<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penghargaan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/penghargaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/penghargaan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:31:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>penghargaan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/penghargaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gen X SWI Awards</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/gen-x-swi-awards/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/gen-x-swi-awards/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2018 14:08:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[Gen X SWI Awards]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kekeluargaan]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[survei]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=984</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berawal dari ide iseng untuk mengadakan survei kecil-kecilan tentang anggota Karang Taruna, jadilah sebuah ajang penghargaan bernama Gen X SWI Awards. Mungkin hanya Karang Taruna yang pernah saya pimpin yang pernah memiliki acara seheboh itu (dasar sombong!). Survei apakah yang dilakukan oleh kami? Sederhana saja, kami memilih anggota-anggota yang paling di antara yang lain. Secara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/gen-x-swi-awards/">Gen X SWI Awards</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berawal dari ide iseng untuk mengadakan survei kecil-kecilan tentang anggota Karang Taruna, jadilah sebuah ajang penghargaan bernama Gen X SWI Awards. Mungkin hanya Karang Taruna yang pernah saya pimpin yang pernah memiliki acara seheboh itu (dasar sombong!).</p>
<p>Survei apakah yang dilakukan oleh kami? Sederhana saja, kami memilih anggota-anggota yang <em><strong>paling</strong></em> di antara yang lain. Secara keseluruhan, terdapat 25+1 kategori yang diperebutkan. Masing-masing kategori memiliki empat nominator yang dipilih berdasarkan suara terbanyak.</p>
<p>Kategori beserta pemenang dari survei tersebut adalah:</p>
<table style="height: 986px;" width="748">
<tbody>
<tr>
<td width="514">1. Siapa anggota Karang Taruna yang paling diidolakan?</td>
<td width="86">Fanandi</td>
</tr>
<tr>
<td>2. Siapa anggota Karang Taruna yang paling tampan?</td>
<td>Azka</td>
</tr>
<tr>
<td>3. Siapa anggota Karang Taruna yang paling cantik?</td>
<td>Ayu</td>
</tr>
<tr>
<td>4. Siapa anggota Karang Taruna yang paling pemarah/sensitif?</td>
<td>Ekky</td>
</tr>
<tr>
<td>5. Siapa anggota Karang Taruna yang paling sabar?</td>
<td>Akbar</td>
</tr>
<tr>
<td>6. Siapa anggota Karang Taruna yang paling nyebelin/suka bikin kesel?</td>
<td>Hansen</td>
</tr>
<tr>
<td>7. Siapa anggota Karang Taruna yang paling cerewet/bawel?</td>
<td>Enjel</td>
</tr>
<tr>
<td>8. Siapa anggota Karang Taruna yang paling pendiam?</td>
<td>Ecca</td>
</tr>
<tr>
<td>9. Siapa anggota Karang Taruna yang paling rajin/hobi datang duluan?</td>
<td>Rael</td>
</tr>
<tr>
<td>10. Siapa anggota Karang Taruna yang paling hobi telat?</td>
<td>Daffa</td>
</tr>
<tr>
<td>11. Siapa anggota Karang Taruna yang paling supel/bersahabat?</td>
<td>Ekky</td>
</tr>
<tr>
<td>12. Siapa anggota Karang Taruna yang paling sombong?</td>
<td>Ekky</td>
</tr>
<tr>
<td>13. Siapa anggota Karang Taruna yang paling dikangenin kalo enggak ada?</td>
<td>Fanandi</td>
</tr>
<tr>
<td>14. Siapa anggota Karang Taruna yang paling perhatian?</td>
<td>Fanandi</td>
</tr>
<tr>
<td>15. Siapa anggota Karang Taruna yang paling lucu/humoris?</td>
<td>Daffa</td>
</tr>
<tr>
<td>16. Siapa anggota Karang Taruna yang paling sering dibully?</td>
<td>Ekky</td>
</tr>
<tr>
<td>17. Siapa anggota Karang Taruna yang paling sering membully?</td>
<td>Hansen</td>
</tr>
<tr>
<td>18. Siapa anggota Karang Taruna yang paling suka makan/perut karet?</td>
<td>Daffa</td>
</tr>
<tr>
<td>19. Siapa anggota Karang Taruna yang paling sering PHP/labil?</td>
<td>Nia</td>
</tr>
<tr>
<td>20. Siapa anggota Karang Taruna yang paling suka nraktir?</td>
<td>Irham</td>
</tr>
<tr>
<td>21. Siapa anggota Karang Taruna yang paling sering gak jelas/geje?</td>
<td>Daffa</td>
</tr>
<tr>
<td>22. Siapa anggota Karang Taruna yang paling kakakable/cocok jadi kakakmu?</td>
<td>Hersandi</td>
</tr>
<tr>
<td>23. Siapa anggota Karang Taruna yang paling adikable/cocok jadi adikmu?</td>
<td>Nabilla</td>
</tr>
<tr>
<td>24. Siapa pasangan kakak-adik di Karang Taruna yang paling akur?</td>
<td>Paskah-Rael</td>
</tr>
<tr>
<td>25. Siapa pasangan kakak-adik di Karang Taruna yang paling sering berantem?</td>
<td>Daffa-Nabilla</td>
</tr>
<tr>
<td>Terakhir, siapa anggota Karang Taruna yang paling pantas menjadi ketua selanjutnya?</td>
<td>Ekky</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Jauh berbeda bukan dengan ajang penghargaan lain? Terdapat 26 responden yang telah menggunakan hak suaranya dalam memilih siapa-siapa yang paling cocok dengan kategori tersebut.</p>
<p>Agar lebih terlihat nuansa <em>awards</em>-nya, maka penulis juga membuatkan semacam video nominasi, mirip dengan acara penghargaan yang ada di televisi. Hitung-hitung melakukan hobi <em>editing</em> video. Acara juga dimeriahkan dengan acara bakar-bakar dan permainan.</p>
<p>Lantas, apa esensi dari acara ini? Pertama, ajang ini bisa dijadikan sebagai ajang pembuktian seberapa jauh anggota saling mengenal satu sama lain. Anggota yang jarang ikut kumpul biasanya bingung memilih.</p>
<p>Kedua, sebagai acara <em>having fun </em>saja. Tentu menyenangkan melihat orang-orang yang terpilih maju ke depan sembari memberikan pidato singkat atas kemenangan yang telah mereka raih.</p>
<p>Harapan dari diadakannya acara ini tentu meningkatkan rasa kekeluargaan antar anggota. Sayangnya, di akhir acara, terdapat sedikit insiden yang menodai acara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 11 Juli 2018, terinspirasi dari kegiatan Gen X SWI Awards yang diadakan pada tanggal 28 April 2018</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/gen-x-swi-awards/">Gen X SWI Awards</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/gen-x-swi-awards/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apresiasi Salah Tempat</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/apresiasi-salah-tempat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/apresiasi-salah-tempat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2018 13:35:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[anak muda]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[tiktok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=942</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain di lingkungan penulis, mungkin aplikasi tiktok dan para penggunanya tengah hangat menjadi bahan pembicaraan. Ya, walaupun kebanyakan bernada negatif sih. Sebagai seorang pemerhati perkembangan remaja di Indonesia, penulis merasa butuh untuk mengetahui apa yang sebenarnya tengah terjadi dan apakah memang seburuk seperti yang dikatakan oleh orang-orang. Apa Itu Tiktok? Dimulai dari aplikasinya sendiri, penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/apresiasi-salah-tempat/">Apresiasi Salah Tempat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selain di lingkungan penulis, mungkin aplikasi tiktok dan para penggunanya tengah hangat menjadi bahan pembicaraan. Ya, walaupun kebanyakan bernada negatif sih.</p>
<p>Sebagai seorang pemerhati perkembangan remaja di Indonesia, penulis merasa butuh untuk mengetahui apa yang sebenarnya tengah terjadi dan apakah memang seburuk seperti yang dikatakan oleh orang-orang.</p>
<p><strong>Apa Itu Tiktok?</strong></p>
<p>Dimulai dari aplikasinya sendiri, penulis secara kasar beranggapan bahwa aplikasi ini merupakan aplikasi <em>lypsinc </em>yang oleh penggunanya dimodifikasi sedemikian rupa, termasuk memberikan efek transisi yang berputar-putar, agar lebih terlihat menarik. Mirip dengan Musical.ly mungkin.</p>
<p>Agar adil, penulis berusaha mencari informasi dari sudut pandang yang berbeda. Untunglah, bang David dari channel Youtube <em>Gadgetin </em>dengan baik hati mau memberikan <em>review </em>tentang aplikasi yang bisa dicari di Play Store dengan kata kunci &#8220;aplikasi goblok&#8221;, sehingga penulis tidak perlu mengunduh aplikasi ini di gawai penulis.</p>
<p><iframe src="https://www.youtube.com/embed/_kpANyCcHdw" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Dari bang David, penulis baru memahami bahwa sebenearnya aplikasi ini secara fungsi sama dengan Instagram maupun Youtube, yakni sebagai media hiburan. Kita bisa melihat berbagai macam video yang diposting oleh pengguna Tiktok lainnya.</p>
<p>Yang jadi masalah ternyata bukan aplikasinya, melainkan penggunanya. Banyak konten-konten yang tidak pantas untuk disebar di dunia maya membuat aplikasi ini tampak murahan.</p>
<p><strong>Terkenal Berkat Aplikasi</strong></p>
<p>Di antara banyak pengguna tersebut, muncullah orang-orang yang tiba-tiba terkenal dan memiliki basis penggemar yang lumayan fanatik. Penulis tidak akan menyebutkan namanya, toh pasti pembaca sudah mengetahui siapa-siapa yang dimaksud.</p>
<p>Yang lebih bikin geleng kepala lagi, para <em>tiktoker </em>ini bisa mengadakan <em>meet and greet </em>berbayar dan diikuti oleh banyak orang. Bahkan dari beberapa yang penulis baca, artis tiktok ini sampai meninggalkan fansnya karena dianggap ricuh.</p>
<p>Tentu banyak orang-orang yang merasa bahwa ini tidak benar. Ia tidak punya karya yang orisinil, ia berkarya tanpa mengeluarkan modal. Penggemarnya membela, berkata bahwa apa yang pujaan mereka lakukan merupakan bentuk kreativitas. Harusnya sebagai sesama anak bangsa kita bisa mengapresiasi hal tersebut.</p>
<p>Nah, di situlah penulis merasa sedih.</p>
<p><strong>Apresiasi Salah Tempat</strong></p>
<p>Sebenarnya lucu ketika ada pendapat seperti itu. Memang benar bahwa kita harus menghargai kerja keras orang lain. Toh pengguna tiktok dan aplikasi sejenis juga pasti melakukan berbagai latihan agar bisa menghasilkan karya seperti itu.</p>
<p>Masalahnya, kenapa apresiasi tersebut tidak pernah kita berikan kepada orang-orang yang karyanya lebih butuh mendapatkan perhatian karena mereka mencurahkan segara daya dan ciptanya dalam menghasilkan karya?</p>
<p>Coba, seberapa besar apresiasi yang pernah kita berikan untuk komikus? Seberapa tahu kita siapa saja komikus di Indonesia? Padahal harga komik mereka lebih murah dari harga tiket <em>meet and greet </em>yang hanya mendapatkan salaman dan <em>selfie </em>bersama (mungkin).</p>
<div id="attachment_943" style="width: 543px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-943" class="size-full wp-image-943" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/bm-bm-fix1.jpg" alt="" width="533" height="800" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/bm-bm-fix1.jpg 533w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/bm-bm-fix1-200x300.jpg 200w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/bm-bm-fix1-170x255.jpg 170w" sizes="(max-width: 533px) 100vw, 533px" /><p id="caption-attachment-943" class="wp-caption-text">Komikus Indonesia (https://deasyelsara.wordpress.com/category/portfolio/page/2/)</p></div>
<p>Coba, seberapa besar apresiasi yang pernah kita berikan untuk musikus? <em>Playlist </em>penuh dengan lagu-lagu Barat yang kekinian, merasa lagu lokal kampungan dan tidak keren. Penulis belum pernah menemukan ada pengguna Tiktok menggunakan lagu Indonesia, walaupun ada orang India yang luar biasa kreatif dalam menciptakan video tiktok dengan menggunakan lagu India (catatan: orang India tersebut sama sekali tidak berusaha sok tampan!).</p>
<p>Coba, seberapa besar apresiasi yang pernah kita berikan untuk perfilman Indonesia? Jika ada film luar negeri yang jauh lebih mentereng, pasti kita lebih memilih film tersebut. Film lokal jarang sekali mendapat tempat sebesar film Barat.</p>
<p>Kita sama sekali tidak pernah memberi apresiasi kepada mereka, sekarang sok mau mengatakan bahwa kita harus mengapresiasi pengguna Titktok? Mikir!!!</p>
<p>Tulisan ini tidak untuk menyerang pihak-pihak tertentu, tulisan ini digunakan untuk dijadikan bahan renungan kita. Penulis sendiri pun menyadari bahwa terkadang pun penulis masih kurang dalam memberikan apresiasi kepada insan-insan kreatif di Indonesia.</p>
<p>Semoga dengan tulisan ini, kita dapat berbenah dalam memberikan penghargaan kepada industri kreatif di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 3 Juni 2018, terinspirasi setelah diberi tahu ada artis Tiktok yang bernama permen</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://gadgetren.com/2018/03/16/apa-itu-tik-tok-video-media-sosial/">https://gadgetren.com/2018/03/16/apa-itu-tik-tok-video-media-sosial/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/apresiasi-salah-tempat/">Apresiasi Salah Tempat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/apresiasi-salah-tempat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
