<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>munafik Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/munafik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/munafik/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2021 10:46:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>munafik Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/munafik/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemunafikan Berbalut &#8220;Demi Lingkungan&#8221;</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/kemunafikan-berbalut-demi-lingkungan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/kemunafikan-berbalut-demi-lingkungan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2021 09:21:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[charger]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[munafik]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Xiaomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4321</guid>

					<description><![CDATA[<p>Waktu iPhone 12 rilis pada bulan Oktober tahun 2020 kemarin, produk tersebut langsung menerima banyak kritik dan hujatan dari banyak pihak. Bukan karena barangnya jelek (jarang ada iPhone yang mengecewakan), melainkan untuk pertama kalinya Apple tidak menyertakan kepala charger di dalam kotak penjualannya! Bayangkan, kotak charger yang menjadi benda esensial sebuah smartphone justru ditiadakan. Iya kalau kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kemunafikan-berbalut-demi-lingkungan/">Kemunafikan Berbalut &#8220;Demi Lingkungan&#8221;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu <strong>iPhone 12</strong> rilis pada bulan Oktober tahun 2020 kemarin, produk tersebut langsung menerima banyak kritik dan hujatan dari banyak pihak.</p>
<p>Bukan karena barangnya jelek (jarang ada <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">iPhone yang mengecewakan</a>), melainkan untuk pertama kalinya <strong>Apple tidak menyertakan kepala charger di dalam kotak penjualannya!</strong></p>
<p>Bayangkan, kotak charger yang menjadi benda esensial sebuah <em>smartphone </em>justru ditiadakan. Iya kalau kita sudah punya seri yang lama, kalau baru pertama kali beli iPhone?</p>
<p>Dulu <em>earphone </em>karena lubang <em>audio jack </em>telah dihilangkan (dan demi mendongkrak penjualan AirPods, tentu saja), sekarang ini.</p>
<p>Penulis tidak akan kaget kalau suatu saat kabel <em>lighthing</em> atau kabel USB-C juga tidak dimasukkan ke dalam kotak penjualan.</p>
<p>Alasannya? Apalagi kalau bukan <strong>&#8220;demi lingkungan&#8221;</strong>.</p>
<h3>Yakin Demi Lingkungan?</h3>
<div id="attachment_4322" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4322" class="size-large wp-image-4322" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4322" class="wp-caption-text">iPhone 12 (<a href="https://www.apple.com/newsroom/2020/10/apple-introduces-iphone-12-pro-and-iphone-12-pro-max-with-5g/">Apple</a>)</p></div>
<p>Alasan klise <strong>&#8220;demi lingkungan&#8221;</strong> sudah sering terdengar keluar dari merek-merek teknologi. Logikanya memang masuk karena peralatan elektronik beserta aksesorisnya kerap <strong>menjadi sampah</strong> yang sulit untuk diurai kembali.</p>
<p>Hanya saja, kita ini kan ya enggak bodoh-bodoh amat. Kita semua tahu kalau &#8220;demi lingkungan&#8221; hanya digunakan sebagai pemanis.</p>
<p>Kita tahu tujuan asli menghilangkan kotak charger adalah <strong>&#8220;demi duit&#8221;</strong> atau<strong> &#8220;demi profit yang lebih besar lagi&#8221;</strong>. Enggak usah munafik lah.</p>
<p>Kenapa bisa seperti itu? Pertama, mereka bisa mendapatkan uang lebih dari penjualan kepala charger yang terpisah.</p>
<p><em>Lah, kalau dijual terpisah berarti kardus yang digunakan nambah, dong? </em></p>
<p>Selain itu, dengan kotak iPhone yang tipis, distribusi produk pun bisa lebih banyak sekali muat. Yang biasanya cuma bisa mengirim 100 kotak, sekarang bisa 150 kotak atau lebih.</p>
<p><em>Jadi lebih irit kan buat mereka?</em></p>
<p>Kalau memang Apple benar-benar niat memberikan sumbangsih terhadap kelestarian lingkungan, ganti dulu lah itu colokannya dengan USB-C yang digunakan merek HP lain.</p>
<p>Dengan keputusan Apple yang tetap mempertahankan kabel <em>lightning</em>, artinya kita ya harus punya kabel khusus itu, enggak bisa pinjam kabel USB-C punya teman atau saudara.</p>
<h3>Dan Akhirnya Diikuti Oleh Merek Lain&#8230;</h3>
<div id="attachment_4323" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4323" class="size-large wp-image-4323" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/kemunafikan-berbalut-demi-lingungan-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4323" class="wp-caption-text">Samsung Galaxy S21 (<a href="https://klgadgetguy.com/2021/01/27/galaxy-s21-get-started/">KLGadgetGuy</a>)</p></div>
<p>Ketika tahu Apple tidak menyertakan kepala charger di dalam paket penjualannya, <strong>Samsung</strong> dan <strong>Xiaomi</strong> menyindir habis-habisan pesaingnya itu.</p>
<p>Melihat hal tersebut, kita tentu bisa bernapas lega karena kedua merek tersebut akan tetap menyertakan kepala charger di HP-HP terbaru mereka nanti.</p>
<p><strong><em>Dan ternyata salah.</em></strong></p>
<p>Kedua merek tersebut mengikuti jejak langkah Apple dengan tidak menyertakan kepala charger di HP <em>flagship </em>terbaru mereka!</p>
<p>Alasan yang digunakan? Sama, <strong>&#8220;demi lingkungan&#8221;</strong>!</p>
<p>Xiaomi masih lebih baik karena memberikan pembeli pilihan mau memilih yang ada chargernya atau tidak dengan harga yang sama.</p>
<p>Samsung? Sama seperti Apple persis! <strong>Galaxy S21</strong> menjadi seri pertama yang tidak akan memiliki kepala charger.</p>
<p><em>Kalau ujung-ujungnya ngikutin (sama seperti sebelum-sebelumnya), ngapain nyindir Appple? <strong>Bisnis oh bisnis!</strong></em></p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Seandainya merek-merek teknologi tersebut benar-benar peduli terhadap isu lingkungan, ya jangan banyak-banyak lah mengeluarkan <em>smartphone.</em></p>
<p>Coba <strong>rilis <em>smartphone </em>baru setiap lima tahun sekali</strong>, jadi orang-orang hanya akan mengganti gawainya setiap lima tahun.</p>
<p>Apakah ini mungkin terjadi? Enggak lah, kalau enggak ada produk baru dan kita disuruh terus beli, <strong>mau dapat <em>cuan </em>dari mana mereka?</strong></p>
<p>Berbisnis dengan cara apapun selama legal silakan saja. Mau cuma ngirim <em>smartphone </em>baru tanpa kotak sama sekali juga silakan saja.</p>
<p>Namanya perusahaan pasti ingin dapat <strong>untung sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya</strong>. Itu hukum ekonomi yang rasanya sudah diketahui oleh semua orang.</p>
<p>Cuma alasan <strong>&#8220;demi lingkungan&#8221;</strong> itu loh yang bikin Penulis geli. <em>Mbok </em>ya pakai alasan lain yang enggak munafik tapi masih bisa diterima.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 28 Januari 2021, terinspirasi setelah melihat banyaknya merek teknologi yang menggunakan alasan &#8220;demi lingkungan&#8221; untuk menambah profit mereka</p>
<p><strong>Foto:</strong> <a href="https://appleinsider.com/articles/20/10/31/review-iphone-12-and-iphone-12-pro-are-massive-upgrades-even-not-including-5g">Apple Insider</a></p>
<p><strong>Sumber Artikel:</strong></p>
<p><a href="https://www.androidauthority.com/xiaomi-mi-11-charger-1188270/">Xiaomi will offer Mi 11 without charger, but you can get one for free (androidauthority.com)</a></p>
<p><a href="https://www.theverge.com/2020/12/26/22200610/xiaomi-ceo-phone-no-charger-mocking-apple-iphone">Xiaomi’s Mi 11 won’t come with charger after it mocked Apple for not including a charger &#8211; The Verge</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kemunafikan-berbalut-demi-lingkungan/">Kemunafikan Berbalut &#8220;Demi Lingkungan&#8221;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/kemunafikan-berbalut-demi-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manusia Bermuka Dua</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/manusia-bermuka-dua/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2019 16:43:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bohong]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[khianat]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[muka dua]]></category>
		<category><![CDATA[munafik]]></category>
		<category><![CDATA[sifat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2646</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa itu manusia bermuka dua? Yang paling gampang adalah perilaku seseorang yang berbeda ketika di hadapan dan di belakang kita. Jika di depan terlihat sangat manis, di belakang ternyata busuk luar biasa. Ada yang menyamakan sifat bermuka dua ini sama dengan munafik. Bisa saja benar, tergantung bagaimana kita mengartikan munafik. Apakah penulis pernah bertemu dengan manusia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/manusia-bermuka-dua/">Manusia Bermuka Dua</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apa itu <strong>manusia bermuka dua</strong>? Yang paling gampang adalah perilaku seseorang yang berbeda ketika di hadapan dan di belakang kita. Jika di depan terlihat sangat manis, di belakang ternyata busuk luar biasa.</p>
<p>Ada yang menyamakan sifat bermuka dua ini sama dengan munafik. Bisa saja benar, tergantung bagaimana kita mengartikan munafik.</p>
<p>Apakah penulis pernah bertemu dengan manusia bermuka dua ini? Rasanya pernah, tapi penulis berharap salah. Apakah penulis termasuk orang yang bermuka dua? Semoga tidak, karena penulis tahu bagaimana pahitnya berhadapan dengan makhluk yang satu itu.</p>
<p><em><strong>Peringatan, tulisan di bawah ini mengandung unsur curhat yang cukup kental</strong> </em>😊</p>
<h3>Kenapa Ada Orang Bermuka Dua?</h3>
<p>Dari beberapa literatur yang penulis baca, ada banyak alasan mengapa orang harus bermuka dua. Ada yang bertujuan untuk menjilat atasan, ada yang untuk menjaga <em>image</em>, ada yang untuk melindungi kepentingannya, ada pula yang karena ingin mengadu domba orang lain.</p>
<p>Beberapa alasan tersebut membuat kita bisa mengambil kesimpulan bahwa orang-orang yang bermuka dua adalah orang egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Mereka rela melakukan apapun agar keinginannya terpenuhi.</p>
<p>Bisa jadi mereka mengorbankan orang lain, menebar kebohongan dan fitnah yang menyakitkan, dan hal-hal buruk lainnya yang jelas merugikan orang lain. Apakah mereka peduli dengan orang lain? Rasanya tidak.</p>
<p>Yang lebih menyakitkan adalah ketika orang selama ini kita percaya ternyata tidak sesuai dengan harapan kita. Orang yang paling kita sayangi pun terkadang bisa menusuk dari belakang. Percayalah, pedih rasanya.</p>
<h3>Ciri-Ciri Orang Bermuka Dua</h3>
<div id="attachment_2649" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2649" class="size-large wp-image-2649" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/manusia-bermuka-dua-1-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/manusia-bermuka-dua-1-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/manusia-bermuka-dua-1-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/manusia-bermuka-dua-1-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/manusia-bermuka-dua-1-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2649" class="wp-caption-text">Bermuka Dua (<a href="http://www.tarot-buch.com/info/bertemu-dengan-orang-yang-bermuka-dua-begini-cara-menghadapinya/">Tarot Buch</a>)</p></div>
<p>Untuk pembaca yang ingin menghindari orang-orang semacam ini, penulis telah mengumpulkan beberapa ciri-ciri yang melekat pada kaum berwajah ganda.</p>
<p>Ketika ada di hadapan kita, mereka terlihat sangat ramah dan <em>friendly</em>. Nyatanya, segala keramahan tersebut mereka gunakan untuk menutupi kebencian yang dimiliki.</p>
<p>Mereka juga tidak bisa dipercaya alias tidak amanah. Ketika mendapatkan cerita dari orang lain dan diminta untuk merahasiakannya, merekatetap saja <em>ember </em>ke orang lain dengan berbagai tujuan terselubung.</p>
<p>Selain sering terlihat egois, mereka juga sering mencari perhatian dengan berbagai cara. Bisa lewat kata-katanya, <a href="https://whathefan.com/karakter/cari-perhatian-di-media-sosial/">statusnya di media sosial</a>, hingga tingkah lakunya yang seolah membuatnya ingin menonjolkan diri.</p>
<p>Mereka juga suka bergosip, di mana biasanya mereka lakukan untuk menyebarkan kejelekan orang lain. Kalau sedang ingin mengadu domba orang, bisa jadi mereka juga menyisipkan bumbu kebohongan yang disengaja.</p>
<p>Tak jarang mereka ingin menjatuhkan kita dengan berbagai cara, termasuk dengan hasutan beracun. Selain itu, mereka juga tak segan untuk menyebarkan keburukan kita ke orang lain.</p>
<p>Ada juga yang bilang mereka cenderung sombong karena merasa lebih hebat dari orang lain. Karena ingin diakui kehebatannya oleh orang lain, mereka tidak senang jika ada orang yang lebih hebat dari dirinya.</p>
<p>Apakah orang bermuka dua harus memiliki semua sifat yang sudah disebutkan di atas? Menurut penulis, tidak. Walaupun hanya punya beberapa ciri di atas, mereka sudah tergolong ke dalam manusia bermuka dua.</p>
<h3>Pandangan Manusia Bermuka Dua Dalam Islam</h3>
<p>Saking penasarannya dengan permasalahan muka dua ini, penulis juga membaca sumber-sumber yang terkait dengan agama penulis. Penulis ingin tahu, bagaimana Islam memandang permasalahan muka dua ini.</p>
<p>Ternyata, di dalam surat <strong>Al-Baqarah ayat 14-16</strong>, disebutkan bahwa sifat bermuka dua termasuk ke dalam ciri-ciri orang munafik. Ada pula hadis yang terjemahannya kurang lebih seperti di bawah ini:</p>
<p><em>“Manusia yang paling buruk adalah orang yang bermuka dua, yang mendatangi kaum dengan muka tertentu dan mendatangi lainnya dengan muka yang lain.” (H.R. Bukhari dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu)</em></p>
<p>Artinya dalam Islam, kita dilarang untuk memiliki sifat bermuka dua yang menjurus ke sifat munafik. Penulis yakin, di ajaran agama lain pun akan senada.</p>
<h3>Bagaimana Cara Mengatasi Orang Bermuka Dua?</h3>
<div id="attachment_2650" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2650" class="size-large wp-image-2650" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/manusia-bermuka-dua-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/manusia-bermuka-dua-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/manusia-bermuka-dua-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/manusia-bermuka-dua-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/manusia-bermuka-dua-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2650" class="wp-caption-text">Jauhi Aja (<a href="https://unsplash.com/@alexisrbrown">Alexis Brown</a>)</p></div>
<p>Berkutat pada masalah tidak akan menyelesaikan apapun. Kita harus mencari solusi untuk mengatasinya. Lantas, bagaimana cara mengatasi orang bermuka dua?</p>
<p>Yang pertama, kita harus meyakinkan diri bahwa mereka bukanlah teman ataupun apapun yang baik untuk kita. Sebisa mungkin, jauhi mereka agar kita tidak terkena imbasnya. Selain itu, yakinkan orang-orang yang ada di sekitarmu untuk berhati-hati kepada mereka.</p>
<p>Jangan pernah (lagi) ceritakan rahasiamu kepada mereka. Risikonya tinggi, rahasiamu bisa terbongkar ke publik tanpa izin. Jika mereka berusaha memancing kita untuk bercerita, waspadalah untuk tidak terjebak di perangkapnya.</p>
<p>Yang tak kalah penting adalah menjaga emosi. Orang-orang bermuka dua harus dihadapi dengan tenang dan kepala dingin. Jangan balas dendam dengan berbuat sama dengan yang telah mereka perbuat.</p>
<p>Paling penting ya menjauhinya sih. Jika kita tidak ingin mendapatkan masalah di kemudian hari karena ulah mereka, jaga jarak sejauh mungkin.</p>
<p>Tidak ada orang yang suka dengan manusia bermuka dua, sehingga jika kebusukan mereka telah terbongkar niscaya tidak ada yang ingin berhubungan dengannya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Ketika menulis artikel ini, penulis merasa was-was. Bagaimana tidak, penulis khawatir ciri-ciri yang telah dituliskan ternyata melekat di diri penulis, baik tanpa sengaja maupun sengaja.</p>
<p>Semoga saja penulis bisa menjadi orang yang lebih amanah, yang bisa dipercaya. Penulis tidak ingin menjadi orang yang berpura-pura manis di hadapan seseorang, tapi bermulut kotor di belakang.</p>
<p>Semoga penulis dan para pembaca sekalian dijauhkan dari manusia-manusia bermuka dua. Amin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 26 Agustus 2019, terinspirasi dari manusia bermuka dua yang menuduh orang lain bermuka dua (<em>apa sih</em>)</p>
<p>Foto: <a href="http://www.elenifourli.gr/tag/charakthristika/">Eleni Fourli</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/manusia-bermuka-dua/">Manusia Bermuka Dua</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
