<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Michelle Yeoh Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/michelle-yeoh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/michelle-yeoh/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Oct 2022 03:25:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Michelle Yeoh Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/michelle-yeoh/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Menonton Everything Everywhere All At Once</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-everything-everywhere-all-at-once/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-everything-everywhere-all-at-once/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2022 16:38:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Michelle Yeoh]]></category>
		<category><![CDATA[multiverse]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[sinema]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5790</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis sudah mengungkapkan kekecewaannya terhadap film Doctor Strange in the Multiverse of Madness. Salah satu alasannya adalah kurang madness-nya tema multiverse yang dibawakan. Varian Doctor Strange dan universe yang dikunjungi terhitung sedikit. Bahkan, Penulis menganggap film Chip &#8216;N Dale: Rescue Rangers lebih madness. Meskipun tidak mengunjungi universe lain, kita bisa melihat betapa madness film ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-everything-everywhere-all-at-once/">Setelah Menonton Everything Everywhere All At Once</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis sudah mengungkapkan kekecewaannya terhadap film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness/">Doctor Strange in the Multiverse of Madness</a></em>. Salah satu alasannya adalah kurang <em>madness-</em>nya tema <em>multiverse </em>yang dibawakan. Varian Doctor Strange dan <em>universe </em>yang dikunjungi terhitung sedikit.</p>



<p>Bahkan, Penulis menganggap film <em>Chip &#8216;N Dale: Rescue Rangers </em>lebih <em>madness</em>. Meskipun tidak mengunjungi <em>universe </em>lain, kita bisa melihat betapa <em>madness </em>film ini dari berbagai <em>easter egg </em>yang bertebaran dari <em>production house </em>lain, termasuk munculnya Ugly Sonic.</p>



<p>Nah, salah satu film yang sering disebut menawarkan kegilaan <em>multiverse </em>di tahun ini adalah <em><strong>Everything Everywhere All At Once</strong></em> yang disutradarai oleh Daniel Kwan dan Daniel Scheinert dan dibintangi oleh Michelle Yeoh. </p>



<p>Oleh karena itu, Penulis langsung memutuskan untuk menontonnya setelah tahu film ini mendapatkan jatah layar di Indonesia, meskipun baru saja selesai vaksin <em>booster</em>. Untungnya keputusan Penulis tersebut sama sekali tidak salah, karena film ini benar-benar <em>madness</em>!</p>





<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita Everything Everywhere All At Once</h2>



<p>Penulis terlambat sekitar 10 menit ketika menonton film ini karena harus pergi ke beberapa tempat terlebih dahulu. Untungnya, Penulis hanya ketinggalan <em>build up </em>dan perkenalan dari anggota keluarga dari tokoh utamanya.</p>



<p><em>Everything Everwhere All At Once </em>dibagi menjadi tiga bagian yang diambil dari judulnya, yakni <strong>Part 1: Everything</strong>, <strong>Part 2: Everywhere</strong>, <strong>Part 3: All At Once</strong>. Ini adalah salah satu sisi dari film ini yang Penulis sukai.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Everything Everywhere All At Once | Official Preview HD | A24" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/DXT75VBulRI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<h3 class="wp-block-heading">Part 1: Everything </h3>



<p>Bagian pertama menjelaskan awal mula bagaimana kegilaan <em>multiverse </em>di film ini dimulai. Fokus utamanya adalah Evelyn Quan Wang (Michelle Yeoh), pemilik usaha binatu yang sedang terlilit masalah pajak.</p>



<p>Saat berusaha mengurusnya di kantor pajak, suaminya Waymond Wang (Ke Huy Quan) tiba-tiba dirasuki oleh Alpha Waymond dari semesta lain yang berusaha memperingatkan Evelyn tentang bahaya yang diakibatkan oleh Jobu Topaki.</p>



<p>Jobu Topaki sendiri aslinya adalah Alpha Joy atau Joy Wang (Stephanie Tsu) yang merupakan anak Evelyn dan Waymond. Di <em>alphaverse</em>, Alpha Evelyn memaksa Alpha Joy untuk melampaui batas sehingga ia jadi bisa mengakses semua <em>universe</em> dan mampu memanipulasi materi.</p>



<p>Dengan kekuatannya yang <em>overpowered</em>, ia membuat <em>The Everything Bagel</em> dari segala mimpi dan harapannya yang berpotensi menghancurkan <em>multiverse</em>. Untuk itulah Alpha Waymond meminta pertolongan kepada Evelyn di <em>universe </em>ini untuk menghentikan Jobu Topaki.</p>



<p>Selain itu, Alpha Waymond juga memberitahu mengenai <em>verse-jumping </em>yang bisa digunakan untuk mengakses kemampuan varian kita di <em>universe </em>lain. Untuk bisa melakukannya, kita harus melakukan berbagai hal yang <em>random</em>.</p>



<p>Berawal dari sana lah petualangan <em>multiverse </em>Evelyn dimulai dan ia melihat banyak kehidupannya di <em>universe </em>lain. Di film ini, setiap keputusan atau kegagalan yang dialami Evelyn akan menciptakan cabang <em>universe </em>baru.</p>



<p>Kenapa Evelyn yang ini bisa berhasil? Karena ia adalah Evelyn yang selalu mengalami kegagalan dalam hidupnya dan itu jadi potensi terbesarnya. Kegagalannya adalah kesuksesan variannya di semesta lain.</p>



<p>Benar saja, ia adalah varian Evelyn yang dicari-cari oleh Jobu Topaki. Pada akhir bagian, pikiran Evelyn kelebihan beban dan Alpha Waymond dihabisi oleh Jobu Topaki di <em>alphaverse</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Part 2: Everywhere </h3>



<p>Evelyn yang pikirannya terpecah-pecah membawa kita menyelami lebih dalam mengenai kehidupan lainnya di <em>universe </em>lain. Ada yang dia jadi artis terkenal, manusia berjari hotdog, koki, dan lain sebagainya.</p>



<p>Lantas, ia menyadari bahwa tujuan Jobu Topaki membuat <em>The Everything Bagel </em>bukanlah untuk menghancurkan <em>multiverse</em>, melainkan dirinya sendiri karena merasa di seluruh <em>universe </em>pun tidak ada hal yang benar-benar berarti.</p>



<p>Jobu Topaki mencari Evelyn karena membutuhkan seseorang yang memahami dirinya. Evelyn hampir saja ikut Jobu Topaki masuk ke dalam <em>The Everything Bagel</em>, tetapi membatalkannya setelah mendengar suara suaminya yang berusaha mati-matian membela dirinya.</p>



<p>Evelyn pun kembali ke semestanya dan mengalahkan semua anak buah Jobu Topaki sembari memberikan mereka kebahagiaan. Pada akhirnya, Evelyn juga berhasil menyelamatkan Jobu Topaki dan membuatnya membatalkan dirinya masuk ke <em>The Everything Bagel</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Part 3: All At Once</h3>



<p>Bagian terakhir merupakan konklusi dari film ini, di mana semua menjadi <em>happy ending </em>di mana masalah pajak mereka mulai memperlihatkan titik terang dan pacar Joy sudah dianggap sebagai keluarga.</p>



<p>Evelyn sempat terlihat memfokuskan pikirannya ke varian dirinya yang lain, sebelum kembali ke <em>universe</em>-nya sendiri. Apakah ini menjadi semacam petunjuk tentang sekuel dari film ini?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Everything Everywhere All At Once</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Everything Everywhere All At Once | Official Trailer HD | A24" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/wxN1T1uxQ2g?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis seolah kehabisan kata-kata setelah menonton film ini. Absurd, tapi bagus. Ada komedinya, tapi ada juga bagian yang menyentuh. Setelah menonton film gila ini, butuh beberapa menit untuk mencerna apa yang baru saja Penulis tonton.</p>



<p>Film ini jelas terasa segar karena memang benar-benar film baru, bukan sekuel, prekuel, <em>reboot</em>, <em>remake</em>, dan lain sebagainya. Sayang, seringnya film seperti ini justru kurang mendapatkan <em>spotlight</em>, kalah dengan <em>franchise </em>film raksasa yang kadang menjemukan.</p>



<p>Dengan budget yang relatif kecil, film ini berhasil membawa pengalaman yang unik kepada penontonnya. Kegilaan <em>multiverse</em>-nya benar-benar terasa dengan berbagai efek kamera yang sangat keren dan sinematografi yang begitu indah. </p>



<p>Penulis sangat menyukai efek bagaimana kita bisa melihat puluhan varian Michelle Yeoh hanya dalam beberapa detik. Hanya saja perlu dicatat, banyak adegan yang berpotensi membahayakan penderita epilepsi.</p>



<p>Kalo dari segi cerita, sebenarnya ceritanya sederhana saja. Bisa dibilang, ini adalah drama keluarga (tentang orang tua yang <em>strict </em>dan anaknya yang ingin bebas) yang dibalut dengan rumitnya <em>multiverse</em> secara rapi.</p>



<p>Selain itu, film ini juga menyinggung mengenai nihilistik, di mana Joy yang sudah mengunjungi semua <em>universe </em>menganggap <em>nothing really matters</em>. Untuk itu, ia pun membuat bagel yang secara kasar adalah jalannya untuk bunuh diri.</p>



<p>Akting para pemainnya pun patut diacungi jempol. Selain Yeoh yang sangat layak masuk nominasi Oscar, akting dari Tsu dan Quan (yang sedikit mirip Jackie Chan) juga patut diapresiasi karena mampu membawa kita terbawa suasana.</p>



<p>Dari banyaknya <em>universe </em>yang ditampilkan, tentu yang paling <em>absurd </em>adalah ketika Evelyn dan Joy menjadi batu dan bercakap-cakap di semacam canyon. Entah apa yang dipikirkan oleh pembuat film ini, yang uniknya Penulis cukup menyukainya kesunyian yang ada di dalamnya.</p>



<p>Yang jelas, <em>Everything Everywhere All At Once</em> akan menjadi salah satu film favorit Penulis seumur hidup. Film orisinal yang unik dan dieksekusi dengan begitu rapi, bahkan Penulis susah untuk menemukan <em>plot hole </em>di film ini. </p>



<p>Hanya saja, film seperti ini memang baiknya hanya menjadi film solo tanpa perlu sekuel. <em>Everything Everywhere All At Once </em>sudah cukup untuk menjadi sebuah <em>masterpiece.</em> Penulis sangat menikmati film ini dan ingin menontonnya lagi.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 3 Juli 2022, terinspirasi setelah menonton Everything Everywhere All At Once</p>



<p>Foto: <a href="https://www.thecinemainthearches.com/film/Everything-Everywhere-All-At-Once">The Cinema In The Arches</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-everything-everywhere-all-at-once/">Setelah Menonton Everything Everywhere All At Once</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-everything-everywhere-all-at-once/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
