<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pelecehan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/pelecehan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/pelecehan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Feb 2022 12:01:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>pelecehan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/pelecehan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mason Greenwood, Bukti Pentingnya &#8220;Educate Your Son&#8221;</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Feb 2022 12:01:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Educate Your Son]]></category>
		<category><![CDATA[Harriet Robson]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Mason Greenwood]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pelecehan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5593</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini, Penulis merasa agak malas mengikuti berita sepak bola. Selain karena mainnya Manchester United yang begitu-begitu saja, ada perasaan jenuh dan merasa butuh agak menjauh sedikit. Rasa malas tersebut semakin bertambah ketika kasus Mason Greenwood mencuat ke publik. Tidak main-main, tuduhan yang diberikan kepadanya adalah pemerkosaan dan penganiayaan kepada pacarnya sendiri, Harriet Robson. Pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son/">Mason Greenwood, Bukti Pentingnya &#8220;Educate Your Son&#8221;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Akhir-akhir ini, Penulis merasa agak malas mengikuti berita sepak bola. Selain karena mainnya Manchester United yang begitu-begitu saja, ada perasaan jenuh dan merasa butuh agak menjauh sedikit.</p>



<p>Rasa malas tersebut semakin bertambah ketika kasus <strong>Mason Greenwood</strong> mencuat ke publik. Tidak main-main, tuduhan yang diberikan kepadanya adalah pemerkosaan dan penganiayaan kepada pacarnya sendiri, <strong>Harriet Robson</strong>.</p>



<p>Pada tulisan kali ini, Penulis akan merangkum kasus yang menimpa Greenwood dan Robson, serta mengaitkannya dengan kampanye<strong> &#8220;<em>Educate Your Son</em>&#8220;</strong> yang akhir-akhir ini cukup sering didengungkan.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Kasus Greenwood dan Robson</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/02/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5595" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/02/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/02/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/02/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/02/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption> Harriet Robson (<a href="https://sportmob.com/en/article/904859-Facts-about-Harriet-Robson-Mason-Greenwood-s-Girlfriend">SportMob</a>)</figcaption></figure>



<p>Bukti kasus ini cukup kuat. Selain foto dan video yang menunjukkan luka-luka yang dialami Robson, ada bukti rekaman suara Greenwood yang memaksa Robson untuk berhubungan badan dengannya. Padahal, Robson sudah menolaknya.</p>



<p>Greenwood pun sempat ditahan selama tiga hari oleh pihak kepolisian, sebelum akhirnya dibebaskan dengan jaminan. Namun, kasusnya belum berhenti sampai di sana saja karena proses penyelidikan masih terus berlanjut.</p>



<p>Semua pihak mengecam hal yang dilakukan oleh Greenwood. Klub membekukannya dari segala aktivitas hingga proses hukumnya tuntas. Semua <em>merchandise </em>yang terkait dengannya pun dihentikan penjualannya. Fan yang sudah memiliki <em>jersey</em>-nya dapat menukarkannya secara gratis ke <em>store</em>.</p>



<p>Ia juga ditinggalkan oleh para sponsornya. Nike membekukan Greenwood, gim <em>FIFA 22 </em>menghilangkannya dari gim. Teman-teman satu klubnya diketahui telah melakukan <em>unfollow </em>akun Instagram-nya. Gareth Southgate selaku pelatih timnas Inggris menutup pintu untuknya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/02/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5596" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/02/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/02/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/02/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/02/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Mason Greenwood (<a href="https://www.skysports.com/football/news/12016/12322063/mason-greenwood-withdraws-from-england-euro-2020-squad-with-injury-manchester-united-confirm">Sky Sports</a>)</figcaption></figure>



<p>Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat Greenwood digadang-gadang sebagai bintang masa depan bagi Manchester United dan timnas Inggris. Karirnya bisa dibilang tamat jika melihat respon publik dan berbagai pihak. </p>



<p>Rasanya, tidak akan ada klub yang mau menampung dirinya. Dengan kata lain, ia telah terkena <em>cancel cultured </em>akibat perbuatan bejatnya. Mungkin masih ada peluang untuk membersihkan namanya dan melanjutkan karirnya, tetapi sangat kecil mengingat betapa tingginya <em>awareness </em>masyarakat terhadap pelecehan terhadap perempuan.</p>



<p>Kasus yang dialami oleh Greenwood dan Robson seolah menjadi bukti nyata, kalau kampanye <strong>&#8220;<em>Educate Your Son</em>&#8221; </strong>memang harus disebarluaskan agar kasus serupa tidak menimpa orang-orang dekat kita.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><em>Educate Your Son</em></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/02/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son-3.jpg" alt="" class="wp-image-5597" width="740" height="494" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/02/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son-3.jpg 680w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/02/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son-3-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><figcaption>Educate Your Son (<a href="https://m.kaskus.co.id/thread/61afd15b8b507657992b68a4/protect-your-daughter-atau-educate-your-son/">Kaskus</a>)</figcaption></figure>



<p>Kampanye ini, setahu Penulis, bermula untuk menggantikan kata-kata <strong>&#8220;<em>Protect Your Daughter</em>&#8220;</strong>. Alasannya, sudah seharusnya jangan menimpakan beban kepada korban, tetapi pelakulah yang harus diberi pengertian untuk tidak melakukan pelecehan kepada perempuan.</p>



<p>Seperti yang telah kita ketahui bersama, kasus pelecehan perempuan yang dilakukan oleh laki-laki masih marak terjadi. Mau pakai pakaian terbuka maupun tertutup, perempuan tetap rentan terkena pelecehan seksual.</p>



<p>Daripada menekankan orang tua untuk melindungi anak perempuannya dari pelecehan, seharusnya orang tua harus bisa mengedukasi anak laki-lakinya untuk tidak melakukan pelecehan kepada perempuan.</p>



<p>Ada yang lebih ideal lagi menurut netizen, yakni <strong>&#8220;<em>Educate Your Childr</em></strong><em><strong>en</strong></em>&#8220;. Hal ini masuk akal karena walaupun lebih sedikit, kenyataannya ada juga laki-laki yang menjadi korban pelecehan seksual oleh perempuan.</p>



<p>Oleh karena itu, sudah sewajarnya bagi para orang tua untuk bisa mendidik anaknya dan memahami kalau pelecehan, apapun bentuknya, itu dilarang. Selain itu, orang tua juga harus melatih anaknya agar bisa menjaga dirinya sendiri dan tidak tergantung orang lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Kasus yang menimpa Greenwood seolah menjadi bukti kalau laki-laki memang harus diedukasi. Pemaksaan dan kekerasan yang ia lakukan kepada pacarnya sendiri seharusnya tidak terjadi jika dirinya memahami kalau hal tersebut adalah salah.</p>



<p>Di usianya yang masih muda (bahkan lebih muda dari adik bungsu Penulis), sangat disayangkan ia sudah melakukan kekejaman seperti itu. Orang tuanya pun menjadi sorotan, mengapa tidak mampu mengedukasi anaknya untuk tidak melakukan pelecehan.</p>



<p>Semoga kasus ini membuka mata kita semua kalau pelecehan seksual bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menangani permasalahan ini, salah satunya adalah mengedukasi anak-anak kita nanti.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 5 Februari 2022, terinspirasi setelah mencuatnya kasus Mason Greenwood</p>



<p>Foto: <a href="https://www.marca.com/en/football/manchester-united/2022/02/04/61fd15f8ca4741f7328b45ac.html">Marca</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son/">Mason Greenwood, Bukti Pentingnya &#8220;Educate Your Son&#8221;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/mason-greenwood-bukti-pentingnya-educate-your-son/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yang Salah Itu Pelaku, Bukan Korban</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/yang-salah-itu-pelaku-bukan-korban/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/yang-salah-itu-pelaku-bukan-korban/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2020 10:17:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pelecehan]]></category>
		<category><![CDATA[RUU PKS]]></category>
		<category><![CDATA[seksual]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3969</guid>

					<description><![CDATA[<p>Diundurnya pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) menimbulkan polemik di masyarakat. Apalagi, alasan yang dikeluarkan oleh DPR bisa dibilang non-sense. Banyak yang menganggap ditariknya RUU PKS dari Program Legislatif Nasional 2020 sebagai bukti kalau pemerintah tidak serius dalam melindungi warga negaranya sendiri. Hal itu membuat banyak orang menyuarakan pengalaman pelecehan seksual yang pernah mereka [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/yang-salah-itu-pelaku-bukan-korban/">Yang Salah Itu Pelaku, Bukan Korban</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Diundurnya pembahasan <strong>RUU Penghapusan Kekerasan Seksual</strong> (RUU PKS) menimbulkan polemik di masyarakat. Apalagi, alasan yang dikeluarkan oleh DPR bisa dibilang <em>non-sense</em>.</p>
<p>Banyak yang menganggap ditariknya RUU PKS dari Program Legislatif Nasional 2020 sebagai bukti kalau pemerintah tidak serius dalam melindungi warga negaranya sendiri.</p>
<p>Hal itu membuat banyak orang menyuarakan pengalaman pelecehan seksual yang pernah mereka alami. Mereka ingin menunjukkan bahwa permasalahan ini bukanlah hal yang sepele.</p>
<h3>Bukan Karena Baju Minim</h3>
<p><div id="attachment_3970" style="width: 587px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3970" class="size-large wp-image-3970" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-1-577x1024.jpg" alt="" width="577" height="1024" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-1-577x1024.jpg 577w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-1-169x300.jpg 169w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-1-768x1364.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-1.jpg 860w" sizes="(max-width: 577px) 100vw, 577px" /><p id="caption-attachment-3970" class="wp-caption-text">Infografis Pelecehan Seksual (<a href="https://tirto.id/pelecehan-bukan-akibat-pakaian-berbaju-longgar-berhijab-pun-kena-eeFQ">Tirto</a>)</p></div></p>
<p>Tirto membuat infografis mengenai kasus pelecehan seksual berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 2018. Data yang ditunjukkan membuat Penulis mengerenyitkan dahi.</p>
<p>Ternyata, kebanyakan <strong>korban tidak mengenakan pakaian yang minim</strong>. Bahkan, 17% korban mengenakan hijab yang notabene tertutup dari atas sampai bawah.</p>
<p>Hal ini diperkuat dengan cerita-cerita yang Penulis baca di Twitter. Ketika membacanya, Penulis baru menyadari betapa gentingnya permasalahan ini.</p>
<p>Seorang wanita dewasa bebas mengenakan apa saja yang mereka inginkan, entah cadar ataupun celana <em>hot pants</em>. Mereka sudah cukup umur untuk menentukan pilihan, termasuk dalam berpakaian.</p>
<p>Yang salah adalah pelaku pelecehan. Titik. Mau lihat wanita telanjang sekalipun, kalau pelaku bisa menahan dirinya, tidak akan terjadi pelecehan seksual.</p>
<p>Konklusi yang bisa diambil adalah pelaku pelecehan melakukan tindakannya <strong>bukan karena pakaian yang dikenakan</strong> oleh korban. Otak mereka saja yang memang <em>ngeres </em>dan cabul.</p>
<p>Jujur saja, Penulis jadi merasa sedikit takut apabila nanti memiliki anak perempuan. Penulis akan sering merasa cemas anaknya nanti akan mendapatkan pelecehan dari orang-orang tersebut.</p>
<h3>Sudah Korban, Disalahkan Pula</h3>
<p><div id="attachment_3971" style="width: 586px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3971" class="size-large wp-image-3971" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-2-576x1024.jpg" alt="" width="576" height="1024" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-2-576x1024.jpg 576w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-2-169x300.jpg 169w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-2-768x1365.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/07/yang-ngeres-itu-otakmu-2.jpg 859w" sizes="(max-width: 576px) 100vw, 576px" /><p id="caption-attachment-3971" class="wp-caption-text">Victim Blamming (<a href="https://tirto.id/2018-jadi-tahun-yang-buruk-bagi-korban-kekerasan-seksual-dcKw">Tirto</a>)</p></div></p>
<p>Apa yang lebih parah? <strong>Para korban pelecehan kerap dituding bersalah</strong> oleh beberapa pihak. Bayangkan, sudah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, masih dihakimi orang lain seperti itu.</p>
<p>Contohnya, jika ada kasus pelecehan atau bahkan pemerkosaan, biasanya akan muncul komentar-komentar semacam ini:</p>
<ul>
<li><em>Salah sendiri keluar sendirian</em></li>
<li><em>Salah sendiri malam-malam keluar</em></li>
<li><em>Salah sendiri pakai pakaian yang seksi</em></li>
<li><em>Salah sendiri blablabla&#8230;</em></li>
</ul>
<p>Kita ini memang bisa dengan sangat mudah menghakimi orang lain tanpa merasa perlu melakukan klarifikasi. Bisa saja mereka terpaksa pulang malam karena tuntutan pekerjaan atau pergi sendiri karena memang tidak ada yang bisa mengantar.</p>
<p>Jika Penulis membayangkan ada di posisi mereka, entah apa yang akan Penulis perbuat. Yang jelas, Penulis akan merasa <em>down </em>karena merasa tidak mendapatkan dukungan atas musibah yang menimpanya.</p>
<p>Ketidakadilan hukum bagi sang korban juga semakin menambah luka bagi mereka. Beberapa tahun terakhir, ada banyak sekali kasus pelecehan seksual yang memberatkan pihak korban, seolah tidak ada perlindungan sama sekali.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Penulis tidak mau munafik karena dirinya sendiri belum bisa menjaga pandangan jika melihat seorang wanita cantik. Penulis sendiri masih belajar untuk menjaga dirinya agar tidak mudah terpancing oleh hawa nafsu seperti itu.</p>
<p>Kesadaran kita akan betapa bahayanya pelecehan seksual masih tergolong rendah. Hal ini diperparah dengan adanya <em>victim blaming </em>dari masyarakat.</p>
<p>Kasus-kasus pelecehan ini bahkan kerap terjadi di ruang publik dalam berbagai bentuk, mulai dari verbal hingga tindakan fisik yang kurang ajar.</p>
<p>Dengan ditariknya pembahasan RUU PKS, entah sampai kapan kasus pelecehan seksual, terutama terhadap wanita, akan disepelekan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 5 Juli 2020, terinspirasi dari banyaknya cerita pelecehan seksual yang Penulis baca di Twitter</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@claudiasoraya">Claudia Soraya</a></p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://tirto.id/2018-jadi-tahun-yang-buruk-bagi-korban-kekerasan-seksual-dcKw">Tirto 1</a>, <a href="https://tirto.id/pelecehan-bukan-akibat-pakaian-berbaju-longgar-berhijab-pun-kena-eeFQ">Tirto 2</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/yang-salah-itu-pelaku-bukan-korban/">Yang Salah Itu Pelaku, Bukan Korban</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/yang-salah-itu-pelaku-bukan-korban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
