<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pasangan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/pasangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/pasangan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Jun 2024 16:08:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>pasangan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/pasangan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Mencari Pasangan Menggunakan Standar TikTok</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/ketika-mencari-pasangan-menggunakan-standar-tiktok/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/ketika-mencari-pasangan-menggunakan-standar-tiktok/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jun 2024 15:18:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[tiktok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7324</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis sudah lama tidak membuka TikTok karena berbagai alasan. Namun, ada satu hal yang mendorong Penulis untuk melakukan riset ke TikTok karena ada satu komentar yang kerap muncul di berbagai media sosial lainnya: &#8220;cewek pakai standar TikTok.&#8221; Karena sudah lama tidak membukanya, tentu Penulis sedikit kebingungan apa maksudnya, walau ada asumsi-asumsi. Penulis pun memutuskan untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/ketika-mencari-pasangan-menggunakan-standar-tiktok/">Ketika Mencari Pasangan Menggunakan Standar TikTok</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/">Penulis sudah lama tidak membuka TikTok karena berbagai alasan</a>. Namun, ada satu hal yang mendorong Penulis untuk melakukan riset ke TikTok karena ada satu komentar yang kerap muncul di berbagai media sosial lainnya:<strong> &#8220;cewek pakai standar TikTok.&#8221;</strong></p>



<p>Karena sudah lama tidak membukanya, tentu Penulis sedikit kebingungan apa maksudnya, walau ada asumsi-asumsi. Penulis pun memutuskan untuk kembali membuka TikTok untuk melakukan riset dan melakukan wawancara dengan pengguna TikTok.</p>



<p>Ternyata, jika disimpulkan, di TikTok sering ada konten yang membahas mengenai standar-standar yang harus dipenuhi oleh pasangan. Semua konten yang Penulis temukan memiliki <em>point of view </em>(POV) dari sisi wanita yang menetapkan standar tertentu untuk lelakinya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana TikTok Berubah Menjadi Standar Pasangan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7343" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jadi Patokan dalam Menentukan Standar Pasangan (<a href="https://www.searchenginejournal.com/why-is-tiktok-so-popular/424603/">Search Engine Journal</a>)</figcaption></figure>



<p>Berdasarkan hasil riset dan wawancara, Penulis menemukan fakta bahwa banyak standar yang dipasang oleh orang-orang TikTok kadang tidak masuk akal, bahkan terkesan mengada-ada. Bahayanya, standar-standar tersebut ditelan mentah-mentah oleh banyak pengguna.</p>



<p>Penulis menemukan satu contoh standar yang menurut Penulis sangat tidak masuk akal, yakni tentang <em>typing</em> atau mengetik di <em>chat</em>. Bayangkan, ada standar yang menyebutkan <strong>ciri-ciri <em>typing</em> ganteng</strong>. Masalah <em>typing</em> saja bisa dibilang ganteng atau tidak, bahkan bisa jadi <em>red flag</em> kalau tidak cocok!</p>



<p>Jika boleh berandai-andai, mungkin standar lain yang dianggap tidak masuk akal itu seperti berharap punya pasangan dengan sifat sesempurna mungkin, bisa memberikan uang bulanan dengan nominal fantastis, atau bahkan memiliki <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu/">fisik seperit <em>idol </em>K-Po</a>p. Mungkin lho, ya.</p>



<p>Standar ini bisa digunakan baik ketika sedang mencari atau bahkan telah memiliki pasangan. Jika belum punya, mungkin standar ini membuat mereka kesulitan menemukan pasangan. Jika sudah punya, kemungkinan besar pasangan mereka akan dituntut menjadi seperti apa yang muncul di TikTok.</p>



<p>Memiliki standar tertentu untuk pasangan sebenarnya adalah hal yang normal-normal saja. Penulis pun tentu memiliki standarnya sendiri. Namun, hal tersebut menjadi kurang pas apabila kita menggunakan standar orang lain yang belum tentu cocok dengan kita.</p>



<p>Ketika memasang standar yang begitu tinggi dalam mencari pasangan, terkadang kita lupa untuk menengok ke diri sendiri:<strong> apakah aku sudah pantas mendapatkan pasangan yang seperti yang aku standarkan tersebut? </strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Terlalu Demanding sampai Lupa Sadar Diri</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7344" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-pasangan-tiktok-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Terlalu Banyak Menuntut Ini Itu (<a href="https://create.vista.com/unlimited/stock-photos/230188504/stock-photo-selective-focus-angry-girlfriend-screaming-boyfriend-while-man-putting-hands/">Vista Create</a>)</figcaption></figure>



<p>Terkadang kita ini terlalu <em>demanding </em>dalam menentukan standar pasangan, sampai lupa kalau diri <strong>kita sendiri juga butuh terus meningkatkan <em>value </em>diri</strong> agar layak mendapatkan pasangan yang baik. Kita terlalu fokus meminta, sampai lupa kalau ada yang harus diberikan.</p>



<p>Berharap dapat pasangan milyader, tapi dirinya sendiri cuma hobi rebahan, ya enggak layak. Berharap dapat pasangan pekerja keras, tapi dirinya pemalas, ya enggak layak. Berharap dapat pasangan baik hati, tapi dirinya sendiri sifatnya kayak setan, ya enggak layak.</p>



<p>Mungkin akan ada yang berpendapat kalau selama orangnya memiliki paras rupawan, mau pemalas pun pasti bisa mendapatkan pasangan kaya. Namun, perlu diingat kalau orang kaya pasti memiliki standar yang tinggi juga. </p>



<p>Buat apa punya paras yang menarik, kalau <em>value </em>yang lain minus. Pasti ada banyak orang-orang cantik/tampan lain yang <em>value</em>-nya memenuhi standar. Persaingan untuk mendapatkan pasangan di dunia ini keras, jika kita tidak berusaha untuk terus meningkatkan <em>value </em>diri.</p>



<p>Jangan lupa kalau media sosial, termasuk TikTok, adalah platform yang penuh dengan &#8220;kosmetik.&#8221; Jangan langsung percaya apapun yang dilihat di sana, termasuk para kreator konten yang membuat konten tentang standar pasangan.</p>



<p>Jika kita menelan mentah semua apa kata orang TikTok tentang standar pasangan, alhasil standar kita pun akan menjadi tidak realistis. Ingin pasangan seperti ini itu, sampai lupa kalau setiap manusia itu memiliki plus dan minusnya masing-masing, Kok, enak mau plusnya doang?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Laki-Laki Jarang Mendapatkan Unconditional Love</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-tiktok-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7342" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-tiktok-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-tiktok-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-tiktok-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/standar-tiktok.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Karena semua konten yang Penulis temukan membahas tentang bagaimana wanita menggunakan standar TikTok untuk menentukan kriteria pasangan, Penulis jadi ingat <em>quote </em>terkenal dari Chris Rock:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Only women, children, and dogs are loved unconditionally. A man is only loved under the condition that he provide something.&#8221;</p>



<p>“Hanya wanita, anak-anak, dan anjing yang dicintai tanpa syarat. Seorang pria hanya dicintai dengan syarat dia memberikan sesuatu.”</p>
</blockquote>



<p>Berdasarkan pengalaman pribadi dan <em>sharing </em>yang dilakukan orang-orang di media sosial, seringnya memang seperti itu. Seorang pria bisa mencintai seorang wanita tanpa alasan, tapi sulit terjadi sebaliknya. Mungkin ada beberapa anomali, tapi seringnya memang seperti itu.</p>



<p>Contohnya seperti ini. Pria bisa mencintai seorang wanita yang miskin dan menganggur, tapi hal sebaliknya jarang sekali terjadi. Wanita miskin dan <em>nganggur </em>pun mungkin berharap dapat suami mapan untuk mengangkat derajat dirinya dan keluarganya.</p>



<p>Penulis paham kalau sebenarnya tidak bisa digeneralisir seperti itu. <a href="https://whathefan.com/animekomik/mokondo-ala-rent-a-girlfriend/">Pria <em>mokondo</em></a><em> </em>yang tanpa malu meminta uang ke pihak wanita pun banyak. Namun, di sini fokus Penulis adalah bagaimana &#8220;cewek pakai standar TikTok&#8221; memiliki begitu banyak persyaratan untuk pasangannya.</p>



<p>Dari dulu, pria memang seolah selalu dituntut untuk memberikan <em>effort </em>lebih untuk wanita. Hal tersebut tampaknya memang sudah menjadi standar sehingga diwajarkan. Penulis sendiri tidak merasa keberatan karena memang itu salah satu &#8220;risiko&#8221; menjadi seorang pria.</p>



<p>Namun, jika tuntutannya berlebihan, tentu hal tersebut akan memberatkan pihak prianya. Kalau sudah cinta, pria akan seolah rela melakukan apapun untuk wanitanya. Namun, kalau yang dituntut terlalu banyak, lama-lama sang pria pun akan merasa tak mampu untuk memenuhi semuanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Daripada terus memasang standar yang tidak masuk akal dan mudah memberi <em>red flag </em>untuk hal sepele, ada baiknya kita melakukan interopeksi diri. Daripada cuma menuntut, ada baiknya kita meningkatkan <em>value </em>diri agar sesuai dengan standar yang kita ciptakan sendiri.</p>



<p>Kalau jadi sekadar referensi bagaimana menentukan standar pasangan, TikTok oke, kok. Hanya saja, kalau sampai jadi patokan yang bersifat mutlak, kok, rasanya kurang bijak, ya. Kita tidak pernah tahu bagaimana kehidupan sang pembuat standar, jadi lebih baik kita buat standar kita sendiri saja.</p>



<p>Kalaupun ada orang yang berlandaskan TikTok dalam menentukan kriteria pasangan, ya sudah biarkan saja. Penulis yakin ada lebih banyak orang yang tidak menggunakan TikTok semata untuk menentukan standarnya. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 5 Juni 2024, terinspirasi setelah menemukan banyak sekali komentar mengenai &#8220;cewek pakai standar TikTok&#8221;</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.wired.com/story/how-to-download-your-tiktok-videos/">WIRED</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/ketika-mencari-pasangan-menggunakan-standar-tiktok/">Ketika Mencari Pasangan Menggunakan Standar TikTok</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/ketika-mencari-pasangan-menggunakan-standar-tiktok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saling Memantaskan Diri</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/saling-memantaskan-diri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jun 2019 18:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[setia]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>
		<category><![CDATA[suami istri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2488</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu, terdengar kabar duka dari mantan presiden kita, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Istri terkasihnya, Ani Yudhoyono, harus berpulang karena penyakit yang dideritanya. Ada hal menarik yang penulis temukan terkait berita ini. Apa lagi jika bukan komentar netizen yang beragam. Untungnya, penulis tidak menemukan komentar-komentar negatif yang berusaha menyerang keluarga SBY. Lantas, apa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/saling-memantaskan-diri/">Saling Memantaskan Diri</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu, terdengar kabar duka dari mantan presiden kita, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Istri terkasihnya, <strong>Ani Yudhoyono</strong>, harus berpulang karena penyakit yang dideritanya.</p>
<p>Ada hal menarik yang penulis temukan terkait berita ini. Apa lagi jika bukan komentar netizen yang beragam. Untungnya, penulis tidak menemukan komentar-komentar negatif yang berusaha menyerang keluarga SBY.</p>
<p>Lantas, apa yang menarik? Banyak netizen yang mengomentari betapa harmonisnya hubungan keduanya sehingga harus dijadikan panutan bagi setiap pasangan.</p>
<p>Bahkan, mereka berdua menjadi semacam patokan baru bagaimana kita harus bisa bersikap kepada pasangan, setelah dulu banyak yang menjadikan Habibie dan Ainun sebagai panutan.</p>
<p>Yang wanita, menuntut para pria untuk bisa setia sampai mati seperti yang dilakukan oleh SBY. Mereka menilai bahwa sosok SBY sebagai sosok suami idaman yang sudah mulai langka sehingga susah ditemukan.</p>
<p>Yang pria tidak mau kalah. Menurut mereka, SBY bisa sesetia itu karena ibu Ani bisa menjadi istri yang baik. Seharusnya, para wanita belajar bagaimana menjadi istri seperti ibu Ani agar mereka mendapatkan suami sebaik dan sesetia SBY.</p>
<p>Hehehe, melihat perdebatan kecil ini tentu menggelitik penulis untuk beropini. Sebagaimana kebiasaan yang terlihat dari tulisan-tulisan lain, penulis cenderung &#8220;main aman&#8221; dengan memosisikan diri di tengah.</p>
<p>Penulis setuju dengan pendapat yang diutarakan oleh pihak wanita, juga setuju dengan opini yang diucapkan oleh pihak pria. Daripada berdebat siapa harus seperti siapa, kenapa kita tidak <strong>sama-sama fokus memantaskan diri untuk pasangan kita?</strong></p>
<p>Yang wanita, mungkin bisa belajar bagaimana menjadi seorang istri dan ibu yang baik untuk keluarganya, sehingga ia bisa dicintai oleh seluruh keluarga. Ibu Ani bisa menjadi salah satu contohnya.</p>
<p>Yang pria juga begitu, harus belajar bagaimana bisa menjadi suami yang mampu mengayomi keluarganya dan setia. Sebagai kepala keluarga, pria harus bisa menjadi panutan untuk anak-anaknya.</p>
<p>Memang terdengar sangat utopis dan <em>too good to be true</em>, akan tetapi penulis merasa hal tersebut masih sangat mungkin untuk kita lakukan, terutama yang masih sendirian dan belum menemukan titik terang di mana jodohnya.</p>
<p>Daripada mengeluh karena status yang tak beranjak-anjak dari <em>jomblo</em>, lebih baik kita berusaha untuk terus memperbaiki diri, sehingga ketika waktunya untuk bertemu dengan jodoh telah tiba, kita sudah siap.</p>
<p>Tentu saja SBY dan bu Ani bukan pasangan yang sempurna. Pasti ada saja hal-hal buruk yang pernah melanda rumah tangga mereka. Kita saja yang tidak pernah mendengar beritanya.</p>
<p>Setidaknya, mereka telah membuktikan bahwa cinta setia hingga mati itu ada, dan itu merupakan pelajaran berharga bagi kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 23 Juni 2019, terinspirasi dari komentar netizen terkait kematian ibu Ani Yudhoyono beberapa waktu lalu</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://finroll.com/ani-yudhoyono-terkena-kanker-darah-sby-minta-doa-seluruh-masyarakat/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiC19ng0P3iAhVKQY8KHf-jCFcQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Finroll.com</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/saling-memantaskan-diri/">Saling Memantaskan Diri</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
