisten dirinya dalam menulis artikel blog. Sejak memutuskan untuk menggunakan Notion, Penulis sudah mencatatkan <em>streak </em>sebanyak 10 hari berturut-turut termasuk artikel ini.</p>



<p>Penulis dulu melakukan <em>tracking </em>menggunakan Google Sheets secara manual (dan melelahkan). Dalam catatan tersebut, terakhir kali Penulis mencatat <em>streak </em>sepanjang ini adalah pada bulan Oktober 2022 dengan 13 hari. Sudah selama itu Penulis inkonsisten.</p>



<p>Setidaknya sampai hari ini, Penulis merasa sangat terbantu dengan kehadiran Notion dan telah terbukti berhasil meningkatkan konsistensinya dalam memproduksi tulisan. Semoga saja <em>streak </em>ini bisa terus terjaga selama mungkin, seperti ketika awal-awal Penulis membuat blog ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Menggunakan Notion untuk mengelola ide-ide blog adalah langkah pertama Penulis dalam membuat otak keduanya. Ke depannya, Penulis ingin memanfaatkan Notion lebih jauh lagi untuk keperluan mencatat.</p>



<p>Satu hal yang ingin Penulis segera masukkan ke dalam Notion adalah catatan-catatannya yang berkaitan dengan dunia kerja seperti SEO dan <em>digital marketing, </em>yang saat ini tersebar di berbagai platform dan tidak terorganisir sama sekali. </p>



<p>Tidak hanya yang sudah dicatat, Penulis juga ingin mencatat berbagai <em>insight </em>dan pengetahuan seputar banyak hal, terutama yang berkaitan dengan penambahan <em>value </em>diri. <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/artikel-pada-tulisan-ini-dibuat-menggunakan-ai-chatgpt/">AI adalah salah satu topik paling seksi untuk didalami</a>.</p>



<p>Yang jelas, Notion benar-benar telah membantu Penulis dengan menjadi otak keduanya, walaupun saat ini masih terbatas untuk keperluan blog saja. Penulis merekomendasikan Notion untuk Pembaca yang merasa butuh aplikasi catatan dengan fitur yang berlimpah.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 4 Juni 2024, terinspirasi setelah dirinya menggunakan Notion untuk <em>blogging</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/">Saya Menggunakan Notion untuk Mencatat Progres Artikel Whathefan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
