<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nadira Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/nadira/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/nadira/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:04:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Nadira Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/nadira/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Membaca Nadira</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-nadira/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Nov 2019 10:38:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Leila S. Chudori]]></category>
		<category><![CDATA[Nadira]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2975</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis belum pernah membaca buku karya Leila S. Chudori sebelumnya. Ketika menemukan sebuah buku berjudul Nadira pada tanggal 4 Oktober 2018, penulis merasa penasaran setelah membaca sinopsisnya. Buku ini baru penulis baca akhir-akhir ini setelah tersusun di rak buku selama hampir satu tahun. Entah dorongan apa yang membuat penulis memutuskan untuk memulai membaca buku ini. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-nadira/">Setelah Membaca Nadira</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis belum pernah membaca buku karya <strong>Leila S. Chudori</strong> sebelumnya. Ketika menemukan sebuah buku berjudul <em><strong>Nadira</strong></em> pada tanggal 4 Oktober 2018, penulis merasa penasaran setelah membaca sinopsisnya.</p>
<p>Buku ini baru penulis baca akhir-akhir ini setelah tersusun di rak buku selama hampir satu tahun. Entah dorongan apa yang membuat penulis memutuskan untuk memulai membaca buku ini.</p>
<p>Siapa yang menyangka, penulis langsung jatuh cinta dengan buku ini! Hanya butuh beberapa hari (total sekitar 5 jam) untuk menamatkan kumpulan cerita pendek yang saling terkait ini.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Ketika membaca sinopsisnya, kita akan mengetahui bahwa buku ini akan berpusat pada karakter bernama Nadira Suwandi. Ada sebelas cerita di dalam buku ini yang sebenarnya saling terhubung satu sama lain.</p>
<p>Nadira merupakan anak terakhir dari pasangan Bramanto Suwandi dan Kemala Yunus. Ia memiliki dua orang kakak, yang perempuan bernama Nina dan yang laki-laki bernama Arya.</p>
<p>Ketika dewasa, Nadira memutuskan untuk bekerja sebagai seorang wartawan. Ia dianggap cemerlang dan sering menjadi andalan kantornya.</p>
<p>Cerita berawal ketika Nadira harus menemukan ibunya tewas gantung diri. Selanjutnya ada beberapa cerita tentang masa kecilnya, hubungannya dengan kakaknya, pekerjaannya sebagai wartawan, hingga kehidupan percintaannya.</p>
<p>Kita akan melihat bagaimana seorang Nadira menjalani hidupnya dengan berbagai drama dalam kehidupannya, bagaimana pengaruh orang-orang yang ada di sekitarnya, hingga pemikiran-pemikirannya yang bebas.</p>
<p>Tidak ada konflik yang terpusat di mana biasanya novel-novel lain membawanya mulai awal cerita. Semuanya mengalir begitu saja dan bisa jadi sangat <em>related </em>dengan kehidpan kita.</p>
<h3>Setelah Membaca Nadira</h3>
<p>Penulis langsung merasa jatuh cinta kepada buku yang dulu berjudul <em>9 dari Nadira</em> ini. Bedanya, buku yang penulis baca ini menambahkan dua cerita tambahan yang semakin memperkuat dunia batin Nadira.</p>
<p>Gaya penulisan Leila yang maju mundur belum pernah penulis temukan pada penulis lainnya. Ketika kita berada di tahun 90-an, tahu-tahu kita digiring ke Belanda pada tahun 60-an. Lantas maju lagi di tahun 80-an sebelum kembali maju ke akhir tahun 90-an.</p>
<p>Awalnya sempat membingungkan, akan tetapi lama-kelamaan penulis merasa terbiasa dengan gaya tersebut. Apalagi, selalu ada tanggal untuk menunjukkan kapan cerita tersebut terjadi.</p>
<p>Sudut pandang bercerita yang digunakan juga berganti-ganti dengan cepat dan tanpa pemberitahuan kita sedang membaca dari sudut pandang siapa.</p>
<p>Novel <em>Game of Thrones </em>juga menggunakan sudut pandang orang yang berbeda-beda. Bedanya, novel tersebut mencantumkan nama karakter yang digunakan sebagai sudut pandang di awal bab. Nadira tidak melakukannya.</p>
<p>Kita harus mampu mencerna sendiri dari sudut pandang siapakah kali ini, apakah dari Nadira, ibunya, Yu Nina, bahkan teman kantornya yang hanya menjadi karakter sekunder.</p>
<p>Leila juga berganti-ganti antara menggunakan sudut pandang orang pertama dan ketiga. Ini seolah menjadi tantangan sendiri untuk pembacanya. Penulis sama sekali tidak mempermasalahkan hal ini, bahkan menyukainya.</p>
<p>Tidak adanya konflik puncak justru menjadi kekuatan tersendiri. Setiap bab menghadirkan permasalahan yang tidak berlebihan dan bisa terjadi pada siapapun.</p>
<p>Hal tersebut membuat <em>Nadira</em> terasa sangat dekat dan realistis. Penulis seolah bisa melihat dunia lain yang sebelumnya belum pernah dijelajahi melalui buku ini.</p>
<p>Gaya bahasanya sama sekali tidak rumit meskipun Leila cukup mahir dalam memasukkan kata-kata sulit dan merangkainya menjadi sebuah kalimat. Penulis sangat menikmati buku ini hingga rela begadang demi menamatkannya.</p>
<p>Setelah membaca buku ini, penulis langsung memutuskan untuk membeli novel Leila yang lain, <em><strong>Pulang</strong> </em>dan <strong><em>Laut Bercerita</em></strong>. Salah satu teman penulis menjadi pendorong untuk melakukannya.</p>
<p>Nilainya: <strong>4.5/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 3 November 2019, terinspirasi setelah membaca novel <em>Nadira </em>karya Leila S. Chudori</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-nadira/">Setelah Membaca Nadira</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
