<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>peradaban Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/peradaban/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/peradaban/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Dec 2024 12:15:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>peradaban Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/peradaban/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Merenungi Manusia Primitif yang Masih Hidup di Era Modern</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/merenungi-manusia-primitif-yang-masih-hidup-di-era-modern/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/merenungi-manusia-primitif-yang-masih-hidup-di-era-modern/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Dec 2024 12:14:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban]]></category>
		<category><![CDATA[primitif]]></category>
		<category><![CDATA[suku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7969</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam tulisan &#8220;Manusia adalah Makhluk Paling Berbahaya di Dunia Ini&#8221;, Penulis sudah menjabarkan tentang bagaimana kita ini adalah ancaman paling nyata, baik bagi makhluk hidup lain maupun sesama manusia. Pada salah satu poin, Penulis juga menjelaskan bagaimana manusia tanpa segan menghabisi manusia lain dengan berbagai alasan, walau ketamakan jelas jadi salah satu faktor utamanya. Alhasil, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/merenungi-manusia-primitif-yang-masih-hidup-di-era-modern/">Merenungi Manusia Primitif yang Masih Hidup di Era Modern</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam tulisan <a href="https://whathefan.com/renungan/manusia-adalah-makhluk-paling-berbahaya-di-dunia-ini/">&#8220;Manusia adalah Makhluk Paling Berbahaya di Dunia Ini&#8221;</a>, Penulis sudah menjabarkan tentang bagaimana kita ini adalah ancaman paling nyata, baik bagi makhluk hidup lain maupun sesama manusia.</p>



<p>Pada salah satu poin, Penulis juga menjelaskan bagaimana manusia tanpa segan menghabisi manusia lain dengan berbagai alasan, walau ketamakan jelas jadi salah satu faktor utamanya. Alhasil, bangsa-bangsa yang kalah harus menepi demi keselamatannya.</p>



<p>Menariknya, mereka ini terus bisa mempertahankan peradabannya walau terisolasi dari dunia lain. Melalui kacamata kita, mereka terlihat sebagai bangsa primitif yang hidup di era modern yang serba canggih. Keberadaan mereka ini membuat Penulis jadi merenung.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/how-to-train-your-dragon-3-the-hidden-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/how-to-train-your-dragon-3-the-hidden-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/how-to-train-your-dragon-3-the-hidden-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/how-to-train-your-dragon-3-the-hidden-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/how-to-train-your-dragon-3-the-hidden-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Menonton How to Train Your Dragon: The Hidden World" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-how-to-train-your-dragon-the-hidden-world/">Setelah Menonton How to Train Your Dragon: The Hidden World</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Kehidupan &#8220;Manusia Primitif&#8221; Terputus dari Kehidupan Modern</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manusia-primitif-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8123" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manusia-primitif-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manusia-primitif-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manusia-primitif-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manusia-primitif-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Man in Hole (<a href="https://www.usatoday.com/videos/news/2022/08/30/indigenous-man-hole-last-his-tribe-dies-amazon/7935891001/">USA Today</a>)</figcaption></figure>



<p>Melalui video dokumenter yang sama dari artikel &#8220;Manusia adalah Makhluk Paling Berbahaya di Dunia Ini&#8221;, Penulis jadi menyadari bahwa di dalam hutan Amazon, <strong>masih ada banyak <em>native tribe </em>yang seolah mencerminkan kehidupan beribu-ribu tahun yang lalu</strong>.</p>



<p>Penulis juga menemukan fakta tentang <strong>Man in Hole</strong>. Singkat cerita, ia adalah orang terakhir dari salah satu suku yang menghuni hutan Amazon, setelah anggota sukunya yang lain telah tewas terbunuh akibat konflik agraria yang terjadi di Brazil.</p>



<p>Hidupnya yang nomaden seumur hidupnya terpaksa ia lakukan demi bertahan hidup. Ketika mengetahui fakta ini, Penulis jadi berempati dengannya dan tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jadi &#8220;orang terakhir&#8221; dari sukunya sebelum akhirnya ia juga meninggal.  </p>



<p>Keberadaan mereka, yang pernah (dan mungkin masih) terancam karena peradaban manusia yang lebih modern, terlihat seolah <em>timeline </em>mereka tidak pernah maju dan memutus kehidupan mereka dengan dunia luar. Teknologi yang mengubah peradaban manusia tak pernah menyentuh mereka.</p>



<p>Sebenarnya tak perlu jauh-jauh ke Brazil yang berada di belahan bumi lain. Di Indonesia pun, yang terdiri dari banyak sekali suku, masih banyak yang menjalani kehidupan primitif dan tinggal di dalam hutan, jauh dari peradaban modern.</p>



<p>Secara manusiawi, kita pasti merasa &#8220;kasihan&#8221; dengan kehidupan yang seperti itu. Namun, pantaskan mereka dikasihani? Atau justru sebenarnya kita yang patut dikasihani?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Kita Lebih Bahagia dari Manusia Primitif?</h2>



<div class="wp-block-cover"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><img decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8124" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manusia-primitif-2-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manusia-primitif-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manusia-primitif-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manusia-primitif-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manusia-primitif-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Mungkin Mereka Lebih Bahagia dari Kita (<a href="https://www.scientificamerican.com/article/this-amazonian-indigenous-group-has-lessons-in-sustainable-living-for-all-of-us/">Scientific American</a>)</p>
</div></div>



<p>Belum lama ini, Penulis juga membuat artikel berjudul <a href="https://whathefan.com/renungan/bagaimana-manusia-diperbudak-oleh-ciptaannya-sendiri/">&#8220;Bagaimana Manusia Diperbudak oleh Ciptaannya Sendiri&#8221;</a>. Teknologi dan berbagai ciptaan kita memang sangat membantu memajukan peradaban, tapi di sisi lain memiliki efek negatif karena mengakibatkan ketergantungan.</p>



<p>Kita akan kesulitan hidup tanpa <em>smartphone</em>, internet, listrik, dan lain sebagainya. Mati listrik beberapa jam saja sudah menderita setengah mati, seolah tidak ada aktivitas <em>offline </em>yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu sembari menunggu listrik kembali nyala.</p>



<p>Nah, tentu &#8220;penderitaan&#8221; seperti ini tidak pernah dialami oleh manusia primitif. Mereka telah terbiasa hidup berpijak tanah dan beratapkan langit. Mereka tak pernah berjumpa dengan listrik, apalagi internet, dan hidup mereka bisa baik-baik saja dari generasi ke generasi.</p>



<p>Kita dalam peradaban modern kerap dibuat stres dengan berbagai tekanan, yang bisa berupa tuntutan pekerjaan, kewajiban mencari uang untuk melanjutkan hidup, <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/">tarikan pajak yang tak masuk akal dari pemerintah</a>, dan lain sebagainya.</p>



<p>Sekali lagi, tekanan seperti ini rasanya tidak dialami oleh manusia primitif. Mereka tidak mengenal adanya KPI, kalau lapar ya langsung berburu atau berkebun. Mereka tidak dibingungkan dengan tatanan dunia yang makin ke sini makin uangsentris.</p>



<p>Para manusia primitif tampaknya juga tak pernah memikirkan gengsi seperti manusia modern, yang kerap ditampilkan melalui gaya hidup mereka. Tanpa pakai baju pun, mereka tetap sehat-sehat saja, walau manusia terutama di barat juga semakin jarang menggunakan baju.</p>



<p>Dengan beberapa contoh tersebut, apakah kita masih bisa berpikir kalau kehidupan kita lebih baik dari kehidupan mereka?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Lantas, apakah renungan di atas membuat Penulis ingin hidup seperti manusia primitif? <strong>Tentu tidak</strong>. Penulis besar dengan kehidupan modern, sehingga penyesuaian untuk hidup seperti mereka akan menjadi penderitaan yang luar biasa.</p>



<p>Tulisan ini bertujuan untuk memberikan insight bahwa di kehidupan modern yang serba digital ini, masih ada kehidupan terbelakang di sudut-sudut dunia ini. Walaupun begitu, belum tentu kita lebih bahagia dibandingkan mereka. Bisa jadi, mereka jauh lebih bahagia dengan kehidupannya.</p>



<p>Penulis merasa bersyukur dengan kehidupan yang telah diberikan Tuhan kepada dirinya, walau terkadang masih ada perasaan iri kepada manusia primitif yang tampaknya bisa hidup lebih tenang dibandingkan kebanyakan manusia modern.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 1 Desember 2024, terinspirasi setelah menonton video dokumenter tentang hutan Amazon yang menjadi rumah bagi penduduk asli Amerika</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://apnews.com/article/brazil-indigenous-women-climate-rainforest-tribe-0fa79e0a604d5f96394352e5500b516c">AP News</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.npr.org/2022/08/30/1119939392/last-member-uncontacted-tribe-dies-brazil">&#8216;Man of the Hole,&#8217; the last member of his Amazon tribe, dies in Brazil : NPR</a></li>



<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=uFR0rpvyg9k">What&#8217;s Hidden Under the Trees of the Amazon Rainforest? &#8211; YouTube</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/merenungi-manusia-primitif-yang-masih-hidup-di-era-modern/">Merenungi Manusia Primitif yang Masih Hidup di Era Modern</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/merenungi-manusia-primitif-yang-masih-hidup-di-era-modern/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Genosida Ala Thanos</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/genosida-ala-thanos/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/genosida-ala-thanos/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 May 2018 15:54:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[Adolf Hitler]]></category>
		<category><![CDATA[alam semesta]]></category>
		<category><![CDATA[Avengers]]></category>
		<category><![CDATA[genosida]]></category>
		<category><![CDATA[Infinity Stones]]></category>
		<category><![CDATA[Infinity Wars]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[Thanos]]></category>
		<category><![CDATA[Thanosisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=786</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis masih belum bisa move on dari film Avengers: Infinity Wars, sehingga terkadang masih terngiang-ngiang di kepala. Salah satu yang masih mengganjal adalah paham yang dianut oleh Thanos, sebut saja Thanosisme. Thanos percaya, bahwa keseimbangan alam semesta hanya bisa terjadi apabila populasi masyarakat semesta berkurang setengahnya. Alasannya logis, sumber daya alam terbatas, sedangkan manusia (atau makhluk hidup [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/genosida-ala-thanos/">Genosida Ala Thanos</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis masih belum bisa <em>move on </em>dari film Avengers: Infinity Wars, sehingga terkadang masih terngiang-ngiang di kepala. Salah satu yang masih mengganjal adalah paham yang dianut oleh Thanos, sebut saja <em>Thanosisme</em>.</p>
<p>Thanos percaya, bahwa keseimbangan alam semesta hanya bisa terjadi apabila populasi masyarakat semesta berkurang setengahnya. Alasannya logis, sumber daya alam terbatas, sedangkan manusia (atau makhluk hidup lainnya, bahkan alien sekalipun) tidak pernah berhenti untuk berkembang biak, sehingga alam semesta pun tak lagi mampu untuk menampung mereka.</p>
<p>Misi yang terdengar idealis tetapi brutal ini membuatnya menjelajahi alam semesta (alam semesta yang diciptakan oleh Marvel) untuk mencari keenam Infinity Stones, sehingga ia dapat melaksanakan misinya hanya dengan sentikan jari. Bisa dimaklumi, karena butuh waktu, biaya dan tenaga yang banyak untuk mengunjungi planet satu per satu dan menghabisi setengah populasi mereka.</p>
<p><div id="attachment_787" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-787" class="size-large wp-image-787" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/infinity_stones.0-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/infinity_stones.0-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/infinity_stones.0-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/infinity_stones.0-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/infinity_stones.0-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/infinity_stones.0.jpg 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-787" class="wp-caption-text">Infinity Stones (https://www.polygon.com/2017/10/26/16536988/marvel-mcu-infinity-stones-thanos-avengers-movies)</p></div></p>
<p>Bahkan Thanos pun menyukai sesuatu yang instan, sama seperti generasi sekarang.</p>
<p>Jika Thanos suka dengan sejarah, mungkin ia terinspirasi oleh Adolf Hitler yang membunuh jutaan umat Yahudi di kamp konsentrasi, atau mungkin juga oleh Amerika Serikat yang hobi menghabisi jutaan umat muslim tak bersalah di Timur Tengah dengan alasan berburu terorisme.</p>
<p>Bedanya, Thanos tidak rasis. Ia tidak memilih siapa yang hidup siapa yang mati, semua acak, mau kaya, mau miskin, mau minoritas, mau mayoritas, semua dipukul sama rata.</p>
<p><strong>Menjaga Keseimbangan Bumi</strong></p>
<p>Benarkah Genosida ampuh untuk menjaga keseimbangan alam semesta? Yang jelas pembela HAM akan menentang keras perbuatan ini karena melanggar hak asasi paling dasar, yakni kehidupan. Hidup ini milik Sang Pencipta, manusia tidak boleh ikut campur di dalamnya.</p>
<p>Peradaban manusia telah berlangsung ribuan tahun, dan hanya sedikit sekali di antara tahun-tahun tersebut yang dilalui tanpa perang. Penulis lupa siapa yang telah melakukan penelitian, tapi ia menyebutkan bahwa dalam rentang waktu 3.000 tahun, hanya sekitar 300 tahun Bumi damai tanpa peperangan.</p>
<p><div id="attachment_789" style="width: 710px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-789" class="size-full wp-image-789" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/adolf-hitler-tvbt_20180323_133158.jpg" alt="" width="700" height="393" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/adolf-hitler-tvbt_20180323_133158.jpg 700w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/adolf-hitler-tvbt_20180323_133158-300x168.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/adolf-hitler-tvbt_20180323_133158-356x200.jpg 356w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><p id="caption-attachment-789" class="wp-caption-text">Adolf Hitler (http://www.tribunnews.com/internasional/2018/03/23/10-fakta-menarik-adolf-hitler-yang-jarang-diketahui-orang-nomor-5-tidak-menyukai-perokok)</p></div></p>
<p>Peperangan menjadi salah satu faktor yang dapat mengurangi populasi secara drastis. Faktor lainnya adalah bencana alam dan epidemi penyakit. Hal ini telah ditakdirkan, untuk menjaga keseimbangan di Bumi.</p>
<p>Oleh karena itu, jangan sampai terpengaruh oleh paham <em>Thanosisme. </em>Pasti banyak cara lainnya untuk melestarikan Bumi ini tanpa harus membunuh separuh populasi Bumi.</p>
<p>Mungkin Thanos tidak percaya dengan keberadaan Tuhan, sehingga ia memilih untuk berbuat sesuai dengan keyakinannya, yang jelas tidak disetujui oleh pihak-pihak lain, termasuk kita dan para Avengers.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 17 Mei 2018, terinspirasi setelah menonton Avengers: Infinity Wars lagi</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://www.vulture.com/2018/05/avengers-infinity-war-is-thanos-hot.html">httpshttp://www.vulture.com/2018/05/avengers-infinity-war-is-thanos-hot.html://io9.gizmodo.com/yes-thanos-is-hot-1825931804</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/genosida-ala-thanos/">Genosida Ala Thanos</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/genosida-ala-thanos/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Amerika Serikat dan Serangan-Serangannya ke Islam</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/amerika-serikat-dan-serangan-serangannya-ke-islam/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/amerika-serikat-dan-serangan-serangannya-ke-islam/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jan 2018 12:03:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[as]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[krisis]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[serikat]]></category>
		<category><![CDATA[superpower]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=173</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam buku berjudul Krisis Peradaban Islam tulisan Ali A. Allawi, disebutkan bahwa semenjak runtuhnya Uni Soviet dengan ideologi Sosialis-Komunismenya, Amerika Serikat berdiri sebagai satu-satunya negara superpower yang bertahan sekaligus pemenang perang dingin. Apakah semenjak itu dunia menjadi damai? Tidak. AS membutuhkan pihak lain untuk dijadikan sebagai public enemy masyarakat dunia agar mereka dapat tampil sebagai pahlawan, seperti sosok-sosok [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/amerika-serikat-dan-serangan-serangannya-ke-islam/">Amerika Serikat dan Serangan-Serangannya ke Islam</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam buku berjudul <strong>Krisis Peradaban Islam</strong> tulisan Ali A. Allawi, disebutkan bahwa semenjak runtuhnya Uni Soviet dengan ideologi Sosialis-Komunismenya, Amerika Serikat berdiri sebagai satu-satunya negara <em>superpower </em>yang bertahan sekaligus pemenang perang dingin. Apakah semenjak itu dunia menjadi damai?</p>
<p>Tidak.</p>
<p>AS membutuhkan pihak lain untuk dijadikan sebagai <em>public enemy</em> masyarakat dunia agar mereka dapat tampil sebagai pahlawan, seperti sosok-sosok yang muncul dalam komik Marvel maupun DC Comics. Apalah arti pahlawan tanpa penjahat? Lalu, siapakah pihak yang dianggap layak untuk dianggap sebagai penjahat?</p>
<p>Islam.</p>
<p>Dengan berbagai ideologi serta kebangkitannya setelah jatuhnya kerajaan Ottoman, Islam layak dianggap rival yang mampu menyaingi hegemoni AS. Penemuan sumber minyak di berbagai titik dapat menjadi modal untuk membangun kekuatan, dan ini tidak bisa dibiarkan oleh AS. Serangan mereka pun hanya berupa satu label: Teroris.</p>
<p>Dalam buku <strong>Demokrasi</strong> yang ditulis William Blum, hampir semua negara di Timur Tengah menjadi sasaran invasi AS. Sebut saja Irak, Afganistan hingga Suriah. Lucunya, alasan invasi pun hampir serupa: negara tersebut sarang teroris; negara tersebut menciptakan senjata pemusnah massal; negara tersebut memiliki senjata nuklir. Banyak dari tudingan-tudingan ini tidak terbukti hingga sekarang.</p>
<p>Lebih jauh, AS menganggap apa yang mereka lakukan adalah &#8220;kebaikan untuk masyrakat dunia&#8221;. Semua presiden AS mulai era 90an hingga yang terkini kompak untuk mengatakan hal yang serupa. Bahaya bukan apabila kita menganggap baik perbuatan buruk kita? Apapun alasannya, merusak kehidupan bangsa lain merupakan bentuk kejahatan, sebuah bentuk terorisme yang sesungguhnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 9 Januari 2018, setelah memberi makan Kipli</p>
<p>Sumber Foto: https://www.cnbc.com/2014/01/28/a-new-cold-war-in-the-middle-east.html</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/amerika-serikat-dan-serangan-serangannya-ke-islam/">Amerika Serikat dan Serangan-Serangannya ke Islam</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/amerika-serikat-dan-serangan-serangannya-ke-islam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ilmuwan Islam dan Pengurangan Perannya</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/ilmuwan-islam-dan-pengurangan-perannya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/ilmuwan-islam-dan-pengurangan-perannya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jan 2018 15:01:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[barat]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=146</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Sejarah adalah milik para pemenang&#8221; Saya lupa kutipan diatas bersumber dari siapa, tapi secara garis besar memiliki makna bahwa pemenang (dalam hal ini, perang) dapat membuat sejarah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Dewasa ini, mayoritas sejarah dibuat oleh peradaban Barat sebagai pemenang dalam menyebarkan hegemoni mereka. Oleh karena itu, jangan heran apabila hampir semua [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ilmuwan-islam-dan-pengurangan-perannya/">Ilmuwan Islam dan Pengurangan Perannya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;<em>Sejarah adalah milik para pemenang</em>&#8221;</p>
<p>Saya lupa kutipan diatas bersumber dari siapa, tapi secara garis besar memiliki makna bahwa pemenang (dalam hal ini, perang) dapat membuat sejarah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Dewasa ini, mayoritas sejarah dibuat oleh peradaban Barat sebagai pemenang dalam menyebarkan hegemoni mereka.</p>
<p>Oleh karena itu, jangan heran apabila hampir semua penemuan yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia ditemukan oleh ilmuwan-ilmuwan barat seperti Galileo Galilei dan Isaac Newton. Padahal, banyak literatur yang menyebutkan bahwa mereka mendapatkan berbagai sumber pengetahuan dari ilmuwan Islam, ketika barat masih berada pada masa kegelapan.</p>
<p>Berawal dari sebuah diskusi, saya menamatkan sebuah buku dalam 2 hari (tepatnya 5 jam) berjudul Lost Islamic History karya Firas Alkhateeb. Di dalam buku tersebut dijelaskan informasi mengenai betapa Islam menjadi pemimpin dalam segala bidang ilmu pengetahuan sebelum barat keluar dari era kegelapannya. Berbagai buku ditulis dan dijadikan acuan oleh cendekiawan barat, yang sayangnya banyak dihancurkan terutama oleh bangsa Mongol.</p>
<p>Masa keemasan Islam memang telah lewat beberapa abad yang lalu, namun jejaknya masih nampak hingga kini meskipun berusaha disamarkan oleh beberapa pihak. Sebagai umat Islam, mengetahui bahwa Islam pernah berdiri di puncak tertinggi ilmu pemgetahuan harus bisa menjadi motivasi agar tidak pernah lelah dalam mencari ilmu.</p>
<p>Umat Islam, terutama generasi muda, harus mengenal para ilmuwan Muslim selain ilmuwan barat yang ada di buku teks sekolah, sehingga pola pikir mereka tidak menganggap bahwa orang hebat hanya orang Barat. Banyak ilmuwan Islam yang sejatinya tidak kalah dari tokoh-tokoh yang digembar-gemborkan oleh pemenang perang tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 5 Januari 2018, setelah membaca buku Lost Islamic History kayprya Firas Alkhateeb</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://www.infobiografi.com/biografi-dan-profil-lengkap-al-khawarizmi-tokoh-penemu-aljabar/">http://www.infobiografi.com/biografi-dan-profil-lengkap-al-khawarizmi-tokoh-penemu-aljabar/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ilmuwan-islam-dan-pengurangan-perannya/">Ilmuwan Islam dan Pengurangan Perannya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/ilmuwan-islam-dan-pengurangan-perannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
