<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Panic! At the Disco Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/panic-at-the-disco/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/panic-at-the-disco/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 12:40:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Panic! At the Disco Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/panic-at-the-disco/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>One Band One Man: Panic! At the Disco</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/one-band-one-man-panic-disco/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/one-band-one-man-panic-disco/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Feb 2018 16:55:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[Brendon Urie]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Panic! At the Disco]]></category>
		<category><![CDATA[Personil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=430</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sekitar awal tahun 2000, lagu I Write Sins Not Tragedies mungkin hampir ada di semua playlist remaja saat itu. Sebuah lagu dari Panic! at the Disco yang cukup terkenal waktu itu. Brendon Urie sebagai vokalis memiliki karakter vokal yang unik, sesuatu yang membuat kita menyadari bahwa &#8220;ini lagunya Panic! At the Disco&#8221;. Pertemuan Penulis dengan Panic! At the Disco Penulis termasuk penggemar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/one-band-one-man-panic-disco/">One Band One Man: Panic! At the Disco</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sekitar awal tahun 2000, lagu <em>I Write Sins Not Tragedies </em>mungkin hampir ada di semua <em>playlist </em>remaja saat itu. Sebuah lagu dari <em>Panic! at the Disco </em>yang cukup terkenal waktu itu.</p>
<p>Brendon Urie sebagai vokalis memiliki karakter vokal yang unik, sesuatu yang membuat kita menyadari bahwa &#8220;ini lagunya <em>Panic! At the Disco&#8221;.</em></p>
<p><strong>Pertemuan Penulis dengan Panic! At the Disco</strong></p>
<p>Penulis termasuk penggemar band yang satu ini, namun penulis mulai menyukainya setelah mendengarkan lagu <em>Nine in the Afternoon </em>yang berasal dari album <strong><em>Pretty Odd </em></strong>yang rilis pada tahun 2008. Lagunya yang cukup unik namun membuat hati gembira telah memikat penulis untuk mengunduh keseluruhan album.</p>
<p>Banyak lagu yang enak untuk didengar, seperti <em>Do You Know What I&#8217;m Seeing</em>, <em>That Green Gentleman (Things Have Changed) </em>hingga <em>She Had World. </em>Puas dengan album ini, penulis pun mengunduh pula album sebelumnya, <em><b>A Fever You Can&#8217;t Sweat Out</b></em>, dengan lagu favorit <em>Build God, Then We&#8217;ll Talk</em>.</p>
<div id="attachment_432" style="width: 712px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-432" class="size-full wp-image-432" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/panic-at-th-disco-702x336.jpg" alt="" width="702" height="336" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/panic-at-th-disco-702x336.jpg 702w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/panic-at-th-disco-702x336-300x144.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/panic-at-th-disco-702x336-356x170.jpg 356w" sizes="(max-width: 702px) 100vw, 702px" /><p id="caption-attachment-432" class="wp-caption-text">Komposisi Personil Awal (http://ticketcrusader.com/panic-at-the-disco-presale-password/)</p></div>
<p>Pada album pertama tersebut, penulis menemukan keunikan lain dari band ini selain suara vokalisnya. Banyak judul lagu yang panjangnya tidak kira-kira. Judul terpanjangnya adalah:</p>
<p><em>There&#8217;s a Good Reason These Tables Are Numbered Honey, You Just Haven&#8217;t Thought Of It Yet</em></p>
<p>Jika judul tersebut dibuat password, pasti akan susah untuk menjebolnya.</p>
<p><strong>Vices &amp; Virtues: Album Favorit</strong></p>
<p>3 tahun setelah <em>Pretty Odd </em>rilis, <em>Panic! At the Disco </em>merilis album anyarnya, <strong><em>Vices &amp; Virtues</em></strong>. Pada album ketiganya, ini, personil band hanya tersisa dua personil, Brendon Urie dan Spencer Smith sang drummer. Perbedaan ideologi dalam bermusik mengakibatkan perpisahan ini.</p>
<p>Album ini keluar dengan <em>single </em>andalan <em>The Ballad of Monalisa</em>, yang video klipnya mengambil sedikit cuplikan dari gereja yang tayang di video klip <em>I Write Sins Not Tragedies</em>.</p>
<div id="attachment_433" style="width: 646px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-433" class="size-full wp-image-433" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/brendon-urie-spencer-smith-panic-2015-billboard-650.jpg" alt="" width="636" height="421" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/brendon-urie-spencer-smith-panic-2015-billboard-650.jpg 636w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/brendon-urie-spencer-smith-panic-2015-billboard-650-300x199.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/brendon-urie-spencer-smith-panic-2015-billboard-650-356x236.jpg 356w" sizes="(max-width: 636px) 100vw, 636px" /><p id="caption-attachment-433" class="wp-caption-text">Brendon &amp; Smith (https://www.billboard.com/articles/columns/pop-shop/6523850/panic-at-the-disco-spencer-smith-leaves-drummer)</p></div>
<p>Secara umum, saya menyukai semua lagu di album ini. Saya tidak terlalu paham musik, namun dapat saya katakan bahwa album ini memberikan warna yang berbeda dari dua album sebelumnya. Hal ini ditunjukkan dari lagu-lagu yang ada di dalamnya, mulai dari <em>Trade Mistakes, Sarah Smiles, Nearly Witches </em>hingga <em>Bittersweet</em>.</p>
<p>Nilai tambah dari album ini adanya mini-movie teaser berjudul <em>The Overture, </em>di mana adegan awal nampak Urie bercakap dengan dua bayangan, yang bagi sebagian penggemar dianggap representasi dari Ross and Walker, dua personil yang telah meninggalkan band.</p>
<p>Dari seluruh isi album, penulis paling gemar mendengarkan <em>Ready to Go (Get Me Out of My Mind)</em>. Apalagi, konsep video klipnya yang unik menambah daya tarik lagu ini. Bisa dicari di Youtube terdekat.</p>
<p><strong>Album Terburuk (Versi Saya) dan Lagu Favorit</strong></p>
<p><em>Vices &amp; Virtues </em>telah meninggikan harapan saya kepada album selanjutnya, <strong><em>Too Weird To Live, Too Rare To Die</em></strong>, yang rilis pada tahun 2013. Sayang, setelah mendengarkan keseluruhan album, tidak ada lagu-lagu yang benar-benar saya sukai. Hits-hits seperti <em>This is Gospel </em>dan <em>Miss Jackson </em>hanya bertahan sebentar di perangkat penulis.</p>
<p>Karena pernah kecewa itulah, penulis tidak terlalu antusias ketika tahun 2017 <em>Panic! At the Disco </em>meluncurkan album terbarunya berjudul <em>Death of a Bachelor</em>. Mendengar sepintas, memang tidak bisa menyamai lagu-lagu di <strong><em>Vices &amp; Virtues</em></strong>,</p>
<p>Akan tetapi, setelah didengar baik-baik, ternyata banyak sekali lagu enak yang terkandung di album ini. Diawali <em>LA Devotee</em> yang memamerkan suara tinggi Urie, hingga <em>Don&#8217;t Threaten Me With a Good Time </em>yang lebih memamerkan lagi kemampuan sang vokalis.</p>
<div id="attachment_434" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-434" class="size-large wp-image-434" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/571069327_1280x720-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/571069327_1280x720-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/571069327_1280x720-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/571069327_1280x720-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/571069327_1280x720-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/571069327_1280x720.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-434" class="wp-caption-text">Don&#8217;t Threat Me With a Good Time (https://vimeo.com/166399133)</p></div>
<p>Bisa dibilang, lagu yang disebut terakhir menjadi lagu favorit penulis dari semua lagu <em>Panic! At the Disco </em>lainnya. Nadanya yang membuat semangat sekaligus menghabiskan suara ketika menyanyikannya di tempat karaoke menjadi latar belakangnya.</p>
<p><strong>Satu Personil Tersisa</strong></p>
<p>Ketika iseng melihat YouTube, terdapat salah satu video yang berjudul <em>A Day with Panic! At the Disco</em>, saya menyadari satu keganjilan. Mengapa hanya Brendon Urie yang muncul menjelaskan rumahnya? Apakah sang drumer juga memutuskan untuk hengkang?</p>
<p>Benar saja, ternyata Smith pun memutuskan untuk keluar. Alasannya, sedang menjalani rehab dalam rangka menghilangkan ketergantungannya dari obat-obatan (andai Chester melakukan hal yang sama daripada harus gantung diri).</p>
<div id="attachment_435" style="width: 980px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-435" class="size-full wp-image-435" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/brendon-urie.png" alt="" width="970" height="546" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/brendon-urie.png 970w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/brendon-urie-300x169.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/brendon-urie-768x432.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/brendon-urie-356x200.png 356w" sizes="(max-width: 970px) 100vw, 970px" /><p id="caption-attachment-435" class="wp-caption-text">Brendon Urie (https://dontboreus.thebrag.com/brendon-urie-new-panic-disco-album-recorded/)</p></div>
<p>Sebelum rilis album terakhir, Urie sempat mempertimbangkan untuk tidak menggunakan nama <em>Panic! At the Disco</em>. Namun pada akhirnya, ia tetap menggunakan nama band, meskipun hanya seorang diri bersama <em>additional player</em>. Bisa dibilang, kini Urie menjadi satu-satunya personil dalam band, sama seperti Adam Young di Owl City.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 22 Februari 2018, setelah video call dengan Vicky bersama anak-anak ketika SWI Mengajar.</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://panicatthedisco.com/#home">https://panicatthedisco.com/#home</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/one-band-one-man-panic-disco/">One Band One Man: Panic! At the Disco</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/one-band-one-man-panic-disco/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
