Connect with us

Karang Taruna

Menghayati Kemerdekaan Melalui Karang Taruna

Published

on

Gara-gara sibuk dengan berbagai tugas sebagai sukarelawan dalam hajatan Asian Games, tulisan ini harus mundur sampai hari ini, empat hari setelah hari kemerdekaan kita. Tak apalah, bukankah ada yang mengatakan terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali?

Karang Taruna Sumber Wuni Indah (bernama Gen X SWI) yang pernah penulis pimpin terbentuk setelah adanya rangkaian kegiatan dalam memperingati kemerdekaan republik kita tercinta pada tahun 2016. Di tempat penulis, secara garis besar terdiri dari tiga bagian besar: Lomba, Jalan Sehat, Malam Tasyakuran.

Lomba Anti Mainstream

Penulis pernah menjadi ketua panitia pada tahun 2014, setelah bertahun-tahun vakum karena bersamaan dengan bulan puasa Ramadhan. Pada tahun tersebut, penulis mengusulkan ide untuk menggabungkan lomba-lomba tradisional menjadi satu perlombaan marathon, seperti makan kerupuk, memasukkan pensil ke dalam botol hingga balap karung.

Tidak berpartisipasi pada tahun 2015 karena sedang magang di Tangerang, penulis mengusulkan ide lomba pindah kelereng yang anti mainstream pada tahun 2016. Terinspirasi dari acara Runningman, peserta akan memilih angka secara acak peralatan yang akan digunakan untuk memindahkan kelereng.

Mulai dari sumpit sampai sendok sup, hampir semua jenis peralatan dapur kami gunakan. Lomba ini dipersulit dengan peserta yang harus berpasangan dan saling membelakangi sambil mengapit sebuah balon.

Lomba Anti Mainstream

Di tahun berikutnya (2017), tidak terlalu banyak lomba yang anti mainstream. Mungkin hanya sandal couple (di mana peserta harus menemukan pasangan sandal) dan pindah pulau (di mana peserta yang terdiri dari tiga orang harus berpindah menggunakan potongan kardus) yang sedikit unik.

Pada tahun ini, penulis harus berada di Jakarta karena adanya tugas negara yang harus diselesaikan. Yang penulis dengar, ada lomba balap karung menggunakan helm yang terinspirasi dari Youtube.

Jalan Sehat dan Bazaar

Pertama kali diadakan pada tahun 2017, setelah bertahun-tahun tak pernah diadakan lagi karena berbagai alasan. Rutenya tidak terlalu jauh, mengingat banyak warga yang telah berusia sepuh.

Acara jalan sehat dilengkapi dengan bazaar dan pembagian doorprize. Tak lupa beberapa lomba untuk bapak dan ibu, yang tentunya tidak aneh-aneh.

Tahun ini, lagi-lagi dari yang penulis dengar, acara jalan sehat dan bazaar tetap berlangsung dan berjalan dengan lancar.

Malam Tasyakuran

Inilah puncak acara dari berbagai rangkaian kegiatan selama bulan Agustus. Para remaja selalu berusaha menyuguhkan sesuatu yang berbeda-beda, sesuai dengan tema yang diangkat.

Pada tahun 2014 ketika penulis menjadi ketua pelaksana, kami melakukan pembacaan puisi secara bergantian. Intinya, mengajak seluruh penonton untuk merefleksikan kemerdekaan.

Di tahun 2015, dari yang penulis dengar, remaja menampilkan semacam drama. Begitu pula pada tahun 2016, yang diketuai oleh Ekky, di mana para remaja tampil dengan adegan penjajahan tentara Jepang kepada bangsa Indonesia. Drama ini menggunakan rekaman anak teater SMP Negeri 1 Singosari.

Penampilan Drama

Pada tahun 2017 ketika kepanitian dipimpin oleh Shanti, para remaja menampilkan drama anak-anak dan refleksi mengenai perbedaan generasi Indonesia melawan generasi kekinian. Inti dari penampilan remaja tersebut adalah mengajak para remaja untuk menjadi generasi yang mencintai budaya bangsa sendiri.

Tahun ini, ketika adik saya menjadi ketua panitia, drama yang ditampilkan adalah petualangan seorang kakak-adik yang menjelajah keliling Indonesia untuk mengetahui kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia. Sayang, penulis tidak bisa menyaksikan penampilan tersebut.

Yang sama dari semua acara tersebut adalah ketika di akhir acara, warga secara bergantian dan bersama-sama bersenandung dengan riang gembira. Semua larut dalam kebahagiaan, sesuatu yang diharapkan oleh pendiri bangsa ini.

Menghayati Kemerdekaan Melalui Karang Taruna

Di sinilah pentingnya ikut Karang Taruna di lingkungan masing-masing. Kita bisa belajar untuk saling bahu-membahu dalam mempersiapkan acara, mulai dari yang paling remeh hingga yang membuat pusing kepala.

Kita hanya mempersiapkan acara, tidak perlu ikut serta berperang dan menumpahkan darah melawan penjajah. Kita hanya mengeluarkan peluh, tidak perlu mengorbankan nyawa.

Menyambut bulan kemerdekaan dengan suka cita, penulis yakini diharapkan oleh para pendiri bangsa ini. Mereka ingin masyarakat Indonesia merdeka dan bahagia dengan kemerdekaan tersebut.

Membuat peringatan dengan berbagai acara hanyalah satu tindakan kecil untuk menghargai jasa para pahlawan kita.

Karang Taruna, sebagai wadah berkumpulnya para remaja, penulis yakini sebagai tempat yang tepat untuk menghayati kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan.

 

 

Grand Metropolitan Mal, Bekasi, 21 Agustus 2018, terinspirasi dari pengalaman penulis mengadakan acara peringatan kemerdekaan setiap tahunnya.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Karang Taruna

Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 2)

Published

on

By

Berbeda dengan Werewolf atau Serial Killer yang memiliki kekuatan untuk mengeliminasi pemain lain, Villager secara default tidak memiliki kemampuan yang sama.

Mereka hanya bisa berusaha menebak siapa yang masuk ke dalam tim Jahat dan mengakhiri nyawa mereka dengan menggantungnya.

Agar tidak berat sebelah, dibutuhkan peran-peran vital seperti karakter yang bisa menerawang, melindungi, ataupun menyerang balik.

Nah, Penulis menambahkan beberapa karakter yang akan membuat tim Villager sama kuatnya dengan tim Werewolf ataupun tim Jahat lainnya!

Buat yang belum baca bagian pertamanya, monggo klik link berikut ini:

Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 1)

Pasukan Penerawang

Pasukan Penerawang

Seer merupakan peran yang vital dalam permainan Werewolf karena mampu menerawang peran seseorang sehingga tim Villager memiliki gambaran siapa yang jahat.

Ada beberapa tambahan karakter yang memiliki kemampuan untuk menerawang agar karakter Seer bisa tidak digunakan dalam permainan.

  • Beholder: Mengetahui siapa Seer yang sesungguhnya
  • Murid Seer: Jika Seer mati, ia akan menggantikan perannya sebagai Seer
  • Mystic Seer: Bisa menerawang peran satu pemain ketika siang hari sebanyak dua kali kesempatan
  • Oracle: Sama seperti Seer, tapi bisa mengetahui peran yang diterawang secara spesifik
  • Homeless: Selalu berpindah tempat di malam hari karena tak punya rumah, jika memilih rumah tim jJahat atau korban mereka, Homeless ikut mati
  • Shaman: Bisa bertanya satu kali kepada roh gentayangan (memilih satu pemain yang sudah mati) tentang siapa pemain yang memiliki peran jahatT
  • Tukang Sensus: Bisa bertanya kepada Moderator sebanyak dua kali untuk mengetahui peran apa saja yang tersisa

Pasukan Pelindung

Pasukan Pelindung

Untuk melindungi Villager dari sergapan orang-orang jahat, kita kerap mengandalkan kemampuan Guardian Angel yang bisa melindungi kita.

Selain itu, kemampuan Blacksmith yang membuat peran jahat tidak bisa mengaktifkan kekuatannya juga sangat berguna di saat-saat krusial.

Walaupun terkesan sepele, Drunker juga bisa melindungi Villager karena kemampuannya yang bisa membuat Werewolf puasa selama satu malam.

Untuk kategori ini, Penulis hanya menambahkan dua karakter

  • Bodyguard: Setiap malam memilih satu orang, jika yang dipilih menjadi target tim Jahat Bodyguard akan mengorbankan diri
  • Tukang Hipnotis: Punya satu kesempatan untuk membuat semua pemain tidak bisa mengaktifkan kekuatannya di malam hari

Pasukan Penyerang

Pasukan Penyerang

Untuk bisa melawan Werewolf ataupun tim Jahat lainnya, kita tidak bisa hanya mengandalkan vote. Harus ada peran yang bisa menyerang balik.

Dengan alasan itulah ada karakter Gunner yang bisa menembakkan dua peluru dan Hunter yang bisa mengajak satu orang untuk ikut mati bersamanya.

Kalau bermain dengan Cultish, ada Cultish Hunter yang siap berburu setiap malam. Agar lebih kuat, Penulis menambahkan karakter-karakter berikut:

  • Murid Gunner: Jika Gunner mati, Murid Gunner akan mewarisi senjata dengan satu peluru
  • Snipper: Berbeda dengan Gunner, Snipper memiliki dua peluru yang bisa ditembakkan ketika malam hari
  • Archer: Memiliki dua panah yang bisa ditembakkan secara bersamaan ketika siang hari
  • Tukang Senjata: Jika Tukang Senjata mati, ia akan mewariskan senjata berisi satu peluru kepada salah satu pemain
  • Suicide Squad: Bisa bunuh diri dengan membawa satu pemain untuk ikut mati
  • Attack Titan: Jika dimakan/dibunuh/di-vote, Attack Titan tetap hidup untuk satu kali kesempatan dan bisa membunuh satu pemain
  • Witch: Memiliki dua ramuan, revive (untuk menghindupkan pemain yang baru mati) dan poison (untuk membunuh satu pemain)
  • Vigilante: Bisa membunuh setiap malam, tapi jika sampai membunuh tim Villager/Netral ia akan bunuh diri

Keluarga Kerajaan

Keluarga Kerajaan

Permainan Werewolf jugamemiliki peran Mayor dan Prince yang kemampuannya tidak terlalu berguna (hanya menambah atau kebal vote atau kebal).

Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk melakukan upgrade dan menambah beberapa peran yang dikategorikan sebagai keluarga kerajaan.

  • King: Penguasa desa yang kebal vote, suaranya dihitung dua kali dan memiliki beberapa pasukan khusus
  • Queen: Istri dari King yang kebal vote dan bisa membatalkan hasil vote, jika menjadi target tim Jahat King akan mengorbankan dirinya
  • Prince: Anak dari King dan Queen yang kebal vote, jika King mati ia akan mewarisi Guard dan Executioner
  • Executioner: Atas perintah khusus dari King, bisa mengeksekusi salah satu pemain
  • Guard: Jika tim Jahat berusaha untuk membunuh King, Guard akan mengorbankan dirinya secara sukarela

Kenapa Membuat Banyak Karakter Werewolf Baru?

Ketika bermain Werewolf, baik bersama Karang Taruna, teman kantor, maupun teman kuliah, Penulis hampir selalu menjadi Moderator.

Entah mengapa Penulis justru tidak suka ikut bermain di dalamnya. Penulis lebih suka mengendalikan permainan dan memilihkan peran-peran untuk pemain.

Bertambahnya karakter Werewolf secara masif dapat membuat pemain akan merasa bingung di awal, walaupun di kartu ada penjelasan mengenai peran tersebut.

Hanya saja, Penulis memutuskan untuk melakukan penambahan ini karena beberapa alasan seperti agar permainan ini susah ditebak dan tidak membosankan.

Selain itu, Penulis suka berimajinasi ketika membuat karakter-karakter tersebut. Maklum, mulai SD sudah hobi bikin cerita.

Yang jelas, Penulis berharap dengan adanya karakter-karakter baru ini bisa membuat kita semakin menikmati permainan Werewolf.

 

 

Lawang, 21 Februari 2021, terinspirasi setelah membuat banyak karakter Werewolf baru

Continue Reading

Karang Taruna

Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 1)

Published

on

By

Mumpung sedang di Malang, Penulis sering menghabiskan waktu malam Sabtu dan Minggunya bersama anak-anak Karang Taruna.

Aktivitas yang dilakukan juga bisa bermacam-macam, mulai bermain game, ngobrol santai, main FIFA, makan bersama, dan lain sebagainya.

Penulis yang senang bermain board game kerap mengajak mereka untuk bermain Monopoly, UNO, ataupun Exploding Kittens buatan sendiri karena yang asli seharga Rp600 ribu.

Penulis juga pernah membuat board game buatan sendiri yang diberi nama Stars and Rabbits yang merupakan gabungan dari permainan ular tangga, Monopoly, dan Werewolf.

Nah, omong-omong soal Werewolf, game ini merupakan salah satu game yang paling sering dimainkan. Game yang membuat kita saling menuduh ini sangat seru dan tak lekang oleh zaman.

Karena karakter aslinya gitu-gitu aja sehingga membosankan, Penulis menambahkan banyak karakter baru agar permainan makin seru dan membingungkan.

Kali ini, Penulis ingin berbagai tentang karakter-karakter Werewolf ala Penulis sebagai inspirasi bermain.

DisclaimerKebanyakan karakter-karakter yang ada di bawah ini Penulis dapatkan dari berbagai sumber dengan beberapa perubahan yang dibutuhkan, walau ada karakter yang murni karangan Penulis sendiri.

Tim Werewolf

Tim Werewolf

Sesuai dengan namanya, tokoh antagonis utama dalam permainan ini adalah Werewolf. Agar lebih menantang, ada beberapa peran jahat baru sebagai pendukung tim Werewolf.

  • Mama Werewolf: Mama dari Wolfcub, apabila Wolfcub tewas Mama Werewolf bisa makan dua orang sekaligus di malam berikutnya
  • Wolfcub: Anak dari Mama Werewolf, jika tewas akan memicu kekuatan Mama Werewolf untuk makan dua orang sekaligus
  • Alpha Werewolf: Punya satu kali kesempatan untuk mengubah mangsanya menjadi tim Werewolf
  • Omega Werewolf: Jika dibunuh/divote, Omega Werewolf tetap hidup untuk satu kali kesempatan
  • Snow Werewolf: Setiap malam bisa membekukan satu pemain (harus beda tiap malam) agar mereka tidak bisa mengaktifkan kemampuannya
  • Lycan: Merupakan bagian dari tim Werewolf, namun jika diterang sebagai Seer akan terlihat sebagai Villager biasa
  • Evil Villager:  Villager biasa yang tidak memiliki kemampuan apa-apa, tapi berpihak pada tim Werewolf
  • Sorcerer: Seer untuk tim Werewolf
  • Fallen Angel: Guardian Angel untuk tim Werewolf, mampu mengacaukan penerawangan Seer karena orang yang ia pilih akan terlihat kebalikannya
  • Black Wizard: Mengubah satu pemain menjadi Werewolf
  • Nightmare: Punya satu kesempatan untuk membuat semua tim Villager tidak bisa menggunakan kekuatannya di malam hari

Tim Jahat

Tim Jahat

Di luar tim Werewolf, kita mengenal ada Serial Killer yang bekerja sendiri dan Cultish yang menyebarkan ajaran sesatnya. Penulis menambah beberapa karakter jahat.

  • Two-Face: Pembunuh berantai seperti Serial Killer, tapi kalau diterawang Seer akan terlihat sebagai villager biasa
  • Arsonist: Membakar satu rumah setiap malam, siapapun yang sedang berada di rumah tersebut akan ikut terbakar

Tim Villager

Tim Villager

Peran yang paling dihindari ketika bermain Werewolf adalah Villager biasa. Mason yang hanya tahu siapa saja sesamanya juga dihindari.

Beberapa karakter lain yang umum digunakan adalah Cupid yang menjodohkan dua pemain dan Cursed yang kalau digigit Werewolf akan berubah menjadi Werewolf.

Penulis menambah cukup banyak peran-peran Villager yang bisa sangat berguna ketika melawan tim Jahat.

  • Titan: Jika dimakan/dibunuh/divote, Titan akan tetap hidup untuk satu kali kesempatan
  • Wolfman: Villager biasa yang jika diterawang Seer akan terlihat sebagai Werewolf
  • Stabber: Jika menjadi target tim Jahat, Stabber bisa memilih satu pemain sebagai korban penggantinya
  • Switcher: Jika menjadi target vote, Switcher bisa memilih satu pemain sebagai penggantinya
  • Pacifist: Punya satu kesempatan untuk meniadakan voting
  • Troublemaker: Punya satu kesempatan untuk membuat voting dilakukan dua kali
  • Tukang Gali Kubur: Setiap malam harus mengubur mayat sehingga tidak bisa dijadikan target tim Jahat. kecuali jika hari sebelumnya tidak ada yang mati

Tim Netral

Tim Netral

Permainan Werewolf tidak hanya sekadar hitam melawan putih. Ada beberapa karakter yang sifatnya abu-abu, bisa berubah jahat, bisa berubah baik, atau tidak dua-duanya.

Yang paling menyebalkan adalah Tanner, di mana ia akan menang jika ia divote. Doppleganger bisa berubah tergantung pemain yang ia pilih.

Yang berbahaya adalah Traitor yang berubah jadi Werewolf apabila tidak ada Werewolf atau Wild Child yang bisa berubah menjadi Werewolf apabila pemain yang ia pilih mati.

Sebagai tambahan, ada beberapa karakter lain yang di awal permainan termasuk ke dalam tim Netral.

  • Stealer: Di awal permainan mencuri satu peran pemain dan membuatnya menjadi Villager biasa
  • Bastard: Setiap malam bisa berganti pihak, mau di pihak Villager ataupun pihak Werewolf
  • Headhunter: Memilih satu orang, jika orang tersebut divote (bukan dibunuh) Headhunter memenangkan permainan
  • Nobody: Tidak punya peran apa-apa selama dua malam, lantas bisa memilih peran sesuka hati di malam ketika selama mendapatkan persetujuan dari Moderator

Selain karakter-karakter di atas, sebenarnya tim Villager masih memiliki banyak karakter baru yang sangat bermanfaat untuk membantu meraih kemenangan! Apa saja?

Bersambung ke Bagian 2…

 

 

Lawang, 21 Februari 2021, terinspirasi setelah membuat banyak karakter Werewolf baru

Continue Reading

Karang Taruna

SWI Mengajar 2.0

Published

on

By

Dalam beberapa tulisan, Penulis menyebutkan salah satu passion-nya adalah mengajar. Karena itulah Penulis pernah berburu beasiswa S2 ke luar negeri agar bisa menjadi seorang dosen.

Selain itu ketika masih menjadi ketua Karang Taruna, Penulis memiliki program kerja (proker) bernama SWI Mengajar yang namanya memang terinspirasi dari Indonesia Mengajar.

Di bawah kepengurusan yang baru, proker ini sempat terhenti karena beberapa alasan. Nah, mumpung sedang berada di Malang untuk jangka waktu yang belum ditentukan, Penulis mengusulkan SWI Mengajar 2.0. Apa itu?

Konsep SWI Mengajar 2.0

SWI Mengajar 1.0

Pada SWI Mengajar edisi lama, anggota akan berkumpul di satu tempat untuk mengerjakan tugasnya masing-masing. Nanti akan ada anggota yang saling membantu.

Untuk yang tidak memiliki tugas, biasanya Penulis akan mengajar Bahasa Inggris. Walaupun tidak punya sertifikasi, setidaknya Penulis pernah belajar di Kampung Inggris.

Nah, di SWI Mengajar 2.0 ini konsepnya sedikit berbeda. Anggota tidak lagi membawa tugas sekolahnya, melainkan mempelajari sesuatu yang tidak diajarkan di sekolah.

Di sini, anggota divisi internal Karang Taruna akan mengusulkan ide-ide materi. Nanti usulan-usulan ini akan diberikan kepada Penulis (dan satu rekannya) sebagai “tutor” agar dipilih untuk menjadi topik minggu ini.

Pelaksanaannya sendiri setiap hari Rabu, dua minggu sekali. Kenapa tidak setiap minggu? Takutnya anggota akan menjadi cepat bosan dan ujung-ujungnya pesertanya menjadi sedikit.

Materi-Materi yang Sudah Diajarkan

Sampai saat ini, sudah ada 3 pertemuan SWI Mengajar 2.0, yakni Public Speaking, Microsoft Word dan Penggunaan Font, serta Microsoft Excel.

Jumlah anggota yang ikut pun lumayan banyak, termasuk anggota Karang Taruna Junior yang sedang dipersiapkan menjadi anggota penerus kakak-kakaknya.

Selain itu, ada hari spesial di mana Penulis membuat semacam kuis edukasi. Untuk edisi pertama, Penulis mengangkat tema geografi.

Game Edukasi

Jimmy Kimmel Live! (via Bored Panda)

Pemilihan topik ini terinspirasi dari acara talkshownya Jimmy Kimmel, di mana warga Amerika Serikat dipilih secara acak untuk ditunjukkan sebuah peta buta dunia. Mereka harus bisa menunjuk suatu negara secara bebas.

Hasilnya? Banyak di antara mereka yang gagal menunjukkan satu negara pun! Tidak ingin ini terjadi kepada adik-adiknya, Penulis pun ingin memberikan edukasi umum terhadap topik ini.

Game dimainkan secara tim dan dibagi menjadi dua babak. Tim yang mengumpulkan poin tertinggi akan keluar menjadi pemenang.

Babak pertama adalah pertanyaan-pertanyaan seputar Geografi yang dibagi menjadi 3 level, yakni easy, medium, dan hard. Semakin susah, semakin besar nilai yang akan didapatkan.

Tampilan Game Babak Kedua

Babak kedua, di layar proyektor akan muncul 25 kotak yang dibagi menjadi 5 kolom. Setiap kolom mewakili benua yang ada di dunia. Masing-masing kolom juga menunjukkan angka 10, 20, 30, 40, 50.

Di balik kotak tersebut terdapat negara dalam bentuk peta buta beserta pilihan jawabannya. Angka yang ada di kotak menunjukkan tingkat kesulitan. Semakin tinggi, semakin susah.

Tim dengan poin tertinggi di babak pertama berhak memilih duluan secara bebas. Jika bisa menebak dengan benar, tim akan mendapatkan angka yang tertera di kotak. Jika salah, poin tim akan dikurangi 10.

Contoh Bentuk Negara yang Harus Ditebak

Karena tim berjumlah 3, maka pertanyaan terakhir (ke-25) menjadi rebutan. Siapapun boleh mempertaruhkan poin yang sudah dikumpulkan. Tim yang mempertaruhkan nilai paling tinggilah yang akan mendapatkan kesempatan untuk menjawab.

Jika benar, poin yang dipertaruhkan akan ditambahkan, sedangkan jika salah poin akan dikurangi. Karena sistem ini, tim yang awalnya berada di peringkat terakhir berhasil memenangkan kuis ini karena keberaniannya mempertaruhkan semua poinnya.

Setelah game, ada semacam selebrasi kecil-kecilan dan masing-masing tim mendapatkan hadiah yang nilainya tidak seberapa. 

Penutup

Salah satu amal jariyah dalam Islam adalah ilmu yang bermanfaat. Karena itulah Penulis sangat senang jika bisa berbagi ilmunya kepada siapapun.

SWI Mengajar 2.0 ini adalah wadah untuk Penulis berbagi ilmunya. Pengemasannya harus menarik agar tidak membosankan. Topik yang dihadirkan pun harus bervariasi.

Selama Penulis di Malang, semoga proker ini bisa terus terlaksana secara rutin dan bisa bermanfaat untuk adik-adik Karang Tarunanya.

 

 

Lawang, 26 November 2020, terinspirasi dari proker SWI Mengajar 2.0 yang tengah dijalankan

Continue Reading

Fanandi's Choice

Copyright © 2021 Whathefan