<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kontrol Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/kontrol/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/kontrol/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2021 10:54:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>kontrol Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/kontrol/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Terlalu Suka Mengendalikan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-suka-mengendalikan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-suka-mengendalikan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2020 15:22:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[berlebihan]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[kendali]]></category>
		<category><![CDATA[kontrol]]></category>
		<category><![CDATA[mengenalikan]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4198</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu sifat Steve Jobs yang paling terkenal adalah gila kontrolnya yang kerap membuat stres kolega dan bawahannya. Mulai konsep sampai hal sepele yang kerap diabaikan orang ia perhatikan. Ia berusaha mengendalikan segala hal. Penulis merasa dirinya juga seperti itu. Apalagi, ayah Penulis mengatakan bahwa orang Wage (Penulis lahir pada hari Rabu Wage) adalah tipe [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-suka-mengendalikan/">Terlalu Suka Mengendalikan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Salah satu sifat Steve Jobs yang paling terkenal adalah <strong>gila kontrolnya</strong> yang kerap membuat stres kolega dan bawahannya. Mulai konsep sampai hal sepele yang kerap diabaikan orang ia perhatikan. Ia berusaha mengendalikan segala hal.</p>



<p>Penulis merasa dirinya juga seperti itu. Apalagi, ayah Penulis mengatakan bahwa orang <strong>Wage</strong> (Penulis lahir pada hari Rabu Wage) adalah tipe orang pengendali.</p>



<p>Menurut Pembaca, apakah sifat ini termasuk baik? Atau sebaliknya merupakan sifat buruk yang bisa merugikan orang lain?</p>



<h3>Mengendalikan Permainan</h3>



<p>Ketika bermain game bersama teman-teman, Penulis lebih suka menjadi orang yang mengendalikan permainan daripada ikut dalam permainan itu sendiri.</p>



<p>Contoh mudahnya adalah <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/werewolf-ala-sumber-wuni-indah/">permainan <strong>Werewolf</strong></a>. Hampir di mana pun bermain game ini, Penulis sangat sering menjadi moderatornya. Meskipun harus repot mencatat dan bergerak ke sana kemari, Penulis menikmati tugas ini karena dirinya bisa mengendalikan permainan.</p>



<p>Penulis bisa memilih peran apa saja yang bisa dipilih oleh pemain, bisa menambahkan peran baru yang bahkan tidak ada di versi resminya, dan lain sebagainya.</p>
<div id="attachment_4204" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4204" class="size-large wp-image-4204" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/terlalu-suka-mengendalikan-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/terlalu-suka-mengendalikan-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/terlalu-suka-mengendalikan-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/terlalu-suka-mengendalikan-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/terlalu-suka-mengendalikan-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4204" class="wp-caption-text">Menjadi Bank (<a href="https://www.thesprucecrafts.com/monopoly-how-much-rent-do-i-collect-411910">The Spruce Crafts</a>)</p></div>



<p>Begitu pun ketika bermain <strong>Monopoly</strong>. Penulis lebih senang berperan menjadi bank daripada harus ikut berebut lahan dengan pemain lain. Penulis bisa menambahkan aturan sesuka hati, termasuk memberikan bonus kepada pemain.</p>



<p>Ketika sedang berada di kepantiaan, Penulis lebih senang berada di <strong>Sie Acara</strong> yang pekerjaannya mengatur acara. Intinya, Penulis menyukai hal-hal yang bersifat mengendalikan.</p>



<p>Permasalahannya, terkadang sifat ini melampaui batas hingga membuat susah orang lain.</p>
<h3>Agar Sesuai Ekspetasi</h3>
<p>Sifat ingin mengendalikan ini, parahnya, bisa sampai masuk ke wilayah privasi orang lain. Ada rasa ingin mengendalikan orang-orang yang ada di sekitar kita agar <strong>bertindak seperti keinginan kita</strong>.</p>
<p>Contohnya adalah ketika ada kawan dekat yang <a href="https://whathefan.com/karakter/apa-yang-bisa-kita-kendalikan/">tiba-tiba berubah</a>. Karena merasa di luar kendali, kita pun menjadi panik dan berusaha untuk mencari tahu dengan paksa kenapa dia berubah.</p>
<p>Selain itu, kita bisa saja <strong>terlalu ikut campur</strong> terhadap permasalahan orang lain. Misal ada si A pacaran dengan si B. Karena kita tidak setuju, kita berusaha untuk memisahkan mereka.</p>
<p>Tanpa disadari, kita ingin mengendalikan orang agar sesuai dengan <strong>ekspetasi kita</strong>. Kita tidak ingin orang lain bersikap di luar ekspetasi tersebut. Di sini lah sikap ingin mengendalikan jadi melampaui batas.</p>
<p>Sikap terlalu ingin mengendalikan seperti ini ujung-ujungnya hanya akan berbuah kekecewaan. Kenapa? Karena kita akan menyadari bahwa <strong>tidak semua hal bisa kita kendalikan</strong>.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Hidup ini <strong>bukan sebuah video game</strong> yang karakter dan dunianya bisa kita kendalikan seenak kita sendiri. Bahkan di dalam game, ada batasan-batasan tentang apa yang bisa kita kendalikan.</p>
<p>Bahkan dalam permainan <em>open world </em>seperti GTA V, pergerakan kita sebatas yang diberikan oleh pihak pengembang game. Kita tidak benar-bener mengontrol seluruh permainan.</p>
<p>Begitu pun dalam hidup. Ada banyak sekali hal yang tidak bisa kita kendalikan di dunia ini. Apa yang benar-benar bisa kita kendalikan sepenuhnya adalah <strong>diri sendiri</strong>.</p>
<p>Menyadari fakta ini membuat kita, terutama Penulis, bisa mengurangi sikap ingin mengendalikan yang terlalu berlebihan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 26 Desember 2020, terinspirasi setelah melakukan perenungan diri </p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@diegosmarines">Diego Marín</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-suka-mengendalikan/">Terlalu Suka Mengendalikan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-suka-mengendalikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berkata Kotor di Media Sosial</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/berkata-kotor-di-media-sosial/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/berkata-kotor-di-media-sosial/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2019 16:54:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Maya]]></category>
		<category><![CDATA[ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[kontrol]]></category>
		<category><![CDATA[kotor]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2159</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai seorang admin Instagram, tentu penulis berusaha meluangkan waktu untuk membaca komentar-komentar yang masuk di setiap pos yang sudah dipublikasi. Tentu saja komentar yang masuk bervariasi, akan tetapi ada saja yang membuat penulis mengelus dada. Apa itu? Adanya omongan-omongan kotor yang muncul, entah untuk memaki postingan penulis ataupun bertengkar dengan netizen lain karena berbeda pendapat. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/berkata-kotor-di-media-sosial/">Berkata Kotor di Media Sosial</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai seorang admin Instagram, tentu penulis berusaha meluangkan waktu untuk membaca komentar-komentar yang masuk di setiap pos yang sudah dipublikasi. Tentu saja komentar yang masuk bervariasi, akan tetapi ada saja yang membuat penulis mengelus dada.</p>
<p>Apa itu? Adanya omongan-omongan kotor yang muncul, entah untuk memaki postingan penulis ataupun bertengkar dengan netizen lain karena <a href="http://whathefan.com/karakter/menghargai-perbedaan-dari-yang-terkecil/">berbeda pendapat</a>.</p>
<p>Tentu hal ini membuat penulis berpikir, <em>mengapa semudah itu untuk berkata kotor</em>? Sejauh pemahaman penulis, sama sekali tidak ada manfaat berkata kotor, apalagi diumbar di wilayah publik.</p>
<p>Penulis paham, terkadang memang susah untuk menahan emosi. Akan tetapi, jelas bukan perbuatan yang bijak untuk mengumbar <a href="http://whathefan.com/karakter/media-sosial-sebagai-tempat-pelampiasan-emosi/">kemarahan di media sosial</a> yang bisa dikonsumsi oleh orang lain, terutama keluarga dan teman-teman kita.</p>
<p>Coba kita renungkan bersama, adakah hal positif yang didapat dengan berkata kotor di media sosial? Ada? Penulis sama sekali tidak bisa menemukan sisi positif dari perbuatan tersebut.</p>
<p>Yang penulis herankan, betapa mudahnya orang-orang untuk mengeluarkan kata kotor bahkan hanya karena hal sepele. Hal-hal remeh yang sebenarnya tidak akan membuat kita mendapatkan apa-apa selain debat kusir tanpa makna.</p>
<p>Selain itu, kata-kata kotor juga sering keluar pada status seseorang dengan tujuan menyindir seseorang yang sudah membuat dirinya gusar. Apa tujuannya? Memberitahu orang lain betapa buruknya orang yang sudah membuat kita kecewa? Bisa jadi.</p>
<p>Jika ada masalah dengan orang lain, ada baiknya jika langsung diselesaikan dengan yang bersangkutan tanpa perlu <a href="http://whathefan.com/karakter/sindir-menyindir-di-media-sosial/">sindir-menyindir di media sosial</a>. Kalau memang sedang berkonflik dengan orang lain, selesaikan tanpa perlu menyebar aib orang lain.</p>
<p>Media sosial memang menjadi wadah untuk <a href="http://whathefan.com/karakter/batasan-kebebasan-berekspresi/">mengekspresikan diri</a>, akan tetapi bukan berarti kita bisa berbuat seenak hati. Tetap ada norma-norma yang berlaku agar sesama pengguna media sosial bisa merasa nyaman.</p>
<p>Cobalah untuk menahan dan menguasai emosi diri kita. Kebanyakan orang akan menyesal setelah meluapkan emosinya. Setidaknya, mereka akan menyesal ketika hal buruk menimpa setelah emosi keluar, seperti laki-laki yang sedang viral karena merusak motornya tersebut.</p>
<p>Oleh karena itu, yuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Gunakanlah media sosial sebagai media untuk menyebarkan kebaikan, bukan keburukan termasuk kata-kata kotor yang tak bermanfaat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 10 Februari 2019, terinspirasi dari banyaknya kata-kata kotor yang berseliweran di media sosial</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 xLon9 _3l__V _1CBrG" href="https://unsplash.com/@gagewalkerr">Gage Walker</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/berkata-kotor-di-media-sosial/">Berkata Kotor di Media Sosial</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/berkata-kotor-di-media-sosial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
