<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>judi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/judi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/judi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Jun 2024 14:40:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>judi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/judi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Layakkah Pemain Judi Online Dianggap Korban dan Mendapatkan Bansos?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/layakkah-pemain-judi-online-dianggap-sebagai-korban/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/layakkah-pemain-judi-online-dianggap-sebagai-korban/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2024 14:38:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bansos]]></category>
		<category><![CDATA[judi]]></category>
		<category><![CDATA[judi online]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7450</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini masyrakat heboh dengan pernyataan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy. Pasalnya, ia menyebutkan kalau korban judi online (judol) akan mendapatkan bantuan sosial (bansos)! Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyetujui wacana tersebut. Di sisi lain, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartanto, mengatakan bahwa para korban judol tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/layakkah-pemain-judi-online-dianggap-sebagai-korban/">Layakkah Pemain Judi Online Dianggap Korban dan Mendapatkan Bansos?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Belakangan ini masyrakat heboh dengan pernyataan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), <strong>Muhadjir Effendy</strong>. Pasalnya, ia menyebutkan kalau korban judi <em>online </em>(judol) akan mendapatkan bantuan sosial (bansos)!</p>



<p>Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyetujui wacana tersebut. Di sisi lain, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartanto, mengatakan bahwa para korban judol tidak akan mendapatkan fasilitas bantuan dari pemerintah.</p>



<p>Yang jelas, hal ini memicu emosi dari sebagian masyarakat yang menganggap kalau korban judol tidak layak untuk mendapatkan bansos. Muhadjir sendiri akhirnya merevisi ucapannya dengan mengatakan bansos yang dimaksud diperuntukkan untuk keluarga korban judol.</p>



<p>Pertanyaannya, <strong>apakah pantas pemain judol (yang kalah, tentu saja) pantas dianggap sebagai korban?</strong></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/setelah-membaca-twenty-four-eyes-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/setelah-membaca-twenty-four-eyes-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/setelah-membaca-twenty-four-eyes-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/setelah-membaca-twenty-four-eyes-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/setelah-membaca-twenty-four-eyes-banner.jpg 1280w " alt="[REVIEW] Setelah Membaca Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-twenty-four-eyes-dua-belas-pasang-mata/">[REVIEW] Setelah Membaca Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Pemain Judol yang Tak Sadar sedang Diakali Sistem</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7455" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Bisa Dimanipulasi dengan Teknik Tertentu (<a href="https://napoleons-casinos.co.uk/journal/how-to-play-roulette-beginners-guide/">Napoleons Casinos</a>)</figcaption></figure>



<p>Sewaktu kecil, Penulis pernah membaca komik (lupa judulnya) yang bercerita tentang seorang pebisnis besar yang ingin mewariskan perusahaannya secara terbuka. Siapapun yang merasa layak, boleh mencoba mendaftar dan nanti akan mengikuti beberapa ujian.</p>



<p>Menariknya, salah satu ujiannya adalah bermain judi berbagai jenis, mulai poker sampai <em>roulette</em>. Dari komik tersebut, Penulis baru tahu kalau hasil dari judi tersebut sudah diatur sedemikian rupa untuk menguntungkan bandar.</p>



<p>Awalnya logika Penulis menganggap kalau hal tersebut hanya terjadi di komik untuk memberikan kesan dramatis. Ternyata, setelah melihat beberapa konten di media sosial, di dunia asli pun ada banyak manipulasi seperti yang diceritakan di komik tersebut.</p>



<p>Nah, <strong>kalau yang <em>offline </em>dan dilihat banyak orang saja manipulasi banyak dilakukan, apalagi judi <em>online </em>yang menggunakan sistem komputer yang tak terlihat</strong>? Ada banyak sekali celah untuk memanipulasi pemain agar terus bermain.</p>



<p>Di <em>game Borderlands 3 </em>yang sedang Penulis mainkan, ada fitur permainan slot yang menggunakan uang <em>in-game </em>(bukan uang asli) untuk mendapatkan <em>item-item </em>tertentu seperti senjata. Itu saja lebih sering <em>zonk-</em>nya, sangat jarang ada <em>item </em>bagus yang bisa didapatkan.</p>



<p>Mirip dengan judi di Casino, tentu pemain baru akan dikasih menang dulu agar memberikan efek dopamin dan membuat mereka terus melakukan deposit. Setelah itu, kekalahan demi kekalahan akan mereka terima. Kalaupun menang, tentu hasilnya sedikit.</p>



<p>Karena merasa yakin permainan berikutnya akan menang, maka mereka akan terus melakukan deposit. Tak jarang jika mereka menggunakan uang dari berbagai sumber, termasuk memanfaatkan jasa pinjam <em>online </em>(pinjol) yang tentu akan menimbulkan masalah baru. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Pemain Judol Dikasih Bansos, Layak atau Tidak?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7456" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/korban-judol-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dapat Bansos, Pemain Judol Full Senyum (<a href="https://www.vecteezy.com/photo/35345676-ai-generated-handsome-young-man-playing-poker-at-casino-casino-concept-a-happy-man-winning-poker-in-casino-and-money-flying-around-him-ai-generated">Vecteezy</a>)</figcaption></figure>



<p>Mungkin akan ada yang berargumen kalau mereka bermain judol untuk sekadar <em>have fun</em>, bukan untuk meraih kekayaan instan. Nah, dari sini pola pikirnya sudah salah karena <strong>judinya sendiri adalah perbuatan yang dilarang oleh agama mana pun</strong>.</p>



<p>Mau sedikit, mau banyak, kalau salah ya tetap salah. Apapun alasannya, kalau hal buruk ya jangan dilakukan. Begal yang melakukan pencurian motor (hal buruk) demi menghidupi keluarganya (niat baik) juga tidak akan kita benarkan, bukan?</p>



<p>Apalagi, banyak pemain judol yang sampai habis miliaran. Bayangkan dari Perwira TNI hingga anggota DPR pun ada yang terseret judol. Ini menunjukkan kalau pemainnya bukan dari kalangan miskin saja. Masa iya main judol miliaran layak dapat bansos?</p>



<p>Penulis kerap mendapatkan cerita dari teman-temannya bagaimana para pemain judol ini sudah begitu kecanduan sehingga sama sekali tidak bisa dinasehati, entah itu untuk <em>have fun </em>atapun mau dapat uang instan.</p>



<p>Mereka tidak sadar kalau dirinya sedang diakali dan dibodohi oleh sistem. Logikanya, mana ada bandar judi yang mau rugi? Pasti mereka mau meraup keuntungan sebesar-besarnya dari hasil deposit para pemain. Apalagi, manipulasi di judol lebih mudah dan tak terlihat.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis sama sekali <strong>tidak setuju jika para pemain judol dianggap sebagai &#8220;korban&#8221; dan butuh mendapatkan bansos</strong>. Mereka adalah korban dari kelakukan buruk mereka sendiri dan harus menanggung konsekuensinya. Mereka tidak layak mendapatkan bansos.</p>



<p>Penulis justru khawatir kalau bansos yang diberikan, jika berupa uang, akan digunakan untuk deposit. Meskipun diberi ke keluarganya sekalipun, potensi untuk salah digunakan sangat besar mengingat tabiat mayoritas dari pemain judol.</p>



<p>Pemberian bansos juga membuat mereka tidak akan merasa jera bermain judol. Pikir mereka, &#8220;Tenang aja, walau boncos tetap dapet bansos.&#8221; Tentu hal ini terasa tidak adil bagi masyarakat yang mungkin pas-pasan tapi tidak kebagian jatah bansos karena dianggap kurang miskin.</p>



<p>Jika pemerintah memang mau memberikan bantuan kepada pemain judol, lakukan saja <strong>rehabilitasi untuk menghilangkan kecanduan judol</strong>. Walau belum tentu berhasil, setidaknya itu lebih baik dibandingkan memberi mereka &#8220;insentif.&#8221;</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Judol adalah salah satu permasalahan terbesar yang sedang dihadapi oleh Indonesia. Bayangkan saja, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat trasaksi judol mencapai <strong>Rp600 triliun</strong>.</p>



<p>Pemerintah Indonesia sendiri sebenarnya tidak diam saja melihat hal ini. Presiden Joko Widodo telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk memberantas judol yang dipimpin oleh Menko Polhukam Hadi Tjahjanto.</p>



<p>Selain itu, pemerintah juga mengklaim telah menutup jutaan situs judol, walaupun situs judol ini mati satu tumbuh seribu. Menkominfo juga melakukan SMS Blast yang efeknya sebenarnya sama dengan peringatan kematian di bungkus rokok, alias <em>ga ngefek</em>.</p>



<p>Masyarakat jelas menuntut pemerintah untuk menghadirkan solusi-solusi lain yang lebih konkrit untuk memberantas judol yang kian meresahkan ini, bukan justru memberi bansos kepada para pemainnya. Penulis rasa semua yang masih waras akan menentang ide ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 17 Juni 2024, setelah muncul wacana mengenai pemain judol yang akan mendapatkan bansos</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.linkedin.com/pulse/check-out-important-guide-choose-best-free-online-slots-ankit-ahirwar">LinkedIn</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-7394812/muhadjir-luruskan-korban-judol-dapat-bansos-yang-terima-keluarganya">Muhadjir Luruskan &#8216;Korban Judol Dapat Bansos&#8217;: Yang Terima Keluarganya (detik.com)</a></li>



<li><a href="https://www.kedaipena.com/menko-airlangga-tegaskan-bansos-untuk-korban-judol-tak-ada-di-apbn/">Menko Airlangga Tegaskan, Bansos Untuk Korban Judol Tak Ada di APBN &#8211; Kedai Pena</a></li>



<li><a href="https://www.tvonenews.com/berita/nasional/219467-jadi-miskin-karena-main-judi-online-bisa-dapat-bansos-begini-penjelasannya-kata-dpr">Jadi Miskin karena Main Judi Online Bisa Dapat Bansos, Begini Penjelasannya kata DPR (tvonenews.com)</a></li>



<li><a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20240616104537-12-1110516/7-fakta-terbaru-judi-online-ri-transaksi-rp600-t-bakal-dapat-bansos">7 Fakta Terbaru Judi Online RI: Transaksi Rp600 T-Bakal Dapat Bansos (cnnindonesia.com)</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/layakkah-pemain-judi-online-dianggap-sebagai-korban/">Layakkah Pemain Judi Online Dianggap Korban dan Mendapatkan Bansos?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/layakkah-pemain-judi-online-dianggap-sebagai-korban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Oct 2023 00:06:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[judi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahabharata]]></category>
		<category><![CDATA[Pandawa]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>
		<category><![CDATA[Yudhistira]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6895</guid>

					<description><![CDATA[<p>Melihat semakin maraknya kasus judi online di masyarakat yang sangat memprihatinkan hingga melibatkan banyak streamer game, Penulis jadi teringat oleh salah satu kisah pewayangan yang terkenal. Yudhistira yang merupakan sulung para Pandawa pun pernah terlilit masalah karena masalah judi. Padahal, ia dikenal sebagai sosok raja yang bijaksana. Namun, ternyata seorang yang bijaksana pun harus terkena [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/">Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Melihat semakin maraknya kasus judi <em>online </em>di masyarakat yang sangat memprihatinkan hingga <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/streamer-game-terseret-pusaran-judi-online/">melibatkan banyak <em>streamer game</em></a>, Penulis jadi teringat oleh salah satu kisah pewayangan yang terkenal. </p>



<p><strong>Yudhistira</strong> yang merupakan sulung para Pandawa pun pernah <strong>terlilit masalah karena masalah judi</strong>. Padahal, ia dikenal sebagai sosok raja yang bijaksana. Namun, ternyata seorang yang bijaksana pun harus terkena getah karena bermain judi.</p>



<p>Lantas, mengapa Yudhistira bermain judi dalam bentuk dadu? Apa konsekuensi yang harus diterima olehnya (dan keluarganya) karena kalah dalam perjudian tersebut? Semuanya akan berusaha Penulis ringkas melalui tulisan ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/membiasakan-diri-dengan-vokal-emily-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/membiasakan-diri-dengan-vokal-emily-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/membiasakan-diri-dengan-vokal-emily-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/membiasakan-diri-dengan-vokal-emily-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/membiasakan-diri-dengan-vokal-emily-banner.jpg 1200w " alt="Cara Linkin Park Membiasakan Vokal Emily kepada Penggemarnya" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">Cara Linkin Park Membiasakan Vokal Emily kepada Penggemarnya</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Latar Belakang Yudhistira</h2>



<p><strong>Yudhistira</strong>, atau kerap disebut Puntadewa dalam pewayangan Jawa, merupakan anak sulung dari pasangan <strong>Pandu</strong> dan <strong>Kunti</strong> dari Dinasti Kuru. Menariknya, ia lahir berkat bantuan <strong>Dewa Yama (Dharma)</strong> karena Pandu terkena kutukan akan meninggal jika berhubungan badan.</p>



<p>Dalam Dinasti Kuru, Pandu diangkat menjadi raja karena kakaknya, <strong>Dretarastra</strong>, mengalami kebutaan sejak lahir. Namun, setelah Pandu terkena kutukan, ia memilih untuk menepi dan membuat kakaknya memimpin kerajaan <strong>Hastinapura</strong> untuk sementara.</p>



<p>Lantas, setelah Pandu meninggal karena melanggar kutukan Resi, Yudhistira bersama keempat saudaranya (<strong>Bima</strong>, <strong>Arjuna</strong>, <strong>Nakula</strong>, <strong>Sadewa</strong>) dan Kunti pun kembali ke kerajaan dan mendapatkan bimbingan dari beberapa tokoh seperti Bisma dan Resi Drona.</p>



<p>Sebagai anak dari Pandu, para Pandawa kerap berselisih dengan sepupu mereka yang merupakan anak-anak Drestarastra, yakni para keseratus Kurawa yang disulungi oleh <strong>Duryodhana</strong>. Bumbu-bumbu perebutan takhta pun telah tercium.</p>



<p>Saat Yudhistira beranjak dewasa, artinya status Drestarastra sebagai raja sementara pun akan segera dikembalikan ke keturunan Pandu. Hal ini tidak diinginkan Duryodhana. Maka berbagai rencana jahat pun mulai dilakukan.</p>



<p>Salah satu kisah yang paling terkenal adalah insiden pembakaran Laksagraha, sebuah istana yang terbuat dari lilin. Yudhistira bersama saudara dan ibunya selamat dari kejadian tersebut, lalu memutuskan untuk pergi dari Hastinapura.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Terbaginya Hastinapura Menjadi Dua</h2>



<p>Setelah pergi dari Hastinapura dan mengasingkan diri, Arjuna berhasil memenangkan sayembara untuk menikahi <strong>Drupadi</strong>. Namun, karena kesalapahaman Kunti, pada akhirnya Drupadi menjadi istri dari kelima Pandawa.</p>



<p>(Catatan: Di versi pewayangan Jawa, Drupadi hanya menikah dengan Yudhistira)</p>



<p>Para Pandawa pun kembali ke Hastinapura setelah menikahi Drupadi, menuntut hak mereka atas kerajaan. Karena pihak Kurawa enggan mengembalikan kerajaan tersebut dan demi menghindari perselisihan, akhirnya Hastinapura pun dibagi menjadi dua.</p>



<p>Yudhistira pun menjadi raja di kerajaan yang diberi nama <strong>Indraprastha</strong> (atau lebih terkenal dengan nama Amarta dalam pewayangan Jawa). Dibangun dari hutan &#8220;angker&#8221; yang ditinggalkan, kerajaan Indraprastha memiliki sebuah istana yang begitu megah.</p>



<p>Ketika mengadakan upacara Rajasuya, Yudhistira mengundang raja-raja dari kerajaan lain, termasuk Duryodhana. Saat memasuki istana Indraprastha, Duryodhana merasa kagum dengan kemegahan istana tersebut.</p>



<p>Ada satu kejadian memalukan di mana Duryodhana mengira lantai sebagai air, dan mengira air sebagai lantai. Hal ini membuat Bima tertawa terbahak-bahak, sekaligus menimbulkan perasaan dendam yang teramat besar pada diri Duryodhana.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Undangan Bermain Dadu</h2>



<p>Kemegahan istana Indraprastha membuat Duryodhana ingin menguasainya. Ia pun berkonsultasi dengan paman sekaligus penasehatnya, <strong>Sengkuni</strong>. Akhirnya mereka pun mengundang Yudhistira untuk bermain dadu (baca: judi) melalui Drestarastra.</p>



<p>Meskipun terkenal sebagai raja yang bijaksana, ada versi yang menyebutkan kalau <strong>Yudhistira sebenarnya menyukai permainan dadu</strong>. Namun, ada versi lain yang menyebutkan bahwa sebenarnya Yudhistira sangat menentang judi karena tidak membawa kebaikan.</p>



<p>Di sisi lain, karena yang mengundang pamannya sendiri, ia merasa <strong>perlu menghargai undangan </strong>tersebut dengan cara menghadirinya. Apalagi, Yudhistira pada dasarnya adalah orang yang selalu berprasangka baik kepada orang lain, bahkan kepada Duryodana. </p>



<p>Oleh karena itu, undangan tersebut ia anggap sebagai ajakan bermain dari keluarga tanpa ada prasangka negatif. Apalagi, pasti ada konsekuensi jika ia sampai menolak undangan bermain dadu dari kerajaan lain, seperti dianggap pengecut atau bahkan hingga memicu perang.</p>



<p>Permainan dadu pun diadakan di Hastinapura. Sama seperti kasus judi <em>online </em>kebanyakan, awalnya Yudhistira diberi kemenangan oleh pihak Duryodana dan Sengkuni. Taruhan yang semula kecil-kecilan, pada akhirnya semakin menjadi tidak masuk akal.</p>



<p>Yudhistira pada satu titik akhirnya<strong> mempertaruhkan seluruh kerajaan Indraprastha</strong>, yang menjadi target sebenarnya permainan judi tersebut diadakan. Tentu saja hal tersebut berakhir dengan kekalahan karena permainan tersebut memang sudah di-<em>setting </em>oleh Sengkuni.</p>



<p>Meskipun telah kehilangan kerajaannya, Yudhistira seolah menjadi gelap mata seperti para pemain judi <em>online </em>yang terus berharap kemenangan di ronde berikutnya. Bayangkan, <strong>ia mempertaruhkan para saudaranya, dirinya sendiri, bahkan istrinya Drupadi</strong>.</p>



<p>Drestarastra yang merasa tidak tega melihat keponakannya begitu terhina akhirnya memerintahkan Duryodana untk mengembalikan semuanya, yang berat hati ia lakukan. Akhirnya judi dilakukan ulang, dengan taruhan yang kalah harus mengasingkan diri.</p>



<p>Seolah tidak belajar dari kesalahan, Yudhistira pun kembali bermain dan tentu saja kalah lagi. Alhasil, ia bersama saudara, istri, dan ibunya pun harus mengasingkan diri selama 12 tahun ditambah 1 tahun menyamar tanpa boleh ketahuan pihak Kurawa.</p>



<p>Kelak, setelah mengasingkan diri dan menyamar tanpa ketahuan, Yudhistira datang ke Duryodana untuk meminta kembali Indraprastha. Namun, Duryodana menolak untuk menyerahkannya. Yudhistira melunak dengan meminta lima desa saja, tapi tetap ditolak.</p>



<p>Hal inilah yang akhirnya memicu Perang Mahabharata yang amat dahsyat di kemudian hari, sebuah perang dengan jumlah korban yang tidak main-main. Sebuah pertempuran antara satu dinasti yang memperebutkan takhta, yang bisa terjadi karena diawali oleh judi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Bayangkan, dari sebuah karya kuno yang ditulis ribuan tahun lalu, sebenarnya kita bisa belajar mengenai betapa destruktifnya permainan dadu bagi para pemainnya. Yudhistira yang bijak pun harus merasakan pahitnya kekalahan bermain judi.</p>



<p>Sengkuni pun masih hadir di dunia perjudian saat ini dalam bentuk bandar-bandar judi yang sudah mengatur permainan agar bisa mengeruk keuntungan sebanyak-banyak dari para pemain yang telah gelap mata dan terus berharap di <em>game </em>selanjutnya akan menang.</p>



<p>Meskipun tidak bisa dijustifikasi, alasan Yudhistira menerima ajakan bemain dadu adalah demi menghormati pamannya, yang ia anggap sebagai ayahnya sendiri. Ia terlalu berprasangka baik, dengan bepikir tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi.</p>



<p>Nah, kalau &#8220;Yudhistira-Yudhistira&#8221; di era modern, apa alasan mereka untuk bermain judi? Kemungkinan besar adalah karena menyimpan harapan bisa meraup uang banyak dengan cara mudah, tanpa menyadari ada &#8220;Sengkuni&#8221; di balik permainan tersebut. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 16 Oktober 2023, terinspirasi dari adanya kasus judi <em>online </em>yang semakin meresahkan</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.apartmenttherapy.com/dice-games-37187802">Apartment Therapy</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://youtu.be/6qYf0E425qw?si=8qgoVzh8NiKTilqH">MEMPERTANYAKAN SOSOK YUDHISTIRA &#8211; Tangan Belang</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Yudhishthira">Yudhishthira &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://www.quora.com/What-is-the-character-of-Yudhistira-in-the-perspective-of-a-dice-game">What is the character of Yudhistira in the perspective of a dice game? &#8211; Quora</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/">Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
