Transformasi Budaya Microsoft Pada Hit Refresh

Sebelum melihat buku ini di Togamas Parahyangan, Bandung, penulis tidak tahu bahwa Steve Ballmer selaku CEO dari Microsoft telah diganti oleh orang India bernama Satya Nadella. Karena penasaran dengan Micosoft dan perkembangannya akhir-akhir ini, penulis memutuskan untuk membeli buku ini.

Apa Isi Buku Ini?

Secara garis besar, buku ini menerangkan tentang transformasi budaya Microsoft sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Bagaimana sang CEO berusaha memadukan antara teknologi dan misi kemanusiaan untuk mengubah dunia.

Salah satu hal yang membuat penulis memutuskan untuk membeli buku ini adalah rasa penasaran bagaimana Microsoft, yang menjadi raksasa karena Windowsnya, menghadapi era post-computer di mana masyarakat dunia lebih cenderung menggunakan smartphone dibandingkan komputer. Penulis berharap menemukan jawabannya pada buku ini.

Buku ini dibagi menjadi sembilan bab. Dua bab pertama menceritakan seorang Satya Nadella dari kecil hingga bisa bergabung dengan Microsoft. Sebelum diangkat menjadi CEO, Nadella memimpin tim untuk mengembangkan sistem cloud yang dimiliki oleh Microsoft.

Pada bab ketiga dan keempat, Nadella ingin menjabarkan keinginannya untuk mengubah budaya perusahaan. Salah satunya adalah antar departemen yang sering terlihat seolah bekerja sendiri-sendiri.

Bab kelima menjelaskan tentang hubungan Microsoft dengan perusahaan-perusahaan teknologi lainnya, seperti Apple, Google, hingga Amazon. Empat bab selanjutnya menjelaskan tentang masa depan Microsoft dan dunia teknologi pada umumnya.

Perkembangan teknologi yang terjadi sangat cepat dilihat oleh Nadella sebagai potensi untuk membantu lebih banyak orang. Bahkan, bisa membantu perekonomian sebuah negara seperti yang ia tuturkan pada bab terakhir.

Lantas, apakah pertanyaan penulis yang terdapat pada paragraf pertama terjawab? Jawabannya, iya. Di bawah kepemimpinan Nadella, Microsoft mulai fokus pada beberapa teknologi kunci seperti artificial intelligence dan cloud computing.

Sang CEO mengubah arah perusahaan sehingga tidak lagi berpusat pada Personal Computer atau PC.

Kesimpulan

Bagi penggemar dunia teknologi, terutama tentang orang-orang yang berada di belakangnya, buku ini tentu akan menjadi literatur yang menarik untuk dibaca. Banyak istilah teknis yang tidak dipahami oleh orang awam (seperti quantum computing), namun Nadella berupaya menjelaskannya dengan sederhana.

Buku ini ditulis dengan gaya autobiografi, walaupun Nadella lebih banyak menjelaskan tentang hal-hal teknis. Yang penulis senangi dari buku ini adalah bagaimana Nadella mengajak kita memandang masa depan teknologi bukan hanya sebagai alat, namun sebagai solusi dari segala permasalahan yang ada di dunia ini.

Kekurangan buku ini menurut penulis adalah tidak adanya sub-bab pada tiap babnya. Hal tersebut membuat penulis terkadang bingung karena beberapa tulisan terlalu melebar ke mana-mana, sehingga kita perlu membaca ulang untuk paham. Terkadang, pesan yang ingin disampaikan juga ditulis dengan agak njelimet sehingga membuat kita bingung.

Yang jelas, buku ini akan memperluas cakrawala pikiran kita dalam memandang masa depan dunia teknologi.

Nilainya 3.8/5.0

 

 

 

Lawang, 15 Oktober 2018, terinspirasi setelah menambatkan buku Hit Refresh tulisan Satya Nadella

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.