<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>periode Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/periode/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/periode/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:30:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>periode Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/periode/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Presiden Satu Periode</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/presiden-satu-periode/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/presiden-satu-periode/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2021 15:36:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[periode]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4812</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini, dunia perpolitikan kita sedang bergejolak. Selain ada masalah dualisme di salah satu partai besar Indonesia, muncul wacana kalau presiden bisa menjabat hingga 3 periode. Penulis tidak bisa banyak berkomentar mengenai masalah dualisme partai. Di satu sisi ada isu kalau perpecahan tersebut dilakukan karena partai tersebut berpotensi menang di 2024 sehingga harus dijegal, di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/presiden-satu-periode/">Presiden Satu Periode</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Akhir-akhir ini, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/karut-marut-negeriku/">dunia perpolitikan kita sedang bergejolak</a>. Selain ada masalah dualisme di salah satu partai besar Indonesia, muncul wacana kalau <strong>presiden bisa menjabat hingga 3 periode</strong>.</p>



<p>Penulis tidak bisa banyak berkomentar mengenai masalah dualisme partai. Di satu sisi ada isu kalau perpecahan tersebut dilakukan karena partai tersebut berpotensi menang di 2024 sehingga harus dijegal, di satu sisi mereka sedang <em>play victim </em>untuk menaikkan popularitasnya.</p>



<p>Mana yang benar? Entahlah. Penulis hanya bisa berdoa semoga kebenaran segera terungkap dan konflik internal tersebut dapat segera berakhir.</p>



<p>Nah, kalau masalah presiden 3 periode, Penulis masih bisa memberikan komentarnya sebagai warga negara. Secara pribadi, Penulis tidak menyetujui usulan tersebut karena <strong>melanggar cita-cita reformasi untuk membatasi kekuasaan presiden</strong>. Ingat, dulu Presiden Suharto bisa menjabat hingga 7 periode.</p>



<p>Jika usulan 3 periode ini dikabulkan, apa yang menjamin kalau nantinya tidak akan ada usulan 4 periode, 5 periode, 6 periode, atau bahkan memecahkan rekor Pak Harto? Untuk itulah menurut Penulis 2 periode saja sudah cukup.</p>



<p>Justru, Penulis berpikir bagaimana seandainya presiden hanya memiliki satu periode pemerintahan untuk jangka waktu yang cukup panjang?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Presiden Satu Periode</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/presiden-1-periode-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4813" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/presiden-1-periode-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/presiden-1-periode-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/presiden-1-periode-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/presiden-1-periode-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Wakil Presiden (<a href="https://nasional.okezone.com/read/2021/03/18/337/2380219/ma-ruf-amin-infak-dan-sedekah-banyak-membantu-masyarakat-di-pandemi-covid-19">Okezone</a>)</figcaption></figure>



<p>Hingga saat ini, kita sudah melihat dua presiden berbeda yang telah menjabat 2 periode. Ada beberapa persamaan yang menarik untuk disimak. </p>



<p>Pertama, periode pertama terlihat <strong>dimanfaatkan untuk bertindak sebaik mungkin agar mereka terpilih kembali di periode kedua</strong>. Setelah terpilih di periode kedua, mereka bisa <em>nothing to lose </em>karena sudah tidak memiliki tanggungan untuk terpilih kembali. Tentu pendapat ini bisa saja salah.</p>



<p>Kedua, <strong>wakil presiden yang dipilih untuk periode kedua seolah &#8220;antara ada dan tiada&#8221;</strong> karena jarang muncul di depan publik ataupun terlihat memiliki peran yang signifikan di pemerintahan. Jika dibandingkan dengan wakil di periode pertama (kebetulan orangnya sama), sangat berbeda.</p>



<p>Hal ini menunjukkan kalau para petahana merasa sudah mengantongi suara yang cukup besar, sehingga siapapun wakil yang mereka pilih tidak terlalu berpengaruh. Iya, latar belakang dan popularitas wakil mereka bisa menambah suara, namun sosok orang nomor satunya sudah cukup kuat.</p>



<p>Berkaca dari dua presiden ini, <strong>bagaimana seandainya presiden hanya memiliki satu periode untuk jangka waktu yang cukup panjang?</strong> Mungkin antara 8 hingga 10 tahun tanpa opsi perpanjangan. </p>



<p>Dengan satu periode saja, sang presiden tidak perlu terpecah fokusnya untuk berpikir <strong>bagaimana dirinya bisa terpilih lagi di periode kedua.</strong> Cukup fokus bagaimana caranya bisa memimpin negara ini menjadi lebih baik selama periode kepemimpinannya.</p>



<p>Selain itu, dengan Pemilu yang lebih jarang (karena satu periode berlangsung lebih lama), <strong>anggaran yang dikeluarkan pun menjadi lebih sedikit</strong>. Biaya politik yang selama ini terkenal sangat mahal pun bisa lebih dihemat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Kurang lebih seperti itulah pendapat Penulis tentang masa jabatan presiden. Penulis memang tidak memiliki data negara mana saja yang menerapkan masa jabatan 1 periode dan berhasil. </p>



<p>Hanya saja, menurut pengamatan Penulis sebagai masyarakat awam, metode ini sangat cocok untuk <a href="https://whathefan.com/politik-negara/negara-demokrasi/">iklim demokrasi kita</a>. Dunia perpolitikan kita sudah kerap mendapatkan cap kotor seolah tidak mampu diselamatkan lagi. </p>



<p>Diperlukan berbagai cara yang ekstrem untuk membuktikan kalau politik kita masih bisa dibawa ke jalan yang benar, seperti <a href="https://whathefan.com/politik-negara/andai-partai-politik-dibiayai-oleh-negara/">partai politik yang dibiayai negara</a> atau (mungkin) masa jabatan presiden cukup satu periode.</p>



<p></p>



<p></p>



<p>Lawang, 20 Maret 2021, terinspirasi setelah munculnya wacana presiden menjabat 3 periode</p>



<p>Foto: <a href="https://www.forummuslim.org/2017/03/analisa-politik-di-balik-pertemuan-sby.html">Forum Muslim</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/presiden-satu-periode/">Presiden Satu Periode</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/presiden-satu-periode/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Transisi Gen X SWI</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Oct 2018 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[periode]]></category>
		<category><![CDATA[program kerja]]></category>
		<category><![CDATA[proker]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Wuni Indah]]></category>
		<category><![CDATA[tim]]></category>
		<category><![CDATA[transisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1497</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti yang sudah sering disebut sebelumnya, salah satu kesalahan penulis selama menjabat sebagai ketua Karang Taruna adalah seringnya menyelesaikan sendiri tugas organisasi, terutama jika kondisi mendesak. Hal ini tentu menghambat proses kaderisasi anggota. Oleh karena itu sejak awal tahun, beberapa sebelum proses pergantian ketua, penulis memutuskan untuk membentuk semacam tim transisi. Harapannya, tim transisi inilah yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/">Tim Transisi Gen X SWI</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang sudah sering disebut sebelumnya, salah satu <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/">kesalahan penulis</a> selama menjabat sebagai ketua Karang Taruna adalah seringnya menyelesaikan sendiri tugas organisasi, terutama jika kondisi mendesak. Hal ini tentu menghambat proses kaderisasi anggota.</p>
<p>Oleh karena itu sejak awal tahun, beberapa sebelum proses pergantian ketua, penulis memutuskan untuk membentuk semacam tim transisi. Harapannya, tim transisi inilah yang akan menjadi tulang punggung organisasi di periode selanjutnya.</p>
<p><strong>Siapa Anggota Tim Transisi?</strong></p>
<p>Tim transisi terdiri dari dua orang senior: penulis selaku ketua dan Hersandi selaku bendahara. Tim juga berisikan anggota yang pada waktu itu sudah duduk di bangku kelas tiga dan akan lulus pada tahun 2018.</p>
<p>Total terdapat 5 orang, yakni Ekky, Angela, Paskah, Shanti, dan Phillip. Tiga nama yang disebutkan pertama merupakan bakal calon ketua Karang Taruna Gen X SWI periode 2018-2021, mengikuti masa jabatan ketua RW di Sumber Wuni Indah.</p>
<p><strong>Apa yang Dilakukan Tim Transisi?</strong></p>
<p>Tugas pertama yang wajib dilakukan oleh tim transisi ini adalah menyiapkan acara pemilihan ketua Karang Taruna yang diadakan pada tanggal 9 Juni 2018. Mereka harus menyusun <em>rundown </em>acara dan menyiapkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan.</p>
<p>Sebelum itu, grup Whatsapp tim transisi juga rajin mendiskusikan masalah-masalah yang terjadi di dalam organisasi. Penulis dan bendahara kerap menanyakan solusi kepada mereka.</p>
<p>Terkadang, kami juga meminta mereka mengambil kesimpulan atau hikmah yang bisa diambil dari setiap kejadian yang terjadi. Pelajaran apa yang kira-kira bisa mereka petik sebagai modal ketika nanti akan memimpin organisasi.</p>
<p><strong>Pemilihan Ketua</strong></p>
<p>Setelah beberapa bulan berjalan, sampailah pada puncak acara pemilihan ketua baru. Ketiga calon diberikan waktu untuk menjabarkan visi dan misi mereka jika terpilh nantinya.</p>
<p><div id="attachment_1502" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1502" class="wp-image-1502 size-large" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1502" class="wp-caption-text">Suasana Pemilihan</p></div></p>
<p>Selain itu, acara juga diisi dengan debat seperti yang dilakukan oleh calon presiden di televisi. Mereka harus menjawab pertanyaan yang diajukan oleh moderator dan penonton.</p>
<p>Pada akhirnya, Angela terpilih menjadi ketua dengan meraih suara lebih dari 50%. Anggota yang datang mencapai 20 orang, belum termasuk yang melakukan pemilihan melalui WA karena berhalangan hadir.</p>
<p><strong>Sertijab</strong></p>
<p>Sertijab dilakukan pada tanggal 30 Juni 2018 setelah lebaran. Di sini, penulis melakukan laporan pertanggungjawaban selama menjabat sebagai ketua, program kerja (proker) apa saja yang terlaksana dan tidak terlaksana lengkap dengan alasannya.</p>
<p>Alhamdulillah, selama 666 hari masa kepemimpinan penulis, dari 29 proker yang direncanakan terdapat 19 proker yang terlaksana, 2 proker yang terhenti, dan 8 proker yang tidak terlaksana. Nanti akan penulis bahas lebih rinci pada tulisan berikutnya.</p>
<p><div id="attachment_1523" style="width: 775px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1523" class="size-full wp-image-1523" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47.jpg" alt="" width="765" height="537" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47.jpg 765w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47-300x211.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47-356x250.jpg 356w" sizes="(max-width: 765px) 100vw, 765px" /><p id="caption-attachment-1523" class="wp-caption-text">Proses Sertijab dengan Ketua Terpilih</p></div></p>
<p>Selain melaporkan proker, penulis juga menjelaskan perubahan divisi yang terjadi selama penulis menjabat. Total, terdapat 3 kali revisi untuk menyesuaikan organisasi dengan kurangnya anggota yang dimiliki.</p>
<p>Penulis juga membuatkan sebuah video yang menggambarkan perjalanan Karang Taruna dari awal pembentukanya hingga masa pergantian pengurus. Jika sempat, penulis akan segera mengunggahnya di Youtube.</p>
<p><strong>Posisi Penulis Sekarang</strong></p>
<p>Lantas, apakah penulis melepas begitu saja Karang Taruna yang telah dipimpinnya selama bertahun-tahun? Tentu tidak. Penulis masih terus memantau keadaan dari jauh.</p>
<p>Selain itu, ketua yang baru juga sering berkonsultasi ke penulis tentang banyak hal, mulai proker hingga masalah klasik tentang minimnya anggota yang aktif. Intinya, penulis tidak lepas tangan begitu saja karena penulis berposisi sebagai penasihat organisasi.</p>
<p>Semoga saja dengan terbentuknya tim transisi sebelum pergantian pengurus, Karang Taruna Gen X SWI periode sekarang bisa lebih baik dari Karang Taruna periode sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 18 Oktober 2018, terinspirasi setelah pulang sebentar ke Lawang dan bertemu dengan anggota Karang Taruna</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/">Tim Transisi Gen X SWI</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
