<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Monopoly Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/monopoly/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/monopoly/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Jul 2023 05:04:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Monopoly Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/monopoly/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Koleksi Board Game #1: Monopoly</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-1-monopoly/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-1-monopoly/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2023 14:33:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Monopoly]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6316</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengingat jumlah koleksi board game-nya sudah agak lumayan, Penulis memutuskan untuk membuat sebuah seri tulisan yang akan menjelaskan sekaligus memberikan ulasan terhadap board game yang dimiliki. Penulis akan membuat seri tulisan ini urut berdasarkan board game mana yang dimiliki terlebih dahulu. Kebetulan, board game (asli) yang pertama kali Penulis miliki adalah mbah-nya board game: Monopoly. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-1-monopoly/">Koleksi Board Game #1: Monopoly</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Mengingat jumlah <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/">koleksi <em>board game-</em>nya</a> sudah agak lumayan, Penulis memutuskan untuk membuat sebuah seri tulisan yang akan menjelaskan sekaligus memberikan ulasan terhadap <em>board game </em>yang dimiliki.</p>



<p>Penulis akan membuat seri tulisan ini urut berdasarkan <em>board game </em>mana yang dimiliki terlebih dahulu. Kebetulan, <em>board game </em>(asli) yang pertama kali Penulis miliki adalah <em>mbah-</em>nya <em>board game</em>: <strong>Monopoly</strong>.</p>



<p>Rasanya yang tidak &#8220;terjun&#8221; ke dunia <em>board game </em>sekalipun pasti pernah tahu tentang <em>board game </em>yang satu ini. Apalagi, banyak versi-versi bajakannya yang dijual murah meriah sehingga bisa dimainkan oleh semua kalangan.</p>





<p>Meskipun sudah berusia hampir 90 tahun, <em>board game </em>yang satu ini masih menjadi favorit banyak orang dan cocok untuk dimainkan untuk keluarga. Apalagi, ada banyak varian yang membuat permainan ini tidak membosankan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Monopoly</li>



<li>Desainer: Charles Darrow, Elizabeth J. Magie (Phillips)</li>



<li>Publisher: Hasbro</li>



<li>Tahun Rilis: 1935</li>



<li>Jumlah Pemain: 2 &#8211; 8 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 60 &#8211; 180 menit</li>



<li>Rating BGG: 4.4</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1.63/5</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Monopoly</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="How To Play Monopoly Correctly! - A Full Tutorial" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/4nz-_hvFw44?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Pada setiap seri tulisan ini, Penulis akan berusaha menjelaskan versi sederhana dari peraturan yang ada. Jika ingin mengetahui peraturan yang lebih <em>advance</em> dan jelas, bisa ditonton video tutorial yang ada di atas ini atau cek di situs <em>Board Game Geek</em>.</p>



<p>Bisa dibilang, mayoritas orang yang pernah bermain <em>board game </em>tahu bagaimana cara bermain Monopoly. Objektif utama dari Monopoly adalah <strong>menjadi <em>one man last standing </em>dengan cara memonopoli papan permainan dan membuat lawan bangkrut</strong>.</p>



<p>Tingkat kehokian yang dimiliki oleh Monopoly cukup tinggi, karena jalannya permainan ditentukan oleh berapa angka yang keluar oleh dadu. Tentu saja tetap dibutuhkan strategi agar bisa menguasai petak tertentu yang bisa memaksimalkan penghasilan kita.</p>



<p>Dengan modal yang dimiliki, masing-masing pemain dapat membeli petak dengan harga tertentu. Kita bisa membangun properti di atasnya, asalkan sudah memiliki satu kompleks yang ditandai dengan warna petak.</p>



<p><strong>Lawan yang mendarat di lahan kita diharuskan membayar sejumlah uang</strong>. Jika tidak bisa membayar, maka pemain tersebut akan dinyatakan bangkrut oleh bank. Permainan akan terus berlanjut hingga hanya tersisa satu orang.</p>



<p>Salah satu elemen yang membuat Monopoly menarik adalah dibutuhkannya <strong>kemampuan untuk bernegosiasi</strong> dengan lawan dalam kondisi tertentu. Contohnya adalak ketika kita ingin membeli petak lawan untuk melengkapi kompleks yang kita miliki.</p>



<p>Namun, seringnya negosiasi ini berjalan alot karena jika kita mendarat di petak yang sudah ada propertinya (apalagi ada hotel), maka jumlah uang yang harus dibayarkan sangatlah tinggi. Meskipun sudah menggadaikan dan menjual aset, tetap saja uangnya masih kurang.</p>



<p>Selain itu, ada elemen hoki lain yang dimiliki oleh permainan ini, yaitu adanya kartu <strong>Community Chest </strong>dan <strong>Chest</strong>, atau dalam versi Indonesianya adalah Dana Umum dan Kesempatan. Kartu-kartu ini bisa membuat untung, tapi tak jarang membuat buntung.</p>



<p>Biasanya, setelah aset yang dimiliki sudah cukup banyak, pemain akan dengan sengaja memasukkan diri ke penjara untuk menghindari mendarat di petak lawan. Padahal, di awal permainan penjara sangat dihindari karena menghalangi kita untuk membeli aset.</p>



<p>Satu hal yang Penulis sukai dari Monopoly versi asli adalah penggunaan nama-nama tempat di London, mengingat dirinya memang penyuka kota tersebut. Kalau di versi &#8220;bajakan&#8221;, biasanya akan menggunakan nama-nama kota di dunia, di mana Jakarta jadi yang termahal.</p>



<div class="wp-block-buttons is-horizontal is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-core-buttons-is-layout-1 wp-block-buttons-is-layout-flex">
<div class="wp-block-button"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://boardgamegeek.com/boardgame/1406/monopoly" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Cek lebih lanjut tentang monopoly di board game geek</a></div>
</div>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Monopoly</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/koleksi-board-game-1-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6318" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/koleksi-board-game-1-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/koleksi-board-game-1-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/koleksi-board-game-1-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/koleksi-board-game-1-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Klasik, tapi Masih Menyenangkan untuk Dimainkan (<a href="https://www.thesprucecrafts.com/ways-to-improve-monopoly-411859">The Spruce Crafts</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika hendak membeli Monopoly, Penulis sama sekali tidak berniat menjadikannya sebagai awal dari hobi mengoleksi <em>board game</em>. Penulis membeli karena memang menyukainya, bahkan Penulis membeli versi digitalnya di Steam (dan tidak pernah dimainkan lagi).</p>



<p>Apalagi, waktu itu Penulis membeli Monopoly ini ketika sedang diskon 50% menjadi <strong>Rp250.000</strong>. Jadi, seolah tidak ada alasan lagi untuk tidak membeli <em>board game </em>ini. Monopoly resmi jadi <em>board game </em>pertama yang dimiliki.</p>



<p>Meskipun masih menyenangkan untuk dimainkan, bermain Monopoly membutuhkan waktu yang cukup lama, apalagi jika tidak ada pemain yang mau mengalah dan menjual asetnya kepada pihak yang membutuhkan. Uang &#8220;denda&#8221; jadi sangat sedikit.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis lebih sering <strong>bermain dengan mode tim</strong>, di mana pemain yang ada dibagi menjadi dua tim. Para pemain akan saling bergantian bermain dan aset serta uang yang dimiliki bisa dibagi.</p>



<p>Dengan menggunakan cara ini, bermain Monopoly pun bisa berakhir dalam waktu satu jam, waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan sebuah <em>board game</em>. Alasannya, probabilitas untuk mendapatkan satu kompleks menjadi lebih mudah.</p>



<p>Selain itu, bermain secara tim juga membuat proses negosiasi jadi lebih ramai karena semua pemain bisa berbicara. Untuk mengisi waktu santai bersama teman-teman, Monopoly benar-benar cocok walau berpotensi untuk merusak pertemanan.</p>



<p>Biasanya, permainan akan menjadi lebih semarak jika <strong>orang yang ditunjuk menjadi bank menjadi murah hati</strong> dan kerap mengadakan &#8220;<em>event</em>&#8221; untuk mendapatkan tambahan uang. Namun kalau berlebihan, permainan akan menjadi kurang seimbang. </p>



<p>Jika disimpulkan, Monopoly sangat layak untuk dibeli, bahkan untuk orang yang tidak berminat untuk mengoleksi <em>board game </em>lebih dalam lagi. Tensi serta keseruan yang dimiliki seolah tak lekang oleh waktu.</p>



<p><em><span class="has-inline-color">Selanjutnya -&gt; Ticket to Ride: London</span></em></p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span style="color:#9e0b0f">★</span><span style="color:#9e0b0f">★</span><span style="color:#9e0b0f">★</span><span style="color:#9e0b0f">★</span><span style="color:#9e0b0f">★</span><span style="color:#9e0b0f">★</span><span style="color:#9e0b0f">★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-css-opacity"/>



<p>Lawang, 17 Januari 2023, terinspirasi setelah ingin menulis sebuah seri tentang koleksi <em>board game </em>yang dimiliki</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-1-monopoly/">Koleksi Board Game #1: Monopoly</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-1-monopoly/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mas Pandu dan Koleksi Board Gamenya</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2020 14:59:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[Catan]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[Monopoly]]></category>
		<category><![CDATA[papan permainan]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[Risk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3340</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis suka main board game sejak kecil, karena punya papan ular tangga dan halma. Bahkan, ayah Penulis pernah membuatkan papan monopoli raksasa buatan sendiri yang menggunakan kardus bekas kulkas. Beranjak dewasa, terbesit pikiran untuk mengoleksi board game. Sayangnya, keinginan tersebut urung terjadi karena mahalnya harga board game yang berkisar di angka 300 ribu rupiah. Untunglah di kantor, ada seorang teman yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">Mas Pandu dan Koleksi Board Gamenya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis suka main <em>board game </em>sejak kecil, karena punya papan ular tangga dan halma. Bahkan, ayah Penulis pernah membuatkan papan monopoli raksasa buatan sendiri yang menggunakan kardus bekas kulkas.</p>
<p>Beranjak dewasa, terbesit pikiran untuk mengoleksi <em>board game. </em>Sayangnya, keinginan tersebut urung terjadi karena mahalnya harga <em>board game </em>yang berkisar di angka 300 ribu rupiah.</p>
<p>Untunglah di kantor, ada seorang teman yang ternyata seorang kolektor <em>board game. </em>Namanya <strong>Pandu Raka Pangestu</strong>, dan koleksinya sedikit banyak mengabulkan keinginan pemain untuk mencoba berbagai jenis <em>board game</em>.</p>
<h3>Kenapa <em>Board Game?</em></h3>
<p>Di era serba digital seperti sekarang, kehadiran <em>board game </em>memang bukan menjadi sesuatu yang umum. Padahal, main <em>board game </em>itu asyik karena membutuhkan interaksi secara langsung antar pemainnya.</p>
<p>Ketika kumpul, banyak yang lebih memilih untuk bermain game online di smartphone. Setidaknya, itu yang terlihat ketika melihat para anggota Karang Taruna di tempat Penulis.</p>
<p>Lantas, mengapa mas Pandu memutuskan untuk mengoleksi <em>board game </em>yang notabene tidak terlalu populer?</p>
<blockquote><p>Karena <em>board game </em>bisa ngilangin bosen, apalagi kalo mati gaya pas lagi bareng-bareng ama temen. <em>Board game </em>itu memfokuskan minat dan kebahagiaan banyak orang dalam satu waktu.&#8221; jawab mas Pandu melalui <em>WhatsApp</em>.</p></blockquote>
<p>Ia mengakui mulai menggeluti hobi ini semenjak kuliah. Untuk kegiatan mengoleksinya, baru dimulai ketika bekerja di tempat yang sama dengan Penulis.</p>
<p>Mungkin, karena baru pada saat itulah ia memiliki <em>budget </em>untuk membeli beraneka ragam <em>board game </em>yang harganya lumayan menguras kantong.</p>
<h3>Apa Saja Koleksi <em>Board Game</em>-nya?</h3>
<p><div id="attachment_3347" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3347" class="size-large wp-image-3347" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3347" class="wp-caption-text">Koleksi Board Game</p></div></p>
<p>Mas Pandu memiliki belasan <em>board game </em>yang telah menjadi koleksinya. Semuanya ia letakkan di kantor agar bisa dimainkan bersama teman-teman selepas jam kerja. Entah jika ada yang ia simpan di rumah.</p>
<p>Lantas, apa saja <em>board game</em>-nya? Bisa dilihat melalui daftar yang ada di bawah ini:</p>
<ul>
<li>Monopoly</li>
<li>Risk</li>
<li>Pandemic</li>
<li>Codenames Pictures</li>
<li>Catan</li>
<li>Rebellion</li>
<li>Laga Jakarta</li>
<li>Santai Aja Lagi</li>
<li>Coup</li>
<li>Iron Curtain</li>
<li>Alkisah</li>
<li>Monopoly Deals</li>
<li>Saboteur</li>
<li>Balap Kuliner</li>
<li>Wowo Wiwi</li>
<li>Werewolf</li>
<li>China</li>
<li>dll</li>
</ul>
<p>Di antara belasan <em>board game </em>tersebut, mana yang menjadi favorit mas Pandu? Menurut pengakuannya, ada tiga game yang paling ia sukai: <strong>Catan, China, Saboteur</strong>.</p>
<h3>Favorit Penulis?</h3>
<p>Penulis, sebagai penggemar <em>board game </em>yang enggan mengeluarkan modal, sudah pernah mencoba hampir semua <em>board game </em>yang dimiliki oleh mas Pandu. Artinya, Penulis juga punya <em>board game </em>favoritnya sendiri.</p>
<p><div id="attachment_3346" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3346" class="size-large wp-image-3346" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-2.jpg 1049w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3346" class="wp-caption-text">Monopoly</p></div></p>
<p>Pertama adalah <strong>Monopoly</strong>. Penulis menyukai permainan ini sejak kecil, bahkan dulu kerap memainkan gamenya di komputer yang bertemakan Spongebob. Karena permainan ini sangat populer, rasanya Penulis tak perlu menjelaskannya panjang lebar.</p>
<p><div id="attachment_3345" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3345" class="size-large wp-image-3345" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-3.jpg 1050w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3345" class="wp-caption-text">Catan</p></div></p>
<p>Selanjutnya, sama seperti mas Pandu, adalah <strong>Catan </strong>yang pada dasarnya merupakan game strategi di mana kita harus bisa mendapatkan sumber daya tertentu agar bisa mengumpulkan poin kemenangan.</p>
<p>Poin bisa didapatkan dengan membangun <em>Settlement</em>, <em>City</em>, membangun jalan terpanjang, ataupun memiliki pasukan terbanyak. Permainan ini juga mengandalkan keberuntungan ketika menggulirkan dadu.</p>
<p><div id="attachment_3344" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3344" class="size-large wp-image-3344" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-4.jpg 1050w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3344" class="wp-caption-text">Risk</p></div></p>
<p>Lalu ada game <strong>Risk </strong>yang bertemakan <em>conquer and win</em>. Ceritanya, kita memiliki pasukan yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Tugas kita adalah mengalahkan pasukan pemain lain melalui lemparan dadu.</p>
<p>Sebagai penggemar game strategi perang seperti <em>Age of Empire </em>dan <em>Stronghold Crusader</em>, tema <em>board game </em>ini sangat menarik. Berebut daerah adalah merupakan kekuatan utama dari permainan ini.</p>
<p>Kekurangan dari game yang satu ini adalah <em>set-up-</em>nya yang cukup ribet, sehingga teman-teman kantor malas memainkannya. Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk membeli gamenya di Play Store seharga Rp9.000.</p>
<p>Selain itu, Penulis juga lumayan suka main <strong>Codename Pictures</strong> yang mengasah imajinasi dan <strong>Saboteur </strong>yang terbilang baru dibandingkan permainan lainnya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Bermain permainan <em>offline </em>seperti <em>board game </em>bermanfaat untuk mengurangi distraksi digital yang dihasilkan oleh produk-produk teknologi.</p>
<p>Melepas gawai sejenak dan fokus pada permainan papan seperti ini mampu mereduksi stres sekaligus meningkatkan <em>chemistry </em>dengan teman-teman, kalau tidak membuat emosi jika kalah dalam permainan.</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis merasa bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk mencicipi berbagai macam <em>board game </em>milik mas Pandu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 25 Januari 2020, terinspirasi dari koleksi <em>board game </em>milik mas Pandu</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">Mas Pandu dan Koleksi Board Gamenya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
