<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pendengar Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/pendengar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/pendengar/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2021 10:50:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>pendengar Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/pendengar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Teman Cerita yang Buruk</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/teman-cerita-yang-buruk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2020 16:41:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[dengar]]></category>
		<category><![CDATA[justifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[mendengarkan]]></category>
		<category><![CDATA[menghakimi]]></category>
		<category><![CDATA[pendengar]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3323</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis senang mendengarkan cerita orang lain. Alasannya, Penulis bisa belajar banyak dari pengalaman orang lain tanpa perlu mengalaminya sendiri. Akan tetapi ketika sedang melakukan perenungan akhir-akhir ini, Penulis merasa bahwa dirinya belum bisa menjadi teman cerita yang baik karena beberapa alasan. Daripada terus berkutat di dalam pikiran, Penulis memutuskan untuk menuangkannya ke dalam tulisan. Harapannya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/teman-cerita-yang-buruk/">Teman Cerita yang Buruk</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis senang mendengarkan cerita orang lain. Alasannya, Penulis bisa <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/belajar-dari-pengalaman-orang-lain/">belajar banyak dari pengalaman orang lain</a> tanpa perlu mengalaminya sendiri.</p>
<p>Akan tetapi ketika sedang melakukan perenungan akhir-akhir ini, Penulis merasa bahwa dirinya belum bisa menjadi teman cerita yang baik karena beberapa alasan.</p>
<p>Daripada terus berkutat di dalam pikiran, Penulis memutuskan untuk menuangkannya ke dalam tulisan. Harapannya, bisa membuat Penulis menjadi lebih baik ke depannya.</p>
<h3>Membandingkan dengan Kisah Sendiri</h3>
<p>Ketika ada seseorang menceritakan beban hidupnya ataupun masalah-masalah lain, yang biasa kita lakukan adalah memberikan kata-kata penyemangat dengan tujuan memotivasi.</p>
<p>Masalahnya, terkadang Penulis menganggap ringan masalah orang tersebut sehingga membandingkan cerita tersebut dengan kisahnya sendiri.</p>
<p>Contohnya seperti ini:</p>
<p><strong>Teman</strong>: <em>&#8220;Kemarin aku baru aja dimarahin sama dosen karena enggak ngumpulin tugas.&#8221;</em></p>
<p><strong>Penulis</strong>: <em>&#8220;Itu sih belum seberapa, dulu aku sampai harus ngulang kelas karena lupa bawa KTM waktu ujian.&#8221;</em></p>
<p>Membandingkan permasalahan yang ada hanya akan membuat sang pencerita merasa tidak dihargai karena masalahnya dianggap sepele. Idealnya, kita mendengarkan tersebut tanpa harus menjustifikasi besar kecilnya permasalahan seseorang.</p>
<p>Malah kalau perlu, kita lebih sering merespon cerita mereka dengan pertanyaan-pertanyaan yang memancing mereka untuk lebih banyak bercerita lagi.</p>
<h3>Memberi Saran Tanpa Diminta</h3>
<p>Dalam buku <em>Men Are from Mars, Women Are from Venus</em> yang terkenal, Penulis mengetahui fakta bahwa perempuan sebenarnya hanya butuh didengar. Hal ini berbeda dengan laki-laki yang biasanya meminta solusi yang logis.</p>
<p>Walaupun Penulis mengetahui fakta ini, tetap saja dalam kesehariannya memberi saran kepada teman yang sedang bercerita tanpa diminta. Yang bercerita pun akan merasa kalau kita terlalu <em>sotoy </em>dan sok menggurui.</p>
<p>Sebenarnya hal ini wajar, mengingat kebanyakan laki-laki memandang segala sesuatu secara rasional. Jika ada yang bercerita, artinya ia meminta solusi dari permasalahan yang dihadapi.</p>
<p>Padahal tidak selalu seperti itu, terutama jika yang bercerita adalah seorang wanita. Mereka hanya ingin bercerita agar beban yang sedanng dipanggul berkurang.</p>
<h3>Menyalahkan Mereka</h3>
<p>Pernah tidak ketika seseorang bercerita, kita justru malah balik menyalahkan mereka dengan kata-kata seperti &#8220;<em>itu sih salahmu sendiri, aku kan dulu udah pernah bilang&#8221;.</em></p>
<p>Mereka sudah pusing dengan permasalahan mereka sendiri, pernyataan menyalahkan yang keluar dari kita hanya akan membuat perasaan mereka semakin memburuk.</p>
<p>Seharusnya, terlepas masalah tersebut berasal dari mana, kita harus bisa memberikan rasa nyaman kepada mereka yang sedang bercerita tentang masalahnya.</p>
<p>Jika memang itu memang kesalahan mereka, tak perlu menyerang mereka dengan kata-kata agresif. Sebaliknya, ajak mereka untuk melakukan interopeksi secara halus agar kesalahan serupa tak terulang di masa depan.</p>
<h3>Melakukan Justifikasi</h3>
<p>Dalam perenungannya, Penulis menganggap melakukan justifikasi seenak <em>udelnya </em>merupakan salah satu bentuk terburuk ketika sedang mendengarkan cerita orang lain.</p>
<p>Hanya berbekal beberapa kalimat, kita bisa langsung menilai sesuatu. Tak jarang penghakiman kita tersebut membuat teman kita merasa tersudutkan sehingga urung untuk bercerita lagi.</p>
<p>Contoh mudah justifikasi adalah mengentengkan permasalahan orang lain seperti yang sudah Penulis singgung di atas. Kata-kata seperti <em>&#8220;cuma gitu aja?&#8221; </em>adalah sesuatu yang fatal dan bisa melukai perasaan lawan bicara.</p>
<p>Tidak hanya dalam mendengarkan cerita, <em>ngejudge </em>orang memang sebaiknya tidak dilakukan pada kondisi apapun karena kita tak pernah tahu apa yang terjadi pada orang lain.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Penulis menyadari bahwa kekurangan-kekurangan yang telah Penulis sebutkan di atas masih melekat pada Penulis, sekalipun Penulis sudah menyadari bahwa hal tersebut salah.</p>
<p>Memang ada beberapa poin positif yang pernah disampaikan oleh teman-teman ketika Penulis menjadi pendengar, seperti mampu bersikap tenang ketika mendengar apapun, sabar, bisa membantu mengurai permasalahan, dan lain sebagainya.</p>
<p>Walaupun begitu, Penulis harus bisa menghilangkan (atau setidaknya mengurangi) sifat-sifat yang membuat Penulis menjadi teman cerita yang buruk.</p>
<p>Penulis senang mendengarkan cerita orang lain, sehingga memiliki ketakutan seandainya tidak lagi dipercaya oleh orang-orang terdekat untuk berbagi kisahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 24 Januari 2020, terinspirasi dari diri sendiri</p>
<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@priscilladupreez?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Priscilla Du Preez</a> on <a href="https://unsplash.com/s/photos/two-friends?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/teman-cerita-yang-buruk/">Teman Cerita yang Buruk</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Pengalaman Orang Lain</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/belajar-dari-pengalaman-orang-lain/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2019 04:41:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[mendengar]]></category>
		<category><![CDATA[pelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[pendengar]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2546</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis adalah tipe orang yang suka mendengarkan cerita orang lain. Beberapa kali penulis membaca buku ataupun artikel untuk mengetahui bagaimana cara menjadi pendengar yang baik. Tentu ada alasannya. Penulis selalu bisa belajar dari pengalaman orang lain, pengalaman yang mungkin tidak akan pernah penulis alami sendiri. Belajar dari Keberhasilan Orang Salah satu genre buku favorit penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/belajar-dari-pengalaman-orang-lain/">Belajar dari Pengalaman Orang Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis adalah tipe orang yang suka mendengarkan cerita orang lain. Beberapa kali penulis membaca buku ataupun artikel untuk mengetahui bagaimana cara menjadi <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/bukan-pendengar-yang-baik/">pendengar yang baik</a>.</p>
<p>Tentu ada alasannya. Penulis selalu bisa belajar dari pengalaman orang lain, pengalaman yang mungkin tidak akan pernah penulis alami sendiri.</p>
<h3>Belajar dari Keberhasilan Orang</h3>
<div id="attachment_2548" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2548" class="size-large wp-image-2548" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2548" class="wp-caption-text">Kisah Sukses Orang Lain (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@alexread">Alex Read</a>)</p></div>
<p>Salah satu genre buku favorit penulis adalah biografi. Penulis yang pada dasarnya menyukai sejarah tentu tertarik dengan kisah hidup orang-orang sukses.</p>
<p>Penulis ingin mengetahui apa resep keberhasilan mereka, walaupun terkadang memang yang ditampilkan hanya yang baik-baik saja. Penulis tidak menutup mata terhadap fakta tersebut.</p>
<p>Nah, kisah tentang kesuksesan tidak melulu berasal dari buku biografi yang biasanya tebal-tebal. Kita juga bisa mendengarnya dari orang-orang yang ada di sekeliling kita.</p>
<p>Tentu definisi keberhasilannya pun bervariasi. Ada yang berhasil secara karir, ada yang berhasil membina keluarga, ada yang sukses berhijrah menjadi lebih baik, ada yang mampu berinvestasi sehingga mencapai <em>financial freedom</em>, dan lain sebagainya.</p>
<p>Biasanya jika ingin mengulik kunci keberhasilan tersebut, penulis akan secara tiba-tiba melakukan &#8220;sesi wawancara&#8221; dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mulai spesifik.</p>
<p>Contohnya, ketika konsultan sekaligus <em>leader </em>di tempat kerja penulis habis kontrak, penulis menanyakan perjalanan karirnya hingga bisa di titik yang sekarang.</p>
<p>Dengan mengetahui perjalanan karirnya, penulis bisa memproyeksikan bagaimana perjalanan karir penulis ke depannya. Mungkin tidak langsung jadi, tapi setidaknya ada sedikit gambaran ke mana kaki harus melangkah.</p>
<p>Tidak melulu soal hidup, penulis pun terkadang belajar tentang hal-hal lain seperti cinta. Penulis yang tak terlalu pandai bermain cinta senang mendengarkan cerita-cerita dari orang lain, terutama yang sedang melakukan pendekatan.</p>
<p>Walaupun mungkin tidak diterapkan di dalam kehidupan nyata, setidaknya penulis akan mencatat kisah tersebut di benak penulis. Siapa tahu, bisa jadi sumber inspirasi novel di waktu yang akan datang.</p>
<h3>Belajar dari Hal yang (Mungkin) Negatif</h3>
<div id="attachment_2547" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2547" class="size-large wp-image-2547" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/belajar-dari-pengalaman-orang-lain-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2547" class="wp-caption-text">Mengalami Apa yang Belum Pernah Dialami (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@elevatebeer">Elevate</a>)</p></div>
<p>Yang namanya mempelajari kehidupan, tentu tidak akan pas jika kita hanya belajar sisi positifnya saja. Hal negatif (atau hal yang sering dianggap negatif oleh orang lain) juga bisa menjadi pelajaran tersendiri dalam hidup.</p>
<p>Penulis sering bilang, kalau hidup penulis itu cenderung lurus-lurus saja. Pendidikan di rumah dan sikap <em>introvert </em>membuat penulis jarang mencoba hal-hal yang penulis tahu itu kurang baik. Contohnya, merokok, minum-minuman keras, dan hubungan seks bebas.</p>
<p>Nah, meskipun belum pernah mengalaminya sendiri (dan semoga tidak akan pernah selamanya), penulis sedikit tahu pengalaman dengan mencoba hal tersebut dari orang lain yang dengan baik hati mau berbagi kisah hidupnya.</p>
<p>Penulis jadi tahu seperti apa orang yang mabuk itu, apa saja jenis minuman keras, tahu bagaimana rasa penyesalan yang muncul akibat telah melakukan seks bebas, dan lain sebagainya.</p>
<p>Tidak hanya itu, penulis juga pernah mendengar cerita tentang depresi, tentang kasus <em>bullying</em>, tentang bagaimana tidak harmonisnya rumah tangga, dan hal-hal menyedihkan lainnya.</p>
<p>Biasanya, orang-orang yang menceritakan ini ingin didengar oleh orang lain agar bisa merasa sedikit tenang. Jika sudah seperti ini, penulis biasanya memosisikan diri untuk pasif, walau kadang tak sengaja mengeluarkan kata-kata nasihat yang sebenarnya tak diminta.</p>
<p>Yang bisa penulis lakukan adalah berusaha menunjukkan sikap empati dan berusaha meyakinkan bahwa mereka tidak sendirian. Mungkin hanya itu bantuan yang bisa penulis berikan kepada mereka.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Manusia memiliki dua telinga dan satu mulut. Secara filosofi, penulis menganggap kita harus lebih banyak mendengar daripada berbicara. Penulis sendiri masih berusaha untuk seperti itu.</p>
<p>Apalagi, pada dasarnya penulis adalah orang yang pendiam dan cenderung memendam segala sesuatunya sendiri. Iya, itu tidak baik. Penulis juga sedang berusaha untuk lebih terbuka dengan orang lain.</p>
<p>Mendengarkan cerita tidak harus selalu dari yang lebih tua. Dari yang lebih muda pun terkadang kita akan mendapatkan sesuatu. Penulis sudah sering mendengar cerita-cerita yang bermacam-macam dari mereka yang lebih muda ini.</p>
<p>Dengan mendengarkan cerita dan pengalaman dari orang lain, kita akan mendapatkan pelajaran yang mungkin tidak akan pernah kita alami sendiri. Oleh karena itu, penulis sangat suka mendengarkan orang lain mengisahkan perjalanan hidupnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 20 Juli 2019, terinspirasi setelah mendengar banyak cerita dari orang lain</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@krewellah87">Andrea Tummons</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/belajar-dari-pengalaman-orang-lain/">Belajar dari Pengalaman Orang Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
