<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>perusahaan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/perusahaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/perusahaan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:21:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>perusahaan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/perusahaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rahasia Apple Pada Inside Apple</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/rahasia-apple-pada-inside-apple/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/rahasia-apple-pada-inside-apple/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2018 15:26:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Inside Apple]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1717</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebenarnya memang agak berlebihan bila diberi judul rahasia, akan tetapi penulis tidak bisa menemukan padanan kata lain yang lebih menarik dari itu. Setidaknya, buku ini akan memberi banyak pengetahuan baru bagi orang-orang yang penasaran dengan Apple, termasuk penulis. Sedikit Drama Tentang Buku Ini Penulis selalu menyukai buku-buku yang berbau Steve Jobs dan Apple semenjak menamatkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/rahasia-apple-pada-inside-apple/">Rahasia Apple Pada Inside Apple</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya memang agak berlebihan bila diberi judul rahasia, akan tetapi penulis tidak bisa menemukan padanan kata lain yang lebih menarik dari itu. Setidaknya, buku ini akan memberi banyak pengetahuan baru bagi orang-orang yang penasaran dengan Apple, termasuk penulis.</p>
<h3>Sedikit Drama Tentang Buku Ini</h3>
<p>Penulis selalu menyukai buku-buku yang berbau Steve Jobs dan Apple semenjak menamatkan <a href="http://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/">buku biografi resminya</a> yang ditulis oleh Walter Isaacson. Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa penulis ambil dengan mendalami sejarah perusahaan teknologi tersebut beserta para pendirinya.</p>
<p>Dulu, sewaktu menemukan buku berjudul <strong>Inside Apple </strong>ini di toko buku Togamas, penulis sempat merasa ragu untuk membelinya karena beberapa alasan. Sewaktu hati sudah mantap untuk membelinya, eh stoknya sudah habis hingga terbitlah rasa sesal di dalam hati.</p>
<p>Untunglah, penulis bisa menemukan ini di <strong>Togamas Affandi</strong>, Yogyakarta, pada 16 Desember 2017, seusai menjalani tes IELTS. Bagi pecinta buku, pasti sudah paham bagaimana rasanya menemukan buku yang telah lama di cari-cari.</p>
<div id="attachment_1718" style="width: 730px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1718" class="size-full wp-image-1718" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Togamas-Affandi-Jogja-1-www.facebook.com_.jpg" alt="" width="720" height="540" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Togamas-Affandi-Jogja-1-www.facebook.com_.jpg 720w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Togamas-Affandi-Jogja-1-www.facebook.com_-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/Togamas-Affandi-Jogja-1-www.facebook.com_-340x255.jpg 340w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><p id="caption-attachment-1718" class="wp-caption-text">Togamas Affandi (yogyakarta.panduanwisata.id)</p></div>
<p>Buku ini terdiri dari 10 bab yang berbeda dengan topiknya masing-masing. Salah satu hal yang membuat penulis merasa yakin untuk membeli buku ini adalah karena adanya kisah Apple di bawah kepemimpinan <strong>Tim Cook</strong>.</p>
<p>Akan tetapi, sewaktu awal-awal membaca buku ini, entah mengapa terasa begitu membosankan, sehingga buku ini tersimpan rapi di rak buku penulis. Sekitar 9 bulan kemudian, barulah penulis memutuskan untuk membaca buku ini kembali.</p>
<p>Saat itulah penulis merasa aneh, bagaimana dulu bisa merasa bosan, sedangkan pemaparan isinya begitu menarik dan menjelaskan berbagai aspek dari Apple yang sebelumnya belum pernah penulis ketahui. Pada akhirnya, buku ini penulis tamatkan dengan cepat.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Seperti judulnya, buku ini menjelaskan tentang bagaimana perusahaan sebesar Apple bekerja menghasilkan produk-produk yang digemari oleh banyak orang. <strong>Adam Lashinsky </strong>selaku penulis bisa menceritakan banyak hal karena kedekatannya dengan staf-staf penting Apple.</p>
<p>Banyak orang yang mengira kematian Steve Jobs akan berdampak besar kepada perusahaan yang telah didirikannya bersama Steve Wozniak tersebut. Pada buku ini, dijelaskan bahwa hal tersebut ditangkis oleh Apple melalui para anggotanya.</p>
<p>Roh, ideologi, dan pemikiran Jobs telah merasuki para petinggi Apple yang sekarang memegang dampuk kekuasaan untuk memimpin perusahaan dengan logo apel tergigit tersebut. Kekhawatiran akan runtuhnya Apple tidak terbukti, setidaknya sampai sekarang.</p>
<div id="attachment_1719" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1719" class="size-large wp-image-1719" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120-1024x532.jpg" alt="" width="1024" height="532" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120-1024x532.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120-300x156.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120-768x399.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120-356x185.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/tim-cook-2156-1120.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1719" class="wp-caption-text">Tim Cook (dancingastronaut.com)</p></div>
<p>Penulis sangat terbantu dengan banyak membaca buku tentang Apple sebelumnya, karena banyak sekali orang-orang penting yang disebut, seperti <strong>John Ive</strong> dan <strong>Scoot Forshall</strong>. Tentu penulis akan sedikit kesulitan memahami isi buku jika tidak memiliki pengetahuan tentang mereka.</p>
<p>Secara garis besar, buku ini menceritakan tentang perbedaan Apple dari perusahaan-perusahaan lainnya, seperti ketatnya mereka dalam menjaga rahasia produk yang belum diluncurkan dan bagaimana Apple memperlakukan karyawannya.</p>
<p>Buku ini juga menjelaskan tentang berbagai strategi yang dilakukan Apple, baik ketika dipimpin oleh Jobs maupun oleh Cook, dalam menghadapi dinamika bisnis yang penuh gejolak, termasuk menghadapi lawan-lawan (yang kerap merangkap menjadi mitra) bisnisnya.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Buku ini penulis rekomendasikan bagi pembaca yang tertarik dengan sejarah perkembangan teknologi, khususnya Apple sebagai perusahaan. Budaya perusahaan diceritakan dengan baik oleh Lashinsky membuat kita bisa berimajinasi tengah berada di kantor Apple.</p>
<p>Kalau pembaca menginginkan buku yang menjelaskan tentang sosok Steve Jobs, maka buku ini kurang bisa memberikannya karena fokus dari buku ini adalah Apple-nya, bukan sang pendiri. Ada banyak buku yang bisa bercerita tentang itu.</p>
<p>Banyak bahasa teknis yang mungkin akan susah dipahami oleh orang awam, walaupun bahasa bercerita yang digunakan oleh Lashinsky tergolong mudah. Buku ini sangat cocok untuk dijadikan motivasi bagi para wirausahawan yang sedang berusaha mendirikan perusahaannya.</p>
<p>Nilainya: <strong>4.0/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 21 November 2018, terinspirasi setelah menamatkan buku <strong>Inside Apple</strong> karya <strong>Adam Lashinsky</strong></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/rahasia-apple-pada-inside-apple/">Rahasia Apple Pada Inside Apple</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/rahasia-apple-pada-inside-apple/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Transformasi Budaya Microsoft Pada Hit Refresh</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/transformasi-budaya-microsoft-pada-hit-refresh/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/transformasi-budaya-microsoft-pada-hit-refresh/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2018 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Satya Nadella]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1491</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelum melihat buku ini di Togamas Parahyangan, Bandung, penulis tidak tahu bahwa Steve Ballmer selaku CEO dari Microsoft telah diganti oleh orang India bernama Satya Nadella. Karena penasaran dengan Micosoft dan perkembangannya akhir-akhir ini, penulis memutuskan untuk membeli buku ini. Apa Isi Buku Ini? Secara garis besar, buku ini menerangkan tentang transformasi budaya Microsoft sebagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/transformasi-budaya-microsoft-pada-hit-refresh/">Transformasi Budaya Microsoft Pada Hit Refresh</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum melihat buku ini di Togamas Parahyangan, Bandung, penulis tidak tahu bahwa Steve Ballmer selaku CEO dari Microsoft telah diganti oleh orang India bernama Satya Nadella. Karena penasaran dengan Micosoft dan perkembangannya akhir-akhir ini, penulis memutuskan untuk membeli buku ini.</p>
<p><strong>Apa Isi Buku Ini?</strong></p>
<p>Secara garis besar, buku ini menerangkan tentang transformasi budaya Microsoft sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Bagaimana sang CEO berusaha memadukan antara teknologi dan misi kemanusiaan untuk mengubah dunia.</p>
<p>Salah satu hal yang membuat penulis memutuskan untuk membeli buku ini adalah rasa penasaran bagaimana Microsoft, yang menjadi raksasa karena Windowsnya, menghadapi era <em>post-computer </em>di mana masyarakat dunia lebih cenderung menggunakan <em>smartphone </em>dibandingkan komputer. Penulis berharap menemukan jawabannya pada buku ini.</p>
<p>Buku ini dibagi menjadi sembilan bab. Dua bab pertama menceritakan seorang Satya Nadella dari kecil hingga bisa bergabung dengan Microsoft. Sebelum diangkat menjadi CEO, Nadella memimpin tim untuk mengembangkan sistem <em>cloud </em>yang dimiliki oleh Microsoft.</p>
<p>Pada bab ketiga dan keempat, Nadella ingin menjabarkan keinginannya untuk mengubah budaya perusahaan. Salah satunya adalah antar departemen yang sering terlihat seolah bekerja sendiri-sendiri.</p>
<p>Bab kelima menjelaskan tentang hubungan Microsoft dengan perusahaan-perusahaan teknologi lainnya, seperti Apple, Google, hingga Amazon. Empat bab selanjutnya menjelaskan tentang masa depan Microsoft dan dunia teknologi pada umumnya.</p>
<p>Perkembangan teknologi yang terjadi sangat cepat dilihat oleh Nadella sebagai potensi untuk membantu lebih banyak orang. Bahkan, bisa membantu perekonomian sebuah negara seperti yang ia tuturkan pada bab terakhir.</p>
<p>Lantas, apakah pertanyaan penulis yang terdapat pada paragraf pertama terjawab? Jawabannya, iya. Di bawah kepemimpinan Nadella, Microsoft mulai fokus pada beberapa teknologi kunci seperti <em>artificial intelligence</em> dan <em>cloud computing</em>.</p>
<p>Sang CEO mengubah arah perusahaan sehingga tidak lagi berpusat pada <em>Personal Computer</em> atau PC.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Bagi penggemar dunia teknologi, terutama tentang orang-orang yang berada di belakangnya, buku ini tentu akan menjadi literatur yang menarik untuk dibaca. Banyak istilah teknis yang tidak dipahami oleh orang awam (seperti <em>quantum computing)</em>, namun Nadella berupaya menjelaskannya dengan sederhana.</p>
<p>Buku ini ditulis dengan gaya autobiografi, walaupun Nadella lebih banyak menjelaskan tentang hal-hal teknis. Yang penulis senangi dari buku ini adalah bagaimana Nadella mengajak kita memandang masa depan teknologi bukan hanya sebagai alat, namun sebagai solusi dari segala permasalahan yang ada di dunia ini.</p>
<p>Kekurangan buku ini menurut penulis adalah tidak adanya sub-bab pada tiap babnya. Hal tersebut membuat penulis terkadang bingung karena beberapa tulisan terlalu melebar ke mana-mana, sehingga kita perlu membaca ulang untuk paham. Terkadang, pesan yang ingin disampaikan juga ditulis dengan agak <em>njelimet </em>sehingga membuat kita bingung.</p>
<p>Yang jelas, buku ini akan memperluas cakrawala pikiran kita dalam memandang masa depan dunia teknologi.</p>
<p>Nilainya <strong>3.8/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 15 Oktober 2018, terinspirasi setelah menambatkan buku Hit Refresh tulisan Satya Nadella</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/transformasi-budaya-microsoft-pada-hit-refresh/">Transformasi Budaya Microsoft Pada Hit Refresh</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/transformasi-budaya-microsoft-pada-hit-refresh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
