<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kota Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/kota/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/kota/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Nov 2018 13:28:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>kota Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/kota/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Satu Minggu di Bandung (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/satu-minggu-di-bandung-bagian-2/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/satu-minggu-di-bandung-bagian-2/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Nov 2018 09:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Jatinangor]]></category>
		<category><![CDATA[KAA]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[museum]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[PVJ]]></category>
		<category><![CDATA[Unpad]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1648</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dibutuhkan satu jam perjalanan dengan menggunakan motor untuk pergi dari Bandung ke Jatinangor menuju kos lama Bayu. Karena tidak ada helm kedua, maka penulis harus melanggar peraturan lalu lintas sepanjang perjalanan. Untunglah, kami berdua selamat sampai tujuan. Pada malam itu, penulis berhasil menamatkan novel Saman karya Ayu Utami, di mana hal tersebut membuat penulis begadang. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/satu-minggu-di-bandung-bagian-2/">Satu Minggu di Bandung (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dibutuhkan satu jam perjalanan dengan menggunakan motor untuk pergi dari Bandung ke Jatinangor menuju kos lama Bayu. Karena tidak ada helm kedua, maka penulis harus melanggar peraturan lalu lintas sepanjang perjalanan. Untunglah, kami berdua selamat sampai tujuan.</p>
<p>Pada malam itu, penulis berhasil menamatkan novel <a href="http://whathefan.com/buku/penyiksaan-rezim-pada-saman/">Saman</a> karya Ayu Utami, di mana hal tersebut membuat penulis begadang. Bahkan setelah buku tersebut habis, penulis langsung memulai membaca buku baru tentang Anies Baswedan.</p>
<p><strong>7 September 2018: Bertemu Rekan Seperjuangan di Asian Games dan Berkeliling Unpad</strong></p>
<p>Keesokan harinya, penulis mulai membantu Bayu untuk beres-beres barang kosnya. Setelah selesai sebagian, kami berdua sarapan bubur ayam di dekat sana. Bayu harus meninggalkan penulis setelah sarapan karena ada beberapa urusan yang harus diselesaikannya.</p>
<p>Seusai Jum&#8217;atan, penulis membuat janji untuk bertemu dengan dua orang rekan sesama <a href="http://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-menjadi-volunteer-asian-games-pembagian-jobdesk/"><em>volunteer</em></a> yang memang kuliah di Universitas Padjajaran (Unpad). Mereka adalah <strong>Brenda</strong> dan <strong>Evelyne</strong>, mahasiswi jurusan Public Relations (PR).</p>
<p>Karena mereka memiliki agenda rapat, penulis memutuskan untuk menunggu mereka berdua di <strong>Jatinagor Town Square</strong> (Jatos). Setelah makan siang dan reparasi kacamata yang telah miring (gratis), penulis memutuskan untuk menunggu di J.Co sambil menyelesaikan novel <a href="http://whathefan.com/category/leon-dan-kenji-buku-1/">Leon dan Kenji</a>.</p>
<p>Sekitar jam tiga, barulah Brenda dan Evelyne menampakkan diri. Setelah perbincangan singkat, kami memutuskan untuk pindah tempat ke <strong>Checo Cafe Resto</strong>, yang membuat penulis menyesal telah makan siang di KFC.</p>
<div id="attachment_1651" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1651" class="size-large wp-image-1651" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-10-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-10-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-10-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-10-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-10-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-10.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1651" class="wp-caption-text">Dari Kiri: Penulis, Brenda, Evelyne</p></div>
<p>Kami mendiskusikan banyak hal, terutama tentang seputar dunia PR. Penulis merasa seperti wartawan yang sedang melakukan wawancara kepada narasumber. Diskusi berlangsung hangat dan cair, sehingga tak terasa dua jam kami mengobrol.</p>
<p>Karena mereka akan ada rapat lagi sekitar jam enam, kami memutuskan untuk menyudahi pertemuan pada pukul lima sore. Penulis sangat berterima kasih kepada mereka yang telah meluangkan waktu untuk bertemu dengan penulis.</p>
<p>Setelah Bayu pulang, kami berdua mencari makan malam. Setelah beberapa tempat tujuan ternyata tutup, kami berlabuh di sebuah warung Mie Aceh, di mana Bayu harus mengalami pengalaman pahit ketika digoda oleh seorang waria.</p>
<p>Penulis bertanya kepada Bayu, apakah ia berkenan memberikan tur keliling Unpad karena besok kami sudah harus kembali ke Bandung. Bayu mengiyakan permintaan penulis.</p>
<div id="attachment_1650" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1650" class="size-large wp-image-1650" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-13-1024x498.jpg" alt="" width="1024" height="498" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-13-1024x498.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-13-300x146.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-13-768x373.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-13-356x173.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-13.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1650" class="wp-caption-text">Rekotorat Unpad</p></div>
<p>Maka, setelah makan malam tersebut, Penulis berkesempatan untuk menjelajah Unpad dan mengagumi betapa luasnya kampus tersebut jika dibandingkan dengan almamater penulis.</p>
<p>Sebelum pulang, kami mampir ke ATM untuk menarik uang. Karena selesai duluan, penulis memutuskan untuk duduk di seberang ATM sembari menikmati malam di Jatinangor. Bayu yang sempat kebingungan mencari penulis pada akhirnya ikut bergabung.</p>
<p>Ketika bertemu dengan Bayu, topik yang dibicarakan selalu berat. Sewaktu di Pare, kami pernah berdiskusi tentang <strong>hukum gravitasi Newton</strong>. Kali ini pun tak kalah berat. Kami berdiskusi tentang filsafat dan posisinya di ilmu eksak.</p>
<p>Karena hawa yang semakin dingin, kami memutuskan untuk melanjutkan diskusi di kos. Selain itu, besok pagi adalah waktunya untuk pindahan.</p>
<p><strong>8 September 2018: Dari Museum Konferensi Asia Hingga Paris Van Java Mall</strong></p>
<p>Dengan menggunakan GrabCar, penulis kembali ke Bandung bersama barang-barang milik Bayu. Yang bersangkutan sendiri menyusul dengan menggunakan sepeda motor. Kami cukup <em>ngos-ngosan </em>memindahkan barang-barang tersebut ke kamar Bayu yang terletak di lantai dua.</p>
<p>Penulis memutuskan untuk tidur karena tadi malam penulis insomnia sampai jam tiga pagi. Setelah Dhuhur sajalah keliling Bandungnya, begitu pikir penulis.</p>
<p>Seusai makan siang di <strong>Penyet Goang Bu O&#8217;om</strong>, penulis berangkat menuju <strong>Museum Konferensi Asia Afrika</strong>. Sesampainya di sana, penulis tergoda untuk membeli buku karena sedang ada even di sana.</p>
<p>Banyak buku-buku antik yang dijual di sana, termasuk komik <strong>Donal Bebek </strong>edisi 1 sampai 10 yang dijual dengan harga <strong>Rp 450.000</strong>. Penulis berusaha menahan keinginan tersebut, dan gagal. Pada akhirnya penulis membeli buku <strong>Kita 20 Tahun yang Lalu </strong>dan <a href="http://whathefan.com/buku/motivasi-anti-mainstream-pada-sebuah-seni-untuk-bersikap-bodo-amat/"><strong>Seni untuk Bersikap Bodo Amat</strong>.</a></p>
<div id="attachment_1652" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1652" class="size-large wp-image-1652" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-04-1024x498.jpg" alt="" width="1024" height="498" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-04-1024x498.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-04-300x146.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-04-768x373.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-04-356x173.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-04.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1652" class="wp-caption-text">Aula Museum KAA</p></div>
<p>Bicara tentang Museum KAA-nya sendiri, ya namanya museum ya begitu. Banyak informasi sejarah yang dapat kita serap melalui pameran visual yang ada di dalamnya. Penulis juga beruntung dapat masuk ke dalam aula yang digunakan konferensi.</p>
<p>Museum ini ternyata tidak seluas yang ada di bayangan penulis, sehingga penulis memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke museum yang lain. Ketika menelusuri Maps, penulis menemukan <strong>Museum Inggit Ganarsih</strong>, istri kedua bung Karno setelah Oetari dan sebelum Fatmawati.</p>
<p>Meskipun cukup jauh, penulis memutuskan untuk berjalan kaki menuju tempat tersebut. Hitung-hitung sebagai &#8220;jalan-jalan&#8221; yang sebenarnya sembari menikmati panorama kota Bandung bagian selatan.</p>
<p>Museum Inggit Ganarsih ternyata merupakan rumah beliau yang dijadikan sebagai museum. Tidak begitu luas, dan isinya hanya berupa foto-foto beliau dan sedikit barang peninggalannya.</p>
<div id="attachment_1654" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1654" class="size-large wp-image-1654" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_06-59-57-1024x498.jpg" alt="" width="1024" height="498" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_06-59-57-1024x498.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_06-59-57-300x146.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_06-59-57-768x373.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_06-59-57-356x173.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_06-59-57.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1654" class="wp-caption-text">Museum Inggit Ganarsih</p></div>
<p>Setelah selesai, penulis memutuskan untuk melanjutkan berjalan kaki ke <strong>Monumen Bandung Lautan Api</strong>, yang sialnya ternyata sedang direnovasi sehingga tutup. Akhirnya, penulis memesan Grab dan meluncur menuju destinasi berikutnya, <strong>Paris Van Java Mall</strong>.</p>
<p>Sebagai sebuah mal, penulis memilih PVJ sebagai mal terbaik yang pernah penulis kunjungi seumur hidup. Dengan konsepnya yang memadukan <em>indoor</em> dan <em>outdoor</em>, penulis dibuat betah untuk berlama-lama di sana.</p>
<p>Belum pernah penulis mengunjungi mal seperti ini, bahkan Grand Indonesia dan Plaza Indonesia pun kalah dalam persepsi penulis. Bahkan parkirannya saja terlihat indah dengan lampion-lampion yang bergelantungan.</p>
<div id="attachment_1653" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1653" class="size-large wp-image-1653" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-01-1024x498.jpg" alt="" width="1024" height="498" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-01-1024x498.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-01-300x146.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-01-768x373.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-01-356x173.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/photo_2018-11-09_07-00-01.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1653" class="wp-caption-text">Parkiran PVJ Mall</p></div>
<p>Setelah puas keliling PVJ selama kurang lebih satu setengah jam, penulis ingin karaoke sendirian. Namun setelah ditinjau ulang, penulis mengurungkan niat tersebut dan menundanya besok. Sekarang, waktuya pulang untuk berisitirahat.</p>
<p><strong>9 September 2018: Karaoke dan Tur Keliling Bandung</strong></p>
<p>Hari ini adalah hari terakhir penulis di Bandung sebelum besok kembali ke Jakarta. Penulis mengajak Bayu untuk karaoke di Diva milik Rossa. Kami berdua pun saling gila-gilaan selama satu jam hingga suara habis.</p>
<p>Setelah itu, Bayu mengajak penulis untuk berkeliling Bandung dengan menggunakan motornya, mulai <strong>Braga</strong> hingga <strong>Dago</strong>. Setelah itu, penulis menemani Bayu untuk membeli beberapa perkakas kamar di Ace Hardware dan Pasar Dago.</p>
<p>Malamnya, kami makan di tempat rekomendasi Brenda, yakni <strong>Se&#8217;i Sapi</strong>. Ternyata benar rekomendasinya. Daging asapnya begitu lezat dengan harga yang tidak terlalu mencekik. Jika pembaca ke Bandung, mampirlah ke tempat ini di <a href="https://goo.gl/maps/kMpUz35wRF62">Jl. Bagusrangin No.24A, Lebakgede, Coblong, Kota Bandung</a>.</p>
<p><strong>10 September 2018: Kembali ke Jakarta</strong></p>
<p>Pada akhirnya petualangan di Bandung harus diakhiri karena sungkan jika harus terus-menerus merepotkan Bayu. Sebenarnya masih banyak destinasi wisata yang belum penulis kunjungi, seperti<strong> Museum Pendidikan UPI </strong>dan <strong>Museum Geologi</strong>. Tak apa, biar penulis ada alasan untuk kembali ke Bandung.</p>
<p>Sepanjang hari penulis hanya di kos untuk menulis beberapa artikel untuk blog ini. Alasan lainnya adalah penulis sedikit flu, jadi butuh sedikit istirahat.</p>
<p>Penulis di antar Bayu menuju stasiun. Sebelum itu, kami berdua makan siang terakhir di Bandung di <strong>Ayam Goreng SPG </strong>yang tidak memiliki satu orang SPG pun. Kata Bayu, tempat itu merupakan salah satu favoritnya.</p>
<p>Maka begitulah satu minggu penulis di Bandung. Menjelajahi berbagai tempat baru yang menarik, bertemu dengan kawan, menikmati nuansa kota yang asing. Semua itu membentuk sebuah kenangan yang susah untuk dilupakan.</p>
<p>Bandung terasa sebagai kota yang romantis, meskipun penulis tidak memiliki kisah percintaan di sana. Kota tersebut seolah membuka tangannya lebar-lebar untuk menerima tamu dari jauh seperti penulis.</p>
<p>Suatu saat, penulis pasti akan kembali ke Bandung, menjelajah lebih banyak tempat baru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 9 November 2018, terinspirasi dari petualangan ke Bandung selama satu minggu di bulan September</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/satu-minggu-di-bandung-bagian-2/">Satu Minggu di Bandung (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/satu-minggu-di-bandung-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Minggu di Bandung (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/satu-minggu-di-bandung-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/satu-minggu-di-bandung-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Oct 2018 08:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[toko buku]]></category>
		<category><![CDATA[traveling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1472</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selepas tugas sebagai volunteer di Asian Games, penulis memutuskan untuk berlibur. Penulis hanya punya satu tujuan: Bandung. Alasannya, penulis baru sekali ke kota tersebut. Itupun terjadi pada tahun 2015 ketika magang. Padahal, banyak tempat di Bandung yang menarik untuk dijelajahi. 5 September 2018: Jejak Langkah Pertama Untunglah penulis memiliki teman yang sedang melanjutkan studi di Bandung, sehingga penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/satu-minggu-di-bandung-bagian-1/">Satu Minggu di Bandung (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selepas tugas sebagai <em>volunteer </em>di Asian Games, penulis memutuskan untuk berlibur. Penulis hanya punya satu tujuan: Bandung. Alasannya, penulis baru sekali ke kota tersebut. Itupun terjadi pada tahun 2015 ketika magang. Padahal, banyak tempat di Bandung yang menarik untuk dijelajahi.</p>
<p><strong>5 September 2018: Jejak Langkah Pertama</strong></p>
<p>Untunglah penulis memiliki teman yang sedang melanjutkan studi di Bandung, sehingga penulis bisa menumpang di kosnya. Namanya Bayu, kami kenal di Pare dan sempat satu kamar kos. Maka, pada tanggal 5 September 2018, penulis berangkat dari Stasiun Gambir menuju Bandung.</p>
<p>Penulis tiba di Bandung pukul enam petang. Bayu meminta bertemu di masjid Salman ITB. Sempat tersasar karena masuk ke area yang salah, akhirnya penulis menemukan masjid yang dimaksud dan bertemu dengan Bayu.</p>
<div id="attachment_1473" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1473" class="size-large wp-image-1473" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-31-1024x498.jpg" alt="" width="1024" height="498" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-31-1024x498.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-31-300x146.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-31-768x373.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-31-356x173.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-31.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1473" class="wp-caption-text">Penulis dan Bayu</p></div>
<p>Setelah menaruh barang di kos (malam itu juga merupakan malam pertama Bayu tinggal di kos barunya), kami berdua mencari makan malam. Pilihan kamu jatuh pada Steak Ranjang yang terletak dekat dengan kos. Entah apa alasan pemilik usaha memilih istilah ranjang.</p>
<p>Keesokan harinya, penulis memulai petualangannya di Bandung. Destinasi pertama, apalagi kalau bukan toko buku. Yang lebih membuat penulis semangat, ada Togamas di Bandung. Dua toko pula.</p>
<p><strong>6 September 2018: Berburu Buku di Bandung</strong></p>
<p>Menggunakan ojek online, penulis menuju Togamas Supratman dan membeli tiga buku:</p>
<ul>
<li>Jazz, Perfume, &amp; Insiden (Seno Gumira Ajidarma)</li>
<li>The Castle in the Pyrenee (Jostein Gaarder)</li>
<li>Seni Hidup Minimalis (Francine Jay)</li>
</ul>
<p>Setelah itu, penulis menuju toko buku lainnya, Bandung Book Center (BBC) yang terletak di daerah Palasari. Toko bukunya cukup besar dan terdapat beberapa buku yang tidak terdapat di toko buku yang pernah penulis kunjungi. Tidak ada buku yang penulis beli pada toko ini.</p>
<p>Di seberang toko buku ini, terdapat pusat buku bekas yang mirip dengan kawasan Wilis, Malang. Penulis pun menelusuri tempat tersebut sembari berharap menemukan komik Donal Bebek bekas edisi jadul. Sayang, tidak ada yang menjualnya.</p>
<p>Ketika masuk lebih dalam, penulis menemukan BBC lagi. Ternyata di kawasan tersebut terdapat dua toko yang sama, hanya saja toko kedua ini nampaknya lebih berfokus pada buku-buku bekas. Walaupun tempatnya menarik dan <em>photoable</em>, tidak ada buku yang penulis beli.</p>
<div id="attachment_1474" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1474" class="size-large wp-image-1474" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-27-1024x498.jpg" alt="" width="1024" height="498" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-27-1024x498.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-27-300x146.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-27-768x373.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-27-356x173.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-27.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1474" class="wp-caption-text">Bandung Book Center</p></div>
<p>Penulis melanjutkan perjalanan ke Togamas Parahyangan dengan berjalan kaki setelah makan siang di salah satu warung yang terletak di pinggir jalan. Di sinilah terjadi kekhilafan yang luar biasa karena Togamas tersebut sedang mengobral buku-bukunya. Parahnya, banyak buku bagus yang membuat penulis membeli delapan buku sekaligus:</p>
<ul>
<li>The Fault in Our Stars (20.000)</li>
<li>Menjadi Guru Inspiratif (15.000)</li>
<li>&#8216;Izrail Bilang, Ini Hari Terakhirku (15.000)</li>
<li>God, Please Help Me (20.000)</li>
<li>Anies (25.000)</li>
<li>Meraih Derajat Ahli Ibadah (15.000)</li>
<li>Menyikap Hakikat Pernikahan (15.000)</li>
<li>Jejak Mata Pyongyang (15.000)</li>
</ul>
<p>Daftar ini masih bertambah karena sewaktu memasuki bangunan utama, penulis kembali membeli lagi dua buku:</p>
<ul>
<li>Wahid Hasyim (Tempo)</li>
<li>Hit Refresh (Satya Nadella)</li>
</ul>
<p>Artinya, pada hari itu penulis telah membeli 13 buku. Penulis cukup kesulitan membawa buku-buku tersebut dalam perjalanan kembali ke kos Bayu.</p>
<div id="attachment_1475" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1475" class="size-large wp-image-1475" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-24-1024x498.jpg" alt="" width="1024" height="498" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-24-1024x498.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-24-300x146.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-24-768x373.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-24-356x173.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-12_14-19-24.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1475" class="wp-caption-text">Togamas Parahyangan</p></div>
<p>Malamnya, setelah makan di Sambal Lalap yang terletak di seberang Steak Ranjang, kami bersiap menuju Jatinangor. Seperti yang penulis bilang, Bayu yang merupakan lulusan Universitas Padjajaran baru pindah dari Jatinangor ke Bandung, sehingga barang-barangnya masih banyak yang di kos lamanya.</p>
<p>Penulis menawakan bantuan untuk membantunya pindahan, hitung-hitung sebagai tanda terima kasih karena telah memberikan tempat bermalam selama beberapa hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 12 Oktober 2018, terinspirasi setelah liburan ke Bandung</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/satu-minggu-di-bandung-bagian-1/">Satu Minggu di Bandung (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/satu-minggu-di-bandung-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jakarta</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/jakarta/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/jakarta/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2018 08:31:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1169</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dari jendela kereta Aku melihat kota Jakarta Berbagai sisi hadirkan cerita Tak terungkap dengan kata Maupun kalimat yang tertata &#160; Jakarta sebagai kota Setiap kejadian menjadi berita Tempat kekasih memadu cinta Warga bekerja membabi buta Sedang pemimpin berebut tahta &#160; Jakarta yang jelita Tak sedikit yang berakhir dengan derita Tergiur oleh dusta Walau banyak yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/jakarta/">Jakarta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dari jendela kereta</p>
<p>Aku melihat kota Jakarta</p>
<p>Berbagai sisi hadirkan cerita</p>
<p>Tak terungkap dengan kata</p>
<p>Maupun kalimat yang tertata</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta sebagai kota</p>
<p>Setiap kejadian menjadi berita</p>
<p>Tempat kekasih memadu cinta</p>
<p>Warga bekerja membabi buta</p>
<p>Sedang pemimpin berebut tahta</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta yang jelita</p>
<p>Tak sedikit yang berakhir dengan derita</p>
<p>Tergiur oleh dusta</p>
<p>Walau banyak yang bersukacita</p>
<p>Bersenandung dengan gempita</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta yang tampak mata</p>
<p>Hanya sekedar titik di semesta</p>
<p>Bagaikan terangnya permata</p>
<p>Membuat aku terbata-bata</p>
<p>Walau tak sampai terlunta-lunta</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Grand Metropolitan Mal, 21 Agustus 2018, terinspirasi dari perjalanan pulang dari kompleks Senayan</p>
<p>Sumber Foto: <img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-1170" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Preparation-To-Go-To-Jakarta-1024x681.jpg" alt="" width="1024" height="681" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Preparation-To-Go-To-Jakarta.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Preparation-To-Go-To-Jakarta-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Preparation-To-Go-To-Jakarta-768x511.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Preparation-To-Go-To-Jakarta-356x237.jpg 356w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/jakarta/">Jakarta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
