<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Matahari Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/matahari/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/matahari/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:18:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Matahari Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/matahari/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Matahari dan Bulan</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/matahari-dan-bulan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/matahari-dan-bulan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jul 2018 06:52:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan]]></category>
		<category><![CDATA[fajar]]></category>
		<category><![CDATA[Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[personifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[senja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1034</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aku mengibaratkanmu sebagai matahari Sedang aku hanyalah bulan yang bergantung pada cahayamu Kita dipisahkan sesuatu bernama senja Di kala kau hendak menyembunyikan diri ketika aku menampakkan diri Ketika kau kembali saat fajar menyingsing Aku sudah terlalu lelah untuk sekedar menyapamu &#160; Terkadang bintang menghasutku untuk menghiraukan kodrat kita Menerobos senja maupun fajar yang menjadi penghalang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/matahari-dan-bulan/">Matahari dan Bulan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Aku mengibaratkanmu sebagai matahari</p>
<p>Sedang aku hanyalah bulan yang bergantung pada cahayamu</p>
<p>Kita dipisahkan sesuatu bernama senja</p>
<p>Di kala kau hendak menyembunyikan diri ketika aku menampakkan diri</p>
<p>Ketika kau kembali saat fajar menyingsing</p>
<p>Aku sudah terlalu lelah untuk sekedar menyapamu</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terkadang bintang menghasutku untuk menghiraukan kodrat kita</p>
<p>Menerobos senja maupun fajar yang menjadi penghalang kita</p>
<p>Terkadang aku melakukan itu, dan terjadilah gerhana</p>
<p>Pertemuan yang singkat, namun sangat berarti</p>
<p>Entah kau merasakannya juga atau tidak</p>
<p>Aku tak pernah tahu apa yang ada di dalam kepalamu</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku hanyalah bulan yang tak akan terlihat tanpa pantulan sinarmu</p>
<p>Itulah yang akan selalu kuingat darimu</p>
<p>Aku tak akan pernah bisa berpaling darimu walau hanya sedetik</p>
<p>Keberadaanmu berarti matahariku</p>
<p>Namun aku tetap hanyalah bulan di malam hari</p>
<p>Kuharap kau paham maksudku</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 26 Juli 2018, pengembangan dari sajak karangan Angela</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://unsplash.com/photos/JPdapbV4C6Q">https://unsplash.com/photos/JPdapbV4C6Q</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/matahari-dan-bulan/">Matahari dan Bulan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/matahari-dan-bulan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjelajah Dunia Paralel</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jun 2018 00:32:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Ceros dan Batozar]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Komet]]></category>
		<category><![CDATA[Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[serial]]></category>
		<category><![CDATA[Tere Liye]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=908</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah novel Pergi, buku yang dijadwalkan untuk dirilis adalah Komet yang merupakan lanjutan serial Bumi. Namun siapa yang menyangka, ternyata Komet tidak sendirian. Kali ini Tere Liye menerbitkan dua novel sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Ceros dan Batozar merupakan spin-off dari petualangan Raib, Seli dan Ali menjelakah dunia Paralel. Bumi dan Bulan Ketika membeli novel Bumi dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/">Menjelajah Dunia Paralel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah novel Pergi, buku yang dijadwalkan untuk dirilis adalah <em>Komet</em> yang merupakan lanjutan serial <em>Bumi</em>. Namun siapa yang menyangka, ternyata <em>Komet</em> tidak sendirian. Kali ini Tere Liye menerbitkan dua novel sekaligus dalam waktu yang bersamaan. <em>Ceros dan Batozar </em>merupakan <em>spin-off </em>dari petualangan Raib, Seli dan Ali menjelakah dunia Paralel.</p>
<p><strong>Bumi dan Bulan</strong></p>
<p>Ketika membeli novel Bumi dan Bulan pada tanggal 4 Januari 2016, penulis belum bisa meraba apa tema dari novel ini. Di sinopsis hanya tertulis tokoh utama memiliki kemampuan untuk menghilang, yang artinya novel ini mengarah ke <i>genre </i>fantasi.</p>
<p>Setelah menghabiskan waktu sekitar lima jam per novelnya, penulis memahami bahwa serial ini bertemakan dunia lain, lebih tepatnya dunia paralel, tema yang kurang lebih sama dengan serial Supernova milik Dee.</p>
<p>Pada novel Bumi, trio Raib baru menyadari kehadiran dunia paralel dan menjelajah ke klan Bulan, klan di mana Raib sebenarnya berasal. Raib juga baru menyadari bahwa Seli, sahabat karibnya, ternyata merupakan keturunan klan Matahari dan bisa mengeluarkan petir. Ali sang manusia Bumi tulen (untuk saat ini) ternyata bisa berubah menjadi seekor beruang.</p>
<p>Pada novel Bulan, mereka menjelajah klan Matahari untuk mengikuti sebuah kompetisi yang mungkin mirip-mirip dengan <em>The Hunger Games</em>. Kesamaan dari kedua novel awal ini adalah kesamaan nasib musuh utamanya yang memasuki semacam portal untuk memenjarakan mereka.</p>
<p>Dari sini penulis menduga, bahwa kelak kedua musuh tersebut akan bergabung dengan musuh utama serial ini, Si Tanpa Mahkota, yang telah dikurung pada tempat yang sama.</p>
<p><strong>Matahari dan Bintang</strong></p>
<p>Kover dari novel Matahari berbeda dari pendahulunya, terlihat lebih terasa nuansa fantasinya. Sialnya, novel Bumi dan Bulan juga di cetak ulang dengan motif yang sama. Alhasil, terbesit di pikiran penulis untuk membeli ulang kedua novel tersebut, hal yang belum penulis realisasikan hingga sekarang.</p>
<p>Akhir dari novel kedua adalah adanya informasi mengenai klan keempat, klan Bintang. Ali, yang diceritakan sebagai anak yang super jenius hingga susah dibayangkan di kehidupan nyata, berhasil menemukan fakta bahwa klan tersebut tinggal di dalam perut Bumi. Lagi-lagi akhir novel ini merupakan petunjuk untuk novel berikutnya, Bintang.</p>
<p>Diceritakan bahwa ada sebuah proyek yang telah direncanakan beribu-ribu tahun untuk memusnahkan klan permukaan. Maka dari itu, Raib dan kawan-kawan pun kembali berpetualang untuk mencegah rencana tersebut. Siapa yang menyangka, mereka justru melepaskan musuh utama mereka yang telah lama terkurung, Si Tanpa Mahkota beserta dua musuh utama dari dua serial awal.</p>
<p>Tebakan penulis terbukti.</p>
<p><strong>Ceros &amp; Batozar</strong></p>
<p>Penulis belum pernah membaca sebuah novel <em>spin-off</em>, oleh karena itu penulis penasaran dengan novel <em>Ceros dan Batozar.</em> Ternyata, <em>spin-off </em>merupakan bagian cerita yang tidak terlalu mempengaruhi alur utama, namun menyimpan detail-detail kecil yang cukup berguna dalam memahami keseluruhan cerita.</p>
<p>Sebagai contoh, ternyata perubahan dan kejeniusan Ali besar kemungkinan dapat terjadi karena ia merupakan keturunan dari klan Aldebaran, klan kuno yang hanya menyisakan dua orang yang dapat berubah menjadi dua ekor monster badak.</p>
<p><strong>Komet</strong></p>
<p>Di antara enam novel serial Bumi, Komet merupakan novel yang paling sulit ditebak alurnya. Berbeda dari judul-judul sebelumnya, Komet bukanlah nama klan, melainkan sebuah tempat, lebih tepatnya sebuah kepulauan yang dinamai berdasarkan nama hari.</p>
<p>Perjalanan melintas dari pulau ke pulau membuat penulis terbayang serial <em>One Piece. </em>Walaupun demikian, tetap saja banyak hal yang dapat ditebak ketika membacanya. Akan lebih baik jika pembaca mengetahuinya sendiri :).</p>
<p>Sayangnya, harapan penulis yang berharap Komet merupakan seri terakhir tidak terkabul. Petualangan Raib, Seli dan Ali menjelajahi dunia paralel masih berlanjut.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Novel-novel fantasi seperti ini sangat sesuai jika dibaca pembaca pemula yang masih duduk di bangku sekolah. Tidak seperti Dee yang lihat bermain kata, Tere Liye menggunakan kata-kata yang sederhana untuk memudahkan pembaca dalam menangkap isi cerita.</p>
<p>Bagi penggemar serial fantasi yang berat seperti <em>A Game of Throne</em>, sepertinya tidak akan terlalu menikmati serial Bumi karena keringanan ceritanya tersebut. Mereka kemungkinan akan selalu membandingkan imajinasi penulis lokal dengan penulis Barat.</p>
<p><em>Overall</em>, serial ini cukup membuat dahaga pembaca akan novel fantasi lokal berkurang. Serial ini menjadi ajang pembuktian, bahwa penulis lokal pun bisa menelurkan karya-karya fantasi yang sebenarnya tidak kalah dari penulis luar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 22 Juni 2018, terinspirasi setelah menamatkan novel Ceros &amp; Batozar dan Komet</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/">Menjelajah Dunia Paralel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/menjelajah-dunia-paralel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
