<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>peringatan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/peringatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/peringatan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:30:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>peringatan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/peringatan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Yang Harus Dipersiapkan Menjelang Agustusan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Jun 2019 15:13:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[17-an]]></category>
		<category><![CDATA[acara]]></category>
		<category><![CDATA[Agustusan]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2459</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bulan Agustus memang masih satu bulan setengah lagi. Akan tetapi, Karang Taruna di rumah penulis sudah memulai persiapan peringatan kemerdekaan Indonesia alias 17-an. Ini termasuk cepat, mengingat biasanya persiapan dimulai bulan Juli. Beberapa hari lalu, ketua Karang Taruna yang baru menghubungi penulis via WhatsApp. Ia meminta saran tentang apa saja yang perlu dibahas ketika rapat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan/">Yang Harus Dipersiapkan Menjelang Agustusan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Agustus memang masih satu bulan setengah lagi. Akan tetapi, Karang Taruna di rumah penulis sudah memulai persiapan <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">peringatan kemerdekaan Indonesia</a> alias <strong>17-an</strong>. Ini termasuk cepat, mengingat biasanya persiapan dimulai bulan Juli.</p>
<p>Beberapa hari lalu, <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/tim-transisi-gen-x-swi/">ketua Karang Taruna yang baru</a> menghubungi penulis via WhatsApp. Ia meminta saran tentang apa saja yang perlu dibahas ketika rapat nanti. Maka, penulis pun memberikan beberapa poin kunci yang dibutuhkan.</p>
<p>Ketika dipikir-pikir lagi, kenapa poin-poin tersebut tidak dituangkan dalam bentuk tulisan saja? Siapa tahu bisa menjadi inspirasi Karang Taruna lain.</p>
<h3>Kepanitiaan</h3>
<p>Hal pertama yang harus dilakukan adalah tentu saja adalah <strong>pembentukan kepanitiaan </strong>yang akan bertanggung jawab sepanjang rangkaian acara berlangsung.</p>
<p>Kepanitiaan dibentuk setelah ketua terpilih, yang cara pemilihannya bisa bermacam-macam seperti musyawarah, pemungutan suara, bahkan penunjukkan langsung dari ketua Karang Taruna.</p>
<p>Setelah ketua panitia terpilih, maka ia sudah berhak untuk menentukan divisi-divisi apa saja yang dibutuhkan dan siapa yang akan mengisi pos tersebut. Lantas, pembagian tugas pun sudah bisa dilakukan, baik pra acara, ketika acara, hingga pasca acara.</p>
<h3>Dana</h3>
<p>Kepanitiaan terbentuk, maka hal selanjutnya yang perlu dibahas adalah masalah pendanaan. Acara sebagus apapun kalau tidak ada dananya akan menjadi percuma.</p>
<p>Kalau di tempat penulis, dana diperoleh dari dua sumber, yakni <strong>iuran warga </strong>dan <strong>sumbangan warga</strong>. Panitia biasanya keliling ke warga yang mampu secara finansial untuk memberikan dana lebih karena mengandalkan iuran warga saja tidak cukup.</p>
<p>Di sini, kemampuan anggota akan diasah agar bisa bicara kepada masyarakat dan mempresentasikan rencana kegiatan mereka. Jika mampu tampil secara meyakinkan, bukan tidak mungkin jumlah dana sumbangan bisa berjumlah besar.</p>
<p>Tentu masih ada cara-cara lain seperti minta sponsor ke perusahaan tertentu. Akan tetapi, untuk acara setingkat RW nampaknya hal tersebut susah terealisasikan.</p>
<h3>Susuanan Acara</h3>
<p>Pada bagian inilah yang paling membutuhkan rapat: menentukan acara apa saja yang akan dilakukan. Pengalaman penulis selama bertahun-tahun menjadi panitia, setidaknya ada tiga acara utama yang biasanya ada dalam rangkaian acara Agustusan.</p>
<div id="attachment_2463" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2463" class="size-large wp-image-2463" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2463" class="wp-caption-text">Lomba Agustusan</p></div>
<p>Yang pertama adalah <strong>lomba-lomba</strong>. Kalau penulis, cenderung mencoba untuk memilih lomba-lomba yang <em>anti mainstream</em>. Penulis akan mencari referensi dari mana-mana, termasuk dari <em>reality show </em>asal Korea Selatan, <em>Runningman</em>.</p>
<p>Lomba dibagi ke dalam beberapa kaetogori seperti anak-anak, remaja, dan bapak-ibu. Waktu pelaksanaan lomba biasanya sore hari tiap akhir pekan dan dimulai pada awal Agustus.</p>
<p>Tentu persiapan yang dilakukan tidak sedikit, mulai dari membeli peralatan, mengumpulkan peserta, hingga mengawasi pelaksanaan lomba hingga ditemukan pemenang lombanya.</p>
<div id="attachment_2461" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2461" class="size-large wp-image-2461" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2461" class="wp-caption-text">Jalan Sehat</p></div>
<p>Setelah lomba, biasanya hari Minggu terakhir sebelum tanggal 17, ada kegiatan <strong>jalan sehat </strong>yang biasanya diiringi dengan <strong>pembagian <em>doorprize</em> </strong>dan <strong>bazaar</strong>.</p>
<p>Panitia harus membuat rute (yang biasanya tiap tahun ya itu-itu saja) jalan sehat, menyiapkan hadiah <em>doorprize</em>, dan menyiapkan stan untuk bazaar. Biasanya, lomba untuk bapak ibu juga dilaksanakan pada hari ini.</p>
<div id="attachment_2462" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2462" class="size-large wp-image-2462" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-3-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-3-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-3-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-3-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2462" class="wp-caption-text">Malam Tasyakuran</p></div>
<p>Rangkaian acara Agustusan ditutup dengan <strong>malam tasyakuran </strong>yang diadakan pada malam 16 Agustus. Inilah acara puncak di mana semua warga berkumpul untuk mengkhidmati makna kemerdekaan bersama-sama.</p>
<p>Secara garis besar, acara ini berisi pementasan yang dipersembahkan oleh remaja Karang Taruna, anak-anak, hingga bapak ibu yang kerap menyumbangkan suara emas mereka. Jangan lupa, pembagian hadiah juga dilakukan pada acara ini.</p>
<p>Panitia akan bekerja keras sebelum hari-H, mulai dari menyiapkan panggung, <em>sound system</em>, mengontak pengiring musik, hingga masalah konsumsi. Setiap tahun, tema yang diusung panitia biasanya berbeda-beda.</p>
<p>Dengan ditutupnya rangkaian acara pada malam tasyakuran ini, maka tersisa satu tugas terakhir untuk panitia.</p>
<h3>Laporan Pertanggungjawaban dan Pembubaran Panitia</h3>
<p>Setelah semua acara telah selesai dilaksanakan, panitia harus menyusun laporan pertanggungjawaban. Hal yang paling penting adalah <strong>laporan keuangan </strong>yang akan diedarkan ke warga satu per satu.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras panitia, biasanya akan ada acara semacam pembubaran panitia. Seringnya, pergi ke pantai yang ada di Malang Selatan. Yang penting bukan destinasinya, melainkan kebersamaannya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Jika diingat-ingat ke belakang, penulis sudah aktif menjadi panitia Agustusan sejak SMA. Setelah itu, penulis sempat menjadi ketua panitia juga pada tahun 2014 dan menjadi penasihat pada tahun 2016.</p>
<p>Tahun 2017, penulis menjabat sebagai ketua Karang Taruna yang tugasnya mengawasi kinerja panitia dan tentu memberikan masukan-masukan.</p>
<p>Sejak tahun 2018 kemarin, penulis sudah tidak bisa berkonstribusi secara langsung karena harus merantau ke ibukota demi menempa diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kata lainnya, mencari uang.</p>
<p>Walaupun terpisah jarak ratusan kilometer, penulis tetap berusaha ikut serta dengan pengalaman-pengalaman yang dimiliki. Penulis berusaha menyalurkan semua yang bisa penulis lakukan dari jarak jauh. Seperti tulisan ini contohnya.</p>
<p>Penulis yakin, dengan atau tanpa kehadiran penulis di sana, rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun Republik Indonesia pada bulan Agustus nanti akan berlangsung dengan sukses dan meriah. <strong>MERDEKA!</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 16 Juni 2019, terinspirasi dari diskusi dengan ketua Karang Taruna yang baru</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan/">Yang Harus Dipersiapkan Menjelang Agustusan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menghayati Kemerdekaan Melalui Karang Taruna</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2018 09:56:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[jalan sehat]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[malam tasyakuran]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1179</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gara-gara sibuk dengan berbagai tugas sebagai sukarelawan dalam hajatan Asian Games, tulisan ini harus mundur sampai hari ini, empat hari setelah hari kemerdekaan kita. Tak apalah, bukankah ada yang mengatakan terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali? Karang Taruna Sumber Wuni Indah (bernama Gen X SWI) yang pernah penulis pimpin terbentuk setelah adanya rangkaian kegiatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">Menghayati Kemerdekaan Melalui Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Gara-gara sibuk dengan berbagai tugas sebagai sukarelawan dalam hajatan Asian Games, tulisan ini harus mundur sampai hari ini, empat hari setelah hari kemerdekaan kita. Tak apalah, bukankah ada yang mengatakan terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali?</p>
<p>Karang Taruna Sumber Wuni Indah (bernama Gen X SWI) yang pernah penulis pimpin terbentuk setelah adanya rangkaian kegiatan dalam memperingati kemerdekaan republik kita tercinta pada tahun 2016. Di tempat penulis, secara garis besar terdiri dari tiga bagian besar: Lomba, Jalan Sehat, Malam Tasyakuran.</p>
<p><strong>Lomba Anti Mainstream</strong></p>
<p>Penulis pernah menjadi ketua panitia pada tahun 2014, setelah bertahun-tahun vakum karena bersamaan dengan bulan puasa Ramadhan. Pada tahun tersebut, penulis mengusulkan ide untuk menggabungkan lomba-lomba tradisional menjadi satu perlombaan marathon, seperti makan kerupuk, memasukkan pensil ke dalam botol hingga balap karung.</p>
<p>Tidak berpartisipasi pada tahun 2015 karena sedang magang di Tangerang, penulis mengusulkan ide lomba pindah kelereng yang anti <em>mainstream </em>pada tahun 2016. Terinspirasi dari acara Runningman, peserta akan memilih angka secara acak peralatan yang akan digunakan untuk memindahkan kelereng.</p>
<p>Mulai dari sumpit sampai sendok sup, hampir semua jenis peralatan dapur kami gunakan. Lomba ini dipersulit dengan peserta yang harus berpasangan dan saling membelakangi sambil mengapit sebuah balon.</p>
<div id="attachment_1180" style="width: 778px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1180" class="size-large wp-image-1180" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_1633-768x1024.jpg" alt="" width="768" height="1024" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_1633-768x1024.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_1633-225x300.jpg 225w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_1633-191x255.jpg 191w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG_1633.jpg 960w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><p id="caption-attachment-1180" class="wp-caption-text">Lomba Anti Mainstream</p></div>
<p>Di tahun berikutnya (2017), tidak terlalu banyak lomba yang anti <em>mainstream</em>. Mungkin hanya sandal <em>couple </em>(di mana peserta harus menemukan pasangan sandal) dan pindah pulau (di mana peserta yang terdiri dari tiga orang harus berpindah menggunakan potongan kardus) yang sedikit unik.</p>
<p>Pada tahun ini, penulis harus berada di Jakarta karena adanya tugas negara yang harus diselesaikan. Yang penulis dengar, ada lomba balap karung menggunakan helm yang terinspirasi dari Youtube.</p>
<p><strong>Jalan Sehat dan Bazaar</strong></p>
<p>Pertama kali diadakan pada tahun 2017, setelah bertahun-tahun tak pernah diadakan lagi karena berbagai alasan. Rutenya tidak terlalu jauh, mengingat banyak warga yang telah berusia sepuh.</p>
<p>Acara jalan sehat dilengkapi dengan bazaar dan pembagian <em>doorprize</em>. Tak lupa beberapa lomba untuk bapak dan ibu, yang tentunya tidak aneh-aneh.</p>
<p>Tahun ini, lagi-lagi dari yang penulis dengar, acara jalan sehat dan <em>bazaar</em> tetap berlangsung dan berjalan dengan lancar.</p>
<p><strong>Malam Tasyakuran</strong></p>
<p>Inilah puncak acara dari berbagai rangkaian kegiatan selama bulan Agustus. Para remaja selalu berusaha menyuguhkan sesuatu yang berbeda-beda, sesuai dengan tema yang diangkat.</p>
<p>Pada tahun 2014 ketika penulis menjadi ketua pelaksana, kami melakukan pembacaan puisi secara bergantian. Intinya, mengajak seluruh penonton untuk merefleksikan kemerdekaan.</p>
<p>Di tahun 2015, dari yang penulis dengar, remaja menampilkan semacam drama. Begitu pula pada tahun 2016, yang diketuai oleh Ekky, di mana para remaja tampil dengan adegan penjajahan tentara Jepang kepada bangsa Indonesia. Drama ini menggunakan rekaman anak teater SMP Negeri 1 Singosari.</p>
<div id="attachment_1181" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1181" class="size-large wp-image-1181" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/Penampilan-Drama.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1181" class="wp-caption-text">Penampilan Drama</p></div>
<p>Pada tahun 2017 ketika kepanitian dipimpin oleh Shanti, para remaja menampilkan drama anak-anak dan refleksi mengenai perbedaan generasi Indonesia melawan generasi kekinian. Inti dari penampilan remaja tersebut adalah mengajak para remaja untuk menjadi generasi yang mencintai budaya bangsa sendiri.</p>
<p>Tahun ini, ketika adik saya menjadi ketua panitia, drama yang ditampilkan adalah petualangan seorang kakak-adik yang menjelajah keliling Indonesia untuk mengetahui kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia. Sayang, penulis tidak bisa menyaksikan penampilan tersebut.</p>
<p>Yang sama dari semua acara tersebut adalah ketika di akhir acara, warga secara bergantian dan bersama-sama bersenandung dengan riang gembira. Semua larut dalam kebahagiaan, sesuatu yang diharapkan oleh pendiri bangsa ini.</p>
<p><strong>Menghayati Kemerdekaan Melalui Karang Taruna</strong></p>
<p>Di sinilah pentingnya ikut Karang Taruna di lingkungan masing-masing. Kita bisa belajar untuk saling bahu-membahu dalam mempersiapkan acara, mulai dari yang paling remeh hingga yang membuat pusing kepala.</p>
<p>Kita hanya mempersiapkan acara, tidak perlu ikut serta berperang dan menumpahkan darah melawan penjajah. Kita hanya mengeluarkan peluh, tidak perlu mengorbankan nyawa.</p>
<p>Menyambut bulan kemerdekaan dengan suka cita, penulis yakini diharapkan oleh para pendiri bangsa ini. Mereka ingin masyarakat Indonesia merdeka dan bahagia dengan kemerdekaan tersebut.</p>
<p>Membuat peringatan dengan berbagai acara hanyalah satu tindakan kecil untuk menghargai jasa para pahlawan kita.</p>
<p>Karang Taruna, sebagai wadah berkumpulnya para remaja, penulis yakini sebagai tempat yang tepat untuk menghayati kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Grand Metropolitan Mal, Bekasi, 21 Agustus 2018, terinspirasi dari pengalaman penulis mengadakan acara peringatan kemerdekaan setiap tahunnya.</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">Menghayati Kemerdekaan Melalui Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
