<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kurniawan Gunadi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/kurniawan-gunadi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/kurniawan-gunadi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:04:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Kurniawan Gunadi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/kurniawan-gunadi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Membaca Bising</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-bising/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-bising/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2021 10:04:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Bising]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Kurniawan Gunadi]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4734</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis baru sekali membaca buku karya Kurniawan Gunadi. Judulnya adalah Arah Musim. Waktu itu Penulis sempat kaget dengan format bukunya. Setiap cerita hanya terdiri dari beberapa halaman dan tidak memiliki kesinambungan satu sama lain. Nah, ketika Penulis mengetahui kalau ia akan merilis buku baru, Penulis sudah tahu akan membaca buku seperti apa. Berjudul Bising, buku ini bisa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-bising/">Setelah Membaca Bising</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis baru sekali membaca buku karya<strong> Kurniawan Gunadi</strong>. Judulnya adalah <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-arah-musim/"><em>Arah Musim</em></a>.</p>
<p>Waktu itu Penulis sempat kaget dengan format bukunya. Setiap cerita hanya terdiri dari beberapa halaman dan tidak memiliki kesinambungan satu sama lain.</p>
<p>Nah, ketika Penulis mengetahui kalau ia akan merilis buku baru, Penulis sudah tahu akan membaca buku seperti apa.</p>
<p>Berjudul <strong><em>Bising</em></strong>, buku ini bisa membuat kita takut untuk beranjak dewasa yang penuh dengan kebisingan!</p>
<h1>Apa Isi Buku Ini?</h1>
<p>Dari judul dan sinopsisnya, buku ini jelas <strong>berfokus pada &#8220;kebisingan&#8221;</strong> yang sering terjadi di sekitar kita.</p>
<p>Dalam menjalani hidup, ada begitu banyak suara yang mempengaruhi setiap langkah kita. Nadanya pun bermacam-macam.</p>
<p>Ada yang sini, ada yang menuntut, ada yang meremehkan, dan lain sebagainya. Begitu riuh hingga suara kita sendiri tak terdengar.</p>
<p>Sama seperti buku sebelumnya, buku ini juga<strong> terdiri dari puluhan cerita (super) pendek</strong> yang berbeda sudut pandang.</p>
<p>Buku ini seperti kumpulan curhat orang-orang yang menjalani kehidupannya, kebanyakan bernada negatif dan lelah.</p>
<p>Hanya saja, bagi Penulis buku ini bisa <strong>menciptakan semacam ketakutan</strong>. Kita dipaksa melihat realita kehidupan yang mungkin begitu dekat atau bahkan tak pernah terlintas.</p>
<p>Penulis sendiri sempat merasa getir ketika membaca cerita demi ceritanya, membayangkan kalau masa depan memang terlihat begitu mengerikan.</p>
<h1>Setelah Membaca Buku <em>Bising </em></h1>
<p>Penulis merasa kalau buku ini sebenarnya ditulis dengan tujuan untuk memberi semangat kepada orang-orang yang kehidupannya penuh dengan &#8220;kebisingan&#8221;.</p>
<p>Sayangnya, Penulis merasa kalau buku ini<strong> menjadi semacam teror kalau kehidupan itu sebegini mengerikan</strong>. Emosi kita akan dibuat naik-turun.</p>
<p>Tuntutan, cercaan, <em>nyinyiran </em>dari orang lain akan terus menemani hidup kita hingga rasanya ingin menutup telinga selamanya.</p>
<p>Sisi positif dari buku ini adalah membuat kita merasa siap karena telah <strong>diperlihatkan kalau beginilah yang bisa terjadi pada kita di masa depan</strong>.</p>
<p>Kita tidak akan merasa kaget jika (amit-amit) ada kejadian di kehidupan kita yang mirip dengan cerita di buku ini.</p>
<p>Rasanya Penulis hampir tidak menemukan bagaimana solusi menghadapi &#8220;kebisingan&#8221; yang dihadapi oleh karakter-karakter di buku ini.</p>
<p>Kebanyakan <strong>memutuskan untuk pasrah dan menerima keadaannya dengan ikhlas</strong>, tapi mungkin hanya Penulis saja yang lupa.</p>
<p>Mungkin sang penulis buku ini berharap kalau pembaca lah yang akan menemukan solusi untuk &#8220;kebisingan&#8221; yang mereka hadapi.</p>
<p>Buku ini hanya <strong>menjabarkan realita yang ada</strong>, bukan memberikan jalan keluar dari masalah yang ada.</p>
<p>Dari segi bahasa, buku ini jelas mudah dipahami. Rasanya buku ini menyasar orang-orang yang akan beranjak dewasa.</p>
<p>Hanya saja, jika berencana untuk membaca buku ini, bersiaplah untuk merasa takut karena bisa jadi cerita-cerita yang ada di buku ini akan terjadi di masa depan kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nilainya: 4.0/5.0</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-bising/">Setelah Membaca Bising</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-bising/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Arah Musim</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-arah-musim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Feb 2020 14:51:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Arah Musim]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Kurniawan Gunadi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3482</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis memiliki beberapa penulis novel favorit, seperti Andrea Hirata, Dee Lestari, hingga Leila S. Chudori. Sebisa mungkin Penulis melengkapi buku-buku yang mereka tulis. Walaupun begitu, Penulis tidak menutup kemungkinan untuk membeli novel karya Penulis lain yang belum pernah dicoba. Terakhir, Penulis membeli sebuah novel karya Kurniawan Gunadi yang berjudul Arah Musim. Ada beberapa alasan mengapa Penulis memutuskan untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-arah-musim/">Setelah Membaca Arah Musim</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis memiliki beberapa penulis novel favorit, seperti Andrea Hirata, Dee Lestari, hingga Leila S. Chudori. Sebisa mungkin Penulis melengkapi buku-buku yang mereka tulis.</p>
<p>Walaupun begitu, Penulis tidak menutup kemungkinan untuk membeli novel karya Penulis lain yang belum pernah dicoba. Terakhir, Penulis membeli sebuah novel karya <strong>Kurniawan Gunadi </strong>yang berjudul <em><strong>Arah Musim</strong>.</em></p>
<p>Ada beberapa alasan mengapa Penulis memutuskan untuk mencoba membeli novel ini tanpa perlu melirik ke dalamnya (selain karena waktu itu tidak ada sampel buku yang tersedia).</p>
<p>Pertama, ratingnya cukup tinggi di Goodreads dengan angka 4.4. Kedua, bukunya cukup tipis sehingga jika ternyata isinya tidak seberapa bagus tidak akan kecewa-kecewa amat.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Saat membaca sinopsis ceritanya, Penulis tidak mendapatkan apa yang akan diceritakan di dalam buku ini. Hanya tertulis kata-kata puitis yang bernada <em>uplifting</em>.</p>
<p>Penulis terkejut ketika membuka plastik yang membungkus buku ini. Bagaimana tidak, isinya terdiri dari banyak bagian yang hanya terdiri dari satu halaman, bukan seperti novel pada umumnya.</p>
<p>Buku ini terdiri dari enam bab, Arah Musim 1 hingga 6. Setiap bab itu terdiri dari banyak bagian yang setelah Penulis baca ternyata tidak saling berkaitan sama sekali.</p>
<p>Penulis sempat kebingungan memahami konsep dari buku ini, karena di setiap awal bab ada sebuah cerita yang berhubungan, namun isi selanjutnya benar-benar lepas. Setidaknya seperti itu yang Penulis pahami.</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis berusaha mencari pencerahan dengan membaca ulasan yang terdapat pada Goodreads. Ternyata, memang gaya bukunya mengambil cuplikan-cuplikan kehidupan yang kadang luput dari pengamatan kita.</p>
<p>Untuk cerita di setiap awal bab yang sudah penulis singgung sendiri bercerita tentang seorang wanita yang dilamar oleh suami kakaknya. Kakaknya sendiri meninggal ketika melahirkan anak.</p>
<p>Selain itu, rasanya tidak ada yang bisa Penulis ceritakan lagi tentang buku ini.</p>
<h3>Setelah Membaca Buku Arah Musim</h3>
<p>Ketika membaca buku ini, rasanya seperti membaca buku-buku Ahmad Rifa&#8217;i Rifan, namun dikemas dengan bahasa yang puitis. Nuansa Islam cukup kental di sini.</p>
<p>Ada banyak sekali hal-hal sederhana di dalam hidup yang kerap terlewatkan begitu saja. Buku ini hadir sebagai pengingat hal-hal yang terlupakan seperti itu.</p>
<p>Sebenarnya bahasanya enak untuk dicerna. Hanya saja, buku ini berbeda dari bayangan Penulis ketika membelinya sehingga menimbulkan sedikit kekecewaan. Harusnya di belakang buku ditulis sebagai kumpulan cerpen, bukan novel.</p>
<p>Walaupun begitu, Penulis tetap memiliki bagian favorit. Yang pertama berjudul <em>Tidak Mengenalmu </em>yang membahas tentang sikap nge-<em>judge </em>orang lain dan <em>Sudut Pandang Ibu </em>yang membuat Penulis teringat kepada ibu.</p>
<p>Buku ini Penulis rekomendasikan untuk semua kalangan yang mendambakan bacaan ringan namun memotivasi. Rasanya, buku ini akan cocok dibaca untuk usia remaja yang akan beranjak dewasa.</p>
<p>Nilainya: <strong>3.8/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 15 Februari 2020, terinspirasi setelah membaca buku <em>Arah Musim </em>karya Kurniawan Gunadi</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-arah-musim/">Setelah Membaca Arah Musim</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
