<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Michael Schumacher Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/michael-schumacher/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/michael-schumacher/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Oct 2022 17:04:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Michael Schumacher Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/michael-schumacher/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kenapa Saya Suka Formula 1?</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2022 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[Kimi Raikkonen]]></category>
		<category><![CDATA[Lewis Hamilton]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[Mercedes]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Schumacher]]></category>
		<category><![CDATA[Red Bull]]></category>
		<category><![CDATA[Sebastian Vettel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5989</guid>

					<description><![CDATA[<p>Max Verstappen berhasil mengukuhkan dirinya sebagai juara dunia Formula 1 (F1) back-to-back setelah kemenangan yang ia raih di GP Suzuka, balapan yang bisa dibilang cukup membingungkan penonton, panitia, bahkan pembalapnya sendiri. Terlepas dari itu, performa Verstappen musim ini memang cukup luar biasa. Rasanya semua penonton F1 sepakat kalau ia memang layak untuk menyandang gelar tersebut, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/">Kenapa Saya Suka Formula 1?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Max Verstappen </strong>berhasil mengukuhkan dirinya sebagai juara dunia Formula 1 (F1) <em>back-to-back </em>setelah kemenangan yang ia raih di GP Suzuka, balapan yang bisa dibilang cukup membingungkan penonton, panitia, bahkan pembalapnya sendiri.</p>



<p>Terlepas dari itu, performa Verstappen musim ini memang cukup luar biasa. Rasanya semua penonton F1 sepakat kalau ia memang layak untuk menyandang gelar tersebut, bahkan memprediksi kalau Verstappen dan Red Bull akan mendominasi F1 beberapa tahun ke depan.</p>



<p>Nah, Penulis jadi ingin sedikit berbagai mengenai bagaimana dirinya bisa menjadi penggemar F1, olahraga yang notabene tidak terlalu populer di Indonesia dan kalah pamor dari Moto GP yang lebih digandrungi oleh masyarakat kebanyakan.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Awal Mula Suka F1 dan Michael Schumacher</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-5991" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Idola Pertama di F1 (<a href="https://www.foxsports.com.au/motorsport/formula-one/f1-lewis-hamiltons-dominance-exceeding-michael-schumachers-peak-period-at-ferrari/news-story/5a68e76bd182d4da9d3cdf74d1e8203a">Fox Sports</a>)</figcaption></figure>



<p>Pada tulisan &#8220;<em><a href="https://whathefan.com/olahraga/idola-bernama-michael-schumacher/">Idola Bernama Michael Schumacher</a></em>&#8220;, Penulis sudah pernah membahas sedikit mengenai awal mula bisa jatuh cinta dengan F1. Salah satu alasan utamanya adalah di rumah ada beberapa majalah yang membahas tentang F1 (yang sayangnya sudah hilang).</p>



<p>Dari sana, Penulis jadi mengetah beberapa hal tentang F1, termasuk tentang sosok <strong>Michael Schumacher</strong> dan <strong>Ferrari </strong>yang begitu mendominasi di awal tahun 2000-an. Penulis yang punya kebiasaan &#8220;memilih yang terbaik&#8221; pun menjadikannya sebagai idola.</p>



<p>Bahkan, Penulis lebih tahu dulu F1 daripada sepak bola. Ketika kelas 2 SD, teman-teman  Penulis saling menyebutkan nama klub bola favoritnya. Penulis dengan polosnya menyebut nama Schumacher, hanya karena pernah melihatnya bermain sepak bola di laga amal. </p>



<p>Sebagai pendukung Schumi, nama panggilan Schumacher, tentu Penulis merasa senang karena ia berhasil menang terus. Bagi penggemar lain, mungkin F1 akan menjadi begitu membosankan karena adanya satu sosok yang terlalu dominan. (NB: Ini yang Penulis rasakan ketika melihat dominasi Hamilton di kemudian hari)</p>



<p>Lantas, dominasi tersebut dipatahkan oleh <strong>Fernando Alonso</strong> bersama <strong>Renault</strong> di tahun 2005-2006. Tentu saja Penulis merasa sedih karena idolanya tidak juara, apalagi Schumacher memutuskan untuk pensiun di akhir musim 2006 karena masalah politik di Ferrari.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa Idola Pengganti Schumacher?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5992" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Raikkonen Pengganti Schumacher (<a href="https://www.motorsport.com/f1/news/kimi-raikkonen-retires-2007-title-ferrari/6658500/">Motorsport.com</a>)</figcaption></figure>



<p>Karena tidak ada Schumacher, tentu Penulis harus menemukan idola baru untuk didukung. Pilihan tersebut jatuh ke <strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/kimi-raikkonen-the-iceman-yang-akan-dirindukan/">Kimi Raikkonen</a></strong>, yang kebetulan juga merupakan pengganti Schumacher di Ferrari.</p>



<p>Penulis tentu merasa bahagia ketika ia berhasil menjadi juara dunia di tahun 2007. Bayangkan, berhasil menjadi juara di musim debutnya bersama Ferrari. Lebih serunya lagi, ia berhasil menjadi juara hanya dengan jarak 1 poin dari <em>rookie </em><strong>Mclaren</strong>, <strong>Lewis Hamilton</strong>.</p>



<p>Sayangnya, Raikkonen tidak bertahan lama di Ferrari. Setelah musim 2008, kontraknya diputus karena Ferrari ingin merekrut Fernando Alonso. Nah, Alonso kan mantan rival Schumacher, jadi susah untuk Penulis memilihnya sebagai pengganti idola.</p>



<p>Di tahun 2009, ada tim  baru yang berhasil mencuri perhatian: <strong>Brawn GP</strong>. Berasal dari tim Honda yang akan segera meninggalkan F1, siapa yang sangka kalau tim tersebut bisa meraih gelar juara lewat <strong>Jenson Button</strong>. </p>



<p>Penulis tidak lantas menjadi penggemar Button, hanya saja Penulis mendukung tim ini untuk bisa menjadi jaura dunia. Hanya saja, Brawn GP juga tidak bertahan lama karena keburu dibeli oleh <strong>Mercedes</strong>, yang kelak akan mendominasi F1. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Masa-Masa Meninggalkan F1</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5993" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dominasi Hamilton Bikin Jenuh (<a href="https://racingnews365.com/mercedes-offers-clear-hint-that-hamilton-will-race-in-2022">RacingNews365</a>)</figcaption></figure>



<p>Tahun 2009, semua mata tertuju pada Brawn GP. Padahal, ada satu tim baru yang juga cukup mencuri perhatian: <strong>Red Bull</strong>. Bagaimana bisa merek minuman energi bisa memiliki mobil F1 yang kompetitif? (Ini akan Penulis bahas khusus nanti)</p>



<p>Salah satu alasannya adalah mereka memiliki pembalap handal, <strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/">Sebastian Vettel</a></strong>. Penulis pun menjagokan Vettel bersama Red Bull. Ternyata, pilihan Penulis tidak salah karena kombo Vettel-Red Bull berhasil membuahkan juara dunia empat kali berturut-turut (2010-2013).</p>



<p>Selain itu, Schumacher secara mengejutkan juga melakukan <em>comeback </em>dan bergabung dengan Mercedes untuk balapan selama 3 musim. Raikkonen juga <em>comeback </em>untuk bergabung dengan Lotus pada tahun 2012. </p>



<p>Sayangnya, ketika mulai kuliah (sekitar tahun 2012), entah mengapa Penulis mulai meninggalkan F1. Apalagi, setelah Vettel juara di tahun 2013, Hamilton bersama Mercedes (sempat terselip nama <strong>Nico Rosberg</strong>) begitu mendominasi F1 di era <em>hybrid</em>.</p>



<p>Jadi, kemungkinan besar Penulis berhenti mengikuti F1 adalah karena tidak adanya lagi sosok idola dan dominasi Hamilton yang membuat F1 terasa membosankan. Barulah di (akhir) musim 2021, gairah Penulis untuk kembali mengikuti F1 muncul.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kembali Mengikuti F1</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5994" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Verstappen Bakal Mendominasi F1 di Masa-Masa yang akan Datang? (<a href="https://www.si.com/formula1/2022/10/09/verstappen-crowned-f1-world-champion-after-wet-confusing-japanese-grand-prix">Sports Illustrated</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu alasan mengapa Penulis tertarik untuk kembali mengikuti F1 adalah karena ada sosok yang terlihat bisa merusak dominasi Hamilton: <strong>Max Verstappen </strong>dari<strong> Red Bull</strong>. Bahkan, poin keduanya berada di angka yang sama hingga GP terakhir di Abu Dhabi.</p>



<p>Penulis yang tidak mengikuti dari awal musim memutuskan untuk menonton balapan terakhir di situ. Sebuah keputusan yang benar, karena balapan tersebut menyajikan drama gila yang tidak akan dilupakan oleh semua penggemar F1!</p>



<p>Penulis tidak akan membahas kontroversi tersebut. Yang jelas, balapan tersebut berhasil membangkitkan kembali kesukaan Penulis terhadap F1. Selain mengikuti secara penuh musim 2022 ini, Penulis juga banyak menonton video-video F1 di YouTube.</p>



<p>Selain dari kanal resmi F1 untuk &#8220;mengejar ketertinggalan&#8221;, Penulis juga merupakan penonton setia dari <strong><a href="https://youtube.com/c/BoxBoxNowIndonesia">BoxBoxNowIndonesia</a></strong> dan <a href="https://youtube.com/c/F1SpeedIndonesia"><strong>F1 Speed Indonesia</strong></a>. Banyak sekali pengetahuan yang Penulis dapatkan dari 2 kanal tersebut.</p>



<p>Bahkan, Penulis sampai membuat <em>sheet </em>yang menjelaskan mengenai sejarah tim dan pembalap-pembalap yang pernah turut serta di F1. Mungkin, suatu hari nanti Penulis akan coba <em>share </em>tentang itu di blog ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Dengan keluarnya Verstappen sebagai juara dunia musim 2022, Penulis pun tak sabar untuk menantikan musim 2023 yang tentu diharapkan semakin seru. Apalagi, akan ada beberapa sirkuit baru seperti Las Vegas yang tentunya menarik untuk ditonton.</p>



<p>Penulis sendiri bukan penggemar Verstappen, meskipun Penulis bisa dibilang condong ke tim Red Bull sekarang. Oleh karena itu, Penulis berharap akan ada juara baru di tahun 2023 nanti. Apalagi, ada banyak nama potensial yang bisa menjadi penantang juara.</p>



<p>Bagi Penulis, F1 adalah <strong>ajang balap yang paling seru</strong> dibandingkan yang lain, bahkan jika dibandingkan Moto GP yang kesannya lebih banyak menyajikan aksi salip-menyalip. Apalagi, sekarang F1 telah meninggalkan kesan eksklusivitasnya dan bisa diakses oleh banyak orang.</p>



<p>Selain itu, bentuk mobil dan <em>livery </em>F1 kerap tampil dengan desain yang elegan dan mewah. Apalagi di tahun 2022 ini, banyak sekali desain mobil yang terlihat luar biasa sehingga Penulis sangat ingin memiliki miniaturnya. Sayang, harganya mahal tidak karuan.</p>



<p>Jadi, kurang lebih itulah alasan mengapa Penulis bisa suka dengan Formula 1. Ada &#8220;sejarah panjang&#8221; di baliknya, meskipun Penulis sempat bersikap apatis selama bertahun-tahun karena berbagai alasan. Mungkin, setelah ini Penulis akan terus intens dalam mengikuti F1.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Foto: <a href="https://www.ikbariyasport.com/f1-2022-news-japanese-grand-prix-suzuka-max-verstappen-championship-red-bull-racing-fia-regulations-tyres-rain-pierre-gasly-safety/">Ikbariyasport</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/">Kenapa Saya Suka Formula 1?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Idola Bernama Michael Schumacher</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/idola-bernama-michael-schumacher/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/idola-bernama-michael-schumacher/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jan 2019 08:14:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[balapan]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Schumacher]]></category>
		<category><![CDATA[Schumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2069</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dibandingkan dengan Moto GP, penulis lebih menggemari Formula 1 (F1). Penyebabnya, sewaktu kecil penulis lebih banyak membaca majalah yang berhubungan dengan balap jet darat tersebut. Majalah F1 yang penulis lupa namanya tersebut menampilkan satu sosok (sebenarnya ada dua, tapi orang yang sama, jadi ya dihitungnya satu) yang menjadi idola penulis hingga sekarang. Ia bernama Michael [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/idola-bernama-michael-schumacher/">Idola Bernama Michael Schumacher</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dibandingkan dengan <strong>Moto GP,</strong> penulis lebih menggemari <strong>Formula 1 (F1)</strong>. Penyebabnya, sewaktu kecil penulis lebih banyak membaca majalah yang berhubungan dengan balap jet darat tersebut.</p>
<p>Majalah F1 yang penulis lupa namanya tersebut menampilkan satu sosok (sebenarnya ada dua, tapi orang yang sama, jadi ya dihitungnya satu) yang menjadi idola penulis hingga sekarang. Ia bernama <strong>Michael Schumacher</strong>.</p>
<h3>Formula 1 Musim 2002</h3>
<p>Penulis lupa musim berapa pertama kali mengetahui tentang F1. Antara tahun 2001 atau tahun 2002. Setelah mencari-cari informasi, nampaknya tahun 2002 lah yang benar karena ada beberapa pembalap di tahun 2001 yang tidak penulis ketahui.</p>
<p><div id="attachment_2071" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2071" class="size-large wp-image-2071" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/F1-Fansite.com-2002-HD-wallpaper-F1-GP-Germany_24-1024x576.jpg" alt="" width="800" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/F1-Fansite.com-2002-HD-wallpaper-F1-GP-Germany_24-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/F1-Fansite.com-2002-HD-wallpaper-F1-GP-Germany_24-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/F1-Fansite.com-2002-HD-wallpaper-F1-GP-Germany_24-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/F1-Fansite.com-2002-HD-wallpaper-F1-GP-Germany_24.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2071" class="wp-caption-text">Musim 2002 (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.racedepartment.com/downloads/series-f1-2002-granprix.15392/" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjayOrn9PvfAhWJQ48KHZhaCEwQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">RaceDepartment</span></a>)</p></div></p>
<p>Pada waktu itu, <strong>Schumi</strong>, nama panggilan akrab Schumacher, sedang merajai F1 dengan berhasil meraih gelar juara dunianya yang ke lima. Apalagi, rival sekaligus sahabatnya, <strong>Mika Hakkinen</strong>, telah memutuskan pensiun pada tahun 2001.</p>
<p>Gelar juara Schumi memang sempat menjadi kontroversi karena adanya <em>team order</em>, di mana rekan satu tim Schumi, <strong>Rubens Barrichello</strong>, disuruh mengalah agar jalan Schumi menuju juara menjadi mulus. Ferrari mendapatkan denda satu juta dolar karena hal ini.</p>
<p>Rival Schumi pada tahun tersebut adalah <strong>Juan Pablo Montoya</strong> dari tim <strong>William-BMW</strong>. Tidak seperti dengan Mika, hubungan Schumi dengan Montoya bisa dibilang tidak terlalu baik, seolah-olah mereka saling bermusuhan.</p>
<p>Pada tahun tersebut, muncul pembalap-pembalap muda yang nantinya akan menjadi juara dunia, seperti <strong>Kimi Raikonnen</strong>,<strong> Jenson Button</strong>, hingga <strong>Fernando Alonso</strong>.</p>
<h3>Berakhirnya Dominasi dan Comeback 2010</h3>
<p>Di antara mereka, Alonso lah yang berhasil menghentikan dominasi Schumi menjadi juara dunia, tepatnya pada musim 2005. Pada musim itu, Schumi hanya berhasil juara di Grand Prix Amerika Serikat. Itu pun karena tim yang menggunakan ban Michelin tidak bisa mengikuti balapan karena beberapa hal.</p>
<p><div id="attachment_2070" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2070" class="size-large wp-image-2070" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/michael-schumacher-joins-mercedes-gp-petronas-f1-team-1024x551.jpg" alt="" width="800" height="430" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/michael-schumacher-joins-mercedes-gp-petronas-f1-team-1024x551.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/michael-schumacher-joins-mercedes-gp-petronas-f1-team-300x161.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/michael-schumacher-joins-mercedes-gp-petronas-f1-team-768x413.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/michael-schumacher-joins-mercedes-gp-petronas-f1-team.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2070" class="wp-caption-text">Schumi dan Mercedes (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://mynameiskhan.ca/2011/09/07/the-unforgetable-senna/michael-schumacher-joins-mercedes-gp-petronas-f1-team/" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiCg4e08_vfAhVJpI8KHT_uDuwQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">MY NAME IS HOLLYWOOD KHAN</span></a>)</p></div></p>
<p>Setelah dua musim berturut-turut dikalahkan oleh Alonso, pembalap yang mengawali karirnya di Jordan pada tahun 1991 tersebut memutuskan untuk pensiun. Sang legenda hidup menggantungkan stirnya.</p>
<p>Akan tetapi, pada musim 2010 Schumi melakukan <em>comeback</em>. Bukan kembali bergabung dengan Ferrari, melainkan dengan Mercedes. Hal ini sempat mengejutkan publik. Bahkan petinggi Ferrari mengatakan bahwa Schumi yang ia kenal tak akan mengemudikan mobil tim lain selain Ferrari.</p>
<p>Tidak ada lagi gelar juara yang diraih oleh Schumi bersama tim barunya. Setelah tiga musim berlaga, Schumi kembali memutuskan untuk pensiun untuk kedua kalinya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Apa yang penulis suka dari Michael Schumacher adalah keramahan yang dimiliki olehnya. Ia jauh dari sifat arogan meskipun memegang rekor sebagai juara dunia terbanyak sepanjang masa.</p>
<p>Ditambah lagi kemampuan balapan yang dimilikinya. Ia adalah legenda hidup yang telah memberi inspirasi kepada orang-orang untuk menggapai impiannya dengan bekerja keras.</p>
<p>Pada tahun 2013, Schumi mengalami kecelakaan ketika bermain ski. Hingga saat ini, setelah beberapa hari yang lalu ia berusia 50 tahun, belum ada tanda-tanda Schumi akan sembuh dari cedera kepalanya. Sebagai penggemarnya, tentu penulis mendoakan yang terbaik untuknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Starbucks Kebayoran Lama, 20 Januari 2019, terinspirasi setelah teringat kepada sang idola pada suatu malam</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.theweek.co.uk/formula-1/98585/f1-ferrari-museum-exhibition-michael-schumacher-50th-birthday" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwj5nbH89PvfAhVBNI8KHTqLCtIQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">The Week UK</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/idola-bernama-michael-schumacher/">Idola Bernama Michael Schumacher</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/idola-bernama-michael-schumacher/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
