<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kekayaan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/kekayaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/kekayaan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Jun 2023 10:04:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>kekayaan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/kekayaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca The Psychology of Money</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-psychology-of-money/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-psychology-of-money/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jun 2023 15:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Morgan Housel]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[self improvement]]></category>
		<category><![CDATA[The Psychology of Money]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6569</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis menyadari bahwa dirinya termasuk telat dalam menyadari pentingnya mengelola uang dengan baik dan melakukan investasi. Untuk itu, beberapa waktu terakhir ini Penulis banyak membaca atau menonton video seputar keuangan. Nah, salah satu buku keuangan yang sering disebut adalah The Psychology of Money yang ditulis oleh Morgan Housel. Beberapa YouTuber yang Penulis sukai pun telah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-psychology-of-money/">[REVIEW] Setelah Membaca The Psychology of Money</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis menyadari bahwa dirinya termasuk telat dalam menyadari pentingnya mengelola uang dengan baik dan melakukan investasi. Untuk itu, beberapa waktu terakhir ini Penulis banyak membaca atau menonton video seputar keuangan.</p>



<p>Nah, salah satu buku keuangan yang sering disebut adalah <em><strong>The Psychology of Money </strong></em>yang ditulis oleh Morgan Housel. Beberapa YouTuber yang Penulis sukai pun telah mengulas buku ini, seperti Fellexandro Ruby dan Maudy Ayunda.</p>



<p>Meskipun sudah mengetahui garis besar buku tersebut melalui mereka, Penulis memutuskan untuk tetap membeli dan membaca sendiri buku ini. Pada tulisan kali ini, Penulis akan mencoba membagikan ulasannya mengenai buku ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul:&nbsp;<em>The Psychology of Money</em></li>



<li>Penulis: Morgan Housel</li>



<li>Penerbit: Penerbit BACA</li>



<li>Cetakan: Ke-35</li>



<li>Tanggal Terbit: Agustus 2022</li>



<li>Tebal: 238 halaman</li>



<li>ISBN: 9786026486578</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Ini?</h2>



<p>Sesuai dengan judulnya,<em> The Psychology of Money </em>mengajak kita untuk lebih memahami bagaimana psikologi dari sebuah uang melalui cerita-cerita pendek yang ia bagi menjadi 20 bab, dengan memberikan berbagai perspektif yang mungkin selama ini terlewat. </p>



<p>Menariknya, setiap akhir bab seolah dibuat semacam <em>teaser </em>untuk bab selanjutnya, sehingga pembaca buku ini pun akan terus merasa penasaran untuk membacanya. Penulis akui kalau trik ini cukup ampuh dan keren.</p>



<p>Setiap babnya akan membahas hal yang berbeda, dengan berbagai contoh dari kehidupan nyata. Yang paling mudah diingat adalah<strong> bagaimana &#8220;beruntungnya&#8221; seorang <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bill-gates-dan-sumpah-pemuda/">Bill Gates</a> </strong>hingga bisa menjadi orang terkaya di dunia melalui perusahaan yang ia dirikan, Microsoft.</p>



<p>Singkat cerita, salah satu faktor keberutungan yang dimiliki oleh Gates adalah bagaimana ia bisa bersekolah di salah satu sekolah yang memiliki fasilitas komputer dengan probabilitas yang sangat kecil. Ini salah satu hal yang harus kita pahami dari uang.</p>



<p>Banyak hal menarik lainnya yang Penulis temukan di buku ini, seperti bagaimana <strong>kekayaan itu pada dasarnya harus bersifat <em>compound </em></strong>atau bertahap. Kekayaan yang instan, biasanya akan hilang dalam waktu yang instan juga.</p>



<p>Tidak percaya? Coba sebutkan ada berapa banyak orang yang menang lotre mendadak, lantas dapat mempertahankan kekayaan tersebut? Kebanyakan, akan terdengar cerita kalau uang mereka ludes dalam waktu singkat dan mereka kembali ke titik awal lagi.</p>



<p>Masih ada banyak lagi hal menarik seputar uang yang dibahas oleh buku ini. Dengan gaya bahasa yang ringan dan dibalut dengan cerita menarik, rasanya semua kalangan akan mampu mendapatkan <em>insight </em>yang berguna untuk kehidupannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca The Psychology of Money</h2>



<p>Meskipun bisa dibilang inspiratif, Penulis merasa kalau <strong>buku ini tidak begitu aplikatif</strong>. Setelah menyelesaikannya, Penulis merasa belum mendapatkan jawaban yang memuaskan mengenai bagaimana memahami uang agar kita bisa mengendalikannya dengan lebih baik.</p>



<p>Memang, buku ini tidak jualan &#8220;5 Cara Menjadi Kaya&#8221;, sehingga kurang ada tips yang aplikatif seperti bagaimana melakukan investasi yang baik atau agar menabung bisa menjadi lebih efektif. Kita hanya akan dipaparkan cara memperlakukan uang dalam hidup.</p>



<p>Walaupun begitu, masih ada beberapa poin aplikatif di buku ini, seperti bagaimana <strong>pentingnya untuk melakukan diversivikasi investasi</strong> karena kita harus selalu menyiapkan <em>room for error</em>. </p>



<p>Selain itu, Penulis juga sadar kalau <em>skill </em>mendapatkan uang dan <em>skill </em>mempertahankan uang itu berbeda. Penulis sendiri mengalami ketika memegang uang, hasrat untuk membelanjakannya begitu tinggi, terutama untuk barang-barang yang konsumtif.</p>



<p>Seperti kata <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/jerome-dan-maudy-bicara-tentang-pendidikan/">Maudy Ayunda</a>, tabungan adalah <strong>pengeluaran kebutuhan dikurang ego kita</strong>. Semakin tinggi ego kita, semakin sedikit pula tabungan yang akan kita miliki. Untuk itu, dibutuhkan konsistensi untuk menabung, termasuk dalam berinvestasi.</p>



<p>Yang jelas, kita juga harus memahami kalau <strong>uang itu penting, tapi sebagai instrumen</strong>, bukan tujuan. Jadikan uang hanya sebagai alat untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk kita, bukan menimbulkan perasaan kalau uanglah yang membuat kita baik.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 15 Juni 2023, terinspirasi setelah membaca buku <em>The Psychology of Money </em>karya Morgan Housel</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-psychology-of-money/">[REVIEW] Setelah Membaca The Psychology of Money</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-psychology-of-money/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kehidupan Fana Palsu para Crazy Rich</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2022 05:48:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[crazy rich]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5632</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu terakhir ini, berita mengenai penangkapan para crazy rich di Indonesia sangat memenuhi media. Tuduhannya kurang lebih sama, dipidana atas kasus penipuan. Entah sudah berapa orang yang ditangkap. Dari yang Penulis baca, mereka ini adalah affiliator dari aplikasi atau platform trading dengan konsep binary option. Intinya, user diharuskan menebak apakah nilai suatu saham akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich/">Kehidupan Fana Palsu para Crazy Rich</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa waktu terakhir ini, berita mengenai penangkapan para <em>crazy rich </em>di Indonesia sangat memenuhi media. Tuduhannya kurang lebih sama, dipidana atas kasus penipuan. Entah sudah berapa orang yang ditangkap.</p>



<p>Dari yang Penulis baca, mereka ini adalah <em>affiliator </em>dari aplikasi atau platform <em>trading</em> dengan konsep <em>binary option</em>. Intinya, <em>user</em> diharuskan menebak apakah nilai suatu saham<em> </em>akan naik atau turun. Kalau naik ya <em>cuan</em>, kalau turun ya <em>sayonara goodbye.</em></p>



<p>Fenomena yang tengah terjadi ini seolah menjadi pengingat bagi kita semua, kalau kekayaan secara instan itu adalah hal yang hampir mustahil terjadi, terutama kita yang biasa-biasa ini.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Iming-Iming Kaya dengan Instan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5648" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Contoh Crazy Rich yang Ditangkap (<a href="https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4882304/sosok-indra-kenz-crazy-rich-medan-yang-dituduh-menipu-bermodus-trading">Liputan 6</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai seorang <em>affiliator</em>, para <em>crazy rich </em>ini tampaknya diwajibkan untuk mengajak sebanyak mungkin orang untuk menggunakan platform yang berafiliasi dengan mereka. Mungkin mirip dengan sistem rekrutmen MLM.</p>



<p>Bagaimana cara mereka menarik perhatian para calon &#8220;korban&#8221;? Tentu saja dengan memamerkan kekayaan yang katanya berasal dari keuntungan menggunakan platform tertentu. Kekayaan instan dalam waktu cepat, siapa yang tidak tergiur?</p>



<p>Apalagi, sosok-sosok yang menjadi <em>crazy rich </em>ini digambarkan sosok muda tanpa latar belakang keluarga kaya. Kekayaan mereka seolah mengalahkan harta yang dimiliki oleh <em>crazy rich </em>asli yang namanya sudah terkenal di negara kita.</p>



<p>Oleh karena itu, jumlah kerugian yang diderita oleh para korban juga tidak main-main, bisa mencapai miliaran rupiah. Bahkan, tak sedikit yang rela menjual harta benda mereka agar punya modal untuk &#8220;bermain&#8221; di platform ini.</p>



<p>Begitu mudahnya kita tergoda untuk menjadi kaya secara cepat membuat para penipu ini memiliki &#8220;pasar&#8221; untuk membuat diri mereka semakin kaya. Bayangkan, memperkaya diri dengan memiskinkan orang lain. Betapa tercelanya cara tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tidak Ada yang Namanya Kaya Instan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5649" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Yuk Kerja Keras! (<a href="https://unsplash.com/@israelandrxde">Israel Andrade</a>)</figcaption></figure>



<p>Dengan adanya kasus ini, tentu kita berharap bisa memetik pelajaran berharga: <strong>Tidak ada yang namanya kaya instan</strong>. Kalau kita bukan anak konglomerat, kita harus menyadari kalau jalan untuk menjadi kaya akan berat dan tidak mudah.</p>



<p>Bahkan, beberapa kasus langka seperti yang dialami Ghozali Everyday pun diawali dengan konsistensinya mengunggah foto <em>selfie</em>-nya selama kurang lebih lima tahun. Pemenang lotre atau kaya dari judi jelas tidak Penulis anggap.</p>



<p>Kalau kita berasal dari masyarakat yang biasa-biasa saja tanpa <em>privilege </em>lebih, jangan mudah tergiur dengan iming-iming kaya instan yang belum tentu benar. Lebih baik, kita investasikan waktu, uang, dan tenaga kita untuk mengembangkan <em>skill</em>, <em>knowledge</em>, serta relasi.</p>



<p>Jika ingin, ada banyak sarana investasi lain yang lebih jelas. Emas, tanah, saham, hingga reksadana. Jika punya dana berlebih, tak ada salahnya mencoba instrumen-instrumen tersebut dengan syarat kita harus mendalaminya terlebih dulu.</p>



<p>Terkadang, ada banyak orang yang ingin belajar investasi hanya karena ikut-ikutan atau karena FOMO (<em>Fear Out Missing Out</em>). Akibatnya, keputusan investasi yang kita ambil jadi kurang tepat dan terkesan terburu-buru.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Hidup dengan <em>financial freedom</em> memang seolah menjadi mimpi banyak orang. Namun, kadang kita lupa untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit.</p>



<p>Mungkin ada yang berpendapat kalau kita tidak bisa kaya <a href="https://whathefan.com/pengalaman/dulu-kerja-di-mana/">hanya dengan bermodalkan kerja keras</a>. Banyak faktor di sekeliling kita yang akan menghambat kemajuan kita. Itu Penulis akui ada benarnya.</p>



<p>Hanya saja, jika memang tidak memiliki <em>previlege </em>apa-apa lantas memilih bermalas-malasan dan berusaha kaya dengan cara yang tidak benar, menurut Penulis juga tidak tepat. Tidak ada yang salah dengan bekerja keras, <em>Gusti mboten sare</em>.</p>



<p>Memang hasilnya mungkin tidak akan sama dengan mereka-mereka yang kaya dengan cara tidak halal. Namun, percayalah harta yang didapatkan dengan cara baik akan lebih berkah dan membuat kita tenang.</p>



<p>Semoga saja kita semua bisa mengambil hikmah dari tertangkapnya para <em>crazy rich </em>ini. Semoga kita sadar, hampir tidak ada jalan pintas untuk bisa menjadi kaya dalam waktu singkat tanpa berusaha.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 9 April 2022, terinspirasi setelah banyaknya para <em>crazy rich </em>yang ditangkap oleh pihak kepolisian</p>



<p>Foto: <a href="https://www.bbc.com/reel/video/p07vts5j/the-surprising-psychology-behind-being-rich">BBC</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich/">Kehidupan Fana Palsu para Crazy Rich</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/kehidupan-fana-palsu-para-crazy-rich/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
