<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>metaverse Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/metaverse/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/metaverse/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Nov 2021 15:39:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>metaverse Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/metaverse/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Metaverse adalah Distopia</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/metaverse-adalah-distopia/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/metaverse-adalah-distopia/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2021 15:09:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[distopia]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<category><![CDATA[metaverse]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[sosial budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5394</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tanggal 28 Oktober kemarin, Facebook secara resmi mengganti namanya menjadi Meta. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg melalui acara Facebook Connect. Dari berbagai sumber, keputusan ini diambil karena nama Facebook seolah hanya merepresentasikan satu merek mereka. Padahal, Facebook memiliki banyak merek lain seperti WhatsApp dan Instagram. Tidak hanya itu, Zuckerberg juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/metaverse-adalah-distopia/">Metaverse adalah Distopia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada tanggal 28 Oktober kemarin, Facebook secara resmi mengganti namanya menjadi Meta. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg melalui acara Facebook Connect.</p>



<p>Dari berbagai sumber, keputusan ini diambil karena nama Facebook seolah hanya merepresentasikan satu merek mereka. Padahal, Facebook memiliki banyak merek lain seperti WhatsApp dan Instagram.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-1-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-5396" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-1-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-1-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-1-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-1.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Mark Zuckerberg dan Meta (<a href="https://www.theverge.com/2021/10/28/22745234/facebook-new-name-meta-metaverse-zuckerberg-rebrand">The Verge</a>)</figcaption></figure>



<p>Tidak hanya itu, Zuckerberg juga menjelaskan konsep <em><strong>metaverse</strong> </em>yang akan menurutnya akan menjadi lembaran baru untuk dunia internet. Bahkan, ia juga mengatakan kalau Facebook akan menjadi perusahaan <em>metaverse.</em></p>



<p>Menyusul Facebook, raksasa teknologi Microsoft juga mengumumkan akan membuat <em>metaverse </em>versinya sendiri. Mereka akan menerapkannya di aplikasi Microsoft Teams dan di masa depan akan diterapkan di konsol Xbox.</p>



<p>Sayangnya, Penulis melihat <em>metaverse </em>ini sebagai sesuatu yang patut untuk dikhawatirkan.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Apa Itu <em>Metaverse</em>?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5398" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Satya Nadella (<a href="https://www.windowscentral.com/microsoft-ceo-satya-nadella-discusses-metaverse-and-2021-work-norms">Windwos Central</a>)</figcaption></figure>



<p>Secara mudah, <em>metaverse </em>adalah sebuah dunia virtual di mana penggunanya bisa berinteraksi di dalamnya sama seperti di dunia nyata. Atau seperti kata CEO Microsoft Satya Nadella:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;The metaverse enables us to embed computing into the real world and to embed the real world into computing, bringing real presence to any digital space.&#8221;</p><p>&#8220;Metaverse memungkinkan kita untuk menanamkan komputasi ke dunia nyata dan untuk menanamkan dunia nyata ke dalam komputasi, membawa kehadiran nyata ke ruang digital mana pun.&#8221;</p></blockquote>



<p>Dengan mewabahnya pandemi Covid-19, banyak perusahaan yang akhirnya memutuskan agar karyawannya bekerja secara <em>remote </em>dari rumah. Bahkan, hal ini telah menjadi sesuatu yang normal dan dianggap lumrah.</p>



<p>Kita bisa melakukan rapat di kamar hanya dengan bermodalkan laptop dan berinteraksi dengan teman-teman kantor lainnya. <em>Metaverse </em>akan membawa kita melampaui hal tersebut.</p>



<p><em>Metaverse </em>akan membuat kita merasa berada di dalam sebuah ruang digital dengan alat bantu seperti <em>headset </em>VR. Kita juga bisa membuat avatar 3D sebagai representasi kita di dunia virtual tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5397" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Sword Art Online (<a href="https://duniaku.idntimes.com/geek/culture/chiize/teknologi-fulldive-sao">Duniaku</a>)</figcaption></figure>



<p>Contoh mudah untuk membayangkan <em>metaverse </em>adalah melalui film <em><strong>The Matrix</strong></em> dan <em><strong>Ready Player One </strong></em>atau anime <em><strong>Sword Art Online</strong></em>. </p>



<p>Penulis tidak pernah menonton <em>Sword Art Online,</em> tapi tahu kalau ceritanya adalah sekelompok remaja yang bermain gim dengan menggunakan alat yang membuat kita merasa benar-benar berada di dalam gim tersebut.</p>



<p>Bahkan, sebenarnya ada beberapa gim VR yang membuat kita berada di dalam dunia digital sungguhan seperti <em>Beat Saber</em> dan <em>Half-Life Alyx.</em> Tidak hanya dari sisi <em>software</em>, <em>hardware </em>pendukung pun semakin berkualitas.</p>



<p>Kedengarannya <em>metaverse </em>adalah sesuatu yang menyenangkan, bukan? Masa depan teknologi yang terlihat begitu cerah. Sayangnya Penulis tidak bisa berpikir seperti itu.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><em>Metaverse </em>dan Distopia yang Dibuatnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5399" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Novel Snow Crash (<a href="https://reclaimthenet.org/snow-crash-tv-series-hbo/">Reclaim the Net</a>)</figcaption></figure>



<p>Istilah <em>metaverse </em>dianggap pertama kali muncul dari novel berjudul <em><strong>Snow Crash</strong> </em>karangan Neal Stephenson yang rilis pada tahun 1992. Sayangnya, novel tersebut bertema distopia dan itu bukan pertanda baik.</p>



<p>Menurut KBBI, distopia adalah:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Tempat khayalan yang segala sesuatunya sangat buruk dan tidak menyenangkan serta semua orang tidak bahagia atau ketakutan, lawan dari utopia&#8221;</p></blockquote>



<p>Di dalam novel tersebut, Stephenson menyebutkan bahwa, &#8220;… metaverse itu sendiri adalah tempat yang membuat ketagihan, penuh kekerasan, dan memungkinkan dorongan terburuk kita.”</p>



<p>Seperti yang kita ketahui bersama, tanpa <em>metaverse </em>pun kita sudah begitu ketagihan menghabiskan waktu di dunia maya, entah karena <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/alasan-kenapa-mindless-scrolling-adalah-pelarian-yang-buruk/"><em>scrolling </em>media sosial</a>, nonton YouTube, hingga bermain gim.</p>



<p>Bayangkan jika kita bisa merasakan apa yang kita dapatkan di media sosial, seolah-olah kita sedang berada di sana secara langsung, apa malah tidak membuat kita semakin betah dan ketagihan?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Media Sosial Itu Sangat Adiktif (<a href="https://www.healthline.com/health/social-media-addiction">Healthline</a>)</figcaption></figure>



<p>Banyak yang menjadikan media sosial sebagai &#8220;pelarian&#8221; dari dunia nyata. Mau pusing atau ada masalah seperti apapun, media sosial seolah selalu berhasil mengalihkan pikiran kita ke tempat lain.</p>



<p>Dengan adanya <em>metaverse</em>, kita benar-benar bisa kabur ke dunia virtual dan merasakannya secara nyata. Mungkin jika sesekali masih bisa dimaklumi, tapi bagaimana jika kita menjadi ketergantungan terhadapnya?</p>



<p>Selain itu, konsep hidup di dunia maya telah terbukti melahirkan orang-orang <em>toxic </em>yang merasa berani karena identitas mereka yang asli tertutupi oleh akun maya mereka. Jika mereka bisa muncul dengan avatar yang anonim, bukan tidak mungkin ke-<em>toxic</em>-an mereka akan semakin menjadi-jadi.</p>



<p>Bagaimana jika karena seringnya kita mengunjungi dunia virtual ini, kita akan mengalami kesulitan untuk membedakan mana dunia nyata dan dunia virtual? Bagaimana jika kita menolak hidup di dunia nyata dan memilih hidup di dunia &#8220;impian&#8221; yang tidak nyata?</p>



<p>Mungkin semua yang diutarakan di atas terdengar berlebihan dan terlalu paranoid, tapi Penulis merasa hal-hal tersebut bisa benar-benar terjadi, terutama jika kita tidak bijaksana dalam memanfaatkan teknologi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-6-1024x683.png" alt="" class="wp-image-5401" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-6-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-6-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-6-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-6.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Gambaran Avatar Kita di Metaverse (<a href="https://techcrunch.com/2021/11/02/microsoft-teams-gets-3d-animated-avatars-because-metaverse/">TechCrunch</a>)</figcaption></figure>



<p>Facebook dan Microsoft jelas memiliki sumber daya yang lebih cukup untuk membangun <em>metaverse </em>mereka sendiri. Mau diiklankan dengan bahasa seindah apapun, Penulis tetap sedikit merasa was-was dengannya.</p>



<p>Menurut Penulis pribadi, daripada harus membuat dunia virtual terasa nyata, <strong>kenapa kita tidak berusaha untuk memperbaiki dunia nyata yang sudah ada? </strong></p>



<p>Apakah dunia ini sudah begitu rusak sehingga kita perlu membuat dunia virtual terasa begitu indah? Apakah memang Bumi tempat kita tinggal ini sudah tidak bisa diperbaiki lagi?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-7-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5402" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-7-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-7-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-7-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-7.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Serusak Itukah Realita Kita? (<a href="https://id.pinterest.com/pin/531776668475809237/">Pinterest</a>)</figcaption></figure>



<p>Tidak hanya itu, potensi <em>metaverse </em>yang bisa membuat penggunanya ketagihan juga membuat Penulis khawatir. <em>Metaverse </em>sangat bisa untuk menjadi tempat pelarian kita dari masalah yang dihadapi di dunia nyata.</p>



<p>Menjadikan dunia maya dan <em>metaverse </em>sebagai pelarian benar-benar ide yang sangat berbahaya. Kita tidak bisa terus kabur dan lari dari masalah. Masalah pasti akan selalu hadir, bahkan di dunia virtual sekalipun.</p>



<p>Penulis tidak tahu bagaimana masa depan <em>metaverse </em>ini selama beberapa tahun ke depan. Beberapa orang sudah menyebutkan kegelisahannya yang mirip dengan yang Penulis rasakan.</p>



<p>Kehadiran <em>metaverse </em>jelas tidak bisa kita hindari. Yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan diri kita agar jangan sampai kita yang dikendalikan oleh teknologi-teknologi distopia tersebut.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 3 November 2021, terinspirasi setelah membaca beberapa artikel seputar <em>metaverse</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.vice.com/en/article/v7eqbb/the-metaverse-has-always-been-a-dystopia">Vice</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.news18.com/news/buzz/mark-zuckerbergs-metaverse-inspired-by-dystopian-novel-snow-crash-twitter-thinks-so-4378457.html">Mark Zuckerberg&#8217;s &#8216;Metaverse&#8217; Inspired by Dystopian Novel &#8216;Snow Crash&#8217;? Twitter Thinks So (news18.com)</a></li><li><a href="https://www.vice.com/en/article/v7eqbb/the-metaverse-has-always-been-a-dystopia">The Metaverse Has Always Been a Dystopian Idea (vice.com)</a></li><li><a href="https://nianticlabs.com/blog/real-world-metaverse/">The Metaverse is a Dystopian Nightmare. Let’s Build a Better Reality. – Niantic (nianticlabs.com)</a></li><li><a href="https://medium.com/highstreet-market/all-the-different-ways-the-metaverse-is-being-built-today-c791245b4da4">All the Unique Ways the Metaverse is Being Built Today | by Travis Wu | Highstreet | Medium</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/metaverse-adalah-distopia/">Metaverse adalah Distopia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/metaverse-adalah-distopia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
