<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>monopoli Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/monopoli/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/monopoli/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Nov 2022 10:28:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>monopoli Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/monopoli/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Monopoli Kebenaran</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/monopoli-kebenaran/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/monopoli-kebenaran/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2021 05:15:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[media massa]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[monopoli]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[partai politik]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5028</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di setiap rezim yang berkuasa, pasti selalu ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bahkan, era Suharto yang otoriter pun kita masih bisa menikmati pembangunan yang cukup melejit. Ada cukup banyak variasi &#8220;kejahatan&#8221; yang bisa dilakukan oleh rezim. Penangkapan musuh politik, korupsi berjamaah, dinasti politik, oligarki kekuasaan, pemberendelan media massa, dan masih banyak lagi lainnya. Di era [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/monopoli-kebenaran/">Monopoli Kebenaran</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Di setiap rezim yang berkuasa, pasti selalu ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bahkan, era Suharto yang otoriter pun kita masih bisa menikmati pembangunan yang cukup melejit.</p>



<p>Ada cukup banyak variasi &#8220;kejahatan&#8221; yang bisa dilakukan oleh rezim. Penangkapan musuh politik, korupsi berjamaah, dinasti politik, oligarki kekuasaan, pemberendelan media massa, dan masih banyak lagi lainnya.</p>



<p>Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, ada satu bentuk &#8220;kejahatan&#8221; lain yang menurut Penulis cukup berbahaya: <strong>Monopoli Kebenaran</strong>.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Monopoli Kebenaran Era Orde Baru</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5032" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Menteri Penerangan Era Orde Baru (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://amp.tirto.id/m/harmoko-B">Tirto.ID</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika berkaca pada masa Orde Baru, pemerintah bisa dibilang berusaha melakukan tipe kejahatan ini. Media massa yang menyerang pemerintah akan segera dibereskan oleh Menteri Penerangan. Entah sudah berapa media yang mereka tutup selama berkuasa.</p>



<p>Tidak hanya itu, acara televisi pun juga dikuasai. Penulis masih ingat samar-samar, dulu semua acara berita dimonopoli oleh acara milik TVRI, <em>Dunia Dalam Berita</em>. Acara tersebut juga muncul di televisi swasta, seolah mereka tidak boleh punya acara berita sendiri.</p>



<p>Monopoli kebenaran dilakukan sebagai upaya untuk mencitrakan diri menjadi sebaik mungkin sekaligus sebagai pelanggeng kekuasaan. Masyarakat yang tidak memiliki banyak opsi mau tidak mau harus menelan informasi yang disodorkan oleh pemerintah.</p>



<p>Banyak masyarakat, terutama mahasiswa dan aktivis, tidak mau dibodohi. Mereka lantas bersuara, berupaya untuk menyuarakan kebenaran yang sebenarnya walau harus mengorbankan nyawanya sendiri. </p>



<p>Entah berapa banyak orang yang tewas, ditahan, atau hilang tanpa jejak di era Suharto. Novel <em><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-laut-bercerita/">Laut Bercerita</a> </em>bisa memberikan ilustrasi bagaimana hilangnya korban memberikan luka traumatis kepada keluarga.</p>



<p>Reformasi mengubah banyak hal. Media-media yang diberendel kembali diberi izin. Media massa mulai berani bersuara lantang, bahkan dengan berita yang menyerang ke arah presiden secara langsung.</p>



<p>Pertanyaannya, apakah benar monopoli kebenaran telah berhenti?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Monopoli Kebenaran di Era Sekarang</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5031" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Pemilik Media, Ketua Parpol (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://news.okezone.com/read/2017/01/12/519/1589319/hary-tanoe-orientasi-perindo-murni-sejahterakan-masyarakat">Okezone News</a>)</figcaption></figure>



<p>Media massa memang bisa bebas bersuara hingga sekarang. Hampir tidak pernah terdengar pemberendelan media hanya karena memberikan kritik kepada pemerintah.</p>



<p>Hanya saja, Penulis merasa beberapa media massa mulai kehilangan ideologinya sebagai penyampai kabar. Beberapa media massa hanya menjadi <strong>alat bagi sang pemilik</strong> untuk memenuhi kepentingannya.</p>



<p>Bisa dihitung, ada berapa pemimpin partai politik (parpol) yang juga menjadi pemilik media? Atau berapa pemimpin media massa yang menjalin hubungan khusus dengan pihak yang berkuasa? </p>



<p>Jika media sudah dikuasai oleh segelintir orang (baca: oligarki), Penulis sedikit pesimis bahwa berita yang disampaikan bisa bersifat netral dan tidak berpihak. Secara logika, mereka pasti akan melindungi kepentingannya sendiri.</p>



<p>Gampangnya begini. Seandainya ada anggota mereka yang tersandung kasus korupsi, pasti pemberitaannya sedikit atau tidak ada sama sekali. Tapi kalau anggota partai lain, apalagi yang oposisi, pasti akan diberitakan berhari-hari.</p>



<p>Ada sebuah <em>quote </em>menarik yang cocok untuk menggambarkan kondisi ini:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Whoever controls the media, controls the mind.</p><cite>Jim Morrison</cite></blockquote>



<p>Siapapun yang menguasai media, mereka bisa menguasai banyak orang. Berita, apapun bentuknya, masih menjadi sumber utama masyarakat untuk mengetahui apa yang tengah terjadi. </p>



<p>Tidak semua orang memiliki sifat kritis terhadap berita, sehingga masih ada yang menelannya mentah-mentah. Akibatnya, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/polarisasi-masyarakat/">polarisasi masyarakat</a> pun terus terjadi. Kehadiran media sosial memperparah fenomena ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Monopoli Kebenaran di Media Sosial</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5030" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Berusaha Dimonopoli Pihak Tertentu (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.dailysabah.com/business/tech/turkey-to-require-social-media-giants-to-appoint-local-representatives">Daily Sabah</a>)</figcaption></figure>



<p>Di tengah isu media massa yang dikuasai oleh pemerintah atau kelompok tertentu, media sosial (medsos) seolah muncul menjadi oase bagi mereka yang ingin mendapatkan berita atau informasi dari sisi lain.</p>



<p>Mereka yang sudah tidak percaya dengan media massa akan beralih ke media sosial yang &#8220;katanya&#8221; lebih terpercaya. Entah itu dari pos Facebook, <em>tweet </em>di Twitter, <em>forward message </em>di WhatsApp, rasanya semua itu lebih bisa dipercaya dibandingkan dengan berita dari media <em>mainstream</em>.</p>



<p>Ini juga tidak benar. Ini juga bentuk dari monopoli kebenaran dari pihak lain.</p>



<p>Pemerintah atau orang-orang berkepentingan memang berusaha untuk mengendalikan berita yang terbit di media massa. Mereka juga berusaha mengendalikan opini di media sosial dengan berbagai cara, entah melalui <em>buzzer</em>, UU ITE, dan cara-cara lainnya.</p>



<p>Hanya saja, apa yang berseberangan dengan mereka juga belum tentu benar. Segala sesuatu di media sosial perlu dipertanyakan validitasnya. Dari masa sumbernya? Apakah bisa dipertanggungjawabkan? Apakah sudah dicek kebenarannya?</p>



<p>Media sosial telah berevolusi menjadi alat propaganda yang bersifat provokatif. Manusia pada dasarnya adalah tipe orang yang mudah dimanfaatkan emosinya. Jika ada pos atau berita yang membuat mereka terlibat atau terasa dekat secara emosional, orang akan jadi mudah percaya.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Monopoli kebenaran sebenarnya bisa dilakukan oleh siapapun, entah ia pihak yang sedang berkuasa atau oposisi yang hendak menjatuhkannya. Memang yang berkuasa terlihat lebih mudah melakukannya, tapi bukan berarti yang berseberangan tidak melakukannya juga.</p>



<p>Kita sebagai masyarakat di era modern dituntut untuk lebih bisa kritis dan bijak dalam menyikapi suatu informasi yang menghampiri kita, dari mana pun sumbernya. Mau kita pihak yang pro atau kontra dengan pemerintah, biasakan untuk melakukan <em>check and recheck</em>.</p>



<p>Jika kita bisa bersikap demikian, kita pun menjadi tidak mudah untuk diprovokasi dan dipolarisasi. Kita bisa memilah mana berita yang benar, meskipun ada pihak-pihak yang berusaha untuk memonopoli kebenaran.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 12 Juni 2021, terinspirasi dengan banyaknya pihak yang berusaha melakukan monopoli kebenaran</p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://wallpapercave.com/alec-monopoly-art-desktop-wallpapers">Wallpaper Cave</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/monopoli-kebenaran/">Monopoli Kebenaran</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/monopoli-kebenaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stars &#038; Rabbits &#8211; Sebuah Permainan</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2018 16:24:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[monopoli]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[ular tangga]]></category>
		<category><![CDATA[werewolf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1852</guid>

					<description><![CDATA[<p>Namanya memang penulis ambil dari salah satu band Indonesia. Tidak ada alasan khusus, hanya agar permainan ini memiliki nama yang berbeda dengan Ular Tangga. Dulu kami sempat mau menggunakan hewan ubur-ubur. Akan tetapi, karena susah menggambarnya, pada akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan kelinci. Sebagai pasangannya diambillah bintang jatuh. Stars &#38; Rabbits merupakan permainan yang terinspirasi setelah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/">Stars &#038; Rabbits &#8211; Sebuah Permainan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Namanya memang penulis ambil dari salah satu band Indonesia. Tidak ada alasan khusus, hanya agar permainan ini memiliki nama yang berbeda dengan <strong>Ular Tangga</strong>.</p>
<p>Dulu kami sempat mau menggunakan hewan ubur-ubur. Akan tetapi, karena susah menggambarnya, pada akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan <strong>kelinci</strong>. Sebagai pasangannya diambillah <strong>bintang jatuh</strong>.</p>
<p><strong>Stars &amp; Rabbits </strong>merupakan permainan yang terinspirasi setelah menonton <a href="http://whathefan.com/category/animekomik/">anime</a> yang bertemakan sebuah game <strong>D-Frag</strong>. Penulis, yang pada dasarnya sangat menyukai <em>board game, </em>memutuskan untuk membuat sebuah permainan baru.</p>
<p>Penulis menggabungkan setidaknya tiga permainan pada game ini: <strong>Ular Tangga</strong>, <strong>Monopoli</strong>, dan <strong>Werewolf.</strong></p>
<h3>Bagaimana Cara Bermain Stars &amp; Rabbits?</h3>
<p>Mari kita bedah satu persatu. Kita ambil dari sisi ular tangga terlebih dahulu. Tentu para pembaca tahu bagaimana cara bermain ular tangga bukan?</p>
<p>Pada permainan ini, konsep ular tangga diterapkan 100% dengan 100 petak. Bila mendarat di kelinci, kita naik dan bila mendarat di bintang kita turun.</p>
<p>Selanjutnya monopoli. Permainan ini sama sekali tidak menggunakan uang. Apa yang diambil dari monopoli adalah kartu <strong>Dana Umum </strong>dan <strong>Kesempatannya</strong>.</p>
<p><div id="attachment_1854" style="width: 730px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1854" class="size-full wp-image-1854" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20180530-WA0006.jpeg" alt="" width="720" height="948" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20180530-WA0006.jpeg 720w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20180530-WA0006-228x300.jpeg 228w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20180530-WA0006-194x255.jpeg 194w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><p id="caption-attachment-1854" class="wp-caption-text">Konsep Stars &amp; Rabbits</p></div></p>
<p>Dana Umum biasanya berisi tentang maju mundurnya pion, sedangkan Kesempatan berisikan tentang kekuatan-kekuatan yang bisa dimiliki oleh pemain.</p>
<p>Kekuatan seperti apa? Nah, sebelum permainan, secara acak pemain akan mendapatkan peran-peran Werewolf, <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/werewolf-ala-sumber-wuni-indah/">termasuk yang dibuat oleh Karang Taruna sendiri</a>.</p>
<p>Contohnya, yang mendapatkan peran sebagai Werewolf bisa membunuh lawan. Gunner juga bisa membunuh lawan. Pemain yang <strong>mendatangi </strong>adalah yang berhak mengaktifkan kemampuannya terlebih dahulu.</p>
<p>Selain itu, di papan permainan juga terdapat beberapa fitur lain, seperti <strong>Black Hole </strong>yang akan mengeluarkan pemain yang mendarat di sana. Ada juga petak <strong>Safe Zone </strong>yang membuat pemain bisa terlindungi dari serangan Werewolf maupun pemain lainnya.</p>
<p><strong>Bagaimana Cara Menentukan Pemenangnya? </strong>Permainan ini dimainkan secara tim. Ada tim villager, tim Werewolf, tim Cultish, dan tim-tim lainnya.</p>
<p>Pemenang permainan bisa ditentukan dengan dua cara, yakni siapa yang mencapai garis finish terlebih dahulu atau menyingkirkan tim lawan.</p>
<p>Sama seperti permainan-permainan lain yang sering dimainkan bersama, Stars &amp; Rabbits bertujuan untuk <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/permainan-perekat-kebersamaan-tebak-satu-kata-dan-hexagon-war/">merekatkan rasa kekeluargaan</a> yang dimiliki oleh Karang Taruna. Permainan-permainan baru akan terus bermunculan agar tidak mudah bosan ketika sedang berkumpul.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 24 Desember 2018, terinspirasi setelah rindu bermain Stars &amp; Rabbits</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/">Stars &#038; Rabbits &#8211; Sebuah Permainan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
