<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mendengar Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/mendengar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/mendengar/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Jul 2019 04:47:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>mendengar Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/mendengar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Belajar dari Pengalaman Orang Lain</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/belajar-dari-pengalaman-orang-lain/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2019 04:41:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[mendengar]]></category>
		<category><![CDATA[pelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[pendengar]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2546</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis adalah tipe orang yang suka mendengarkan cerita orang lain. Beberapa kali penulis membaca buku ataupun artikel untuk mengetahui bagaimana cara menjadi pendengar yang baik. Tentu ada alasannya. Penulis selalu bisa belajar dari pengalaman orang lain, pengalaman yang mungkin tidak akan pernah penulis alami sendiri. Belajar dari Keberhasilan Orang Salah satu genre buku favorit penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/belajar-dari-pengalaman-orang-lain/">Belajar dari Pengalaman Orang Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis adalah tipe orang yang suka mendengarkan cerita orang lain. Beberapa kali penulis membaca buku ataupun artikel untuk mengetahui bagaimana cara menjadi <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/bukan-pendengar-yang-baik/">pendengar yang baik</a>.</p>
<p>Tentu ada alasannya. Penulis selalu bisa belajar dari pengalaman orang lain, pengalaman yang mungkin tidak akan pernah penulis alami sendiri.</p>
<h3>Belajar dari Keberhasilan Orang</h3>
<div id="attachment_2548" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2548" class="size-large wp-image-2548" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2548" class="wp-caption-text">Kisah Sukses Orang Lain (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@alexread">Alex Read</a>)</p></div>
<p>Salah satu genre buku favorit penulis adalah biografi. Penulis yang pada dasarnya menyukai sejarah tentu tertarik dengan kisah hidup orang-orang sukses.</p>
<p>Penulis ingin mengetahui apa resep keberhasilan mereka, walaupun terkadang memang yang ditampilkan hanya yang baik-baik saja. Penulis tidak menutup mata terhadap fakta tersebut.</p>
<p>Nah, kisah tentang kesuksesan tidak melulu berasal dari buku biografi yang biasanya tebal-tebal. Kita juga bisa mendengarnya dari orang-orang yang ada di sekeliling kita.</p>
<p>Tentu definisi keberhasilannya pun bervariasi. Ada yang berhasil secara karir, ada yang berhasil membina keluarga, ada yang sukses berhijrah menjadi lebih baik, ada yang mampu berinvestasi sehingga mencapai <em>financial freedom</em>, dan lain sebagainya.</p>
<p>Biasanya jika ingin mengulik kunci keberhasilan tersebut, penulis akan secara tiba-tiba melakukan &#8220;sesi wawancara&#8221; dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mulai spesifik.</p>
<p>Contohnya, ketika konsultan sekaligus <em>leader </em>di tempat kerja penulis habis kontrak, penulis menanyakan perjalanan karirnya hingga bisa di titik yang sekarang.</p>
<p>Dengan mengetahui perjalanan karirnya, penulis bisa memproyeksikan bagaimana perjalanan karir penulis ke depannya. Mungkin tidak langsung jadi, tapi setidaknya ada sedikit gambaran ke mana kaki harus melangkah.</p>
<p>Tidak melulu soal hidup, penulis pun terkadang belajar tentang hal-hal lain seperti cinta. Penulis yang tak terlalu pandai bermain cinta senang mendengarkan cerita-cerita dari orang lain, terutama yang sedang melakukan pendekatan.</p>
<p>Walaupun mungkin tidak diterapkan di dalam kehidupan nyata, setidaknya penulis akan mencatat kisah tersebut di benak penulis. Siapa tahu, bisa jadi sumber inspirasi novel di waktu yang akan datang.</p>
<h3>Belajar dari Hal yang (Mungkin) Negatif</h3>
<div id="attachment_2547" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2547" class="size-large wp-image-2547" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2547" class="wp-caption-text">Mengalami Apa yang Belum Pernah Dialami (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@elevatebeer">Elevate</a>)</p></div>
<p>Yang namanya mempelajari kehidupan, tentu tidak akan pas jika kita hanya belajar sisi positifnya saja. Hal negatif (atau hal yang sering dianggap negatif oleh orang lain) juga bisa menjadi pelajaran tersendiri dalam hidup.</p>
<p>Penulis sering bilang, kalau hidup penulis itu cenderung lurus-lurus saja. Pendidikan di rumah dan sikap <em>introvert </em>membuat penulis jarang mencoba hal-hal yang penulis tahu itu kurang baik. Contohnya, merokok, minum-minuman keras, dan hubungan seks bebas.</p>
<p>Nah, meskipun belum pernah mengalaminya sendiri (dan semoga tidak akan pernah selamanya), penulis sedikit tahu pengalaman dengan mencoba hal tersebut dari orang lain yang dengan baik hati mau berbagi kisah hidupnya.</p>
<p>Penulis jadi tahu seperti apa orang yang mabuk itu, apa saja jenis minuman keras, tahu bagaimana rasa penyesalan yang muncul akibat telah melakukan seks bebas, dan lain sebagainya.</p>
<p>Tidak hanya itu, penulis juga pernah mendengar cerita tentang depresi, tentang kasus <em>bullying</em>, tentang bagaimana tidak harmonisnya rumah tangga, dan hal-hal menyedihkan lainnya.</p>
<p>Biasanya, orang-orang yang menceritakan ini ingin didengar oleh orang lain agar bisa merasa sedikit tenang. Jika sudah seperti ini, penulis biasanya memosisikan diri untuk pasif, walau kadang tak sengaja mengeluarkan kata-kata nasihat yang sebenarnya tak diminta.</p>
<p>Yang bisa penulis lakukan adalah berusaha menunjukkan sikap empati dan berusaha meyakinkan bahwa mereka tidak sendirian. Mungkin hanya itu bantuan yang bisa penulis berikan kepada mereka.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Manusia memiliki dua telinga dan satu mulut. Secara filosofi, penulis menganggap kita harus lebih banyak mendengar daripada berbicara. Penulis sendiri masih berusaha untuk seperti itu.</p>
<p>Apalagi, pada dasarnya penulis adalah orang yang pendiam dan cenderung memendam segala sesuatunya sendiri. Iya, itu tidak baik. Penulis juga sedang berusaha untuk lebih terbuka dengan orang lain.</p>
<p>Mendengarkan cerita tidak harus selalu dari yang lebih tua. Dari yang lebih muda pun terkadang kita akan mendapatkan sesuatu. Penulis sudah sering mendengar cerita-cerita yang bermacam-macam dari mereka yang lebih muda ini.</p>
<p>Dengan mendengarkan cerita dan pengalaman dari orang lain, kita akan mendapatkan pelajaran yang mungkin tidak akan pernah kita alami sendiri. Oleh karena itu, penulis sangat suka mendengarkan orang lain mengisahkan perjalanan hidupnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 20 Juli 2019, terinspirasi setelah mendengar banyak cerita dari orang lain</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@krewellah87">Andrea Tummons</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/belajar-dari-pengalaman-orang-lain/">Belajar dari Pengalaman Orang Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>(Bukan) Pendengar yang Baik</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-pendengar-yang-baik/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-pendengar-yang-baik/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2018 17:46:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[empati]]></category>
		<category><![CDATA[mendengar]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=962</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selama ini penulis sering menganggap dirinya seorang pendengar yang baik. Ketika ada orang yang bercerita kepada penulis, penulis akan berusaha mendengarkannya sepenuh hati dan memberikan masukan-masukan yang penulis anggap cocok. Apalagi setelah membaca buku tulisan John C. Maxwell yang memaparkan beberapa tips agar bisa menjadi pendengar yang baik, penulis semakin besar kepala. Dalam buku yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-pendengar-yang-baik/">(Bukan) Pendengar yang Baik</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini penulis sering menganggap dirinya seorang pendengar yang baik. Ketika ada orang yang bercerita kepada penulis, penulis akan berusaha mendengarkannya sepenuh hati dan memberikan masukan-masukan yang penulis anggap cocok.</p>
<p>Apalagi setelah membaca buku tulisan John C. Maxwell yang memaparkan beberapa tips agar bisa menjadi pendengar yang baik, penulis semakin besar kepala. Dalam buku yang penulis lupa judulnya, ada empat hal yang membantu kita menjadi pendengar yang baik:</p>
<ol>
<li><strong>Berfokus Pada</strong> <strong>Orangnya</strong>, dan tunggu hingga ia selesai bercerita</li>
<li><strong>Jangan Tutupi Telinga Anda</strong></li>
<li><strong>Dengarkan dengan Agresif</strong>, dengarkan dengan penuh perhatian</li>
<li><strong>Simaklah dengan Tujuan untuk Memahami</strong></li>
</ol>
<p>Ternyata itu semua salah besar! Setidaknya, ada yang salah dari cara penulis mendengar. Ini baru penulis sadari ketika membaca buku <em>Men are from Mars, Women are from Venus</em> karangan John Gray,terutama di bab 2.</p>
<p>Ketika ada wanita yang menceritakan permasalahannya, mereka <strong>tidak menginginkan</strong> <strong>solusi</strong><em>.</em> Mereka <strong>hanya ingin didengar</strong> dan mendapatkan<strong> empati yang tulus</strong> dari pendengarnya.</p>
<div id="attachment_964" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-964" class="size-full wp-image-964" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/1.-Tunggulah-Hingga-Ia-Selesai-Bicara-via-www.huffingtonpost.com_.jpg" alt="" width="900" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/1.-Tunggulah-Hingga-Ia-Selesai-Bicara-via-www.huffingtonpost.com_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/1.-Tunggulah-Hingga-Ia-Selesai-Bicara-via-www.huffingtonpost.com_-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/1.-Tunggulah-Hingga-Ia-Selesai-Bicara-via-www.huffingtonpost.com_-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/1.-Tunggulah-Hingga-Ia-Selesai-Bicara-via-www.huffingtonpost.com_-356x178.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-964" class="wp-caption-text">Beda Perlakuan (via www.huffingtonpost.com)</p></div>
<p>Pantas saja sewaktu ada teman perempuan penulis bercerita dan penulis berusaha menghadirkan solusi, ia justru semakin cemberut. Tentu penulis merasa bingung karena merasa tidak ada yang salah dengan solusi penulis.</p>
<p>Lain halnya jika yang bercerita pria. Karena berlandaskan logika, mereka bercerita dengan berharap akan adanya jawaban dari masalah yang sedang mereka hadapi. Mereka ingin bertukarpikiran untuk membuka cakrawala pikiran mereka. Wanita tidak membutuhkan itu, kecuali jika mereka memang memintanya di awal sebelum bercerita.</p>
<p>Masalahnya, pria memang cenderung berorientasi pada penyelesaian masalah, sehingga setiap cerita yang ia dengar dianggap sedang mencari penyelesaian. Perbedaan inilah yang sering kali mengakibatkan pertikaian antara pria dan wanita.</p>
<p>Setelah mengetahui fakta ini, penulis berusaha menata ulang pola pikir penulis dalam mendengarkan orang lain berdasarkan gendernya. Menghadirkan solusi untuk pria, mendengarkan penuh empati untuk wanita.</p>
<p>Semoga saja tidak ada lagi perasaan sombong dalam diri penulis yang merasa dirinya pendengar yang baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 5 Juni 2018, terinspirasi setelah membaca buku <em>Men are from Mars, Women are from Venus</em></p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://www.theguardian.com">www.theguardian.com</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-pendengar-yang-baik/">(Bukan) Pendengar yang Baik</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-pendengar-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
