<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>natal Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/natal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/natal/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Apr 2023 04:11:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>natal Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/natal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Menoton The Guardians of the Galaxy Holiday Special</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menoton-the-guardians-of-the-galaxy-holiday-special/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menoton-the-guardians-of-the-galaxy-holiday-special/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2022 15:46:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[GOTG]]></category>
		<category><![CDATA[Guardians of the Galaxy]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6230</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun Phase 4 telah ditutup dengan film Black Panther: Wakanda Forever, ada satu lagi yang spesial dari Marvel Cinematic Universe (MCU), yaitu The Guardians of the Galaxy Holiday Special. Sama seperti Werewolf by Night, The Guardians of the Galaxy Holiday Special memiliki konsep &#8220;Special Presentation&#8221; dengan durasi di bawah satu jam. Ke depannya, Marvel akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menoton-the-guardians-of-the-galaxy-holiday-special/">Setelah Menoton The Guardians of the Galaxy Holiday Special</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Meskipun <em>Phase 4 </em>telah ditutup dengan film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-black-panther-wakanda-forever/">Black Panther: Wakanda Forever</a></em>, ada satu lagi yang spesial dari <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-fall-of-marvel-cinematic-universe/">Marvel Cinematic Universe (MCU)</a>, yaitu <em><strong>The Guardians of the Galaxy Holiday Special</strong></em>.</p>



<p>Sama seperti <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-werewolf-by-night/">Werewolf by Night</a></em>, <em>The Guardians of the Galaxy Holiday Special </em>memiliki konsep &#8220;Special Presentation&#8221; dengan durasi di bawah satu jam. Ke depannya, Marvel akan lebih sering membuat konsep seperti ini, salah satunya adalah <em>Armor Wars</em>.</p>



<p>Tayang pada hari Jumat (25/11) kemarin, Penulis pun langsung menontonnya di sela-sela pertandingan Piala Dunia. Tidak berekspektasi apa-apa, Penulis justru merasa senang dan puas dengan Special Presentation yang satu ini.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita The Guardians of the Galaxy Holiday Special</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Marvel Studios’ Special Presentation: The Guardians of the Galaxy Holiday Special | Official Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/OYhFFQl4fLs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Di Bumi, hari Natal akan segera datang. <strong>Kraglin</strong> (Sean Gunn) bercerita ke anggota Guardians of the Galaxy bagaimana dulu <strong>Yondu</strong> (Michael Rooker) tidak suka jika dirinya dan <strong>Peter Quill</strong> (Chris Pratt) merayakannya.</p>



<p>Mendengar Yondu &#8220;merusak&#8221; natal, <strong>Mantis</strong> (Pom Klemineff) mengajak <strong>Drax</strong> (Dave Bautista) membuat perayaan Natal dan memberikan hadiah spesial untuk Peter. Mereka pun memutuskan untuk membawa Kevin Beacon, idola Peter.</p>



<p>Setelah berbagai aksi konyol, akhirnya mereka berdua berhasil &#8220;menculik&#8221; Kevin Beacon dan membawanya ke Knowhere, tempat di mana para Guardians sekarang tinggal. Persiapan kejutan untuk Peter pun dimulai.</p>



<p>Saat acara kejutan dimulai, Peter menemukan fakta kalau hadiah Natalnya adalah Kevin Beacon, di mana ia sedang berada di bawah pengaruh Mantis. Untuk itu, ia pun memerintahkan Kraglin untuk mengembalikan Kevin Beacon ke Bumi.</p>



<p>Namun, Kraglin bercerita tentang bagaimana seorang Kevin Beacon begitu berarti bagi Peter, sehingga ia memutuskan untuk memberi pesta Natal yang sesungguhnya untuk Peter. Suasana pun menjadi begitu meriah dan hangat.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Marvel Studios’ Special Presentation: The Guardians of the Galaxy Holiday Special | Christmas Time" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/3MVukkermNI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Beberapa anggota Guardians tampak saling memberikan hadiah Natal. Yang paling mengejutkan (bagi Penulis) adalah ketika <strong>Nebula</strong> (Karen Gillan) memberikan tangan Bucky kepada <strong>Rocket</strong> <strong>Racoon</strong> (Bradley Cooper). </p>



<p>Seperti yang kita tahu, sejak film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-avengers-infinity-wars/">Avengers: Infinity Wars</a> </em>Rocket memang telah mengincar lengan besi Bucky. Namun, belum diketahui secara pasti bagaimana Nebula bisa mendapatkannya, meskipun James Gunn telah memberikan jawabannya di Twitter.</p>



<p>Setelah itu, Mantis akhirnya mengaku kepada Peter kalau ada kemungkinan kalau ayahnya adalah Ego, yang artinya Mantis dan Peter memiliki hubungan kakak-adik. Ia menyembunyikan fakta ini karena bagi Peter, Ego adalah aib.</p>



<p>Ternyata, Peter justru bahagia dengan kabar tersebut dan mengatakan kalau itu adalah hadiah terbaik untuknya. Apalagi, ia juga bercerita kalau Yondu pada akhirnya memberinya hadiah Natal kepada berupa <strong>Quad Blasters</strong>, senjata andalannya yang sering kita lihat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton The Guardians of the Galaxy Holiday Special</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Marvel Studios’ Special Presentation: The Guardians of the Galaxy Holiday Special | Featurette" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/_pAmhY0siWM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dibuat tanpa menghadirkan satu pun <em>villain</em>, Penulis benar-benar tidak menyangka kalau akan menyukai <em>The Guardians of the Galaxy Holiday Special</em>. Ceritanya yang sederhana mampu memadukan kekonyolan dan rasa hangat dari interaksi antara anggota Guardians.</p>



<p>Komedinya memang bukan yang membuat Penulis tertawa lepas, tapi terasa natural dan tidak berlebihan. Apalagi, Mantis dan Drax memang kerap menjadi sumber komedi di antara para anggota Guardians.</p>



<p>Tentu bagian yang paling Penulis suka adalah ketika Mantis mengaku kalau dirinya adalah adik Peter. Ia, yang selama ini jarang menampakkan emosinya, sampai menangis ketika melakukannya. Mungkin, karena ia takut Peter meresponsnya dengan buruk.</p>



<p>Selain itu, sekali lagi Yondu membuktikan bahwa dirinya adalah <em>The Real Daddy </em>bagi Peter. Sifat <em>tsundere </em>yang ia miliki pada akhirnya hanya memperlihatkan bahwa ia benar-benar peduli kepada Peter. <em>So far</em>, ini adalah hubungan ayah-anak terbaik di MCU.</p>



<p>Hanya saja, Penulis merasa kalau Special Presentation ini adalah &#8220;surutnya air laut&#8221; sebelum &#8220;tsunami besar&#8221; datang. Di film <em>Guardians of the Galaxy Vol. 3 </em>mendatang, Penulis merasa ceritanya akan <em>dark </em>dan suram, berbeda dengan <em>tone </em>dari dua film sebelumnya.</p>



<p>Banyak yang memprediksi akan ada yang mati di film ini, di mana Rocket menjadi kandidat favorit. Penulis sepakat, apalagi yang menjadi <em>main villain </em>adalah High Evolutionary yang &#8220;membuat&#8221; Rocket.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga merasa kalau Mantis juga punya peluang untuk mati. Munculnya fakta ia adalah adik satu ayah dari Peter akan membuat kematiannya lebih terasa menyakitkan. Drax pun juga bisa saja mati.</p>



<p>Yang jelas, Penulis benar-benar menyukai <em>The Guardians of the Galaxy Holiday Special </em>ini, bahkan berencana untuk menontonnya ulang dalam waktu dekat. Semoga saja Marvel akan membuat lebih banyak yang seperti ini.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 28 November 2022, terinspirasi setelah menonton <em>The Guardians of the Galaxy Holiday Special</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.hotstar.com/id">Disney Plus</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menoton-the-guardians-of-the-galaxy-holiday-special/">Setelah Menoton The Guardians of the Galaxy Holiday Special</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menoton-the-guardians-of-the-galaxy-holiday-special/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Secangkir Toleransi</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/secangkir-toleransi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/secangkir-toleransi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2020 14:55:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[menghargai]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[toleran]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4206</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa tahun terakhir, bisa dibilang kata yang paling sering diributkan adalah toleransi. Seringnya, keributan terjadi di akhir tahun. Pemicunya? Apalagi kalau bukan hukum umat muslim mengucapkan selamat natal ke umat nasrani. Penulis juga merasa heran, kenapa permasalahan ini muncul terus. Apa enggak capek bertengkar untuk hal yang sama setiap tahun? Tapi kali ini Penulis tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/secangkir-toleransi/">Secangkir Toleransi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa tahun terakhir, bisa dibilang kata yang paling sering diributkan adalah<strong> toleransi</strong>. Seringnya, keributan terjadi di akhir tahun. Pemicunya? Apalagi kalau bukan hukum umat muslim <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-mengucapkan-selamat-natal/">mengucapkan selamat natal</a> ke umat nasrani.</p>





<p>Penulis juga merasa heran, kenapa permasalahan ini muncul terus. Apa enggak capek bertengkar untuk hal yang sama setiap tahun?</p>
<p>Tapi kali ini Penulis tidak akan membahas tentang hukum mengucapkan selamat natal. Penulis ingin berfokus pada kata toleransi.</p>





<h3>Makna Toleransi</h3>



<p>Apa itu toleransi? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), toleransi memiliki makna <strong>sifat atau sikap toleran</strong>. Lantas, makna dari kata toleran adalah:</p>
<blockquote>
<p><em>bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri</em></p>
</blockquote>
<p>Atau dalam bahasa sederhananya adalah dapat <strong>menghargai perbedaan</strong>, apapun bentuknya. Kita tidak menghakimi perbedaan yang diyakini atau dilakukan oleh orang lain.</p>
<p>Dalam konteks mengucapkan selamat natal, menurut Penulis toleransi bukan berarti semua umat muslim harus mengucapkannya. Toleransi lebih dari sekadar ucapan selamat.</p>
<p>Tidak perlu jauh-jauh, kita tilik dari sesama umat muslim terlebih dahulu. Ada ulama yang mengatakan tidak boleh mengucapkan selamat natal, ada yang membolehkan. Masing-masing memiliki dalilnya masing-masing.</p>
<p>Jika kita memang memiliki sikap toleran, kita akan saling menghargai pendapat masing-masing. Yang membolehkan tidak menghina yang melarang, begitu pula sebaliknya.</p>
<p>Yang sering meributkan masalah ini sebenarnya umat muslim sendiri. <em>Mong</em> orang nasraninya sebenarnya pada <em>woles </em>mau dikasih selamat atau tidak.</p>



<h3>Analogi Secangkir Minuman</h3>



<p>Analogi toleransi yang paling mudah adalah pilihan minuman di sebuah kafe. Penulis menyukai secangkir teh, sedangkan teman Penulis menyukai secangkir kopi. Penulis tidak menyukai pahitnya kopi, sedangkan teman Penulis masih bisa menikmati hangatnya teh.</p>





<p>Toleransi itu, teman Penulis bisa menghargai Penulis yang hanya bisa minum teh. Teman Penulis tidak akan memaksa Penulis untuk meminum kopi yang bisa membuat Penulis sakit perut.</p>



<p>Sebaliknya pun seperti itu. Meskipun Penulis tidak menyukai kopi, Penulis tidak akan menghina-hina kopi sebagai minuman yang tidak enak. Penulis akan menghargai teman Penulis yang bisa menikmati kopi.</p>
<p>Bahkan sesama penikmat teh pun harus bisa saling menghargai pilihannya masing-masing. Yang suka <em>Earl Grey Tea </em>harus bisa menghargai orang yang suka <em>English Breakfast Tea</em>.</p>



<p>Begitu lah toleransi, <strong>bisa menghargai pilihan masing-masing tanpa berusaha menjatuhkan dan memaksakan pilihan kita ke orang lain</strong>.</p>
<p>Toleransi itu bukan mencampuradukkan teh dan kopi dan satu gelas. Rasanya tentu akan jadi tidak karuan, apalagi kalau mencampurnya dengan sembarangan.</p>



<h3>Penutup</h3>



<p>Entah sampai kapan polemik toleransi ini akan terus dipermasalahkan. Penulis berharap kita akan segera memiliki kesadaran kalau kita tidak bisa seperti ini terus.</p>
<p>

</p>
<p>Jika kita bisa hidup dengan saling menghargai pilihan masing-masing, toh kehidupan bernegara pun akan menjadi lebih damai dan tenang, kan?</p>
<p>Toleransi memang memiliki batasan-batasan tertentu, bisa berupa undang-undang, hukum agama, maupun adat istiadat.</p>
<p>Jika tiba-tiba ada agama baru yang tiba-tiba menjadikan idol Korea sebagai Tuhannya, tentu kita tidak bisa tinggal diam melihat kesesatan tersebut. Justru jika tidak mengingatkan kesalahan tersebut, kita bisa dianggap salah karena membiarkan sesuatu yang buruk terjadi.</p>
<p>Sebenarnya, negara kita ini sudah lama hidup berdampingan penuh toleransi, walau diakui masih banyak kasus-kasus yang tidak mencerminkan hal tersebut.</p>
<p>Entah mengapa akhir-akhir ini berubah menjadi seperti ini&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 28 Desember 2020, terinspirasi karena kata toleransi kerap ramai dibicarakan menjelang akhir tahun</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@nate_dumlao">Nathan Dumlao</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/secangkir-toleransi/">Secangkir Toleransi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/secangkir-toleransi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polemik Mengucapkan Selamat Natal</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-mengucapkan-selamat-natal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Dec 2019 12:17:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3207</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kemarin sekitar jam 7 malam, salah seorang teman dari Karang Taruna bertanya kepada penulis secara sopan. Seperti yang sudah bisa ditebak, pertanyaannya adalah benarkah Islam melarang umatnya mengucapkan selamat natal. Penulis pun berusaha menjawabnya sesuai dengan kemampuannya dan ia pun bisa menerimanya dengan baik. Diskusi lintas agama pun terjadi dengan hangat setelah itu. Kejadian kecil [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-mengucapkan-selamat-natal/">Polemik Mengucapkan Selamat Natal</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin sekitar jam 7 malam, salah seorang teman dari Karang Taruna bertanya kepada penulis secara sopan. Seperti yang sudah bisa ditebak, pertanyaannya adalah benarkah Islam melarang umatnya mengucapkan selamat natal.</p>
<p>Penulis pun berusaha menjawabnya sesuai dengan kemampuannya dan ia pun bisa menerimanya dengan baik. Diskusi lintas agama pun terjadi dengan hangat setelah itu.</p>
<p>Kejadian kecil tersebut memantik rasa penasaran penulis. Mengapa setiap tahun polemik mengucapkan selamat natal selalu menjadi biang keributan di masyarakat kita?</p>
<h3>Hukum Mengucapkan Selamat Natal</h3>
<p>Penulis tidak pernah belajar agama secara mendalam di sebuah pesantren ataupun mengikuti pengajian secara rutin. Paling banter jadi jamaah di YouTube.</p>
<p>Ketika ada sebuah pertanyaan yang membuat penulis penasaran, biasanya penulis akan mencari jawabannya melaui video-video di YouTube ataupun bertanya kepada teman yang ilmunya lebih tinggi dari penulis.</p>
<p>Salah satunya termasuk hukum mengucapkan selamat natal. Menulis mencoba untuk mendengarkan beberapa pendapat dari ustaz yang berbeda-beda.</p>
<p>Hasilnya? Secara garis besar pendapat memang terbagi dua, yang melarang dan membolehkan. Masing-masing memberikan dalil dari Alquran ataupun Hadis.</p>
<p>Bagi yang melarang, dalilnya adalah ketika kita mengucapkan selamat natal artinya umat Islam mengakui bahwa Yesus (atau Isa di Islam) lahir pada tanggal tersebut. Ini sudah masuk ke ranah <em>aqidah </em>sehingga tidak boleh diucapkan.</p>
<p>Bagi yang membolehkan, dalilnya adalah kewajiban kita untuk berbuat baik kepada seluruh manusia termasuk yang berbeda keyakinan. Kalau mau pakai logika, tidak mungkin kita mengucapkan selamat natal lantas kita menjadi kafir.</p>
<p>Dengan adanya dua pendapat yang berbeda, masyarakat harusnya diperkenankan untuk memilih mana yang paling mereka yakini benar. Hal ini juga sering terjadi misalnya pada penentuan hari raya Idul Fitri ataupun <em>qunut </em>saat sholat Shubuh.</p>
<p>Masalahnya, polemik ini seolah terus diulang di masyarakat tiap tahunnya tanpa bisa memetik pelajaran.</p>
<h3>Polemik Mengucapkan Selamat Natal</h3>
<p>Dalam menentukan sebuah hukum, para ustaz maupun ulama pasti memiliki dasar hukum yang berasal dari Alquran, Hadis, ataupun sumber-sumber lainnya.</p>
<p>Beliau-beliau ini tidak asal-asalan menentukan hukum, bukan juga karena sensi dengan agama lain. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita menghormati mereka meskipun kita tidak sepakat dengan pendapatnya.</p>
<p>Sayangnya, yang penulis lihat justru sebaliknya. Contoh, ketika menonton video-video yang menjelaskan dasar hukum mengucapkan selamat natal, isi komentarnya justru menghujat yang sampai menyinggung ranah pribadi.</p>
<p>Mereka membalas argumen tersebut dengan menggunakan logika atau dasar kemanusiaan. Penulis ini ilmu agamanya masih rendah, tapi paham kalau yang namanya agama juga harus berdasarkan dalil, bukan logika manusia semata.</p>
<p>Sebaliknya pun seperti itu, sama saja. Tokoh-tokoh agama yang membolehkan pengucapan selamat natal ramai-ramai didoakan agar segera tobat. Emang, yang menyuruh tobat ini udah sesuci apa, sih?</p>
<p>Inilah yang penulis anggap menjadi penyebab mengapa polemik mengucapkan selamat natal selalu berulang setiap tahun: tidak adanya rasa saling menghargai satu sama lain.</p>
<h3>Perang Status di Dunia Maya</h3>
<p>Di dalam Islam, kita memang dianjurkan untuk menyiarkan Islam walaupun hanya satu ayat. Mungkin ini yang menjadi motivasi orang-orang gemar membuat status dengan ayat Alquran yang menjadi dasar pelarangan pengucapan selamat natal.</p>
<p>Hanya saja, menurut penulis hal tersebut kurang elok jika dilakukan di media sosial. Kalau di dalam internal Islam mungkin masih bisa diterima, tapi kan pengguna media sosial terdiri dari berbagai macam orang.</p>
<p>Bisa jadi, ada teman-teman kita yang Nasrani atau Katolik merasa tersinggung dengan status tersebut dan akibatnya terjadi perselisihan yang kurang mengenakan.</p>
<p>Kalau semacam MUI ataupun tokoh agama, tugas mereka memang meyiarkan ajaran agama Islam sehingga wajar jika mereka memberi tahu apa dasar hukum untuk suatu masalah tertentu.</p>
<p>Toh, kita nanti akan dimintai pertangungjawaban masing-masing mengenai pilihan yang kita yakini benar.</p>
<h3>Intoleran?</h3>
<p>Bagi yang meyakini boleh hukumnya mengucapkan selamat natal, juga jangan nge-<em>judge </em>orang Islam yang tidak berkenan mengucapkannya dengan sebutan tidak toleran. Mereka juga punya landasan hukum sendiri untuk tidak melakukannya.</p>
<p>Islam sendiri sangat toleran mengenai ibadah umat agama lain. Kita dilarang untuk mengganggu proses ibadah mereka. Kita diharamkan menghalang-halangi mereka untuk menjalankan keyakinannya.</p>
<p>Kita diwajibkan untuk menghargai mereka menjalani kegiatan-kegiatan keagamaan mereka. Kita juga dilarang memaksa kaum minoritas untuk mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh kaum mayoritas. Ini adalah toleransi.</p>
<p>Memang pada kenyataannya, di Indonesia masih banyak kejadian intoleran di mana umat agama lain dihalang-halangi untuk melakukan ibadahnya. Ini menjadi PR untuk kita semua.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Penulis sendiri sampai saat ini belum pernah mengucapkan selamat natal. Bukan karena tidak punya teman non-muslim, tapi memang lebih meyakini pendapat yang melarang.</p>
<p>Walaupun begitu, penulis menghargai mereka yang mengucapkan selamat natal. Penulis tidak akan mengafirkan orang lain seenak udelnya sendiri. Teman-teman penulis pun bisa memahami hal ini.</p>
<p>Intinya, yang merasa berat ya enggak usah mengucapkan. Yang merasa boleh-boleh saja ya silakan. Kalau kita bisa saling menghargai satu sama lain, niscaya negeri ini akan damai&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Video ceramah para ustaz bisa ditonton melalui link yang ada di bawah ini</p>
<p>Melarang: <a href="https://www.youtube.com/watch?v=bppyjYFep98">Buya Yahya</a>, <a href="https://youtu.be/8VUxdXMjiHc">Khalid Basalamah</a>, <a href="https://www.youtube.com/watch?v=Pc6_NBi-Zz0">Syafiq Riza Basalamah</a>, <a href="https://youtu.be/51vrz_juupg">Adi Hidayat</a>, <a href="https://youtu.be/fqlt6VOwEgA">Felix Siauw</a>, <a href="https://youtu.be/Z5m3yxm1XUg">Abdul Somad</a></p>
<p>Membolehkan: <a href="https://youtu.be/MT8tG6PEZX4">Habib Ali Al-Jufri</a>, <a href="https://youtu.be/Z46TX9EOBAo">Quraish Shihab</a>, <a href="https://youtu.be/_IF9EwhBOQw">Gus Miftah</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 25 Desember 2019, terinspirasi setelah salah seorang teman di Karang Taruna bertanya kepada penulis tentang hukum mengucapkan selamat Natal di Islam.</p>
<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@crisdinoto?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Cris DiNoto</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-mengucapkan-selamat-natal/">Polemik Mengucapkan Selamat Natal</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
