<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>perang diksi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/perang-diksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/perang-diksi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Nov 2018 13:20:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>perang diksi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/perang-diksi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perang Diksi Tanpa Makna</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/perang-diksi-tanpa-makna/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/perang-diksi-tanpa-makna/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2018 13:12:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[diksi]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[perang diksi]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1682</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengamati perkembangan politik akhir-akhir ini membuat penulis merasa kecewa. Kedua kubu pengusung calon presiden saling melempar isu tentang diksi-diksi kurang penting yang tidak memiliki subtansi sama sekali. Kata-kata apapun, jika bisa dimanfaatkan untuk menjatuhkan lawan, akan mereka goreng sedemikian rupa agar terekspos oleh media. Memotong sepenggal kalimat dari sebuah pidato bukan hal yang mengejutkan sekarang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/perang-diksi-tanpa-makna/">Perang Diksi Tanpa Makna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mengamati perkembangan politik akhir-akhir ini membuat penulis merasa kecewa. Kedua kubu pengusung calon presiden saling melempar isu tentang diksi-diksi kurang penting yang tidak memiliki subtansi sama sekali.</p>
<p>Kata-kata apapun, jika bisa dimanfaatkan untuk menjatuhkan lawan, akan mereka goreng sedemikian rupa agar terekspos oleh media. Memotong sepenggal kalimat dari sebuah pidato bukan hal yang mengejutkan sekarang ini.</p>
<p>Jarang sekali penulis menemukan sebuah perang konsep yang berusaha untuk menawarkan program-program yang ditawarkan apabila mereka terpilih. Jika pun ada, masyarakat yang terlihat di media sosial juga terlihat enggan menggubris.</p>
<p>Mungkin keengganan tersebut yang dilihat media sebagai pasar, sehingga yang mereka <em>expose </em>adalah hal-hal berbau bombastis yang digemari mayoritas masyarakat.</p>
<p>Mungkin keengganan tersebut yang membuat kedua kubu memilih untuk berperang diksi yang sebenarnya tidak terlalu penting. Mereka melakukan serangan apabila kubu lawan membuat pernyataan yang mempunyai celah untuk dicela.</p>
<p>Artinya, jika ditarik secara garis besar, kitalah yang berperan untuk menentukan mana yang akan disorot. Kita, sebagai rakyat, yang memiliki kuasa untuk mengubah hal ini.</p>
<div id="attachment_1683" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1683" class="wp-image-1683 size-large" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/rawpixel-780496-unsplash-1024x770.jpg" alt="" width="1024" height="770" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/rawpixel-780496-unsplash-1024x770.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/rawpixel-780496-unsplash-300x226.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/rawpixel-780496-unsplash-768x578.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/rawpixel-780496-unsplash-339x255.jpg 339w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/rawpixel-780496-unsplash.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1683" class="wp-caption-text">Photo by rawpixel on Unsplash</p></div>
<p>Caranya? Ya jangan gubris berita-berita minim konten yang tidak mendidik masyarakat untuk berpolitik secara sehat. Sebaliknya, kita sebarkan berita-berita tentang program-program yang ditawarkan oleh mereka, sehingga fokus mereka pun (mungkin) akan berubah,</p>
<p>Bukankah itu hal yang susah? Benar, bahkan hampir bisa dibilang mustahil. Mental masyarakat kita (atau bahkan masyarakat dunia?) sudah terpatri untuk menikmati <em>bad news</em> dibandingkan <em>good news</em>.</p>
<p>Akan tetapi, bukan berarti kita harus berdiam diri saja menyaksikan ini semua terjadi. Minimal, dimulai dari diri kita sendiri dan pengaruhi lingkungan sekitar kita. Ajak mereka untuk tidak mudah terpengaruh oleh berita media.</p>
<p>Anggap saja mereka yang masih berbuat hal-hal seperti itu sebagai bayangan di dinding. Ada gerakannya, tapi kita tidak bisa mendengar apa yang diucapkan karena mereka hanyalah sebuah bayangan.</p>
<p>Bayangan tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi suara. Tentu kita tidak ingin membuang waktu untuk berusaha mendengar bayangan bukan? Hal yang sama juga berlaku di dunia nyata, jangan buang waktu kita yang berharga untuk mendengar kalimat kosong.</p>
<p>Jika para elit politik benar-benar peduli terhadap rakyatnya, sudah seharusnya perang diksi tanpa makna ini diakhiri. Sudah saatnya masyarakat mendapatkan edukasi politik yang lebih mendidik daripada serangan kata-kata yang tak bermanfaat.</p>
<p>Sudah seharusnya kedua kubu menjabarkan program kerja mereka lima tahun ke depan apabila nanti terpilih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 18 November 2018, terinspirasi dari pengamatan politik melalui Twitter akhir-akhir ini</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/E0rsKheWqmk?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Jonathan Sharp</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/debate?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/perang-diksi-tanpa-makna/">Perang Diksi Tanpa Makna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/perang-diksi-tanpa-makna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
